Theme Layout

[Rightsidebar]

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

yes

Dark or Light Style

[Light]

Pengalaman Saat Anak Masuk Rumah Sakit


 “Ibu dan Bapak, dengan kondisi panas anak yang naik dan hasil pemeriksaan darah trombosit turun, saya sarankan untuk di rawat di rumah sakit,” kata dokter anak.

Kalimat yang diucapkan pelan dan membuat saya sedih. Hati saya menangis. Dokter mendiagnosis Ayyas, anak saya, terkena demam berdarah. Untuk pemeriksaan lanjut dan penanganan cepat, Ayyas harus segera di rawat di rumah sakit. Ayyas menatap saya dan berkata “Ummi, aku nggak mau di rawat di rumah sakit,” katanya. Saya memeluknya erat sambil menahan tangis.

Demam dengue merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata. Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus

 Pengalaman Saat Anak Masuk Rumah Sakit
Ayyas saat drawat di rumah sakit

Ayyas terpaksa harus di rawat di rumah sakit karena badannya panas sepulang sekolah pada tanggal 15 Maret 2017. Suhu tubuhnya saat hari pertama mencapai lebih dari 38,7 derajat celsius. Saat itu, saya langsung memilih memberikannya obat penurun panas dan melakukan skin to skin dengan Ayyas. Selain itu, saya juga memberikan ia air minum yang cukup serta tak henti berulangkali mengkompres tubuhnya untuk menurunkan panas tubuh.

Namun hari kedua, panasnya tak kunjung turun. Selera makannya mulai berkurang. Ia pun jadi agak merasa gelisah. Ayyas juga lebih memilih tidur daripada aktifitas ringan yang seringkali ia lakukan misalnya bermain slime atau sekedar nonton film kartun kesukaannya. Saat saya cek kondisi tubuhnya di hari kedua, suhu tubuh Ayyas teryata lebih dari 38 derajat celcius. Saya juga gelisah melihat kondisinya. Akhirnya, saya menelpon suami agar Ayyas segera di bawa ke rumah sakit.

 Pengalaman Saat Anak Masuk Rumah Sakit
Ayyas kala sakit ditemanih Mbah yang datang dari Kudus. Ini sehari sebelum Ayyas masuk rumah sakit
Malam itu juga, tepatnya tanggal 16 Maret 2017, dokter memutuskan Ayyas harus dirawat karena suhu tubuhnya yang masih panas dan setelah cek darah, teryata trombosit Ayyas turun. Normalnya, trombositnya 150.000-450.000. Tapi teryata, jumlah trombosit Ayyas menurun hingga 143.000 sehingga ia disarankan untuk langsung dirawat. “Kalau tidak dirawat, agak beresiko,” ungkap dokter. Dokter kemudian menjelaskan tentang diagnosa penyakit yang dialami Ayyas.

Pukul 21.00 WIB, Ayyas berbaring lemas di ranjang rumah sakit. Saat suster memasang jarum suntik, saya melihat ia tak menangis. Setelah jarum infus terpasang di lengan kirinya, ia mencoba memejamkan mata untuk mencoba tidur. Bagi saya, malam-malam selanjutnya adalah malam kelabu. Apalagi hampir setiap saat, ia terbangun sekedar untuk minum atau  ke kamar mandi.

Sebagai pasien yang didiagnosis terkena demam berdarah, hampir setiap hari Ayyas harus menjalani pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dilakukan dengan mengambil sampel darah di ujung jarinya. Proses ini tentunya membuat Ayyas nyaman.

Hampir setiap pagi, proses pengambilan darah ini menjadi sesuatu yang menakutkan bagi Ayyas. Dan siang hari, saya yang deg-degan menunggu hasil pemeriksaan darah. Hal ini semakin menyedihkan karena trombosit Ayyas tak kunjung naik malah semakin menurun. 

