Kampanye STOP Pneumonia di Sumba Barat oleh Save The Children

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Kampanye STOP Pneumonia di Sumba Barat oleh Save The Children

Pagi itu, 23 Oktober 2019, saya dan rombongan Save The Children melaju dari Kota Waikabubak menuju Desa Loko Ry yang terletak di Kabupaten Nusa Tengara. Jarak tempuh dari Waikabubak menuju desa Loko Ry sekitar 1,5 jam. Perjalanan kami saat itu untuk melaksanakan kegiatan STOP Pneumonia yang diprakasai oleh Save The Children. Sehari sebelumnya, kami melakukan kegiatan sosialisasi Ayah ASI di desa Praijing, Sumba Barat. 

Kehadiran saya di acara kampanye STOP Pneumonia di Sumba Barat sebagai bentuk apresiasi atas menang lomba blog tentang STOP Pneumonia yang dilaksanakan Save The Children. Perjalanan menuju lokasi walaupun melalui jalan yang berkelok-kelok namun akses jalan menuju lokasi sangat baik.

Saya bersama salah satu anak untuk ikut kegiatan cuci tangan

Tiba di kantor Kepala Desa Loko Ry, telah tampak puluhan perempuan warga desa. Mereka datang beramai-ramai membawa buah hati yang rata-rata masih balita. Sebuah banner raksasa disediakan lengkap dengan berbagai atribut terkait kampanye STOP Pneumonia.

Tepat pukul 10.00 WITA, acara dimulai dengan sambutan dari pihak Save The Children yakni DR.  Rashed Shah yang mengapresiasi warga yang datang untuk mendapat informasi tentang bahaya pneumonia. “Saya berharap, setelah pulang dari acara ini semakin banyak yang paham tentang bahaya pneumonia,” katanya.

Masyarakat yang hadir 

“Bayangkan saja, setiap satu menit, dua balita meninggal akibat pneumonia,” tambahnya lagi. Komitmen untuk melawan pneumonia ini harus dilaksanakan karena menurutnya, melawan pneumonia ini tak hanya menjadi tugas pemerintah tapi seluruh sektor termasuk pihak swasta dan orangtua.

Hal yang sama juga disampaikan dokter Wahdini Hakim, Health and Nutrition Advisor Save The Children Indonesia. “Pneumonia ini adalah penyebab kematian terbesar di Indonesia dan mulai mengalahkan diare,” ungkapnya. Untuk mencegahnya, harus memastikan bahwa semua anak usia 0-6 bulan mendapat ASI Esklusif serta memastikan pemenuhan gizi anak pada 1000 hari kehidupan. “Kami harapkan kepala daerah menganggarkan dana desa untuk pneumonia. Selain itu juga makin banyak penyuluh untuk cegah pneumonia,” ungkap Sekretaris Camat dari Kecamatan Waikabubak. 

Sambutan dari berbagai pihak 

Pertanyaannya, ada berapa banyak kasus pneumonia di Sumba Barat ? “NTT memiliki prevalensi pneumonia tertinggi di Indonesia, “ katanya Asisten 1 Bupati Sumba Barat, Pak Imanuel  Ani. Pemerintah daerah berharap bisa melakukan upaya pencegahan penyakit pneumonia. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat yakni Bapak Bonar Sinaga, selama bulan Juli 2019, ada 98 kasus pneumonia yang ada di Puskesmas Melata, Desa Loko Ry, Sumba Barat.

Hal ini senada dengan informasi yang disampaikan oleh dokter Intan, salah satu dokter Puskesmas. “Dalam sehari, bisa lebih dari 10 orang yang datang dengan keluhan pneumonia,” kata dokter Intan. Tak hanya di puskesmas, bahkan di RSUD Sumba Barat pun, dalam sehari bisa lebih dari 5 anak menjalani pemeriksaan karena pneumonia. Dan rata-rata balita yang datang dengan keluhan pneumonia.


Komitmen untuk STOP Pneumonia

Menurut Bapak Bonar Sinaga, aparat kesehatan seperti di puskesmas kini semakin terlatih untuk menangani pneumonia. Ada program manajemen terpadu sehingga bisa menangani pneumonia dengan tepat dan benar. Selain itu, masyarakat juga harus mengetahui sejak dini untuk pencegahan bahaya pneumonia.

