Rabu, November 23, 2016

Mencintai Lingkungan Bersama Keluarga

Beberapa waktu lalu saya membaca artikel tentang global warming. Dalam artikel itu dikatakan, salah satu dampak buruk dari global warming adalah terjadi perubahan iklim dan cuaca, gunung es bakal mencair dan es yang mengapung di laut semakin sedikit. Itu bukan pertama kali saya membaca artikel tentang global warming. Tak hanya artikel, namun siaran televisi hingga radio juga kerap membahas tentang bahaya terjadinya global warming. Setelah kerap membaca dan mendengar tentang global warming, saya bertekad untuk melakukan sesuatu. Tindakan itu dapat dimulai dari keluarga. Termasuk keluarga saya. Ini beberapa hal yang saya lakukan bersama keluarga untuk mencegah terjadinya global warming.  

Mengajarkan anak-anak untuk cinta lingkungan
  
Ajarkan anak untuk mencintai lingkungan

Hal sederhana yang saya lakukan kepada anak misalnya mengajarkan agar membuang sampah pada tempatnya. Pernah saat jalan bersama keluarga, anak melihat seseorang membuang sampah di jalan. Tentu saja anak saya tahu bahwa tindakan itu tidak baik. "Harusnya buang sampah di tempat sampah Bukan di jalan raya," kata Ayyas. Kepada anak, saya juga mengajarkan agar menghemat penggunaan air. Maklum, anak memang paling suka main air. Awalnya saya hanya meminta mereka melakukan sesuatu, namun kemudian saya pikir cara saya kurang tepat. Saya kemudian memberikan alasan demi alasan terkait pentingnya menjaga lingkungan. 

Memberikan contoh
Meminta anak menjaga lingkungan, tapi juga harus dibarengi dengan memberikan contoh. Saya misalnya selalu membawa botol minuman kemanapun saya pergi. Entah untuk ke kantor atau saat berjalan-jalan bersama keluarga. Sehingga ini mengurangi membeli air kemasan. Anak pun kemudian selalu membawa botol minuman ketika di sekolah. Terkadang botol minuman yang dipilih sesuai dengan pilihannya sehingga ia semakin semangat untuk membawa botol air dari rumah. Saya juga mengkonsumsi buah-buahan dan menyediakannya buah-buahan di dalam kulkas yang memiliki teknologi econavi inverter. Energy savingnya bisa menghemat energy dan mendinginkan lebih cepat. Jadi, kalau ingin membuat jus, cukup disimpan di kulkas, jus pun dingin tanpa menggunakan es batu.

Kerja bakti keluarga

Yuk ramai-ramai kerja bakti 
Kemarin sempat membaca artikel tentang tips parenting di ecomom.co.id . Ternyata banyak kegiatan sederhana yang bisa dilakukan agar anak aktif. Salah satunya dengan mengajak bekerja bakti. Untuk anak, tugas yang diberikan sederhana saja, misalnya menyiram tanaman. Alat siram tanaman yang dimiliki anak saya bentuknya kecil dan warna hijau seperti kesukaannya. Jadi, anak semakin semangat untuk menyiram tanaman. Tak hanya itu saja. Saya juga membiasakan agar anak selalu mencuci piring setelah selesai makan. Ini tentu harus diajarkan sejak dini.

Memberikan barang-barang ramah lingkungan

  
Untuk keperluan keluarga, khususnya anak, saya selalu memberikan barang-barang yang ramah lingkungan. Misalnya sapu tangan, tumbler dan lain-lain. Tujuannya, anak menjadi lebih ramah lingkungan dengan menggunakan barang-barang yang bisa digunakan terus menerus. Jadi, bukan barang yang sekali pakai terus dibuang. Kalau menggunakan barang yang sekali pakai, kuatirnya akan menambah tumpukan sampah. 