Silih berganti keluarga dan sahabat datang mengunjungi Ayyas yang terbaring sakit. Selama kunjungannya itu, berbagai orang menyarankan hal yang sama yakni jus jambu, angkak, sari kurma dan lain-lain.

 Pengalaman Saat Anak Masuk Rumah Sakit
Ayyas diperiksa dokter
Saya membeli jus jambu di toko jus dekat rumah sakit, tapi Ayyas hanya minum sedikit. Adik ipar saya bahkan membuat jus jambu murni tanpa tambahan gula. Jus itu dimasukkan di kulkas kamar rumah sakit sehingga bertahan lebih lama dan Ayyas bisa minum sedikit demi sedikit. Tapi teryata tak membawa perubahan berarti bagi Ayyas.

Lalu saya juga mencoba angkak. Angkak yang kebetulan saya punya, saya rendam di air panas sehingga menimbulkan warna merah. Air angkak ini kemudian saya minumkan kepada Ayyas. Tapi untuk meminta Ayyas minum air angkak ini pun tak mudah. Ia berulangkali menolak. Begitu juga saat minum kurma madu. Padahal angkak tak ada rasa sama sekali sedangkan madu rasanya manis. Tapi apa daya, meminta Ayyas mengkonsumsinya teramat susah. Kalaupun minum ya saya paksa terus. Katanya, obat-obat ini dianggap mampu menaikan trombosit.

Ini catatan jumlah trombosit Ayyas saat di rawat di rumah sakit :
Tanggal 18 Maret 2017, jumlah trombosit : 112.000
Tanggal 19 Maret 2017, jumlah trombosit : 105.000
Tanggal 20 Maret, jumlah trombosit : 99.000
Tanggal 21 Maret, jumlah trombosit di pagi hari : 113.000
Tanggal 21 Maret, jumlah trombosit di sore hari : 122.000
Tanggal 22 Maret, jumlah trombosit : 143.000

Selama Ayyas menjalani perawaratan di rumah sakit, selera makan saya menurun drastis. Saya juga tak bisa tidur. Kalaupun tidur, seringkali gelisah. Kalau duduk sendiri, yang hanya bisa saya lakukan adalah menangis. Saya belum bisa mengontrol emosi saya saat mendapat kenyataan Ayyas harus di rawat di rumah sakit.

Kondisi ini membuat saya panas tinggi mencapai 39 derajat celcius sehingga dokter UGD rumah sakit menyarankan saya untuk pulang ke rumah. Tapi saya memaksa tetap di rumah sakit karena toh, kami berada di kamar tersendiri. Sebetulnya, selama di rumah sakit pun ada Bapak suami dan Mba Farah yang bergantian menjaga Ayyas. Tapi karena saya terlalu stres memikirkan Ayyas masuk rumah sakit, akhirnya saya pun ikut-ikutan sakit. Jangan ditiru ya!
 
 Pengalaman Saat Anak Masuk Rumah Sakit
Diinfus :(
Akhirnya, setelah menjalani rawat inap di rumah sakit selama enam hari, Ayyas pun diijinkan pulang. Saat pulang, jumlah trombosit Ayyas mencapai 143.000. Enam hari di rumah sakit berasa lamaaa banget. Jadi, kepulangan Ayyas ke rumah tentunya memberikan kebahagiaan kepada kami sekeluarga.

 Pengalaman Saat Anak Masuk Rumah Sakit
Ummi menemani Ayyas di rumah sakit
Saya ingin berbagi beberapa tips berdasarkan pengalaman merawat anak masuk rumah sakit yakni :

Berikan pertolongan pertama
Saat mengetahui anak sakit panas pertama kali, saya selalu melakukan pengecekan suhu tubuh. Pengecekan ini dimaksud agar tahu suhu tubuh anak. Setelah itu, jika mengetahui anak panas, saya akan segera memberikannya obat penurun panas. Nah di rumah, saya selalu menyediakan Tempra Syrup. Tiga alasan utama saya menggunakan Tempra karena :
Aman di lambung
Tidak perlu dikocok, larut 100%
Dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis). Setiap 5  ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol.
 
