SLIDER

Perawatan Luka Bagi Penderita Diabetes

Jumat, Oktober 12, 2018


Halo teman-teman yang baik. Tulisan saya kali ini lebih ingin berbagi pengalaman ibu mertua saya yang mengalami diabetes. Sebetulnya beliau sudah terkena diabetes sudah sangat lama. Dan teman-teman pasti tahu kalau luka diabetes itu lama banget sembuh.

Luka pertama sebetulnya saat pulang umrah, telapak kaki Mae (panggilan sayang mertua) luka karena panas. Lebih banyak perawatan di Kudus, Jawa Tengah. Nah pas dua minggu lalu tepatnya 5 Oktober 2018, Mae menginap di rumah adik ipar saya dan makan buah simpedak. Memang sih sudah ada luka kecil di jari kaki tapi sudah mengering.
 
Sumber foto : pixabay.com

Cara Menyetrika Baju dengan Baik dan Benar

Jujur, pekerjaan rumah yang menurut saya paling menyulitkan adalah menyetrika. Bagi saya, menyetrika itu sangat melelahkan, ribet dan memakan waktu lama. Saya pernah tak ada asisten rumah tangga (ART) dan kemudian mau tak mau harus berjibaku dengan setrikaan. 

Baru setengah jam menyetrika, keringat meluncur di dahi. Tangan pegal karena dari tadi menyetrika. Pas ngecek tumpukan setrikaan, eh teryata tumpukan setrikaan masih menumpuk banyak. Waktu itu, saya belum tahu bagaimana sih cara menyetrika baju yang baik dan benar. 

Baju-baju yang harus disetrika. Sumber foto : pixabay.com

Rahasia Istri Resik untuk Keluarga Harmonis

Kamis, Oktober 04, 2018

Berapa banyak suami atau istri yang memilih untuk membahas hubungan intim dengan pasangan masing-masing? Apakah teman-teman termasuk tipe pasangan yang termasuk sering membahas tentang organ kewanitaan bersama suami? Jika iya, seringnya dibahas pada saat kondisi seperti apa?

Atau mungkin masih menganggap bahwa urusan ini adalah urusan yang tabu sehingga tak pernah dibahas bersama suami? Lalu, apa benar membahas seperti ini memberikan kaitan yang erat dengan keharmonisan keluarga?
 
Saya saat menghadiri talkshow Istri Resik, Keluarga Harmonis 


Menu Makanan Rumahan ala Bakoel Ussy

Minggu, September 30, 2018


Teman-teman masih ingat tulisan saya tentang review kosmetik Dissy yang diprakasai oleh artis  Ussy Sulistiawaty? Produk kosmetik ini adalah pelopos kosmetik pertama yang diprakasai oleh artis Indonesia.

Lokasi Bakoel Ussy di Jl. Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur
Kali ini, Ussy kembali memberikan gebrakan di bidang kuliner yakni melahirkan Bakoel Ussy. Bakoel Ussy ini sebetulnya bukanlah bisnis pertama yang dimiliki Ussy dibidang kuliner. Sebelumnya, Ussy telah menghadirkan Lurik Coffe & Kitchen di Kemang Lippo. Namun, Bakoel Ussy ini memiliki konsep yang berbeda dengan Lurik Coffe & Kitchen. Seperti apa konsep yang ditawarkan Bakoel Ussy oleh Ussy Sulistiawaty ?

Jangan Biarkan Rubella Renggut Masa Depan Anak Indonesia.

Jumat, September 28, 2018


Tak pernah terbayangkan oleh Novi bahwa anak keduanya yang bernama Amara terinfeksi virus rubella. Sekarang, di usia Amara yang sudah hampir dua tahun tapi masih tampak seperti bayi yang berusia 9 bulan.

Amara belum bisa bicara namun memiliki kemajuan untuk bisa duduk setelah diterapi ke rumah sakit sejak usia masih 3 bulan. “Saya belum cek kondisi mata Amara,” kata Novi, sang ibu. Saat Amara berusia 4 bulan, kepala Amara belum tegak. Bahkan untuk tengkurep pun mengalami kesulitan. Selain itu,  virus telah menjangkiti otak sehingga ukuran otak Amara pun menjadi lebih kecil.

Awalnya, Novi mengaku tidak bisa menerima kenyataan bahwa anak keduanya ini harus terlahir ‘istimewa’.
 
Ilustrasi anak baru lahir. Sumber foto : pixavay.com
“Awalnya saya hancur. Sedih sekali pas tahu seperti ini,” kata perempuan yang bermukim di Bandung ini. Namun kesedihannya ini tak berlarut-larut. Seiiring berkembangnya waktu, ia pun menerima kondisi anaknya yang terlahir 21 Desember 2016 itu.

Kini, Amara masih harus menjalani rangkaian terapi sebanyak sebulan empat kali. Biaya terapi sebesar Rp 175 ribu ditanggung BPJS. Namun bagaimanapun ia harus menyiapkan dana lagi untuk meningkatkan pertumban Amara dari berbagai terapi-terapi yang harus dipenuhi untuk masa depan Amara. 

