Ketika Tetap Bekerja di Kantor Saat Wabah Virus Corona Melanda

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Ketika Tetap Bekerja di Kantor Saat Wabah Virus Corona Melanda


Pagi ini, 13 April 2020 sekitar pukul 04.45 WIB seusai melaksanakan ibadah shalat subuh, saya pun mengendarai motor saya menuju stasiun Pondok Cina, Depok. Malam sebelumnya suami sempat menanyakan apakah akses pintu masuk dari Universitas Indonesia ke dalam stasiun Pondok Cina tetap buka atau tidak. Percaya diri, saya katakan bahwa masih buka.

Baru beberapa meter keluar rumah, jalan kecil yang biasanya saya lewati tertutup. Saya memutar motor dan mencari akses jalan masuk lainnya. Teryata tutup lagi. Saya kemudian melajukan motor mencari akses jalan yang menurut saya masih buka. Dan teryata, tutup !
 
Sumber foto : pixabay.com

Saya putar arah ke arah rumah dan bertemu pak Satpam menanyakan akses jalan ke kawasan terdekat. Seingat saya, suami pernah bilang bahwa akses menuju itu selalu terbuka. “Iya biasanya buka bu. Coba aja. Lurus terus belok kanan ya,” kata pak Satpam. Setelah mengucapkan terima kasih, saya pun melaju membelah kegelapan malam di subuh pagi itu.

Tapi karena belum pernah melewati jalan itu, saya agak deg-degan. Belum lagi akses jalannya yang rusak. Seorang bapak yang baru pulang dari mesjid saya sapa dan tanya akses keluar. “Iya betul bu. Lurus saja,” katanya ramah. Alhamdulillah.

Pas ada pertigaan, saya binggung harus kiri atau kanan. Entahlah kalau gelap gitu jadi agak keder walau sering lewati jalan itu. Alhamdulillah bertemu lagi seorang bapak dan menunjukkan akses jalannya. Dan alhamdulillah saya melewati jalan yang seperti saya lewati hingga masuk ke kawasan Universitas Indonesia menuju akses dalam stasiun Pondok Cina.

Dan teryata, aksesnya menuju jalannya tutup saudara-saudara ...

Alhasil, saya harus putar balik mencari jalan ke Jalan Margonda Depok. Namun akses menuju pintu keluar kawasan UI pun terasa lebih panjang dan gelap. Sepanjang perjalanan saya lantunkan doa agar terhindar dari bahaya apapun. Kegelapan jalan itu akhirnya saya lewati hingga masuk di kawasan jalan utama Depok yakni Jalan Margonda.

Jujur saya agak keder juga udah lama nggak nyetir di kawasan Jalan Raya besar sepeerti itu. Tapi bismillah perlahan sambil lihat kiri dan kanan selama nyetir motor menuju pintu masuk stasiun Pondok Cina dari Jalan Raya Margonda.
 
Kereta pagi jam 6 dari stasiun Pondok Cina ke Tanah Abang 

Pintu masuk stasiun Pondok Cina masih sepi. Saat masuk, seorang petugas kereta memeriksa suhu tubuh saya. “33,5 derajat celsius,” kata petugas.

Ampun, saya jadi manusia es ya kok dingin begitu?
Sudahlah, saya kemudian melangkahkah kaki memasuki peron untuk menunggu kereta tiba. Setengah jam lebih menunggu, sekitar jam 6 pagi, kereta datang. Peron stasiun yang sebelumnya sepi tampak ramai.

Dan saat kereta tiba saya kaget lihat penumpang banyak. Waduh, mana yang namanya social distancing ? Karena kuatir telat, saya pun masuk ke pintu kereta. Bismillah.

Mau jaga jarak susah.
Gerak ke kiri, ketemu penumpang lain. Mau ke kana, ada penumpang lain.
Semua pakai masker dan mungkin berdoa yang sama. Semoga nggak ada yang lagi sakit apalagi kena corona! Aamiin ...

Mau duduk, kursi penuh diduduki enam orang. Padahal di masa seperti sekarang, seharusnya cukup 4 orang. Tapi itulah yang terjadi.

Hampir sejam, kereta pun tiba di stasiun Tanah Abang. Suasana stasiun yang ada tetap saja penuh pagi ini seperti sebelum corona datang.