 Pengalaman Saat Anak Masuk Rumah Sakit
Tempra Syrup untuk pertolongan pertama
Selain itu, Tempra Syrup tidak mengandung alkohol sehingga sebagai muslim, saya merasa aman memberikan Tempra kepada anak. Tempra Syrup juga mudah diperoleh di sebagian besar supermarket. Tak hanya itu saja. Tempra juga tersedia dalam rasa buah sehingga anak tak mengkonsumsi obat yang pahit. Siapa tak suka rasa buah yang lezat?. Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. 

Oh ya, jika dalam dua atau tiga hari anak panas tinggi, jangan ragu untuk membawa anak ke dokter untuk mendapat pemeriksaan lanjutan.

Usahakan tetap tenang dan berdoa
Memang agak susah ya bagi saya untuk tenang saat mengetahui anak masuk rumah sakit. Tapi saya selalu berupaya untuk tenang. Upaya ini dilakukan agar tindakan saat merawat anak bisa lebih maksimal. Selain itu, dengan berupaya tenang, informasi tentang kesehatan anak yang diberikan oleh dokter dan suster, dapat dilakukan dengan baik. Jangan lupa untuk berdoa agar anak lekas sembuh sehingga dapat beraktifitas kembali.

Jangan Lupa Bawa Kebutuhan Anak 
Saat masuk rumah sakit memang Ayyas tak membawa baju sehingga suami harus pulang ke rumah untuk membawa baju buat Ayyas dan saya. Pakaian yang dibawa adalah pakaian yang nyaman dan kesukaan Ayyas sehingga ia merasa lebih tenang. Selain itu, saya juga membawa mainan kesukaannya serta membiarkan ia menonton film kartun kesukaannya walau di rumah sakit. Untuk makanan, saya sempat memesan makanan favoritnya tapi sebelumnya berkonsultasi dulu dengan dokter anak yang menanganinya

Bagaimana cara teman-teman menangani anak sakit? Apakah pernah ada yang mengalami seperti yang saya alami? Yuk berbagi bersama saya karena saya yakin, selalu ada cinta di hati bunda. Terima kasih 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.




You Might Also Like

103 komentar:

  1. Sedih kalau anak sakit ya mba...tapi untung ada pertolongan pertama Tempra Syrup, Ponakan saya juga cocok pakai ini mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih banget mbaaa. Iyaa anakku juga cocok pakai Tempra Syrup mbaa

      Hapus
  2. Kalau mpo, baju yg di pakai juga harus yang adem, menyerap keringat dan gak berat kaya sweater bahan wol. Katun cocok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. OH ya bener mpok. Penting nih buat yang menyerap keringat

      Hapus
  3. Dbd seram dan menakutkan jika terlambat, wah bahaya. Apalagi kalau sampai nambah darah. Wuih amit amit terjadi lagi sama anak anak. Cuma dbd anak susah minum. Eneg kata nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itulah mba yang au hindari. Makanya butuh penanganan cepat

      Hapus
  4. mbaaak ini kok pengalamannya persis sama banget sama aku ya? Tahun 2013 pas tahun baruan, anakku masuk RS karena demam dengue. Kelar dia dirawat gantian aku yang masuk RS karena tipus, panas tinggi lemas dll. Hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah pasti sedih banget ya mba. Iya kita udah upaya jaga kesehatan tapi tetap saja merasa terbebani banget dan malah sakit :(
      SMoga tak terulang lagi ya mba

      Hapus
  5. Klo liat penanganan kakak saya, biasanya klo dah ga mempan dikompres, skin to skin dan pakae bawang merah, baru di priksakn ke dokter mbak,
    Dan tempra emang jaadi solusi buat nangani demam para ponakan,,
    tfs ya mbak
    🙌💖🙏🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya aku juga mencoba bawang merah sih mba walau anakku sempat menolak