Novi menceritakan awalnya ia tidak tahu bahwa Amara terkena penyakit Rubella. Saat hamil, semuanya seperti kehamilan pertama. Saat akan melahirkan, dokter mengatakan bahwa janinnya kekurangan oksiden dan ketubannya sedikit. Amara pun lahir melalui operasi caesar.
 
Novi dan Amara. Koleksi foto pribadi 
Setelah Amara terlahir, dokter mengatakan bahwa pertumbuhan janin terhambat. Akhirnya Amara dirawat diinkubator selama 36 hari. “Sama sekali saya nggak tahu kalau Amara ini terkena rubella,” tambahnya lagi. Novi baru tahu bahwa Amara mengidap penyakit rubella setelah Amara berusia 4 bulan. Itu pun setelah beberapa kali gonta ganti dokter dan melalui serangkaian tes untuk memastikan kondisi Amara.

Hasil tes menyebutkan bahwa Amara terjangkit virus rubella. Dan penyakit itu muncul sejak Amara masih dalam kandungan. “Teryata saat saya hamil, saya terjangkit virus rubella,” katanya lagi. Ibu hamil yang terinfeksi virus rubella memberikan efek yang berbahaya bagi janin yang dikandung. Infeksi rubella yang terjadi selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan. “Semoga tak ada lagi yang mengalami seperti saya. Tak ada yang lain lagi,” katanya.

Apa yang dialami oleh Novi merupakan salah satu contoh betapa virus rubella yang menjangikiti ibu hamil memberikan dampak congenital rubella syndrome (CSR) kepada anak. Sehingga proses imunisasi kepada anak wajib diberikan.

Tentang Penyakit Campak Rubella

Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini menyerang pada wanita hamil pada trimester pertama.

Penyebab rubella adalah togavirus jenis rubivirus dan termasuk golongan virus RNA. Virus rubella cepat mati oleh sinar ultra violet, bahan kimia, bahan asam dan pemanasan. Virus tersebut dapat melalui sawar plasenta sehingga menginfeksi janin dan dapat mengakibatkan abortus atau
congenital rubella syndrome (CRS).

Penyakit rubella ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk atau bersin. Virus dapat berkembang biak di nasofaring dan kelenjar getah bening regional, dan viremia terjadi pada 4 – 7 hari setelah virus masuk tubuh. Masa penularan diperkirakan terjadi pada 7 hari sebelum hingga 7
hari setelah rash.

Pencegahan Difteri di lingkungan Kementerian Kesehatan Sumber : www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Masa inkubasi rubella berkisar antara 14 – 21 hari. Gejala dan tanda rubella ditandai dengan demam ringan (37,2°C) dan bercak merah/rash makulopapuler disertai pembesaran
kelenjar limfe di belakang telinga, leher belakang dan sub occipital.

Rubella pada anak sering hanya menimbulkan gejala demam ringan atau bahkan tanpa gejala sehingga sering tidak terlaporkan. Sedangkan rubella pada wanita dewasa sering menimbulkan arthritis atau arthralgia. Rubella pada wanita hamil terutama pada kehamilan trimester 1 dapat mengakibatkan abortus atau bayi lahir dengan CRS.

Bentuk kelainan pada CRS :
Kelainan jantung :
- Patent ductus arteriosus
- Defek septum atrial
- Defek septum ventrikel
- Stenosis katup pulmonal
Kelainan pada mata :
- Katarak kongenital
- Glaukoma kongenital
- Pigmentary Retinopati
Kelainan pendengaran
Kelainan pada sistim saraf pusat :
- Retardasi mental
- Mikrocephalia
- Meningoensefalitis
Kelainan lain :
- Purpura
- Splenomegali
- Ikterik yang muncul dalam 24 jam setelah lahir
- Radioluscent bone

Pentingnya Imunisasi MR

Pada tahun 2000, lebih dari 562.000 anak per tahun meninggal di seluruh dunia karena komplikasi penyakit campak. Dengan pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang telah dilakukan, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115.000 per tahun, dengan
perkiraan 314 anak per hari atau 13 kematian setiap jamnya.

 Di Indonesia, rubella merupakah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia <15 tahun. Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit
CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15-19 tahun dan menurun menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun.

Pemerintah berkomitmen dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella (Congenital Rubella Syndrome) di Indonesia pada tahun 2020.
Strategi ini dilakukan dengan pemberian imuniasi Measless Rubella (MR) untuk anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun.
 
Presiden canangkan imunisasi campak dan rubella. Sumber : www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Perlindungan imunisasi kepada anak ini merupakan upaya Indonesia untuk pencegahan anak agak terjangkit virus rubella.

Selain itu, United Nations Childrens Fund (UNICEF) berkomitmen penuh untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam kampanye imunisasi yang sangat penting ini. Wabah campak dan cacat bawaan saat lahir akibat rubella dapat dicegah.

Bu Menteri Kesehatan saat membahas Indonesia sehat, imunisasi. Sumber : www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Terkait penolakan imunisasi MR karena disangka haram, dijelaskan dalam MUI No. 4 Tahun 2016 bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Imunisasi bisa menjadi wajib ketika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa.

