Jalan Panjang Mencari Vaksin Covid untuk Anak

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Jalan Panjang Mencari Vaksin Covid untuk Anak


Sebelum membaca tulisan ini, saya sarankan tarik napas yang panjang karena mungkin akan terasa kekesalan saya. Pencarian vaksin covid kepada anak saya yang berusia 12 tahun berawal pada 25 Agustus 2021. Sejak awal saya sudah bertekad kalau anak saya berusia 12 tahun, saya akan mendaftarkan dia segera untuk vaksin covid. Saat sekolahnya mengadakan vaksin covid serentak, usianya belum 12 tahun jadi tak bisa ikut vaksinasi. Tapi datanya sudah saya berikan.

Nah, 25 Agustus itu saya mendapatkan informasi dari grup RT bahwa ada vaksinasi di SMPN 184, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Lokasinya sekitar 5 menit dari rumah saya. Malam sebelumnya saya ijin ke gurunya anak kalau hari itu anak saya tak bisa ikut sekolah karena akan vaksin.

Sumber foto : pixabay

Pukul 07.45 WIB pada tanggal 25 Agustus 2021, saya dan Ayyas anak saya naik motor ke SMPN 184. Pas tiba, antrian sudah banyak. Saya langsung ke meja pendaftaran memberikan fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan fotocopy KIA (Kartu Identitas Anak). Saya juga sampaikan kalau anak saya vaksin pertama di usianya yang ke 12 tahun. Kami diminta menunggu.

Awalnya kami menunggu di kursi dekat meja pendaftaran. Saya sempat lihat ada kertas absensi vaksin yang masih kosong tapi ada satu orang yang sudah tandatangan. Saya nanya ke petugas, “Ini kenapa sudah vaksin padahal yang lain belum di vaksin?. “Oh ini guru lagi PJJ jadi harus didahulukan,” katanya. PJJ, singkatan untuk pembelajaran jarak jauh. Saya lalu bilang anak saya juga PJJ. “Ibu tunggu dulu”. Baiklah. Saya kemudian menunggu di lokasi agak jauh dari tempat pendaftaran.

Vaksinasi di SMPN 184 

Selama hampir 2,5 jam menunggu nama anak saya dipanggil. Alhamdulillah. Saat menuju pendaftaran, petugas menanyakan lagi “Anak ibu vaksin pertama?”. Saya mengiyakan. “Ibu ke ruang sebelah untuk cek apakah anak ibu masuk ke sasaran vaksin atau tidak”. Saya kaget karena tak ada informasi itu. “Ini berlaku per hari ini, bu,” katanya.

Saya ke ruang sebelah. Antri lagi untuk di cek datanya. Hasilnya teryata anak saya tidak masuk data sasaran wajib vaksin di Dukcapil. Padahal usia anak saya 12 tahun. Saya menanyakan apa ini peraturan baru dan katanya iya. Saya bilang kenapa tak sejak awal dilakukan pengecekan data ? Mengapa data kami digabung sehingga antri selayaknya orang yang harus langsung vaksin ? Ini tentunya tidak efektif dan membuang-buang waktu. Dan tak hanya saya. Ada puluhan orang yang mengalami nasib seperti saya.

Antrian warga yang di cek datanya di SMPN 184 


Ada pasangan kakek dan nenek yang sudah antri seperti saya pun tak bisa vaksin karena datanya tak tercatat. Kasihan sekali padahal untuk akses mereka berdua ke lokasi vaksin tentu tak mudah. Belum lagi antrian yang panjang. Menyedihkan.

Saya nanya ke petugas pendaftaran. Petugas pendaftaran sampaikan tanya ke petugas dukcapil yang ada di lokasi. Saya tanya ke petugas dukcapil, dia sarankan saya nanya ke dokter yang bertugas. Agak aneh juga kenapa urusan begini nanya ke dokter? Tapi ya sudahlah saya ikutin dan saya nanya, dokter juga heran kenapa saya nanya ke dokter. “Kalau urusan birokrasi bukan urusan saya. Siapa yang minta ibu nanya ke saya?,” kata dokter yang bertugas. Saya sampaikan kalau petugas dukcapil dan petugas di bagian pendaftaran yang menyarankan saya bertanya ke dokter. 

Antrian di SMPN 184

Tapi keruwetan ini belum berakhir. Senin 30 Agustus 2021 anak saya dijadwalkan untuk ke sekolahnya yang mengadakan vaksinasi bersama anak-anak SMA. Vaksinasi itu untuk vaksinasi kedua. Informasi awal anak saya bisa ikut vaksinasi dosis pertama, tapi malam sebelumnya sekitar pukul 21.00 WIB ada perubahan informasi. Anak saya hanya dijadwalkan untuk skrining dan kemudian direkomendasikan ke RS Kesdam untuk mendapatkan vaksin phfizer. Dosis pertama Sinovac katanya sudah tak tersedia. Saya tak ada rikues harus vaksin merk apa. Intinya vaksin covid yang terbaik buat anak.