      Hapus
  6. waaahh, pengalamannya sama mbak... dulu pas aku kena DB giliran adekku juga kena >,< orang serumah panik semua. Tapi paling panik ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kebayang paniknya mba. Apalagi bergantian seperti itu :(

      Hapus
  7. Emang belum pernah ngerasain ketika punya anak, anaknya sakit Tapi ngeliat ponakan yang sakit juga ikut sedih hati ini. Semoga diberi lindungan anak-anak agar sehat selalu ya Mba Lid.
    Semangat terus, tempra setia banget ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin. Terima kasih doa baiknya ya mba. Sehat dan bahagia selalu untuk mba sekeluarga ya

      Hapus
  8. Paracetamol memang penting untuk persediaan di rumah. Bisa jadi pertolongan pertama.

    Semoga Mbak Lid dan keluarga selalu diberikan kesehatan ... Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYaa. Tuh isinya sudah ampir habis mbaaa. Hehhe
      terima kasih atas atas doanya baikya ya mba. DOa yang sama untuk mba Dila juga

      Hapus
  9. Sedih bgt klo anak smpe dirawat d rs. Anakku prnh isk untung ga smpe drwat liat dy tes darah aja duh nyessss. Sehat2 trs ya mbak utk mbak n kluarga. Anyway anakku jg pake Tempra utk obat demamnya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah akhirnya pas tes darah, suamiku yang nemanin mba. Soalnya aku ya takut. Aamin doanya untuk kesehatan saya sekeluarga. Sehat terus ya untuk mba April :)

      Hapus
  10. Kalau anak sakit rasanya pengen ditukar ajah ya Mba, biar kita ajah yang ngerasain. Anakku juga pernah panas tinggi dan berhari2, sempet diambil darahnya untuk di test, syukur hasil tesnya nggak ada apa2.

    Makanya sejak kejadian itu selalu sedia obat penurun panas Tempra dirumah. Sehat2 terus ya Ka Ayyas dan Ummi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah jika hasil tesnya bagus ya mba. Terima kasih doanya. Sehat sehat juga ya mba EVi sekeluarga :)

      Hapus
  11. Saat anak sakit ibu pun ikutan sakit yaa mbaa, sakit hati kenapa nggak ibu nya sajabyg sakit. Hikz. Semoga sehat selalu ayyas dan umi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bener mba
      Aamin doanya mbaa. Terima kaish ya

      Hapus
  12. Untuk menambah trombosit, jus jambu memang efektif. Banyak yg sudah membuktikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang menyampaikan demikian mbaa

      Hapus
  13. menemani anak yang sakit itu sang ibu perlu menjaga kesehatan juga. Jangan sampai ikutan sakit :(
    dari sumber yang pernah aku baca, paracetamol aman digunakan pengidap DBD untuk membantu menurunkan panas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itulah. Aku saking stres makanya jadi ikut ikutan sakit. Harusnya udah bisa tenang :(

      Hapus
  14. Ya ampun pasti rasanya nggak tega dan sedih banget, hati teriris-iris ngeliat anak sakit. Jangankan anak-anak, aku aja yang pernah sakit DB setiap pagi harus ambil darah rasanya pengen nangis, huhuhu. Apalagi ini yang masih anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa. sedihnya sampe skarang masih terasa. Kasian mba lihatnya mbaa

      Hapus
  15. Aku paling ga tega kalau ada anak kecil sakit. Kasian banget lihatnya dan kerasa banget sedihnya. Semoga anak-anak sehat-sehat terus ya mbak. Dan ibunya juga harus jaga terus kesehatan agar anak-anak bias tetap ceria terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun demikian mba. Tapi apa daya mba :(

      Hapus
  16. Belum pernah coba kasih anak Tempra rasa jeruk saat demam. Selama ini selalu tersedianya Tempra rasa anggur...

