SLIDER

Pengalaman Ketika Saya Diare

Sabtu, Maret 31, 2018

Teman tahu nggak, ada satu penyakit yang mungkin terlihat sepele tapi teryata menyiksa dan bahkan menyebabkan kematian?
Penyakit itu adalah, diare....

Diare itu emang menyakitkan 
Mungkin teman-teman menganggap hal itu mustahil terjadi tapi itulah yang terjadi. Bahkan, berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar, diare adalah penyebab kematian pada anak nomor 2 tertinggi di Indonesia. Bahkan, 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali setahun. Bahkan tujuh tahun lalu, tepatnya pada tahun 2012, WHO pernah menetapkan penyakit diare sebagai penyebab kematian pada anak nomor 2 tertinggi di Indonesia.

Diare adalah kondisi ditandai dengan keluarnya feses yang encer dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Diare umumnya terjadi akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit  dan lain-lain.  

Gejala diare meliputi kram perut, nyeri perut, buang air besar encer dan sering serta demam

Diare bisa dialami oleh siapa saja. Tak hanya anak-anak, tapi orang dewasa pun bisa mengalami diare. Entah sudah berapa kali saya mengalami diare. *tutupmuka*

Namun pengalaman mengalami diare yang menakutkan, saya alami  dua tahun lalu. Semua berawal dari kebiasaan saya mengantar anak saat libur kerja. Sambil menunggu anak pulang sekolah, saya pun memilih nongkrong di warung makan sop durian yang terletak sekitar dua kilometer dari sekolah anak. Saya memesan seporsi sop durian dengan taburan parutan keju. Seporsi sop durian ludes saya makan.  


Saat di rawat
Setelah menjemput anak dan tiba di rumah, semuanya berjalan seperti biasa. Namun satu jam kemudian, perut saya sakit luar biasa. Awalnya saya menduga sakit perut saya ini hanya sakit biasa saja yang akan hilang setelah dioleskan minyak kayu putih.

Namun sakit perut ini semakin menyiksa karena saya diare! Selama hampir dua jam saya bolak-balik kamar mandi karena diare. Keringat dingin bercucuran. Terhitung lebih dari 10 kali saya bolak-balik kamar mandi karena penyakit diare. Duh sakitnya ... 

Saya menangis karena sakit yang tak tertahankan. 

"Ya Allah begini banget rasanya diare," pikir saya kala itu. Saya mulai lemas dehidrasi karena bolak balik toilet. Jangan tanya kenapa saya nggak buru-buru minum karena saat itu saya tak terpikir sama sekali. Saya kalut dengan pikiran saya sendiri. Bayang-bayang kematian entah kenapa terasa begitu dekat. 

Ayyas yang kala itu berumur 7 tahun, tertidur di samping saya. Tapi entah kenapa saya tak terpikir untuk membangunkannya. Saat Mba Farah datang dan lihat kondisi saya, ia kalut. Ia mencoba menghubungi suami saya tapi tak direspon. Fyi, suami saya termasuk golongan Bapak-bapak yang seringkali naruh handphone di laci meja kerjanya.

“Aku minta tolong tetangga aja ya, Ummi,” kata Mba Farah. Saya hanya bisa mengangguk lemas. Tak lama kemudian tetangga datang dan bersiap membawa saya ke rumah sakit. Namun belum sempat ke mobil tetangga, Bapak suami datang dan kemudian membawa saya ke rumah sakit.

Sepanjang jalan saya hanya menangis sambil istigfar. Badan saya lemas sekali. Tiba di rumah sakit, saya langsung masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Tumbuh Kembang Depok dan langsung ditangani. 

"Ibu habis makan apa?," kata dokter yang bertugas di UGD. 
"Habis makan sop durian, dok. Tapi biasanya saya makan durian nggak papa dokter," kata saya ke dokter. 

Dokter kemudian memeriksa kondisi saya dan menyarankan saya untuk diinfus agar kondisi tubuh lekas pulih akibat diare yang membuat tubuh saya lemas. 

Setelah diinfus selama hampir beberapa jam, saya dipersilahkan pulang dan besok harus istirahat. Suami menghubungi kantor untuk menyampaikan kondisi saya yang diminta dokter untuk bed rest.

Yuk cegah diare. Desain by : @lidbahaweres
Saya berharap, pengalaman terkena diare hingga harus di rawat di rumah sakit adalah pengalaman terakhir kali. Saya benar-benar kapok!

Jangan lupa cuci tangan ya 
Selain itu, harus bisa mengatasi diare dengan tepat dan benar. Seringkali ketika terkena diare, banyak yang menganjurkan untuk mengkonsumsi teh pahit. Mengatasi diare dengan tepat dan benar dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni :

Minum banyak air putih
Ketika diare, tubuh menjadi lemas karena dehindrasi. Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air lebih banyak untuk menggembalikan hindari asupan air yang hilang.

