Theme Layout

[Rightsidebar]

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

yes

Dark or Light Style

[Light]

Sekolah Terbaik bagi Anak!




Tolak ukur sekolah terbaik bagi anak berbeda-beda. Ada yang memilih alasan jarak, mata pelajaran, guru-guru, kebersihan sekolah hingga biaya pendidikan. Sekolah yang terlalu jauh akan membuat anak akan kelelahan saat menempuh perjalanan. Walaupun ada fasilitas antar jemput, saya pribadi lebih memilih sekolah yang dekat dengan rumah. Terkait mata pelajaran, bagi saya sekolah dasar sebaiknya tidak terlalu penuh dengan berhitung, membaca dan sebagaiannya. Namun pengenalan akhlak, ayat-ayat Al Qur’an, permainan yang menyenangkan, menjadi pilihan saya sebagai orangtua. Ini yang saya rasakan saat Ayyas di TK. Banyak perlombaan mengasah kreativitas anak dan juga melibatkan orangtua. Saya dan suami juga memilih sekolah yang memiliki guru-guru yang bisa diandalkan. Saya memilih guru yang menganggap anak-anak dis ekolah adalah anaknya juga dan bukan anak orang lain. Jika guru menganggap anak didiknya sebagai anaknya sendiri maka perhatian kepada anak menjadi lebih utama.

Saya merasakan manfaatnya selama Ayyas sekolah di TK Al-Biruni. Ayyas sangat diperhatikan dan guru tidak sungkan memberitahukan apapun kepada orangtua. Ayyas saat mengalami mimisan, lima guru menyampaikan kabar Ayyas mimisan. Buku penghubung yang dimiliki TK menjadi sarana orangtua mengetahui apa yang dipelajari anak di sekolah. Persoalan biaya? Nah, ini ada hitungan tersendiri. Walaupun suami istri bekerja, biaya pendidikan yang besar tentu juga memberatkan orangtua. Rabu kemarin, saya bersama Ayyas menuju salah satu sekolah idaman Ayyas SD. Untuk mendaftar, orangtua harus membeli formulir sebesar Rp 400 ribu. Tahun lalu, uang pendaftaran dan uang masuk sekolah bulan pertama sebesar Rp 14 juta. Untuk biaya pendidikan setiap bulan, orangtua harus mengeluarkan biaya Rp 450 ribu. Mahal? Ya begitulah. Ini mungkin sesuai dengan kalimat, ‘Orang Miskin Dilarang Sekolah’.

Bagi yang memiliki pendapatan standar, biaya ini tentu memberatkan. Alternatif sekolah lain, uang pendaftaran di atas Rp 6 juta dengan biaya bulanan di atas Rp 300 ribu. Bersekolah di sekolah negeri belum menjadi pilihan saya dan suami. Alasannya, biarlah saya dan suami yang tahu. Saya belum memutuskan di sekolah mana Ayyas akan bersekolah. Semoga yang terbaik untuk Ayyas *ketjup*
Baca selengkapnya »
by
0 Comments

Memilih Menikah (Lagi)

Apa rasanya ketika orang yang dicintai tiba-tiba mengkhianati? Sakit? Tentu saja!. Dulu mungkin ada yang menganggap kisah ini hanya kisah dalam sinetron, sebuah dongeng, atau khayalan belaka. Tapi belakangan kita sadar, bahwa itu sesuatu yang nyata. Terjadi di sekitar kita. Mengapa saya menulis seperti ini? Ini karena semalam, saya membaca kisah dari buku karya Asma Nadia yang berjudul “Surga yang Tak Dirindukan”. Seperti khas buku Asma Nadia yang kerap menceritakan soal perempuan dan kehidupan rumah tangga. Kisah dalam buku ini mengangkat kehidupan sebuah keluarga yang boleh dikatakan, nyaris sempurna. Apa lagi yang dicari selain anak yang sehat dan pintar, rumah idaman yang berhasil dimiliki, pasangan pernikahan yang mencintai dan dicintai? Tapi teryata, itu semua tak cukup. Airin, nama tokoh utama di buku, awalnya merasa hidupnya penuh kebahagiaan. Namun, kecurigaan muncul saat mengetahui ada bon-bon kesehatan atas nama perempuan lain di saku suaminya, Pras. Pras yang hanya men

Baca selengkapnya »