    BalasHapus
  17. Makasih yah sharingnya bunda, ketika anak sakit ibu memang harus tetap tenang biar ga ikut tumbang. Sehat2 yah kakak 😊

    BalasHapus
  18. Semoga ini jadi pengalaman ya, Teh. Biar kedepannya bisa lebih menjaga daripada mengobati.
    Seorang ibu memang luar biasa, selalu ada dekat anaknya, apapun kondisinya..
    Semoga sehat selalu.. aamiin..

    BalasHapus
  19. Sedih sekali rasanya melihat si kecil diinfus ya mbak. Pengen gantiin sama kita aja rasanya

    BalasHapus
  20. Subhanallah...
    Sama banget sama kejadian pulang kampungku 2 tahun yang lalu, mba...

    Pas lebaran.

    Siangnya mah..kakak baik-baik aja, beranjak sore, nampak perubahan.
    Anaknya alhamdulillah gak rewel.
    Tiba-tiba pingin tidur sendiri di kamar.
    Padahal, biasanya paling males tidur siang, apalagi saat kumpul bersama keluarga besar ((main sama sepupu-sepupu kecilnya))

    Lhaa..panas 3 hari gak turun-turun meskipun sudah dikasih paracetamol.
    Akhirnya dengan berat hati, kami bawa ke Rumah Sakit.
    Dan benar saja....
    DB.

    Dirawatnya juga sama, mba...6 hari.
    Remuk redam rasanya hati ini.

    Tapi da anaknya maah...bageur.
    Selama sakit gak rewel.
    Justru karena gak rewel, aku jadi terenyuh.

    ((komennya jadi panjang, mba...maaf ^^ ))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba lendy pelukk. Anak pas didiagnosa sakit tuh aku sediihhh bangeet. Ya Allah bawaannya nangis melluuluuuu
      Smoga anak anak kita selalu sehat ya. Terima kasih telah cerita panjang mbaaa

      Hapus
  21. rasanya memang kalau anak sakit, kita pengennya bertukar peran ya mba...biar emaknya aja yg sakit, kalau lihat anak sakit itu aduuh nyeesss banget hati ini..semoga keluarga kita selalu dijaga kesehatannya sama Allah..aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin doanya mba. Moga kita semua diberikan kesehatan yaa mbaaa

      Hapus
  22. Paling sedih kalo liat anak sakit. Apalagi sampe rawat inap huhu. DB ini nyeremin ya. Wah ternyata tempra ini turun menurun. Setauku ibuku dlu kalo aku panas juga pakai tempra. Dan sekarang kalo suhu badan Luigi diatas 37 juga dikasih tempra. Manjur ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah jika efektif ya mbaaa
      Smoga anak anak selalu sehat ya mbaaa

      Hapus
  23. Duh, anak sakit yang di rumah aja rasanya udah pengen gantiin, apalagi sampe dirawat yaa, huhu.. Sedih.. Tapi yang penting pertolongan pertama itu harus siap selalu di rumah deh ya mbak.. Good luck ya mbak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener banget mba. Pertolongan pertama itu penting. Terima kaish ya mba :)

      Hapus
  24. Sedih emang kalau anak sakit, apalagi sampai harus dirawat di rumah sakit. Hancur hati mamak.

    BalasHapus
  25. Semoga sekeluarga sehat terus ya mba....Duhhh ga kebayang deh rasanya gimana kalau liat anak sakit sampe dirawat, Kezia dulu juga gt panas ga turun dan akhirnya di opname beberapa hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin doa untuk kesehatan keluarga mbaa :)

      Hapus
  26. waduuh pasti sedih banget ya kalau anak masuk rumah sakit. rasanya mau ngapa ngapain pasti gak tenang.. :(

    BalasHapus
  27. Kaka Ayyas lama banget 6 hari ;( dirawatnya semoga selalu sehat ya kaka jangan sampe masuk rumkit lagi aamiin

    makasi ummi tipsnya tetap tenang dan selalu berdoa ya ummi kunci utamanya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin doanya bundaa. Terima kasih bantaun doanya bUnda

