Review Buku Transisi

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Review Buku Transisi


Setiap menyebut kata transisi, selalu identik dengan perubahan. Tapi apakah transisi adalah perubahan ? Jika tidak, apa perbedaan antara transisi dan perubahan ? Saya ketika mendengar kata transisi selalu menganggap ya perubahan adalah transisi, transisi adalah perubahan. Padahal tidak. 


Ada satu buku yang khusus membahas tentang transisi yakni buku berjudul Transisi karya William Bridges, Phd. William adalah penulis, pembicara, lulusan Universitas Harvard, Columbia dan Brwon University. The Wall Street Journal menobatkannya Sebagai salah satu presenter pengembangan eksekutif independen teratas di Amerika. Buku  Transisi ini telah terjual sebanyak lebih dari 500 ribu buku dan telah memasuki edisi ke 40. 





Setelah membaca buku ini, saya baru tahu bahwa istilah transisi populer setelah buku ini terbit pertama kali pada tahun 1980. Dan buku ini dinobatkan sebagai salah satu dari 50 nili terbaik kategori self help


Buku yang diterbitkan oleh Renebook ini memberikan strategi mengatasi masa-masa sulit yang membingungkan dan menyakitkan dalam kehidupan. Ada upaya dalam buku ini untuk memberikan pemahaman terhadap proses perubahan dalam hidup. Bagaimana caranya ?


Dalam buku ini dikatakan bahwa perubahan bersifat situasional sedangkan transisi bersifat psikologis. Transisi bukanlah peristiwa atau kejadian melainkan sebuah reorientasi batin dan pendefinisian ulang jati diri yang dialami dalam perubahan dalam kehidupan. Tanpa transisi, perubahan hanyalah penyusunan. Ada tiga fase dalam transisi yang menjadi topik terpenting yakni pengakhiran, zone netral dan permulaan baru. 


Transisi ini terjadi dalam setiap kehidupan. Mulai dari transisi kehidupan pribadi hingga pekerjaan. Contoh transisi dalam kehidupan pribadi dituangkan dalam buku ini tentang kisah seorang ibu muda yang merasa kehilangan kehidupan pribadinya setelah menikah. Walaupun sama-sama menginginkan anak, mereka tetap terkejut karena menurut mereka memiliki bayi teryata sangat merepotkan dan menuntut perhatian. 




Mereka tak bisa berduaan lagi, tak bisa pergi kapanpun mereka mau atau bahkan menjalani kehidupannya sendiri. “Kami seolah-olah tidak bisa menjalani kehidupan kami sendiri,” kata ibu muda itu saat mencurahkan isi hatinya di sebuah seminar yang menghadirkan William Bridges sebagai pembicara. 

Terkait permasalahan ini, William menyarankan bahwa harus ada kesadaran untuk melepaskan masa lalu. Walaupun ini tak mudah karena melupakan masa lalu dianggap sebagai pengalaman yang sulit dan menakutkan. Melepaskan masa lalu sebagai pribadi yang merdeka dan kemudian menerima kondisi sekarang sebagai seorang ibu yang memiliki anak. 


Transisi dalam kehidupan pribadi membutuhkan proses serta beberapa hal yang harus dilakukan. Ada beberapa saran dari buku ini jika ada seseorang yang relasinya berada dalam masa transisi yakni : 

  • Jangan terburu-buru   
  • Buatlah struktur temporer 
  • Berpikirlah sebelum bertindak 
  • Perhatikan diri anda dengan cara sederhana 
  • Eksplorasi sisi perubahan lainnya
  • Carilah teman bicara 
  • Anggaplah transisi sebagai proses meninggalkan status quo, hidup sementara


Buku ini memberikan contoh transisi dalam kehidupan pernikahan yang berakkhir dengan perceraian namun membuat lebih kuat dan bersemangat menjalani hidup. Hal ini dialami Connie, salah satu rekan William yang menjalani perceraian namun proses transisi yang dialami dengan baik tak membuatnya rapuh tapi semakin kuat. 