Nah, kalau teman cinta lingkungan, yuk kita ajak orang-orang terdekat kita untuk turut andil dalam usaha mengurangi dampak global warming. Tak usah yang berat-berat, bisa dimulai dari membuang sampah pada tempatnya. Oh ya, apa yang sudah teman lakukan untuk mengurangi dampak global warming

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

36 komentar:

  1. Bawa minum dari rumah pengiritan sekaligus membantu mengurangi sampah xixixi *emakirits :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba. Sama-sama menguntungkan. Hihii

      Hapus
  2. Harus mulai sejak dini yaa biar mereka terbiasa disiplin

    BalasHapus
  3. kalau menggunakan kertas bekas termasuk gak mbak? Saya biasanya menyimpan surat edaran sekolah anak2 saya yang sudah tidak terpakai. Lembar kosong di baliknya saya bisa pakai untuk nulis catatan belanja kalau pas mau ke minimarket/pasar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya termasuk mba Imelda. Aku pun demikian. lebih suka pakai kertas bekas :)

      Hapus
  4. saya mulai mengurangi pemakian plastik kresek kak ama kertas terus bawa botol

    BalasHapus
  5. contoh itu adalah nasihat yg paling tepat buat anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Kania. Soalnya kadang anak kan harus dikasih contoh dulu :)

      Hapus
  6. aku juga suka mengajak anak2 mulai dari rumah dan mereka pun senang melakukannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah kalau anak anak pun suka ya mba :)

      Hapus
  7. Pendidikan ttg global warming emang penting banget ya untuk diajarkan ke anak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Banyak juga yang di sekolah mengajarkan ini :)

      Hapus
  8. Kepada anak-anak saya selalu kampanye untuk membuang sampah pada tempatnya. Dimanapun berada. Walaupun nggak ada tempat sampah, tetap mencarinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Atau biasanya disimpan dulu sampai dapat tempat sampah ya mba

      Hapus
  9. Tuhan tidak suka kepada manusia yang membuat kerusakan di muka bumi. Sudah banyak contoh bagaimana akibat yang ditimbulkan karena kerusakan lingkungan. Banjir bandang dan tonoh longsor sering terjadi.
    Menanamkan cinta lingkungan kepada anak-anak sejak dini adalah salah satu contoh yang dianjurkan.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  10. Saya sendiri cinta lingkungan banget, terbukti depan rumah saya banyak tanaman bunga dan dibelakang rumah saya banyak tanaman sayuran

    BalasHapus
  11. Seandainya semua keluarga di dunia ini melakukan aksi cinta lingkungan, dampak global warming bisa diminimalisir, ya, Mbak :)

    BalasHapus
  12. Bawa minum ke manapun pergi, jadi menghindari beli minuman dengan kemasan plastik.

    Btw air itu agak susah di Palopo Mba, nyalanya hanya jam-jam tertentu. Jadi aku manfaatkan misal air bekas mencuci buat nyiram tanaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah begitu ya mba Rotun :(
      Sama kayak di Ambon yang kadang lampu mati berhari hari :)

      Hapus
  13. Nah aku masih kurang mencintai lingkungan Mbaaa...
    Masih suka beli dijalanan air minum kemasan hahaha..

    Baiklah tertampar di sini, abis pernah bawa botol minuman selalu ilang ajaaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Botol minumannya jangan sampe hilang kalau gitu, mba ;)

      Hapus
  14. Dari kecil Mama-Papaku suka bercocok tanam walau lahan rumah kami sempit hehehe ... Terus suka memanfaatkan plastik2 dan kaleng2 jadi pot ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAh kreatif banget kan ya :)
      Salut kalau drai keluarga sudah melakukan itu mba

      Hapus
  15. setuju mbak, penting banget memang mbak memberi contoh kepada anak

    BalasHapus
  16. Memang ya..sadar lingkungan yg terbaik berawal dari pembelajaran bersama keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar mudah aplikasinya makanya harus bersama keluarga ya mba :)

      Hapus
  17. Saya biasanya mengajarkan anak buang sampah mba, supaya anak sadar dengan kebersihan lingkungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bener banget mba. Paling sederhana adalah buang sampah pada tempatnya :)

      Hapus
  18. Aku kemana-mana juga bawa tumbler mbak. Biar sehat minum air mineral, nggak ngopi aja. Beli botolan juga mahal :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sekali aja udah mahal ya mba. Apalagi kalau berulangkali :)

      Hapus