Dukung Pemberian Imuniasi untuk Pemenuhan Hak Anak

Saya pribadi mendukung pemberian imunisasi MR kepada anak. Memberikan imunisasi kepada anak merupakan bentuk pemberian hak kepada anak sesuai dengan Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia Pada pasal 25 Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia pasal 25 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya, termasuk hak atas pangan, pakaian, perumahan, dan perawatan kesehatan, serta pelayanan sosial yang dilakukan.

Apa hanya itu saja? Tidak!
Selain Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia, pada Pasal 28H ayat 1 UUD 1945 juga menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Secara khusus dalam Pasal 45 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan tegas mengungkapkan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Lebih jauh dalam Pasal 8 diungkapkan bahwa Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spritual, dan sosial.
 
Ayyas sebelum disuntik MR 
Saya memberikan imunisasi wajib kepada Ayyas, anak saya sejak dia lahir. Pada saat imunisasi MR serentak, anak saya pun saya daftarkan untuk menerima imunisasi. Saya masih ingat, saat imunisasi itu dilaksanakan, saya menemaninya di sekolah.

Kami datang pagi-pagi. Ada empat ruangan yang disiapkan selama proses imunisasi ini dilaksanakan. Satu ruangan untuk berkumpul sebelum imunisasi, satu ruangan menyambut anak-anak sebelum imunisasi, satu ruangan tempat dilakukan imunisasi. Lalu ada satu ruangan untuk anak-anak yang telah menjalani proses imunisasi.

Awalnya, anak-anak dikumpulkan di satu ruangan besar di sekolah. Ada film anak-anak yang diputar selama proses menunggu itu sehingga anak menjadi lebih rileks dan tenang sebelum imunisasi. Setelah itu, satu per satu anak dipanggil ke ruangan. Ada guru serta petugas medis yang menyambut.

Ayyas yang awalnya ragu tapi setelah itu menjadi lebih tenang. “Halo, namanya siapa? Tadi sudah makan apa,” kata petugas medis menyambut ramah. Setelah itu, Ayyas masuk ke ruangan guru untuk proses imunisasi.
 
Ayyas saat suntik MR di sekolah
Sebelum tindakan penyuntikan, Ayyas pun diajak ngobrol sehingga dia menjadi lebih tenang. Hanya dalam hitungan detik, proses penyuntikan pun selesai dan Ayyas kemudian berkumpul bersama teman-temannya setelah imunisasi.

Di ruangan itu, mereka menikmati berbagai makanan serta minuman yang disediakan orangtua dan sekolah. Kegiatan iminusasi di sekolah ini dilakukan di sekolah sebanyak tiga kali. Dengan pelaksanaan kegiatan imunisasi ini, proses pencegahan virus campak dan rubella bisa dilakukan sehingga ke depan, Indonesia menjadi bebas dari penyakit rubella.
 
Sumber foto : Twitter KemenkesRI
Jangan biarkan masa depan anak kita terenggut oleh penyakit rubella. Sudahkah anak anda vaksin MR? Jika belum, yuk segera imunisasi MR 

Sumber :  : http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/petunjuk_teknis_kampanye_dan_introduksi_mr.pdf?ua=1
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/topik/rilis-media/ 

Cara Menghaluskan Kulit dan Mengharumkan Tubuh dengan Lulur Bali dan Bahan Alami

Kamis, September 27, 2018

Lulur Bali merupakan produk kecantikan lokal yang banyak diandalkan oleh wanita Indonesia untuk menghaluskan kulit dan menciptakan bau tubuh yang harum atau wangi. Ada banyak alasan mengapa wanita Indonesia lebih memilih menggunakan lulur yang berasal dari Pulau Bali ini jika dibandingkan dengan produk kecantikan sejenis di antaranya adalah:

Sumber foto : pixabay.com

Kesuksesan Kampanye Indonesia Kalahkan Batas oleh Combiphar


Teman-teman masih ingat saat saya menulis launching pelaksanaan kampanye #IndonesiaKalahkanBatas jelang Asian Games 2018?

Kampanye yang diprakasai oleh Combihpar ini teryata sukses. Kampanye yang dipimpin oleh produk ternama Combiphar yakni OBH Combi ini mengajak semua lapisan masyarakat Indonesia untuk mendukung para atlet yang berjuang di Asian Games 2018.

Kampanye Indonesia Kalahkan Batas. 

5 Fashion Pria yang Wajib Dimiliki

Rabu, September 26, 2018


Suami saya termasuk tipe pria yang setiap kali berbelanja baju selalu ditemani istri. Seperti minggu lalu ketika ia merasa harus mencari celana kantor yang baru karena celana miliknya tak terlalu nyaman lagi digunakan. Kami kemudian berkeliling untuk mencari celana yang dia inginkan.

Karena suami saya bekerja di kantor yang tidak mengijinkan karyawannya menggunakan celana jeans, maka ia selalu menggunakan celana polos untuk bekerja. Saya sebetulnya sudah tahu selera ia untuk celana yakni bahannya polos, warna gelap dan tidak pas di badan.

Fashion pria. Foto : pixabay.com
© Rach Alida Bahaweres • Re-Design By momsodell