Perceraian, kematian, perubahan, pekerjaan, perpindahan dan lainnya seolah membuat transisi dari sesuatu yang lama menjadi sesuatu yang baru. Namun dengan adanya transisi, pemisahan ini tak bisa dielakkan sehingga memunculkan kehidupan baru yang mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya. 


Buku ini banyak menceritakan contoh-contoh kasus berdasarkan permasalahan atau transisi yang dialami olrang sekitar William. Namun setiap permasalahan langsung dijawab dengan jawaban yang to the point. Tapi pembaca masih diajak untuk menyelami dan seolah diajak bertukar pikiran sebelum memutuskan jawaban atau pertanyaan yang terlontar. 


Bahasa yang digunakan dalam buku ini membuat saya lebih berpikir keras. Kalimat-kalimantnya menurut saya membutuhkan pengulangan untuk dibaca sebelum saya memahami apa maksud dari tulisan itu. Bagi yang terbiasa membaca buku self help, buku setebal 271 halaman ini bisa menjadi pilihan buku bacaan. 



26 komentar

Avatar
winda - dajourneys.com 21/09/21 22.44

wah keren ini, pembaca diajak untuk bertukar pikiran bukan sekedar memberi jawaban gamblang :)

Reply Delete
Avatar
Riawani Elyta 22/09/21 13.30

Bahasanya cenderung ilmiah kali ya. Hidup memang kadang ngalamin transisi dan harus disikapi ya

Reply Delete
Avatar
Reyne Raea 22/09/21 15.23

Saya kalau dengar transisi, malah ingat TikTok dong Mba, hahaha.
Saking keingat ama video transisi macam-macam.

Eh btw ini buku keren ya, menurut saya buku yang selalu mengajak pembaca untuk berinteraksi seperti mikir bareng tuh malah buku yang menarik sih ya, ga bikin ngantuk aja, karena pikirannya diajak ikut serta dalam bacaan, bukan cuman menikmati :)

Reply Delete
Avatar
cicifera 22/09/21 17.25

wah, referensi buku baru nih. saya juga mengartikan transisi itu sebagai perubahan mba :D sepertinya saya perlu membaca buku ini ya, biar mendapat sudut pandang lain..

Reply Delete
Avatar
Santi Dewi 22/09/21 18.02

Setiap orang memang dalam menghadapi masa transisinya ada yang bisa menerima transisi dalam hidupnya, ada yang tidak bisa menerimanya ya.. kalaupun harus menerima, mungkin terasa berat

Reply Delete
Avatar
Nurul Fitri Fatkhani 22/09/21 21.02

Buku yang berat ini, hehehe. Buku seperti ini membutuhkan waktu yang lama untuk saya baca, karena bahasa di bukunya yang gak ringan dan bikin kita berpikir keras. Tapi banyak pengetahuan yang kita dapatkan ya, Mbak

Reply Delete
Avatar
Bibi Titi Teliti 22/09/21 21.16

Dalem banget bukunya mbaaak
Dan berasa relate banget pas bagian seorang ibu ketika punya anak kayak kehilangan dirinya

Harusnya baca buku ini waktu abis lahiran nih, dulu aku sempet kena baby blues syndrome karena merasakan hal yang sama huhu

Reply Delete
Avatar
Emanuella Christianti 23/09/21 00.07

waaaahhh noted rekomendasi bukunya Mbaaa Lid.... Kayanya aku butuh baca buku ini ni, akhir tahun ini aku officialy resign soalnya.... Thanks infonya Mba!

Reply Delete
Avatar
Dian Radiata 23/09/21 01.30

Sepertinya bukunya 'berat' ya mba.. Tapi emang bener sih, kita semua pasti pernah mengalami yang namanya masa transisi. Ada yang melewatinya dengan mudah, ada juga yang berat..

Reply Delete
Avatar
Mpo Ratne 23/09/21 03.32

Perlu pemaham dengan sebuah transisi kehidupan. Agar setiap transisi bisa kita lalui dengan baik.

Reply Delete
Avatar
Lidya Fitrian 23/09/21 08.10

Harus ada kesadaran untuk melepaskan masa lalu, supaya bisa menghadapi masa kini dan masa akan datang, betul juga ya mbak. Meskipun memang mungkin sulit untuk melepaskannya. Lewat transisi kita bisa berproses

Reply Delete
Avatar
Ida 23/09/21 08.21

Bacanya harus serius nih sepertinya agak berat ya... hehe...Bagus kayaknya buat pembanding dengan kehidupan kita ya...