Stop Pneumonia 

“Ada tantangan untuk gaya hidup sehat misalnya agar anak tak terkontaminasi asap rokok dan asap dapur serta debu agar tidak terkena pneumonia,” ungkapnya lagi. Dan lebih dari 80 persen pneumonia bisa dicegah dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

Talkshow STOP Pneumonia untuk para warga

Selain acara sambutan dari para pemangku kebijakan untuk menghentikan pneumonia, juga dilakukan talkshow yang menghadirkan dua narasumber yakni :


  • Dr Intan, dokters puskesmas Melata, Desa Loko Ry, Sumba Barat
  • Dr Hana K Wadoe dari Save The Children
  • Bapak Bonar Sinaga dari Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat
Talkshow diawali informasi tentang pneumonia. Apa itu pneumonia? Pneumonia adalah infeksi pada salah satu atau kedua jaringan paru-paru. Jadi, kantong udara pada paru yang seharusnya berisi udara menjadi cairan atau nanah. Akibatnya, anak menjadi sesak napas, demam mengigil, batuk berdahak dan bahkan kesulitan bernapas.

Ada tiga gejala utama terjadinya pneumonia yakni :

  • Sesak nafas
  • Batuk
  • Nafas cepat
Bagi anak usia kurang dari 2 bulan, nafas cepat jika 60 x atau lebih per menit. Sedangkan usia 12 bulan – 59 bulan itu dikatakan nafas cepat jika 40x atau lebih per menit.

Dokter Intan mengatakan bahwa selama ini pasien pneumonia datang ke puskesmas dalam keadaan demam, sesak dan batuk. “Lendir bikin tambah infeksi di paru karena susah keluar lendir,” kata dokter Intan. Terkadang juga pasien di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan lebih maksimal.

Pneumonia, kata dokter Hana, menular melalui tiga hal yakni udara, batuk dan bersin, serta benda-benda pribadi. Tingkat prevalensi pneumonia per 1000 balita di Indonesia sebesar 18,5%. “Di NTT itu terbanyak pneumonia yakni 38,5%,” kata dokter Hana

Dokter Hana (pegang mic) dan dokter Intan

Bapak Bonar Sinaga mengatakan pemerintah selama ini berusaha untuk selalu memberikan pelayanan ke ke masyarakat. “Pemerintah harus menjamin sumber daya manusia, ada gedung fasilitas kesehatan, pemerintah harus siapkan aturan, obat obatan, anggaran,” kata Pak Bonar. Selain itu, pemerintah juga harus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan cepat oleh petugas dan perawat kesehatan.

Lalu bagaimana cara mencegah terjadi pneumonia? Selama ini, Save The Children selalu berusaha untuk meningkatkan kepedulian semua orang bahwa pneumonia menyebabkan kematian nomor dua tertinggi di Indonesia pada anak berusia di bawa lima tahun. Save The Children juga membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk pentingnya penanganan pneumonia pada anak.

Selain itu, Save The Children memiliki tagline yang menjadi cara untuk mencegah pneumonia yakni STOP Pneumonia. Apa itu STOP Pneumonia ?

S : ASI Ekslusif hingga 6 bulan dan ditambah MPASI hingga dua tahun
T : Tuntaskan imunisasi
O : Obati anak jika sakit
P : Pastikan kecukupan gizi anak

Cuci tangan bersama
Selain itu, mencuci tangan juga dapat dilakukan untuk mencegah pneumonia. “Tapi tidak hanya sekedar cuci tangan tapi harus cuci tangan dengan sabun,” kata dokter Hana. Teryata ada 7 langkah mencuci tangan pakai sabun yakni :

  • Gosok sabun ke telapak tangan dengan merata
  • Usap kedua punggung tangan kita dengan merata
  • Bersihkan sela-sela jari
  • Gosok kedua punggung jari bergantian
  • Bersihkan kedua ujung-ujung jari bergantian
  • Bersihkan kedua ibu jari bergantian
  • Bersihkan kedua pergelangan tangan bergantian
Persiapan sebelum cuci tangan

Selain itu, ada lima waktu penting cuci tangan dengan sabun yakni :

  • Setelah dari jamban
  • Setelah membersihkan anak yang buang air besar
  • Sebelum menghidangkan makanan
  • Sebelum makan
  • Setelah memegang hewan atau benda kotor

Oh ya, saat kampanye STOP Pneumonia di Desa Loko Ry, Sumba Barat ini, juga dilakukan kegiatan cuci tangan massal yang melibatkan anak-anak serta pihak pemerintah, dokter dan Save The Children.

Jadi, anak-anak dan orang dewasa berdiri kemudian mencuci tangan bersama-sama di tempat cuci tangan yang telah disediakan. Mereka langsung mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar dan tepat. Walaupun terlihat sepele, tapi memang mencuci tangan ini teryata memang cukup efektif untuk membantu mencegah terjadinya pneumonia.