Memasuki TK B

Pekan ini, saya sibuk. Ada kesibukan tambahan yang belum bisa saya ceritakan disini. Salah satu kesibukan yang mengasyikan adalah menjelang kenaikan kelas Ayyas dari TK A ke TK B. Sebetulnya sudah seminggu ini, Ayyas masuk TK B. Tapi pengumuman dan kejelasan informasi tentang TK B baru disampaikan pada Minggu, 19 Juli pukul 09.00 WIB. Ada beberapa perubahan di TK B ini. Pertama, direncakan untuk menyediakan katering seharga Rp 12 ribu. Jika ada 30 anak yang mengambil pilihan penyediaan katering, maka mereka baru akan pulang pukul 12.45 WIB. Jika anak makan di sekolah, maka anak di ajarkan untuk mandiri dengan makan sendiri. Termasuk makan sayur. Tapi tentu, ini tanpa paksaan. Kedua, nanti di TK B tetap harus membawa box yang berisi pakaian, sandal, sikat gigi, buku tulis tiga dan buku gambar satu buah. Duduk di kelas TK B berarti seorang anak harus mandiri. Salah satu cara untuk melatih kemandirian salah satunya dengan melaksanakan kemping selama dua hari. Lokasinya belum diketah

Baca selengkapnya »

Ayyas Naik Panggung!

Kaget, senang, bangga. Mungkin itulah perasaan yang saya dan suami alami. Betapa tidak, saat anak lain mungkin merasa takut naik ke panggung, Ayyas malah inisiatif naik ke panggung. Tanpa kami minta. Ini terlihat pada Minggu, 7 Juni 2014 di Pejaten Village Mall. Sore hari ada aksi dance Larva , tokoh kartun yang sedang populer. Pembawa acara kemudian menanyakan siapa yang ingin naik ke panggung untuk mendapatkan hadiah. Ayyas kemudian bertanya, “aku pengen naik ke atas (panggung),” katanya. Suami pun mengiyakan. Kemudian, dia pun maju dan naik ke panggung. Oh, ingin rasanya saya berteriak kegirangan karena percaya dirinya tinggi. Di panggung, ia berkumpul dengan 10 anak lain yang merebutkan hadiah. Kuis yang dilontarkan sebetulnya sederhana. Saat pembawa acara menanyakan dimana kaki, maka anak pun harus menunjukkan kakinya. Ayyas berhasil hingga berkurang menjadi enam orang. Tapi kemudian pertanyaan “dimana mata kaki?, Ayyas menunjukkan mata kemudian kaki. Alhasil, Ayyas pun har

Baca selengkapnya »

Saya, Pengguna Setia Commuterline

Bagi saya, menggunakan commuterline memperpendek jarak, menghemat pengeluaran. Maka, hampir setiap hari saya menggunakan commuterline dari stasiun Universitas Indonesia menuju Tanah Abang lalu disambung ke Palmerah. Ya, hampir setiap hari. Dan menggunakan CRL ( commuterline ) akan penuh dengan para penumpang. Saat CRL datang, saya harus menahan napas ketika mengetahui di dalam CRL teryata penuh sesak. Menunggu CRL lain datang, bisa 10-15 menit lagi. Itu kalau anda beruntung. Tapi, saya terkadang memilih untuk menggunakan CRL yang tiba terlebih dahulu. Penumpang harus memaksakan diri untuk masuk ke dalam CRL. Mendengarkan teriakan karena ada yang merasa sesak? Ah, itu sudah biasa. Ketika posisi berada di depan pintu CRL, saya harus berhati-hati pintu tidak akan tertutup. JIka pintu CRL tidak tertutup, maka CRL tidak akan tertutup. Maka, terkadang ada juga penumpang yang berpegangan di atas pintu, mendorong badannya ke belakang hingga pintu tertutup. Pintu tertutup, CRL pun mela

Baca selengkapnya »

Outbound Bersama Ayyas? Menyenangkan!

Belum pernah saya outbound bersama Ayyas. Baru sekali, yakni pada Sabtu 31 Mei 2014. Ceritanya, sekolah Ayyas di TK Al Biruni melaksanakan kegiatan outbound orangtua dan anak di kawasan Citra Alam, Jawa Barat. Ayyas tampak antusias saat mengetahui akan berlibur bersama teman-temannya. “Ayo ummi kita ke Puncak. Aku mau nginap di Puncak,” celoteh Ayyas. Kepadanya, saya katakan bahwa kita tidak ke Puncak, tapi ke Bogor. Tapi Ayyas bersikukuh kalau liburanya diadakan di Puncak. Dan teryata dia benar! Pukul 04.00 WIB, Ayyas bangun tidur. Setengah jam kemudian dia minta mandi. Mandi di pagi hari tentu dingin sekali. Untunglah, suami memilih untuk memasakkan air panas untuk dia mandi. Usai mandi, Ayyas saya suapin sarapan. Dia lahap sekali. Mungkin bersemangat akan berlibur. Setengah jam kemudian, kami bergegas menuju ke kantor LAPAN, tempat berkumpul sebelum ke lokasi. Tiba di sana, sudah banyak orangtua beserta anak yang menunggu. Beruntung, tak lama kemudian bus pun segera bergerak

