Senin, Januari 30, 2017

Pengalaman Berwisata Sejarah di Monumen Kapal Selam Surabaya

September 2016, saya mendapat kesempatan untuk datang ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan sepupu. Saya datang berdua dengan Ayyas menggunakan pesawat dari Jakarta. Kami sengaja datang dua hari sebelum acara berlangsung agar bisa puas berkeliling Surabaya. Maklum, walaupun sering ke Surabaya, tak selamanya kami bisa berkeliling. Tiba di Surabaya, saya dijemput adik dan keluarganya.

Rencananya pas nyampe Surabaya, langsung ke kantor tante. Namun tiba-tiba di tengah jalan, Ayyas berkata sambil menunjuk ke arah kanan jalan. Sebuah kapal selam berukuran besar berada di samping sungai yang mengalir bersih. “Ummi itu apa?,” katanya. Saya kemudian melihat ke arah tempat yang ditunjuk oleh Ayyas. “Oh itu Monumen Kapal Selam,” kata saya.

Monumen Kapal Selam






“Aku mau ke sana, Mi,” katanya. Adik saya, Ir, tanpa banyak tanya langsung membelokkan mobilnya ke arah Monumen Kapal Selam (Monkasel). Kami memilih untuk parkir mobil di samping Plaza. Ini bukan pertama kali saya ke Monkasel namun karena sudah terlalu lama, saya jadi lupa juga pintu masuknya. Hehhee. Awalnya saya mengira harus jalan lagi ke luar tempat parkir untuk masuk, teryata tak perlu. Jadi, kita tak perlu mutar lagi. Ini menguntungkan karena udaranya sangat panas.  Harga tiket masuk Rp 15 ribu dan kita bisa bebas menikmati Monkasel.

Kapal selam yang dipamerkan adalah kapal selam jenis SS type whiskey class dan dibuat di vladi wostok Rusia pada tahun 1952. Kapal jenis ini masuk jajaranTNI Al mulai tanggal 29 Januari 1962 dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh, pengintaian dan melakukan silent raids.
 
Asli loh kapal selamnya 
Jadi, saat masuk ke kawasan Monkasel, kita langsung masuk ke kapal selam yang bercat hijau biru. Di ujung tangga masuk, ada seorang petugas yang akan memeriksa tiket masuk. Suasana di dalam monkasel cukup gelap. Penerangannya agak kurang.  Monumen ini terdapat tujuh ruangan. Ruangan pertama adalah ruangan haluan torpedo yang terdapat 4 peluncur torpedo, tempat torpedo cadangan, tempat istirahat ABK dan dome sonar di bawah geladak. Ruang kedua tempat lounge room perwira yang juga berfungsi sebagai ruang makan dan tempat bekerja perwira. Ruang ketiga merupakan ruang pusat informasi tempur, pusat kegiatan tempur dan tempat pengoperasian. Ruang keempat adalah lounge room bintara atau tamtama dan dapur. Ruang kelima adalah tempat motor diesel, pesawat bantu dan pengendaliannya. Ruang keenam tempat motor listrik penggerak kapal. Sedangkan ruang ketujuh adalah ruang torpedo buritan yang berfungsi menyerang atau menghindar. Kami mengunjungi satu persatu ruangan yang ada di dalam monkasel.

Berpose di dalam Monumen Kapal Selam
Kalau mau foto, saya suka pintu antar ruangan yang berbentuk bulat. Jadi, kalau mau foto itu bisa menjadi salah satu pilihan. Atau bisa juga foto saat melihat teropong. Pas kami datang, suasananya lagi sepi sehingga kami puas untuk berfoto tanpa ada gangguan orang lewat. Hehhehe. Oh ya, karena penerangan di dalam monkasel agak gelap, jadi saat foto malah beberapa kali hasilnya kurang maksimal jika tak pakai blitz. Alhasil, saya harus berulangkali foto untuk mendapatkan hasil yang bagus. Datang ke Monkasel, juga ada informasi tentang masing-masing ruangan dan kondisinya pun masih terpelihara bagus. Hanya saja, teropong jauhnya agak buram sehingga tak bisa maksimal melihat. Walaupun agak buram, asyik juga mencoba melihat melalui teropong.

Setelah puas berkeliling kapal selam, kami pun langsung keluar dari kapal selam dan membeli minuman ringan untuk Ayyas dan keponakan. Di sepanjang kawasan monkasel ada berbagai toko yang menjual makanan, minman, hingga aneka souvenir. Harganya tak terlalu mahal jika dibandingkan dengan harga di luar.
 