Saya dan tim Save The Children
Saya melihat banyak anak-anak yang tampak asyik dan belajar tentang pneumonia. Acara yang diikuti oleh ratusan warga yang didominasi perempuan ini tampak menyimak dengan baik sejak awal hingga akhir kegiatan. “Awalnya saya tak tahu tentang pneumonia. Tapi setelah ikut ini, saya semakin paham,” kata Ibu Margareth, salah satu warga yang hadir di acara.




61 comments

Avatar
Irena Faisal Oct 28, 2019, 3:03:00 PM

Sebagai ibu dari anak yg pernah menderita peneomonia, aku tau gimana beratnya penyembuhan pneomonia itu

Reply Delete
Avatar
Nia K. Haryanto Oct 31, 2019, 7:16:00 AM

Wah iya, kakakku juga anaknya pernah Pneumonia. Kasian banget ya anaknya. Kecil-kecil udah dikasih banyak obat. Tapi ya gimana, harus tega demi kesembuhannya. Alhamdulillah udah gede mah sembuh dan sehat.

Reply Delete
Avatar
lianny hendrawati Oct 28, 2019, 3:12:00 PM

Yang datang banyak juga. Kampanye STOP Pneumonia ini memang pentng sekali ya agar warga bisa mendapatkan informasi tentang bahaya pneumonia ini. Dan ternyata cuci tangan pun harus dilakukan dengan benar, nggak boleh asal :D

Reply Delete
Avatar
Akarui Cha Oct 28, 2019, 3:21:00 PM

Walau terlihat sepele, tapi cuci kebiasaan rajin mencuci tangan punya peran penting dalam menjaga kesehatan ya, Mba

Reply Delete
Avatar
tantiamelia.com Oct 28, 2019, 3:59:00 PM

tadinya aku pikir, pneumonia hanya ada di negara negara yang bersalju atau super dingin, ternyata di Indonesia negara tropis bisa juga terjangkit pneumonia

Butuh kerjasama dengan banyak orang untuk sadar bahwa pneumonia adalah masalah kita bersama

Reply Delete
Avatar
Okti Li Oct 28, 2019, 4:54:00 PM

Itulah contoh nyata masyarakat di bawah banyak yg tidak ngeh dengan keadaan yang sedang heboh di atas. Seperti dibilang ibu Margareth.

Saya pun sering menyayangkan, sering di atas sosialisasi ini sosialisasi itu. Lewat media, gathering dll. Tapi masyarakat bawah sana, mana tahu? Betapa persen masyarakat bawah sana melek media, apalagi internet?

Kegiatan seperti ini, terjun langsung ke bawah, harus lebih diperbanyak. Supaya masyarakat sebagai tujuan menjadi dasar dan tepat sasaran.

Reply Delete
Avatar
diane Oct 28, 2019, 5:41:00 PM

wahh edukasi yang penting banget nih.. setidaknya warga jadi tahu ya tentang apa dan bagaimana pneumonia..

Reply Delete
Avatar
Widyanti Yuliandari Oct 28, 2019, 5:58:00 PM

Pneumonia ini termasuk lumayan mengagetkan kalau buat aku. Awalnya kukia sudah tidak ada lagi penyakit ini. Setidaknya udah jarang banget gitu. Eh, ternyata justru prevalensinya cukup memprihatinkan.

Reply Delete
Avatar
FIRSTY UKHTI MOLYNDI Oct 28, 2019, 7:10:00 PM

Pneumonia termasuk berbahaya ya mbak? Palembang banyak asap nih khawatir banyak anak2 terserang pneumonia juga.

Reply Delete
Avatar
Dapur Ngebut Oct 28, 2019, 8:10:00 PM

ternyata dalam rangka kampanye stop pneumonia toh makanya mamak keren yg satu ini ada di sumba. edukasi yg penting agar masyarakat luas bisa lebih tahu tentang bahaya pneumonia

Reply Delete
Avatar
Intan Daswan Oct 28, 2019, 8:44:00 PM

Acara seperti ini edukatif sekali. Apalagi bagi ibu-ibu sebagai pondasi dalam sebuah keluarga. Kalau ibunya lebih peduli akan kesehatan, maka anak-anaknya pun akan terbawa kebiasaan baiknya.