Ketika harus bekerja di kondisi seperti ini karena profesi saya menjadi pengecualian untuk tetap diijinkan bekerja. Pengaturan jadwal kerja sebetulnya pun tetap di upayakan sebaik mungkin. Tapi untuk full work from home (WFH) tampaknya sulit terwujud dengan adanya bidang kerja yang berbeda.

Apa yang harus dilakukan sekarang?
Tetap jaga diri untuk tetap sehat. Minum multivitamin dan selalu pakai masker kemana pun. Saya tetap berikhtiar untuk tetap menjaga kesehatan.

Semoga yang masih ada kesempatan work from home, manfaatkan momen ini untuk berdiam di rumah. Bagi yang masih harus bekerja di kantor, tetap jaga kesehatan.

Bismillah saya yakin kita tetap bisa jaga kesehatan dan keselamatan diri serta keluarga. Bismillah insyaAllah semua atas ijin Allah

28 komentar

Avatar
Herva Yulyanti 13/04/20 13.26

Semangat Ummi,,,stay safe..aku masig juga bekerja dan beberapa gang di rumah jg udah ld ditutup sedih yah :( ga bisa potong jaln kalau pake motor terpaksa lalui jalan utama

Reply Delete
Avatar
Rach Alida 18/04/20 06.48

Iya bundaki. DOain ya

Reply Delete
Avatar
Sapti nurul hidayati 13/04/20 15.07

Ketika sikon memang mengharuskan kita keluar hanya bisa berdoa dan melengkapi diri dengan masker dan jaga jarak sebisanya ya mb. ..semoga kondisi segera membaik dan segera normal kembali..aamiin...

Reply Delete
Avatar
Sapti nurul hidayati 19/04/20 00.12

Tetap harus disyukuri ya mb. ..masih bisa bekerja di kondisi seperti sekarang ini..

Reply Delete
Avatar
blogger parenting 13/04/20 15.33

Wah kok bisa turun banget Mba suhu tubuhnya? Normalnya kan 36 sampe 36,5 ya

Reply Delete
Avatar
Mugniar 13/04/20 20.44

Deg-degan baca kisah Mbak Alida. Semoga selalu sehat ya Mbak Alida. Semoga senantiasa dijaga Allah dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Reply Delete
Avatar
catatanemak 13/04/20 21.07

Selalu semangat Budir.Selalu ada kemudahan setelah kesulitan. Stay safe,ikhtiar dan ikhlas selalu.Laff you Budir

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi 13/04/20 22.43

MashaAllah~
Sesama pejuang pagi yaa, kak...
Aku pikir kalau berangkat shubuh seperti yang kak Lida bilang, penumpangnya masih sepi. Ternyataaa...

Sehat selalu, kak...
Bi idznillah~

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi 15/04/20 22.54

Kalau naik motor sampai tempat kerja, terlalu jauh jaraknya ya, kak?
Aku kebayang, kalau bawa kendaraan sendiri, tetap bisa Physical Distancing.

Reply Delete
Avatar
Dewi Rieka 14/04/20 19.20

Semangat ya Mbak Lid, semoga sehat dan selalu dilndungi Allah, suami dan adikku juga masih kerja, deg-degan tapi hanya bisa berdoa..semoga situasi normal kembali aamiin

Reply Delete
Avatar
Juliastri Sn 14/04/20 21.25

Jaga kesehatan selalu ya, mba. Semoga senantiasa dilindungi dari berbagai macam mara bahaya dan penyakit. Amin.

Reply Delete
Avatar
ophi ziadah 15/04/20 07.31

Bismillahi mbaa
Tetap jalankan protokol ya mba Meski harus ttp bekerja...
Jaga jarak n jaga kesehatan mbaa

Reply Delete
Avatar
Efi 15/04/20 08.25

Stay safe ya, Mbak. Mungkin pemumpang lain juga mikirnya sama, ngapain nih orang-orang pada pergi. Beberapa pekerjaan emang ada yang harus tetep dikerjakan di kantor saat pandemi gini, ya.