Reply Delete
Avatar
Sri Widiyastuti 23/09/21 11.34

Kebanyakan buku terjemahan kalau menurut saya agak sulit mencernanya. Harus dibaca berulang ulang baru bisa paham. Kecuali buku yang genrenya kisah inspiratif semacam chicken soul for the soulnya Jack canfield. Kayaknya buku lain Mayan rumit hehe

Reply Delete
Avatar
Mutia Nurul Rahmah 23/09/21 12.03

Kadang aku masih sulit kalau masuk fase transisi dalam hidup. Kayak pekerjaanku saat ini, masih terasa terbayang pekerjaan lama hahaha.
Kepo dgn bukunya deh

Reply Delete
Avatar
Sulung Siti Hanum 23/09/21 14.03

Jadi penasaran aku baca buku ini. Inspiratif banget tentang self help.

Reply Delete
Avatar
Uniek Kaswarganti 24/09/21 07.33

Berarti faktor yang sangat mendukung tercapainya transisi itu salah satunya keikhlasan melepaskan masa lalu ya mba. Menerima semua yang terjadi saat ini dan menjalaninya dengan lapang hati.

Reply Delete
Avatar
Achi Hartoyo 24/09/21 10.06

Sepertinya buku ini menarik untuk dibaca, masuk bucketlist dulu. Penasaran sama kisah lengkapnya buat self healing

Reply Delete
Avatar
http://www.inatanaya.com 24/09/21 16.16

Saya masih merenung antara perubahan dan transisi. Jika pemahaman saya salah tolong enarkan, transisi adalah perubahan yang cepat dan tidak dapat dielakkan, harus disikapi dengan arif. Perubahan adalah sesuatu yang mendasar dan tidak bisa diellakan dan prosesnya bisa panjang.

Reply Delete
Avatar
Maria G Soemitro 24/09/21 16.20

perubahan itu keniscayaan ya?

Penting banget menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan

sehingga tidak "jatuh" ketika mengalami transisi

Reply Delete
Avatar
Ariefpokto 24/09/21 17.15

buku ini penting dibaca untuk belajar soal transisi ya, soalnya kadang Kita suka bingung soal transisi apalagi dalam kehidupan. inspiring pastinya, siapa tau dapat pencerahan

Reply Delete
Avatar
Fenni Bungsu 24/09/21 18.35

Bisa sekali duduk nih membacanya, karena terkait self help ini menurut daku menjadi bacaan yang memberikan pencerahan, dan pandangan untuk hidup

Reply Delete
Avatar
Bayu Fitri 25/09/21 11.41

Intinya jangan pantang menyerah ya mbak kalau jatuh segera bangkit gitu ya ..semangat

Reply Delete
Avatar
Raja Lubis 25/09/21 19.01

Contoh yang diambil dalam buku Transisi ini menarik sekali, tentang kehidupan pernikahan yang berakhir perceraian. Pastinya akan sulit menjalaninya, karena yakin sekali nggak ada pasangan yang menikah dengan niat untuk bercerai.

Note dulu rekomendasi bukunya.

Reply Delete
Avatar
atiq - catatanatiqoh 26/09/21 21.28

suka covernya, maniss banget ya :) tertarik nih tentang pernikahan yang ternyata kurang berhasil sepertinya ya huhuw

Reply Delete
Avatar
nchie hanie 26/09/21 22.40

Nah, buku transisi ini ada kasus contohnya yaaa, jadi lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh pembacanya. Dan emang iya kadang aku juga bacanya butuh pengulangan kata2 lagi.
Jadi kepo buku ini,..

Reply Delete
Avatar
Ning! 27/09/21 12.40

Wah kayaknya bagus Mba bukunya. Akhir-akhir ini aku juga lagi suka banget baca buku self help, karena memang kondisi psikologis lagi nggak stabil. Jadi butuh bacaan seperti buku Transisi ini agar bisa melewati masa sulit dengan baik.

Reply Delete