Salah satu isi kapal selam
Di areal Monkasel ini ada ruang video rama. Dulu banget, setau saya tempat ini sering dijadikan tempat kunjungan sekolah. Video rama ini menyajikan film sinematik dan dilengkapi sistem suara stero tentang Kapal Selam KRI Pasopati 410. Sayangnya pas datang waktu itu, saya nggak sempat ke ruang video rama itu karena buru-buru ingin segera datang ke tempat berikutnya.

Monkasel merupakan salah satu tempat wisata yang bernilai sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Apalagi jika datang bersama anak sehingga anak bisa bermain sekaligus belajar. Selain Monkasel, ada juga museum Mpu Tantular, Monumen Jendral Soedirman, Jembatan Merah dan Tugu Pahlawan. Jika ingin berkunjung ke Surabaya tak perlu kuatir tentang akomodasi yang nyaman dan ramah kantong. Airy Rooms bisa menjadi solusinya. Mengapa Airy Rooms?

1. Hotel Airy Rooms itu murah.
2. Airy Rooms adalah jaringan hotel dan guest house terbesar di Indonesia dengan jumlah properti terbanyak.
3. Selain murah, fasilitasnya juga memadai (memiliki 7 jaminan fasilitas di setiap kamar : AC, TV layar datar, perlengkapan mandi, tempat tidur bersih, shower air hangat, air minum gratis, dan WiFi gratis).
4. Bisa dipesan melalui website, Android Apps dan iOS Apps.
5. Pembayaran flexible, bisa bayar lewat bank transfer dan juga kartu kredit.
6. Lokasi hotel-hotelnya strategis dan mudah ditemukan.

 















Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

73 komentar:

  1. save ah..ntar kalo mau jalan-jakan ke sana cari-cari hotelnya di airy rooms :)

    BalasHapus
  2. wah baru tahu di surabaya ada monumen kapal selamnya juga. harus di bookmark nih. kapan2 ke surabaya mau ajak anak2 ke sini juga ah.. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapal selamnya asli mba. Alias bukan miniatur. Smoga bisa main sama anak-anak ya

      Hapus
  3. Kepengen juga masuk kapal selaaaaaammm. Baiklah Monkasel masuk daftar wishlist

    BalasHapus
  4. Pas ke Sby kemarin, cuma mutar lewat monumen kapal selam. Ga sempat mampir. Jawa Timur byk bgt yg mau dieksplor. TFS ya mb Alida

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih sayang nih kalau nggak sempat mampir mba :)

      Hapus
  5. Serasa berada di dalam kapal selam ya, haha... Ke Surabaya kalau saya mah memang mesti nginep di hotel :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nginap di hotel, ajak aku, mba Nitaaa. Hehehe

      Hapus
  6. Deuh yang jalan-jalan melulu.. kemaren Malaysia eh ini udah nyampe surabaya, ajiiib deh mba yg satu ini. Jd kapan aku diajak? *eeh ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuk sini sama aku mba Shona. Hehehe :)

      Hapus
  7. Seru lihat musium..ya..mba.. apalagi modelnya kapal selam..asli...

    BalasHapus
  8. Fahmi anak saya senang lihat kapal selammya Mbak...
    Kapan2 moga bisa ke sana dan menikmati keindahan serta keseruannya

    BalasHapus
  9. deket ya Airy room sama Monkasel, rasanya pengen ngajak anak-anak tp masih "gelap" rutenya :-)

    makasih infonya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini dekat dengan stasiun Gubeng, mba Lia :)

      Hapus
  10. Saya penasaran dengan keadaan di dalam kapal selamnya. Kayaknya suasannya dingin-dingin gitu ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena ada pendingin ruangan, jadinya nggak panas, mba :)

      Hapus
  11. Setuju banget mbak, bisa diandalkan banget AiryRooms ini. Kalau keluar kota gak perlu repot ya mbak cari tempat nginap yang bagus dengan harga yang terjangkau :)

    BalasHapus
  12. Asik kalau lagi sepi gitu, ya. Gak berdesakkan di dalam. Saya beberapa kali lihat hotel yang bekerjasama dengan Airy Rooms. Kelihatan bagus-bagus hotelnya :)

    BalasHapus
  13. Aaah aku malah belum pernah ke sini. Anak-anak malah pergi nge mall di sebelah monumen ini :)

    BalasHapus
  14. Kayaknya pernah lihat monumen ini waktu dari stasiun ke arah Madura. Airi room kayaknya ada di banyak kota ya? Belum pernah nyoba.

