Pengalaman Vaksin Pfizer pada Anak

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Pengalaman Vaksin Pfizer pada Anak


Alhamdulillah, akhirnya anak saya, Ayyas yang berusia 12 tahun lengkap vaksin covid pfizer pada hari Selasa, 5 Oktober 2021. Setelah sebelumnya pada 14 September vaksin covid pfizer. Kedua vaksinasi covid pada anak ini dilakukan di satu tempat yakni di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Vaksin pfizer atau BNT162b2 adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit covid 19. Vaksin yang mulai dikembangkan sejak tahun 2020 ini merupakan hasil kerjasama perusahaan biotrknologi Jerman, BioNTech dengan perusahaan farmasi asal Amerika, Pfizer.


Hari kedua vaksin kami sekeluarga mengantar Ayyas vaksin covid. Kebetulan saya dan suami libur serta ditemanin anak kami lagi, Mas Ghaffar untuk mengantar Ayyas vaksin. Karena vaksin pertama di RS UI, maka vaksin kedua tak perlu registrasi online tapi langsung diminta datang sesuai jam vaksin pertama yakni pada pukul 08.00-10.00 WIB.

Sejak awal saya sudah mengatakan ke suami lebih baik berangkat awal yakni pukul 07.30 WIB jadi tiba di RS UI sekitar setengah jam kemudian. Tapi suami sarankan untuk berangkat dari rumah pukul 08.00 WIB.

Setengah jam kemudian, kami tiba di Entrace Room RS UI. Saat tiba, langsung ke meja pendaftaran dan menunjukkan bukti undangan vaksin kedua ke petugas dan langsung diberikan nomor antrian. Tak perlu menunggu setengah jam, kami langsung diarahkan ke lokasi vaksinasi di kawasan parkiran RS.


Pindah ke kawasan parkiran yang tertutup, kami kembali menunggu. Kemudian nomor antrian dipanggil beserta empat nomor lainnya. Kami duduk mengelilingi satu meja di depan petugas. Petugas menanyakan kondisi apakah ada yang sakit seperti batuk, demam dan lainnya. Alhamdulillah Ayyas sehat dan tidak mengalami batuk demam.

Kira-kira tak sampai lima menit, langsung diarahkan ke ruangan lainnya untuk diukur tensi, penyuntikan dan observasi. Awalnya, Ayyas dipanggil untuk tensi dan dicek lagi surat vaksin pertama dan kartu identitas. Saya tunjukin KIA (kartu identitas anak). Alhamdulillah tensinya normal sehingga kami diminta untuk menunggu sebentar sebelum divaksin.



Tak ada antrian untuk tindakan vaksinasi sehingga kami tak perlu menunggu lama untuk disuntik. Ayyas sempat komentar, “Ummi” dengan tatapan memelas. Saya pegang tangannya, dokter suntik dan dia tak merasakan apapun. Alhamdulillah tindakan vaksinasi berjalan lancar.

Kami tak langsung pulang tapi menunggu 15 menit untuk dilakukan observasi pasca vaksinasi. Sambil menunggu, kami menonton beberapa tayangan terkait betapa pentingnya observasi pasca vaksinasi. Jadi ada beberapa hal yang harus ditunggu untuk menunggu reaksi seperti alergi misalnya urtikaria, reaksi anafilaksis dan bahkan pingsan.

Lalu bagaimana kalau ada sakit, bengkak, dan kemerahan pada area bekas suntikan ? Ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni :

  • Kompres dingin pada lokasi
  • Berikan parasetamol jika diperlukan untuk meringankan ketidaknyamanan



Kalau mengalami reaksi berat seperti :

  • Kesulitan bernapas 
  • Pembengkakan pada wajah,  tenggorokan, mata atau bibir
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing dan lemas
  • Ruam parah di seluruh tubuh

Maka harus segera kunjungi pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. 

Saya juga bersyukur bahwa Ayyas tidak mengalami dampak apapun setelah vaksin hingga sehari setelah vaksin. Tak ada rasa pegal di tangan atau demam sesaat. Jadi lebih merasa lapar dan mengantuk saja. Alhamdulillah.

Oh ya, walaupun sudah vaksin tetap terapkan protokol kesehatan ya!

 

 

8 komentar

Avatar
Diah Alsa 07/10/21 22.33

Alhamdulillah, Adik Ayyas udah vaksin lengkap.
semoga sehat selalu.
kalau disini belum ada Pfizer nih, Moderna aja masih jarang lebih diperuntukkan ke Nakes dulu katanya :)

Reply Delete
Avatar
Santi Dewi 08/10/21 19.34

Alhamdulillah plong dan senang ya mba rasanya anak sudah di vaksin. Kalau anak saya yang kedua masih usia 11 tahun jadi belum bisa vaksin

Reply Delete
Avatar
Kiky | riskysupriati.com 08/10/21 22.41

Ini yg efektivitasnya tinggi yaa dan aman? Alhamdulillah jadinya bisa terlindungi dari covid^^ Aku juga udah vaksin 2x namun apa adanya yg tersedia saja.

Reply Delete
Avatar
Shyntako 09/10/21 09.08

Alhamdulillah ya mba anakmu dpt vaksin Pfizer, apapun vaksinnya sih tetap manfaatnya sama ya. Pokoknya ikhtiar buat melindungi diri dari Covid-19

Reply Delete
Avatar
Susie Ncuss 09/10/21 12.39

Suami juga vaksinnya pake pfizer. Alhamdulillah gak ada efek tertentu, cuma ngantuk berat aja :D

Reply Delete
Avatar
lendyagassi 09/10/21 16.31

Kalau untuk anak itu ada macam-macam jenisnya atau hanya tersedia pfizer, kak?
Anakku belum, karena belum masuk usianya.
Semoga segera ada vaksin anak dibawah usia 12 tahun.

Reply Delete
Avatar
Anggraeni Septi 10/10/21 06.41

wah sudah vaksin komplit nih dek Ayyas, Alhamdulillah prosesnya lancar ya mbak. Semoga segera dibolehkan vaksin untuk anak dibawah 12 tahun agar anak sy juga bisa vaksin :) Semoga selalu sehat dek Ayyas :)

Reply Delete
Avatar
Nyi Penengah 12/10/21 06.12

Allhamdulilah lega rasanya ya Mba Lid, antar anak dan prosesnya berjalan lancar pun tidak ada efek apa-apa. Sehat selalu sekeluarga mba

Reply Delete