      Hapus
  28. Semoga anak-anak kita selalu sehat ya mbak. Memang penting banget selalu sedia obat atau kotak p3k kemanapun jadi bisa ada pertolongan pertama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Amin doanya. Pertolongan pertama memang penting banget ya mbaa

      Hapus
  29. Si K beberapa bulan yang lalu juga kena DBD. Sedih banget kalau emang anak harus masuk RS gini. Tapi mau gimana lagi. DBD emang harus diinfus kan yak. Untung cuma 3 hari masuknya. Setiap hari diminumkan air bioglass, jadi trombositnya cepet naek. Tapi tetep aja sedih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya orangtua selalu mengupayakan yang terbaik untuk anaknyaa

      Hapus
  30. Sehat selalu sekeluarga ya mak :)

    BalasHapus
  31. Waktu SMA, aku juga pernah kena DBD dan itu rasanya nggak enak banget. Buat jalan aja rasanya melayang gitu loh, jadi paham bgt apa yg dirasain Ayyas. Alhamdulillah udah pulih ya mba. Semoga Mba Lid dan Ayyas selalu sehat ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin doanyaa. Iya nggak nyaman mba :(

      Hapus
  32. Angkak itu seperti apa yaa bentuknya? Iya sedihnya ketika anaknya sakit seringnya emaknya juga ikut tumbang

    BalasHapus
  33. Beberapa kali nunggui ponakan di Rumah Sakit, memang lebih melas ya kalau yang sakit anak, karena belum bisa mengalihkan rasa sakitnya

    BalasHapus
  34. Toss sama mbak Alida 😊 anak2ku juga cocok minum Tempra untuk pertolongan pertama ketika panas. Sudah amat sangat terpercaya nih Tempra. Aedih banget liat anak sakit boboan gitu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa smoga selalu kita sekeluraga diberikan kesehatan ya mbaa

      Hapus
  35. Sedih banget ya Mba Al kalo anak sakit. Yang biasanya lincah, gak bisa diam, jadi lesu.. :( Aku pernah nemenin Boo juga pas dirawat di RS 3 hari.. Sediiih banget rasanya, tapi tetep harus semangat biar anaknya juga semangat.. :)

    BalasHapus
  36. duuh sedih ya kalau anak sakit, apalagi kalau sampai masuk rumah sakit. Kita ibunya pasti panik dan tidak tenang. Semoga kakak Ayyas sehat terus yaa. Oiya, aku baru sadar lho kalau Tempra itu nggak pakai alkohol.

    BalasHapus
  37. Ayyas, sehat selalu ya. Btw tempranya rasa jeruk ya, dek Pendar suka yang anggur

    BalasHapus
  38. Huhu, sedih banget kalau anak harus masuk rumah sakit. Pas sakitnya aja bikin baper.

    Sehat-sehat selalu mba buat Ayyas

    BalasHapus
  39. Aku juga pernah dirawat berdua Salim di rumah sakit. Memang kalau anak sakit, ibunya ikut sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah. Smoga tak terulang ya mba :(

      Hapus
  40. Jangankan masuk RS, Mba. Anak sakit di rumah saja rasanya gimanaaa gitu. Tapi ada di RS lebih menenangkan ya, karena langsung ada penangan secara medis. Apalagi penyakit demam berdarah.

    Semoga cukup sekali ini masuk RS ya kakak ayyas. Nanti masuk RS lagi pas melahirkan cucu buat Ummi.. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayangnya tahun lalu Ayyas dua kali masuk RS, mba :(

      Hapus
  41. baca ceritanya ikutan cemas juga, alhamdulillah sekarang sudah sembuh. semoga tetap sehat dan ceria jadi bisa beraktivitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Mohon doanya selalu untuk kami sekeluarga. Aamin atas doanyaa

      Hapus
  42. Kalau saya pasti sedia termometer sama obat penurun panas karena masih punya bayi yang tidak nentu kesehatannya. Emergency kit memang harus ada di rumah untuk meminimalisir keadaan anak.