Reply Delete
Avatar
Lisdha Oct 29, 2019, 5:13:00 AM

bulan ini ada seorang teman lamaku (usia dewasa) meninggal karena pneumonia. sebelumnya kupikir pneumonia hanya fatal pada usia anak2. ternyata pd usia dewasa pun bisa mengakibatkan kematian :(

Reply Delete
Avatar
artha Oct 29, 2019, 7:05:00 AM

ternyata angka kematian akibat pneumonia lebih besar dari angka kematian akibat diare. merupakan langkah tepat edukasi seperti ini ke daerah3

Reply Delete
Avatar
Rosanna Simanjuntak Oct 29, 2019, 7:45:00 AM

Setuju sama Mba Okti Li.

Kudu lebih banyak lagi area, terutama yang tidak terjangkau media, diberikan akses informasi paripurna seperti ini.

Btw, senangnya ibu Dirut ya, bisa berbagi sekaligus jelong-jelong eui.

Reply Delete
Avatar
irni Oct 29, 2019, 8:36:00 AM

STOP Pneumonia ini emang penting banget ya mbak. Apalagi di wilayah yang Pneumonia emang tinggi. Lingkungan dan gaya hidup emang berpengaruh banget seh untuk penularan penyakit ini. Smeoga setelah acara ini di wilayah tersebut bisa berkurang ya Pneumonianya

Reply Delete
Avatar
TIAN LUSTIANA Oct 29, 2019, 10:46:00 AM

Masalah pneumonia ini harus lebih diperhatikan ya mbak dan sosialisasinya memang harus gencar.

Reply Delete
Avatar
Dee_Arif Oct 29, 2019, 11:10:00 AM

Kegiatan STOP Pneumonia ini sangat bermanfaat ya mbak..

Dgn kegiatan ini masyarakat bisa turut serta dalam mencegah pneumonia

Dan langkah kecil dalam menjaga kesehatan adalah dgn rajin mencuci tangan dgn sabun ya

Reply Delete
Avatar
Kanianingsih Oct 29, 2019, 11:34:00 AM

Penting banget ya mba sosialisasi kesehtan di daerah sperti ini supaya mereka paham cara mencegah penyaikit seperti pnemonia

Reply Delete
Avatar
Rachmanita AdindaRara Oct 29, 2019, 1:48:00 PM

Bener banget Phenoumonia ini sangat berbahaya banget apalagi buat anak2 harus selalu waspada ya. Dan segera menangguoangi dengan cepat

Reply Delete
Avatar
Dian Restu Agustina Oct 29, 2019, 2:37:00 PM

Alhamdulillah, kalau akhirnya acara ini membiahkan hasil kepahaman warga akan pneumonia ya Mbak Alida.
Ternyata cara pencegahannya pun tidak susah ya, cuci tangan dengan benar diantaranya. Salut dan sukses untuk gerakan STOP Pneumonia dan Save The Children.

Reply Delete
Avatar
Andiyani Oct 29, 2019, 4:41:00 PM

keponakanku meninggal mba, setelah batuk pilek dan nafas sesak beberapa minggu atau bulan gitu.

Reply Delete
Avatar
Nurul Sufitri Oct 29, 2019, 6:06:00 PM

Wah, bagus sekali program STOP Pneumonia ini terutama buat masyarakat pedalaman. Aku pun baru ngeh untuk mencuci tangan yang bersih itu sampai 7 tahap ya 😁😁 Btw semoga bisa berkurang jumlah anak yg sakit jgn sampai 5 org dlm sehari hiks sedih bnyk ya, mb Al. TfS.

Reply Delete
Avatar
Demia Kamil Oct 29, 2019, 7:16:00 PM

keren banget nih campaignnya yaa, stop pneumonia, semoga tujuannya bisa tercapai, dan semoga pneumonia emang bener bener bisa terstop ya, <3

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi Oct 30, 2019, 7:43:00 AM

Gejalan pneumonia ini persis seperti batuk flu biasa yaa..kak Lid.
Adakah screening dari rumah sakit yang lebih detil mengenai pneumonia selain menghitung jumlah napas?

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi Oct 30, 2019, 11:03:00 PM

Apakah di Kota Waikabubak, Nusa Tenggara termasuk daerah yang susah mendapatkan air bersih, kak?
Aku salut sama kampanye pemerintah ini.
Semoga terus dilaksanakan secara menyeluruh ke daerah-daerah pelosok Indonesia.