Pukul 07.00 WIB saya berangkat dari rumah bersama anak menuju sekolah. Petugas sudah bersiap dan siswa juga telah datang. Saya bertemu guru sekolah anak saya dan sampaikan kalau nanti hanya skrining dan vaksinasi di RS Kesdam tak bisa hari itu juga. Wah, saya kira informasinya hari itu juga bisa langsung vaksin. Hanya numpang skrining saja di sekolah. Kebetulan dokter pun belum datang.

Kami disarankan bisa mencoba langsung ke RS Kesdam atau GOR Kalisari yang melaksanakan vaksinasi. Baiklan daripada menunggu lama buat skrining dan toh tak bisa langsung vaksin, saya sepakat untuk langsung ke lokasi yang ada vaksinasi buat anak.

Kami langsung ke RS Kesdam dan teryata kalau mau vaksin Phfizer harus ada surat rujukan dari Puskesmas dan satu hari kuota hanya 25 orang. Dan sudah tak bisa untuk hari ini. Pilihan lain Astra tapi harus daftar aplikasi dan masih menunggu 4-5 hari kemudian. Astra seingat saya tak bisa buat anak. Mereka memberikan informasi kalau ada vaksinasi di GOR Kalisari.

Suasana di GOR Kalisari

Tak menunggu lama, kami ke GOR Kalisari dan teryata kuota sudah habis. Padahal itu sekitar pukul 07.35 WIB. Petugas penjaga pintu sarankan ke SDN 05 Cijantung. Teryata di SDN 05 Cijantung tak ada vaksinasi. Informasi keliru dari petugas dan tak hanya kami yang keliru karena beberapa orang pun mengalami hal yang sama yakni sama-sama ke SDN 05 Cijantung.

Dari SDN 05 Cijantung, kami mendapat informasi kalau vaksinasi di SDN 05 Kalisari. Kalisari ya, bukan Cijantung. Kami meluncur ke SDN 05 Cijantung dan  disana teryata tak ada lagi vaksinasi karena sudah pembelajaran tatap muka. Duh mau ngakak kesal. Pagi-pagi udah diajak kesal soal vaksinasi ini.

Sebelum pulang, kami melewati Puskesmas Pasar Rebo dan teryata penuh membludak hingga di jalan. Sudah hampir pukul 08.30 WIB jadi antrian sudah padat sehingga tak mungkin antri disana. Kami mampir juga ke SMPN 184 juga sudah penuh sekali sehingga kami memutuskan untuk pulang.

Capek ? Iya. 

Selang tak lama tiba di rumah pihak sekolah menginformasikan kalau mau skrining di sekolah bisa hingga pukul 12.00 WIB. Tapi untuk kepastian kapan vaksin menunggu pihak puskesmas yang akan menghubungi. Kondisi anak saya sudah capek. Dan belum pasti segera dapat jadwal vaksin hari itu kami memutuskan tak ke sekolah lagi untuk skrining.

Mau mencari jadwal vaksin lagi kayaknya menunggu saja hingga ada kepastian kapan anak saya akan di vaksin covid. Bantu doa ya !

 

 

17 komentar

Avatar
Caroline Adenan 06/09/21 13.19

Nampaknya sistem pemerintah kita emang belum 100% ready sih. Buktinya juga aku waktu mau vaksin kedua diombang ambing juga. Cari jatah sana sini susah. Ada juga yang datanya gak terdaftar, dsb. Macem2 problemnya. Krn menurutku pemerintah concern terhadap target jumlah yg vaksinasi aja, tp sistemnya gak dijaga paralel.

Emang lelah ya. Tapi ya gimana, harus berjuang sendiri lagi ya mau gak mau.
Semoga secepatnya bisa dapat jadwal vaksin ya.

Reply Delete
Avatar
Dian Restu Agustina 06/09/21 15.25

Semoga ada solusi ya Mbak. SUdah coba lewat aplikasi JAKI, bisa daftar online dulu. Atau lewat RT setempat, di kelurahan saya, Joglo, sampai saat ini ada tiap hari, meski ada kuotanya. Di tempat saya dikoordinir Bu RT dan petugas dasawisma. Semoga segera dapat vaksinnya. Aamiin

Reply Delete
Avatar
nurul rahma 06/09/21 17.52

Aih aiihh, mba Lid terbaeekkk!
Aku juga bingung dgn ke-simpang siur-an prosedur vaksin di beberapa wilayah
Semogaaaa data2 vaksin membaik, dan Indonesia BEBAS COVID!

Reply Delete
Avatar
Diah Kusumastuti 07/09/21 00.32

Ya Allah.. kesel banget ya Mbak pastinya, dioper sana-sini dan akhirnya belum dapet juga. Pemerintah belum sepenuhnya siap kayaknya ya dalam hal vaksinasi untuk anak usia 12 tahun ke atas ini.
Semoga setelah ini Ayyas segera dapat vaksin ya. Aamiin.