Btw beneran itu pake motor ke stasiun dan parkir di sana? Kalau seharian parkir kan lumayan bayar karcisnya, Mbak

Reply Delete
Avatar
Lidha Maul 15/04/20 11.02

Bismillah saja ya mba.
Suami saya pun kerja di luar terus.
Beberapa ruas jalan ditutup jadi harus mutar, cari arah.
Itu mbaknya keringatan apa cemas yang gimana ya, kok sampai 33°

Reply Delete
Avatar
Nanik nara 15/04/20 16.45

Semangat mbak, yang penting tetap berupaya untuk menjaga kesehatan diri. pakai masker dan menjaga kebersihan diri

Reply Delete
Avatar
Caroline Adenan 15/04/20 17.45

Waktu aku lihat postingan mba ALida ttg penumpang CL segitu banyaknya, aku jadi serem sendiri... mana physical distancingnyaa. astagaa ...
Walaupun gak dapat akses WFH, perkuat stamina ya mba, jangan lupa minum vitamin. Stay healthy mba Alida!

Reply Delete
Avatar
Cindy Vania 15/04/20 19.18

tetap semangat mbaa.. akupun pasti keder tuh kalau tau hampir semua akses jalan ditutup padahal kita butuh keluar.

btw emang paling bener naik transportasi umum ya? pasti sampe, tp rame. huhu dilema. trus itu termo tembak kalo murmer emang ajaib! aku juga pernah 34, dong. malah ngakak

Reply Delete
Avatar
Rina 15/04/20 19.36

Bismillah...semoga sehat selalu mak. Suami sy juga ga full wfh seminggu 3x masuk kantor. Memang ga bisa full semua wfh ya krn roda ekonomi hrs jalan

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati 15/04/20 19.42

Aku udah baca status mba Lida di timeline, dan cuma bisa bantu doa semoga diberikan kesehatan dan keselamatan. Semangat ya mbak, ikut deg-degan baca mba nyari jalan menuju stasiun yang muter-muter dan jalannya masih gelap juga

Reply Delete
Avatar
echaimutenan 15/04/20 21.13

Semangaaattt mak semoga dimudahkan disehatkan selalu❤❤❤❤

Reply Delete
Avatar
Widyanti Yuliandari 15/04/20 22.28

Jaga kesehatan ya, Mbak. Insyaallah strong. Semoga si Kopit ini segera pergi

Reply Delete
Avatar
Ria Rochma 15/04/20 22.30

Semoga selalu sehat, ya mbak..
Perjuangan tiap orang beda-beda. Semoga mbak selalu dilindungi Allah dari covid19

Reply Delete
Avatar
Nathalia DP 15/04/20 22.40

Masya Allah perjuanganya mbak, tetap semangat dan semoga sehat selalu ya...

Reply Delete
Avatar
Naqiyyah Syam 15/04/20 22.49

Tetap semangat ya Mbk, semoga Allah selalu memberikan kesehatan, sedih kalau ada yang kena Covid-19. Semoga wabah ini segera berlalu ya, Aamiin.

Reply Delete
Avatar
Ade UFi 15/04/20 23.24

Resiko jadi jurnalis ga ada kata WFH ya, Mba. Semoga Mba Al dalam lindungan Allah deh jauh2 dr penyakit itu.

Reply Delete
Avatar
Uniek Kaswarganti 16/04/20 00.16

Bismillah. Semoga Mb Lida diberi kesehatan dan kekuatan ya selama beraktivitas di luar rumah. Betapa bersyukurnya saya yang tak harus kemana-mana di saat pandemi gini ya. Ga boleh banyak mengeluh ga bisa piknik dan lain-lain, masih banyak orang lain yang kudu berjuang kerja di luar rumah kayak Mba Lida gini.

Reply Delete
Avatar
Diah Kusumastuti 16/04/20 04.58

Semangat ya, Mbak Alida. Harus bener-bener jaga kesehatan ya Mbak. Duh gak bisa komen lebih panjang lagi :(
Salut buat yang masih kuat kerja di luar karena itu memang tuntutan kerjaan kantor atau kondisi lain. Semoga sehat selalu, Mbak..

Reply Delete
Avatar
Tira Soekardi 19/04/20 03.02

yang penting jaga kesehatan dan prosedur saat sudah pulang ya, biar aman

Reply Delete