Theme Layout

[Rightsidebar]

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

yes

Dark or Light Style

[Light]

Penyerahan Dana AXA Mandiri kepada BAZNAS



Percaya nggak bahwa dana asuransi teryata bisa juga disalurkan ke Badan Amil Zakat Nasiobal (Baznas)?
Penasaran nggak, darimana asal dana itu ?
Apakah nasabah harus membayar uang lagi agar perusahaan asuransi bisa ada kelebihan dana sehingga dapat disalurkan?

Beberapa pertanyaan mendasar itu yang menjadi pemikiran saya. Ketika mengetahui bahwa AXA Mandiri, sebuah perusahan asuransi di Indonesia mampu memberikan dana kepada Baznas, saya pun mempertanyakan berapa banyak dana yang diberikan dan darimana asal dana tersebut.
 
Penyerahan Dana kepada Baznas dari PT AXA. Sumber foto : Robit
Selasa, 5 Juni 2018, bertempat di Gedung AXA Tower, Kuningan, Jakarta, pertanyaan saya terjawab sudah. Hari itu, bertepatan dengan hari ramadan ke 21, AXA Mandiri menyalurkan dana surplus underwriting kepada BAZNAS. Surplus underwriting adalah bagi hasil atas penjualan produk asuransi syariah AXA Mandiri. Dana surplus underwriting merupakan selisih dari kontribusi para peserta asuransi syariah ke dalam Dana Tabbaru setelah dikurangi pembayaran santunan atau klaim kontribusi asuransi dan penyisihan teknis dalam satu periode tertentu.

Jumlah yang diberikan pun bisa dikatakan besar yakni senilai Rp 847 Juta. Dana ini meningkat 32% dari tahun 2017, yaitu Rp 642 juta. Apa yang dilakukan AXA Mandiri ini tak lain menjadi salah satu komitmen AXA untuk membangun kualitas hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.

“Kami berharap, amanah nasabah yang kami sampaikan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutur Director of In-Branch Channel AXA Mandiri Henky Oktavianus. Adanya peningkatan jumlah surplus underwriting ini juga terkait adanya peningkatan pada jumlah polis asuransi syariah. Pada tahun 2017, AXA Mandiri telah memberikan perlindungan asuransi syariah melalui lebih dari 59 ribu polis asuransi, meningkat 80% dibandingkan tahun 2016, yakni lebih dari 32 ribu polis.

Sedangkan dari sisi pendapatan kontribusi, di tahun 2017 AXA Mandiri mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar lebih dari Rp 46,7 miliar yang meningkat 12,8% dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 41,4 miliar.

Sebagian dana surplus underwriting ini juga akan digunakan untuk menyediakan 1.200 paket Ramadan Bahagia yang berisi bahan makanan untuk kebutuhan sehari-hari hingga hari raya. Paket ini akan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Yayasan Cerdas Mandiri, Masjid Raudhatul Falah, Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta, serta kepada petugas kemanan dan kebersihan, serta masyarakat yang berada di lingkungan AXA Tower Kuningan.

Zakat untuk Perekonomian Bangsa

Awalnya saya mengira bahwa kerjasama ini adalah yang pertama kali dilakukan antara AXA Mandiri dan BAZNAS. Namun teryata anggapan saya keliru. Kerja sama penyaluran dana surplus underwriting ini telah dijalin dengan Baznas sejak tahun 2012. Berarti kerjasama ini telah berlangsung hampir enam tahun.

Kerja sama ini memberikan dampak positif bagi pemenuhan kebutuhan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang dikelola Baznas. Program-program tersebut di antaranya adalah bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan kemanusiaan.

Zakat adalah salah satu sektor penting dalam filantropi Islam. Sebagai rukun Islam ketiga, zakat wajib dibayarkan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat (muzakki) untuk menyucikan hartanya dengan cara menyalurkan zakatnya kepada mustahik (penerima zakat).
 
Serah terima penyauran dana. Sumber foto : Robit
Berdasarkan outlokk BAZNAS 2017 disebutkan bahwa, zakat ini tidak hanya berfungsi untuk menolong perekonomian mustahik, tetapi juga dapat menjadi instrumen penyeimbang dalam sektor ekonomi nasional. Dalam jangka panjang, tujuan utama zakat adalah mentransformasi para mustahik menjadi muzakki. Hal ini menunjukkan bahwa zakat sangat berpotensi untuk mengatasi kesenjangan ekonomi dan kemiskinan di suatu negara.   

Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan mayoritas penduduk Muslim yaitu sejumlah 216,66 juta penduduk atau dengan persentase Muslim sebesar 85 persen dari total populasi (BPS, 2015). Fakta ini menyiratkan bahwa zakat memiliki potensi besar dan dapat berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan. Data zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di Indonesia menunjukkan bahwa terdapat kenaikan jumlah penghimpunan zakat dari tahun 2002 hingga 2015.

Ada dua jenis zakat yang boleh dikatakan paling banyak diberikan umat muslim yakni zakat fitrah dan zakat profesi. Mengutip dari website BAZNAS, akat fitrah merupakan zakat yg diwajibkan atas setiap individu baik laki-laki maupun perempuan muslim yang berkecukupan.

Zakat fitrah dikeluarkan untuk dirinya sendiri, keluarganya, dan orang lain yang menjadi tanggungan, baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki, maupun perempuan.
 