Reply Delete
Avatar
Katerina 07/09/21 10.55

Perjuangan mbak mencari vaksin untuk anak, lumayan berliku, aku pun ikut merasa capek bacanya. Semoga setelah ini dimudahkan dapat vaksinnya ya mbak.

Kalau di tempatku kami rutin dapat info soal vaksin di WAG RW sejak Juli lalu. Pihak puskes dan RW hingga RT koordinasinya bagus, sehingga warga yang tinggal sesuai lingkup wilayah puskes, dipastikan bisa vaksin dan kebagian. Untuk anak-anak pun infonya jelas, jadi sekali datang pasti divaksin.

Reply Delete
Avatar
Rosa 07/09/21 11.34

Ya Allah, ternyata dapat vaksin harus berjuang banget gitu ya mbak? Bener-bener baru tau saya. Semoga diberi kemudahan untuk bisa segera dapet vaksin yaa, mbak.

Reply Delete
Avatar
Dee_Arif 07/09/21 21.09

mencari vaksin memang butuh banyak energi dan kesabaran ya mbak
klo di surabaya, biasanya vaksin di koordinir masing masing sekloahy, untuk vaksin anak sekolah
soalnya jadi syarat PTM

Reply Delete
Avatar
Indah Nuria Savitri 08/09/21 10.00

mbaaa. semoga segera dapat ya. Alhamdulillah Si Bo dan keponakanku sudah vaksin dan lancar semua. Cek di ProSehat mba.. mereka bisa bantu beri info vaksin untuk anak ada di mana saja dan langsung daftar sehingga pasti dapat vaksinnya. Bo dapat di Istora Senayan dan keponakan dapat di salah satu kampus di Jakarta Pusat. Semangaat ya mba

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati 08/09/21 14.41

Masya Allah, perjuangan mendapatkan vaksin untuk anaknya mba Lida begitu menguras emosi dan tenaga. Semangat ya mbak, semoga dimudahkan untuk mendapatkan vaksin

Reply Delete
Avatar
Lidya Fitrian 08/09/21 18.43

Duh mbak Alida aku ikut lelah juga, kasihan Ayash ya dioper-oper gitu. Semoga segera ada vaksin buat anak umur 12 ya di sekitar rumah. Di sini ada pendaftaran di mall-mall gitu untuk umur 12. Anakku juga belum vaksin yang kecil nih umurnya kurang dikit.

Reply Delete
Avatar
Susi Susindra 08/09/21 19.11

Saya juga sedang cari tempat vaksin untuk anak nih. Mereka maunya menanti di sekolah, tapi saya ingin segera. Masalahnya semua mensyaratkan KTP, bahkan ada yang harus 18+
Alhamdulillah akhirnya ada 1 puskesmas yang adain dan kami mau daftarkan mereka.

Reply Delete
Avatar
Utie Adnu 08/09/21 20.19

Kalau di Joglo tempat mamah mertua selalu sepi mba.. soalnya disini banya tempat yg tersebar Dan gàk begitu antri.. semoga ayyas cepet dapet vaksin ya Dan selalu sehat2

Reply Delete
Avatar
lendyagassi 08/09/21 20.37

Ternyata untuk vaksin anak gak semudah itu yaa..
Aku pikir tinggal daftar via aplikasi PeduliLindungi kaya orang dewasa.
Semoga kakak segera dapat vaksin yaa...
Sehat-sehat selalu.

Reply Delete
Avatar
Naqiyyah Syam 08/09/21 21.53

Semoga dimudahkan untuk mendapatkan vaksin untuk anak Akupun di Lampung menunggu ketersediaan vaksin untuk anakku yang di pondok semoga segera ada vaksin massal

Reply Delete
Avatar
Rahmah 'Suka Nulis' Chemist 09/09/21 05.57

Semoga senantiasa sehat ya Mbak
Tetap protokol kesehatan dimanapun berada. Aku seduh kalau mba sakit apalagi sangat kuat beraktivitas.
Semoga anaknya juga segera dapat vaksin. Kalau di Surabaya sini nanyanya ke Pemkot atau dibantu dengan gurunya

Reply Delete
Avatar
Zilqiah Angraini 12/09/21 18.26

ikutan kesel baca momen ngantri 2,5 jam dan data tidak tercatat , trus disuruh nanya ke dokter ya ampun, kalau saya mah udah marah2 di lokasi mbak uhhhff... kesel kayak di pingpong apalagi gak ada info sebelumnya, peraturan baru yang tiba2

Reply Delete
Avatar
Tira Soekardi 16/09/21 03.08

saat ada yang mau vaksin malah dipersulit ya, padahal untuk mencapai target vaksin, disuntik saja. padahal ada beberapa daerah malah sepi karena sedikit peminatnya. Dan kedua anakku yang ada di luar kota bekerjapun bisa langsung pakai ktp lalu disuntik walau bukan di wilayahnya

Reply Delete