    BalasHapus
  15. Karena Ayyas, Ummi jadi punya postingan blog, nih :)

    BalasHapus
  16. Boleh banget dicoba ni , tempatnya unik dan nyaman kayaknya nya

    BalasHapus
  17. Waah itu beneran kapal selamnya mbak,?asyiik bangett...langsung cek airyroom ahh buat booking kalau mau halan halan

    BalasHapus
  18. Wah, seru nih bisa jalan-jalan ke tempat seperti ini. Anak-anak saya pasti suka. Mereka suka sih dengan kapal selam. Semoga bisa kesampaian main ke sana. :D

    BalasHapus
  19. bisa jadi referensi nanti kalau mau liburan ni

    BalasHapus
  20. Aku seumur2 beum pernah ke sana, gagal mulu huwaaaaaaaa
    Moga pas mudik lg bisa ke sana hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah piye orang Surabaya belum mampir. Hehehe
      Ntar ama aku yaa :p

      Hapus
  21. aku pernah sekali berkunjung ke monumen kapal selam ini, dan aku dari kosan jalan kaki lumayan setengah jaman jalannya XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah lumayan tuh jalan di antara panasnya matahari. Hehhehe

      Hapus
  22. wwwah seru juga ya ke monumen kapal selam

    BalasHapus
  23. cakep monumennya, mba. bisa ngrasain seperti apa kapal selam yang asli. catet dulu di wishlist ah, siapa tahu bisa singgah ke surabaya lagi.

    BalasHapus
  24. Eh airy ini murah2 yaaa ternyata, kmrn nganterin temen ku nginep trus aku suka segala printilan nya yg warna biru2 manja

    BalasHapus
  25. Kapal selamnya ternyata gede banget ya mbaaak. AKu ngebayangin kaoal selam cilik-cilik aja kaya di film kartun. Hihihiii. Kalo ke surabaya mampir ke sini aaah. Makasi infonya mbaaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini gede banget mbaaa
      Bakalan suka banget anak kalau diajak kesini :)

      Hapus
  26. aku belum pernah ke siniiii..mau coba aaah

    BalasHapus
  27. ini kapal selam betulan ya...
    seru banget, jadi pengen deh lihat dalemannya seperti apa

    BalasHapus
  28. Apa kabar hape saya tanpa blitz, bisa gelap semua foto-fotonya dong, hahaha 😂... BTW, tepatnya lingkaran bundar kali ya, bukan bulat, hihihi...

    Ini aseli jauuuuuuh banget dari Depok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku ya foto tanpa blitz tapi ya harus tahan lama biar nggak goyang. Hihihi. Nggak jauh kok. NAek pesawat hanya satu jam, mas Hendra :)

      Hapus
  29. wuihhh kapal selam, belum pernah masuk, ternyata besar banget ya mbak

    BalasHapus
  30. Hotelnya pasti nyaman banget ya itu mba. Berwisata ke museum anak-anak pasti suka. Semoga bisa main kesini neh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semoga berkesempataan mba Liswanti :)

      Hapus
  31. aku pas ke sini rame banget mbak, jadi gak bisa nikmatin, huhu
    btw sekarang udah banyak ya hotel2 yg airy rooms, pengen coba..

    BalasHapus
  32. Tiap ke Surabaya mau ke sini tapi slalu dikalahkan sama cuaca yg panas, trus urung, hahaha.

    BalasHapus
  33. wihhh menarikk yah kapal selam gitu.. nanti klo ke Surabaya ajak Babam akhh

    BalasHapus
  34. Wisata sama anak enaknya emang yang berbau heritage ya, Mbak.. Sambil memperdalam pengetahuan sejarah. Saya tahun ini juga pengennya lebih sering ngajak anak jalan ke museum-musem dan tempat wisata bersejarah lain..

    BalasHapus
  35. Kira & Kara suka nih diajakin kesini. Tahu gitu kita bisa meet up disini ya mbak LId? Ayok kapan ke Surabaya lagi??

    BalasHapus
  36. Wah Ummi udah duluan aja ke Monkasel, untung Ayyas nya ngajakin jadi tahu nih saya, kalau di dalamnya agak gelap dan kabelnya ternyata guedhe ya xixi. Aku saja yang asli Malang belum pernah kesono hahahaha

    BalasHapus