    BalasHapus
  43. Kalau lihat anak sakit dan sampe diinfus rasanya ikut lemes ya Mba Alida. Semoga anak-anak kita sehat teruss.... emang deh ya Tempra selalu jadi solusi untuk anak demam, selain itu biasanya aku skin to skin, pakein baju tipis, kasih makan sup hangat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener. Pakain baju tipis lumayan membantu

      Hapus
  44. Ya Allah, Ya Rabb, ga kebayang ya mba perasaannya kalau anak sakit. Sehat2 selalu ya kk Ayyas...

    BalasHapus
  45. Kalau udah kena DBD biasanya dirawat ya, apalagi anak2. Dulu serumah juga kena demam pas salah satu ada yg kena DBD. Makanya pas anak2 tante yang kena demamnya juga, mesti sedia Tempra juga sih di kulkas. Moga Ayyas sehat2 terus ya...

    BalasHapus
  46. Hati ibu selalu sakit melihat anak sakit ya mba, jangankan DBD, mereka demam aja kita sedih, kasihan. Btw, Tempranya ada rasa jeruk ya? Kirain cuma rasa anggur, boleh nih siapa tahu anak2 suka yg rasa jeruk, biasa dikasih yg rasa anggur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa ini buat usia di atas 6 tahun mba

      Hapus
  47. tempra syrup ini pilihanku tiap mada demam dari jamannya bayik, karena ada juga yg buat bayik kan ya mak .. biasanya aku kasih tempra klo panasnya di atas 39

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ih takut ya kalau sampai sepanas gitu :(

      Hapus
  48. sedih banget kalau anak kena DBD ya, aku pernah mengalami dan huhuhu sakiiitnya

    BalasHapus
  49. Hiks, sedih banget pasti ya mak, kalo sampe anak dirawat di RS. Uhuhuhuuu. Semoga di tahun 2018 ini anak-anak dan keluarga kita semuanya diberikan kesehatan yaaaa.. Aaaaaminnn

    BalasHapus
  50. sedih dan galau emang kalau anak sakit. Apalagi sampai masuk RS. MEmang pertolongan pertama buat anak demam sangat penting ya mba

    BalasHapus
  51. Sehat terus ya kak Ayyas, untung mama siaga ya kak, selalu sediain Tempra di rumah.

    BalasHapus
  52. Iya mba, angkak katanya bagus buat nambahin trombosit. Bisa dibeli di toko obat cina gitu ada jual.. sehat sehat ya dek ayyas~

    BalasHapus
  53. Saya bisa bayangin kalau sikecil sakit. Pasti pikiran nggak karuan, panik, dan sedih ya mbak. Semoga ayyas tetap sehat selalu. Amin.

    Salam kenal.

    BalasHapus
  54. Kalau anak sakit memang paling ga enak ya mba. Apalagi kalau salah sampai dirawat.

    BalasHapus
  55. Alhamdulillah cepat ke dokter ya...demam berdarah trmasuk penyakit berbahaya klo tdk cepat ke rs

    BalasHapus
  56. Duh mba, ga kuat sedihnya kalo anak masuk RS. Sehat selalu Mbak fan kluarga. Tks sharingnya, Tempre recommended.

    BalasHapus

[name=Rach Alida Bahaweres] [img=https://2.bp.blogspot.com/-nU7vyrF6_rE/WWw9fpyD9kI/AAAAAAAADWA/7zfkXenvrN8MH6Q4lAACPTciMJaet1lGACLcBGAs/w345-h245-c/Alida.png] [description= Saya Alida. Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com] (facebook=https://www.facebook.com/rach.bahaweres) (twitter=https://twitter.com/lidbahaweres) (instagram=https://www.instagram.com/lidbahaweres)

Follow @lidbahaweres