SLIDER

Tips Menggunakan Media Sosial Secara Bijak


Saya masih ingat. Ketika terjadi kecelakaan Lion Air, informasi yang beredar di media sosial sangat beragam. Semua seolah-olah berlomba untuk menginformasikan keadaan dengan berbagai informasi. Awal kejadian, informasi keberadaan Lion Air sungguh simpang siur.

Ceritanya begini. Awalnya informasi Lion Air hilang kontak. Maka dilakukanlah pengecekan di berbagai pihak. Mulai dari informasi ke pihak Lion Air, mendatangi bandara hingga pengecekan di media sosial.
 
Sumber : pixabay.com
Entah siapa awalnya yang mengirim, termuat tweet di twitter kalau Lion Air sudah mendarat dengan keadaan selamat. Lega? Alhamdulillah lega.

Tapi kelegaaan ini hanya sesaat. Setelah saya cek, teryata akun twitter yang menginformasikan bahwa Lion Air telah mendarat dalam keadaan selamat hanya memiliki 5 akun. Ah, sangat meragukan.

Beberapa jam kemudian, akun twitter itu kemudian menginformasikan bahwa info Lion Air telah mendarat selamat adalah tak benar. Ia pun meminta maaf karena telah salah menginformasikan.

Belakangan terkonfirmasi bahwa Lion Air teryata mengalami kecelakaan dan badan pesawat hancur di perairan di kawasan ....
Innalillahi wainnailahi radjiun.

Tapi informasi hoax tak berhenti sampai disitu. Saya mendapat kiriman video sebuah perahu yang berhasil mengangkat orang-orang yang ditemukan di laut. Isi videonya kira-kira mengabarkan bahwa telah ditemukan penumpang pesawat Lion Air dalam keadaan sehat dan selamat.

Saya berharap itu benar. Tapi saya harus menyadari bahwa informasi itu tak benar. Fakta-fakta yang diperoleh mengarah pada kenyataan Lion Air hancur. Kenyataan yang menyedihkan ....

Saya kemudian bertanya ke kenalan yang mengirim video itu. "Sumbernya dari mana?". Dan dijawab bahwa video itu ia peroleh dari orang lain dan minta di cek kebenarannya.

Padahal, jika saya tak bertanya toh juga nggak ada informasi bahwa apakah itu benar atau tidak.

Hoax? Ya hoax ada di sekeliling kita. Dan sedihnya ketika ada kecelakaan yang parah seperti Lion Air, ada pihak yang berlomba-lomba menebarkan berita-berita hoax. Duh ...

Hoax pemberitaan Lion Air tak hanya itu saja. Beberapa hari kemudian muncul video yang mengatakan merekam detik-detik video pesawat Lion Air hancur di laut ? Apa? Merekam detik-detik pesawat Lion Air jatuh ? Kok bisa? Itu yag terlintas dipikiran saya sebelum membuka video yang dibagikan.

Dan setelah membuka isi video, saya pastikan video itu adalah HOAX!. Videonya dibuat seolah-olah ada yang merekam pesawat saat terbang dan kemudian jatuh di laut. YA Allah .. tega sekali yang membuat berita-berita hoax seperti ini. Mengapa tak bijak menggunakan media sosial? Mengapa harus menyebarkan berita hoax melalui media sosial ?

Pertanyaannya, lalu apa yang harus dilakukan agar bijak bermedia sosial? Saya ingin berbagi tips bermedia sosial yang saya rangkum dari berbagai sumber.

 
Cek Keaslian Foto atau Video

Foto dan video seringkali dimanipulasi sehingga tampak seperti benar. Tapi cek terlebih dahulu apakah video dan foto itu benar atau tidak. Kita bisa cek juga melalui informasi. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Nah, hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

 
Waspadai Jika Judul Provokatif

Salah satu contoh berita hoax adalah judulnya provokatif. Sehingga ketika awal membacanya, dibuat seolah-olah benar dan berusaha meyakinkan. Kalaupun melampirkan sumber berita dari media online yang terpercaya, seringkali isi tulisan di media online berbeda dengan kata-kata yang terlampir.

 Perhatikan Alamat Situs

Sekarang, makin mudah membuat website dan bisa saja langsung diisi dengan tulisan-tulisann karangan yang belum tentu benar. Jadi, perhatikan judul alamat situs online yang dibagikan. Apakah dipercaya atau tidak.

Think Before Share

Kalimat ini paling sering di sampaikan sebagai tips untuk bijak bermedia sosial. Tapi kalimat ini paling juga sering dilanggar. Banyak yang hanya share tanpa melakukan pengecekan namun teryata informasi yang dibagikan adalah hoax.

Lalu apa yang harus dilakukan jika mendapat informasi yang tak sesuai ? Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari website Kominfo ada beberapa cara yang harus dilakukan agar bijak bermedia sosial.

Bagi pengguna Facebook, jika mendapatkan berita hoax, bisa menggunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari pengguna media sosial, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.

Fitur feedback bisa digunakan untuk Google jika ingin melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Sedangkan untuk Twitter, ada fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

Masih mendapat informasi tentang konten negatif? Kirim saja email ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Nah, sekarang teman sudah tahu kan cara agar bijak bermedia sosial. Boleh dong dibagi informasi apa saja yang teman lakukan agar bijak bermedia sosial ? Pernah mendapat berita hoax?

5 komentar

  1. Keep on writing, gгeat job!

    BalasHapus
  2. Memang ya, sering banget sebel deh sama orang-orang yang ngga bijak bermedia sosial, dan langsung posting sesuatu tanpa mikir efeknya.

    Makanya, orang-orang kayak gini menurutku memang kudu dihukum, biar jera dan ngga menyebar hoax.

    BalasHapus
  3. Sering banget mbak dapet berita hoax.. sayangnya kebanyakan di grup WA yang berasal dari keluarga. Lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi kali ya..

    BalasHapus
  4. Sebuah tips yang sangat membantu dalam berinternet sehat...terima kasih mbk.

    BalasHapus
  5. Berita hoax ini bahaya kalau menyebar. Bisa bikin kericuhan di masyarakat. Kayanya yang gampang kemakan hoax itu orang-orang tua yang dapatnya dari grup WA, termasuk ayahku tuh yang beberapa kali share berita hoax. Biasanya cepat tuh nyebarnya. Makanya kita harus proaktif cek kebenaran beritanya ya mbak sebelum disebar ulang.


    BalasHapus

© Rach Alida Bahaweres • Re-Design By momsodell