Suasana di kantor BAZNAS. Sumber foto : Republika.com
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan diri orang puasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji dan kotor, sekaligus untuk memberi makan orang-orang miskin” (HR. Abu Daud). Besaran Zakat Fitrah Rp 40.000,-/orang (3,5 L).  

Ada beberapa syarat wajib zakat fitrah yakni :
- Islam
- Memiliki kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya
- Ditunaikan sebelum terbenam matahari hari terakhir Ramadan

Sedangkan zakat profesi adalah zakat atas penghasilan yang diperoleh dari pengembangan potensi diri yang dimiliki seseorang dengan cara yang sesuai syariat, seperti upah kerja rutin, profesi dokter, pengacara, arsitek, dan lain-lain.

Dari berbagai pendapat dinyatakan bahwa landasan zakat profesi dianalogikan kepada zakat hasil pertanian yaitu dibayarkan ketika mendapatkan hasilnya, demikian juga dengan nishobnya yaitu sebesar 524 kg makanan pokok, dan dibayarkan dari pendapatan kotor. Sedangkan tarifnya adalah dianalogikan kepada zakat emas dan perak yaitu sebesar 2,5 %, atas dasar kaidah “Qias Asysyabah”.a

Komisaris Baznas, Ibu Emmy Hamidiyah menyampaikan apresiasi atas komitmen AXA Mandiri menyalurkan dana surplus underwriting kepada BAZNAS demi kemaslahatan umat. “Kami sangat mengapresiasi dan terus mendukung komitmen AXA Mandiri untuk menghibahkan dana surplus underwriting demi kebaikan masyarakat luas,” katanya.

Kerja sama ini sangat penting bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program Baznas. Kami mengharapkan kerja sama yang baik ini dapat terjalin secara berkelanjutan agar dapat menjadi contoh bagi perusahaan sektor swasta lain untuk melakukan kegiatan positif yang serupa," jelas Ibu Emmy Hamidiyah.

Serangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program Ramadan Juara yang dilakukan AXA Mandiri, yang bertujuan menyemangati masyarakat untuk senantiasa giat beribadah dan berlomba menjadi individu yang bermanfaat bagi sesama, sehingga dapat berjaya menjadi juara pada hari kemenangan.

AXA Mandiri juga senantiasa mendukung masyarakat menjadi pribadi juara dalam mengantisipasi kerugian finansial akibat risiko hidup. Melalui produk asuransi syariah, AXA Mandiri memenuhi kebutuhan perlindungan yang dikelola dengan prinsip syariah yang tentunya bebas dari riba bagi keluarga Muslim.

Saat ini AXA Mandiri memiliki berbagai jenis produk asuransi berbasis syariah yaitu Asuransi Mandiri Sejahtera Mapan Syariah, Asuransi Mandiri Rencana Sejahtera Syariah, Asuransi Mandiri Sejahtera Cerdas Syariah, dan Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah.



You Might Also Like

15 komentar:

  1. Sekarang begitu mudahnya mengeluarkan zakat mal dan zakat profesi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sehingga tak ada alasan lagi untuk tak mengeluarkan zakat ya mba :)

      Hapus
  2. Wow selisih nya besar juga ya yang disumbangkan berarti nasabah axa mandiri sangat banyak nih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba. Alhamdulillah sangat membantu ya mba

      Hapus
  3. Manfaat ketika kita memberi Allah akan membalas dengan berlipat ganda sept yg dialami axa mandiri, smg bisa menginspirasi perusahaan el a inn ya ya.

    BalasHapus
  4. Mba Alida, aku baru tau kalo ternyata AXA Mandiri punya banyak jenis asuransi ya hehe..
    Programnya juga keren-keren dan bermanfaat banget pastinya, semoga ke depannya ada perusahaan lain yang mencontoh seperti AXA Mandiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun kira hanya satu. eh teryata banyak juga pilihan asuransi syariah AXAnya ya :)

      Hapus
  5. Setiap tahunnya meningkat nominal surplus underwriting nya, menunjukkan keberkahan tiada tara.Berbagi tak pernah merugi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mba. Semoga selalu ada ya mba. aamin

      Hapus
  6. MasyaAllah.. jadi punya asuransi sekaligus beramal ya mbak.. semoga makin banyak perusahaan yg aware jg utk beramal

    BalasHapus
  7. Aku kira kerja sama ini juga baru pertama kali, ternyata sudah 6 tahun ya Mba. Apalagi nilainya setiap tahun terus bertambah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah ya mas. Aku pun berharap demikian :)

      Hapus
  8. Salut sama kerjasamanya AXA dan BAZNAS yang sudah terjalin selama 6 tahun ini, semoga dengan adanya dana yang disalurkan oleh AXA ke BAZNAS makin banyak masyarakat yang kurang mampu terbantu ya :)

    BalasHapus

[name=Rach Alida Bahaweres] [img=https://2.bp.blogspot.com/-nU7vyrF6_rE/WWw9fpyD9kI/AAAAAAAADWA/7zfkXenvrN8MH6Q4lAACPTciMJaet1lGACLcBGAs/w345-h245-c/Alida.png] [description= Saya Alida. Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com] (facebook=https://www.facebook.com/rach.bahaweres) (twitter=https://twitter.com/lidbahaweres) (instagram=https://www.instagram.com/lidbahaweres)

Follow @lidbahaweres