Minum Larutan Gula Garam (Oralit)
Oralit dapat digunakan sebagai pengganti cairan dan mineral yang hilang dari tubuh. Oralit sangat mudah dibuat karena oralit merupakan campuran gula, garam dan air  

Konsumsi Obat Diare yang TEPAT
Obat diare yang terkenal dan terbukti manjur untuk mengobati diare adalah Entrostop. Kandungan Entrostop yakni activated colloidal attapulgite dan pectin berfungsi untuk menyerap racun dan microorganisme penyebab diare, memadatkan feses, serta mengurangi frekuensi buang air besar. Konsumsi Entrostop bisa dilakukan sebelum atau sesudah makan. Jika diare tidak kunjung membaik selama 48 jam, langsung ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Konsumsi obat diare yang tepat ya
Saya berharap teman-teman tak mengalami diare seperti yang saya rasakan. Bagaimanapun, pencegahannya lebih baik daripada mengobati. Ada yang pernah mengalami diare seperti saya?


Menu Piring Gizi Seimbang untuk Keluarga

Kamis, Maret 29, 2018


Hampir setiap malam, saya sekeluarga membiasakan diri makan malam bersama. Sambil menikmati makan malam, kami ngobrol tentang apa saja. Tentang keseharian di sekolah, kemacetan perjalanan hingga pekerjaan yang seolah tak ada habisnya. Melihat keluarga tertawa lepas sambil menceritakan kekonyolan-kekonyolan yang dialami seolah membuat penat saya hilang.

Ketika mereka menghabiskan makanan yang disajikan juga memberikan kebahagiaan buat saya. Menu makanan yang biasa saya sajikan kepada keluarga tak pernah berlebihan.

“Ummi masak apapun tak masalah. Asalkan jangan lupa tetap perhatikan gizi seimbang untuk keluarga,” kata Bapak suami.  
 
Menu makanan dengan gizi seimbang

Perjalanan Umrah Backpacker Keluarga dari Jakarta-Kuala Lumpur-Madinah Maret 2018

Rabu, Maret 28, 2018

Alhamdulillah …
Segala sesuatunya terjadi atas ijin Allah. Tahapan-tahapan yang saya lakukan saat pelaksanaan umrah backpacker alhamdulillah mendapat respon positif dari banyak orang.  Tulisan saya berdasarkan pengalaman saya. Banyak orang yang japri menanyakan mana yang lebih baik, apakah semuanya dihandle oleh travel atau menggunakan Umrah Backpacker (Ubepe). Kalau saya, semuanya tergantung pada diri sendiri.  


Tulisan saya kali ini akan menceritakan tentang perjalanan umrah secara bertahap mulai dari berangkat dari Jakarta, transit ke Kuala Lumpur hingga mendarat di Madinah.
 
Pesawat Saudi Airlines yang kami tumpangi 

Pengalaman Umrah ala Backpacker

Jumat, Maret 23, 2018


Ketika awal mendengar kata umrah backpacker, yang saya bayangkan adalah pelaksanan umrah yang semuanya dilakukan oleh diri sendiri. Mulai dari pesan tiket, nyari makanan, mencari hotel dan sebagainnya. “Duh, apa bisa fokus ibadah umrah?,” batin saya.

Saya kemudian membayangkan harus masak sendiri setiap saat untuk menghemat pengeluaran. Trus kapan saya ke masjid? Kuatirnya saya malah capek dengan segala urusan rumah tangga saat pelaksanaan umrah dan kemudian mengabaikan ibadah umrah.


Alhamdulillah Mekkah pada Kamis, 15 maret 2018 setelah shalat ashar ...

SPC L53 Tak Sekedar Handphone untuk Selfie

Senin, Maret 05, 2018


“Eh selfie yuk selfie …”
Sering kan dengar kata ini? Yap, sekarang setiap kali bertemu teman lama atau berkunjung ke tempat baru selalu saja banyak yang tak mau melewatkan kesempatan untuk berselfie ria. Supaya hasil selfie maksimal, tentu saja harus didukung oleh smartphone yang berkualitas. Siapa sih yang pengen hasil selfie tak oke? Saya sih nggak pengen :p

Ngomong-ngomong soal hasil selfie, saya punya cerita tentang hasil selfie yang nggak banget. Jadi ceritanya gini. Pas lagi menghandiri acara pernikahan dengan saudara, saya tuh pengen ala-ala seleb yang foto dengan penganten. Eh teryata hasilnya ngeblur, pun agak gelap.

Siap2 berselfie ria. Sumber foto : pixabay.com

Nature Republic Aloe Vera untuk Kulit Lebih Lembut

Sabtu, Maret 03, 2018

Ada satu skincare yang saya inginkan dan baru saya miliki hampir setahun kemudian. Daan, skincare itu adalah, Nature Republic Aloe Vera 92%. Entah terpengaruh rekomendasi teman-teman dan hasil browsing kiri kanan yang menyebutkan bahwa Nature Republic Aloe Vera 92% ini benar-benar juara.

Tapi saat itu jujur saya binggung mau beli dimana. Memang ada yang bilang bisa dibeli online, tapi jujur saya kuatir kalau membeli Nature Republic Aloe Vera yang palsu. Emang ada? Ada! Jadi, ada perbedaan mencolok antara Nature Republic Aloe Vera 92 %.

Nature Republic Aloe Vera
Nature Republic Aloe Vera

© Rach Alida Bahaweres • Re-Design By momsodell