Baca selengkapnya »
Uncategorized

Bisnis Sewa Tas

Mau tampil mentereng, tentenglah tas merek beken. Tak perlu beli jika kantong cekak. Dengan sistem sewa, duit hemat, gengsi pun dapat. Dior. Toscano. Versace. Prada. Merek-merek beken itu tak asing lagi di mata wanita kalangan atas. Ke mana pun kaki melangkah, rasanya tak afdol bila tidak menenteng tas karya perancang top dunia itu. Meski harus dibeli dengan harga selangit, tak masalah demi gengsi. Tetapi, jika gonta-ganti tas merek beken, kantong pun bisa jebol. Apalagi, biasanya tas hanya dipakai sekali. Setelah itu jadi pajangan. Bagaimana menyiasati agar bisa menyandang tas bergengsi tanpa menguras kocek? Dewi Hendrawan punya cara jitu. Wanita 30 tahun itu tak perlu repot-repot membeli tas berbagai merek. Jika perlu, ia cukup datang ke persewaan tas Smart Diva. Satu merek bisa sekali pakai, berikutnya ganti merek lain. Siapa yang tahu bahwa tasnya barang sewaan. Sejak mengetahui ada tempat persewaan, ia memilih menyewa ketimbang membeli setiap kali butuh tas. M

Baca selengkapnya »
Uncategorized

Maut Mengintai Wartawan

Irak merupakan ranjau pembunuhan terbesar: 60 nyawa wartawan melayang. Tapi Filipina merupakan negeri, di mana nyawa wartawan jadi incaran para koruptor. ATTACK ON THE PRESS IN 2005 Editor: Bill Sweeney Penerbit: Committee to Protect Journalist, New York, 2006, 311 halaman TAHUN 2005 merupakan saat paling menyedihkan bagi para wartawan. Ada 24 negara yang memenjarakan sekitar 125 wartawan sepanjang tahun itu. Malah, menurut data CPJ, lebih dari 100 jurnalis terbunuh saat melakukan tugas jurnalistiknya kurun 2003-2005. Profesi wartawan di banyak negeri terkadang sangat tidak aman. Berbagai ancaman membayangi gerak-gerik mereka. Mulai penyensoran bahan berita, ancaman penangkapan, intimidasi, hingga pembunuhan. Itulah hasil kajian Komisi Perlindungan Jurnalis, CPJ, terhadap profesi wartawan selama 24 tahun. Buku hasil studi kasus itu mengungkap secara terperinci berbagai tindak kekerasan terhadap wartawan di berbagai pelosok negeri. Mulai Irak, Cina, dari Uzbekista

Baca selengkapnya »

Menikmati Senam

Begini awal mula saya memilih mengikuti kelas senam. Jika masuk siang, agenda saya teratur. Bangun, antar anak ke sekolah, usai bantu masuk, leyeh-leyeh , jemput anak dan berangkat kerja. Permasalahannya, leyeh-leyeh bisa sampai dua jam sebelum menjemput anak. Nah, akhirnya saya memilih untuk mendaftar senam. Kebetulan di kawasan Kalisari, ada sebuah studio senam yangs elalu ramai dan khusus wanita. Sebelum mendaftar, saya sengaja datang untuk mengetahui bagaimana sih aktivitas di studio senam di sana. Teryata asyik! Keesokan harinya, saya datang bersama pengasuh Ayyas. Biar nggak sendirian. Nah teryata saat saya ke sana pertama kali saya tidak lihat bahwa harus menggunakan sepatu. Alhasil, saya dan pengasuh Ayyas ikut kelas senam Body Language (BL) tanpa sepatu. Kami berkenalan dengan beberapa orang. Instruktur senamnya ramah dan tak segan memperbaiki posisi kita ketika posisi tubuh kita kurang tepat. Untuk biaya per kedatangan bagi kelas BL adalah Rp 20 ribu. Sedangkan u

Baca selengkapnya »
[name=Rach Alida Bahaweres] [img=https://2.bp.blogspot.com/-nU7vyrF6_rE/WWw9fpyD9kI/AAAAAAAADWA/7zfkXenvrN8MH6Q4lAACPTciMJaet1lGACLcBGAs/w345-h245-c/Alida.png] [description= Saya Alida. Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com] (facebook=https://www.facebook.com/rach.bahaweres) (twitter=https://twitter.com/lidbahaweres) (instagram=https://www.instagram.com/lidbahaweres)

Follow @lidbahaweres