Reply Delete
Avatar
Jeanette Agatha Oct 30, 2019, 8:58:00 AM

Suka banget sama program kesehatan ini. Semoga dengan program ini semakin banyak anak2 yang selamat dr penyakit pneumonia. Amin :)

Reply Delete
Avatar
Damar Aisyah Oct 30, 2019, 10:27:00 AM

Kekhawatiran akan pneumonia juga yang membuatku agak riwil kalau anak-anak mengalami gangguan pernapasan. Kalau mereka batuk, khususnya pas masih bayi, aku bener-bener pantau mbak. Ya kecepatan napasnya, ya suaranya. Selain itu jumlah dan warna lendir. Pokok kalau sudah terlihat mengganggu, aku mending ke dokter buat konsultasi. Meskipun kata orang,batuk bisa sembuh sendiri. Ah, gak berani ambil risiko aku mah

Reply Delete
Avatar
Ade UFi Oct 30, 2019, 10:32:00 AM

Itu huruf S-nya kok ga pas sama huruf depan kepanjangannya, Mba? Kalau huruf TOP kan pas tuh.

Btw, memang kadang kita suka ga aware sama hal2 yg bs berakibat ke pneumonia. Nice share, Mba. Ma kasih ^_^

Reply Delete
Avatar
Nathalia DP Oct 30, 2019, 12:22:00 PM

Wah, di NTT banyak ya kasus pneumonia :( Semoga setelah adanya kegiatan ini menjadi semakin berkurang...
Menjaga kebersihan tangan itu penting ya, bukan hanya untuk mencegah penularan pneumonia, tapi penyakit lain juga...

Reply Delete
Avatar
Lily Kanaya - www.Glowlicious.Me Oct 30, 2019, 12:58:00 PM

Semoga campaign ini tetap bisa berjalan dan berkembang ya mba bahkan ke daerah lain yang memang membutuhkan perhatian khusus terkait pneumonia

Reply Delete
Avatar
Natrarahmani Oct 30, 2019, 1:07:00 PM

Ahh save the children. Aku juga bagian dari komunitas itu kak dan masih mencoba membantu tiap bulan. Bener sekali pneumonia menjadi momok yang menakutkan terutama bayi hingga anak anak khususnya

Reply Delete
Avatar
Melissa Olivia Oct 30, 2019, 1:19:00 PM

Edukasi tentang pneumonia ini emang penting ya hingga ke pelosok daerah, supaya makin banyak yang paham bahaya dan cara mencegahnya.

Reply Delete
Avatar
Andiyani Oct 30, 2019, 2:25:00 PM

semakin gencar awarenessnya, jadi bikin aparat kesehatan seperti di puskesmas kini semakin terlatih untuk menangani pneumonia.

Reply Delete
Avatar
PuputFebriina Oct 30, 2019, 3:08:00 PM

Serem banget ya setiap 1 menit 2 balita meninggal akibat pneumonia. Bagus ini Kampanye nya jadi masyarakat jadi bisa menjaga gaya hidup.

Reply Delete
Avatar
Ola Ayu Puspasari Oct 30, 2019, 4:08:00 PM

Semoga yanh berkampanye mengenai pneumonia ini juga bisa berkampanye di tempat lain ya mba, karena memang wajib banget para ayah di edukasi hal ini

Reply Delete
Avatar
Sri Widiyastuti Oct 30, 2019, 6:33:00 PM

Seru banget ya umi, anak anak keliatan antusias mengikuti acara ini. Semoga dengan gencarnya kampanye bebas pnenomia.

Reply Delete
Avatar
elva s Oct 30, 2019, 7:19:00 PM

Saya masih awam tentang penyakit Pneumonia, tetapi nggak salah menambah wawasan atau informasi tentang penyakit tersebut, dan cara menanganinya .
Karena terkadang kita nggak sadar jika bahaya penyakit tersebut mengintai kita

Reply Delete
Avatar
Yanti Alif Oct 30, 2019, 9:12:00 PM

Kepedulian terhadap penyakit pneumonia memang harus selalu ditingkatkan y mba apalagi didaerah2 terpencil biar bsa cepet ditanggulangi dan disembuhkan

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati Oct 30, 2019, 10:02:00 PM

Dulu aku sempat mengira kalo pneumonia itu hanya terjadi di tempat berudara dingin dan lembab. Ternyata di NTT ada banyak anak penderita pneumonia ya mba. Berarti kudu sering diadakan sosialisasi tentang budaya hidup bersih dan sehat

Reply Delete
Avatar
febridwicahya.com Oct 30, 2019, 10:10:00 PM

sebuah kampanye yang bagus, dan mencerahkan :)

semoga dibebaskan dari pneumonia ya mba :'

Reply Delete
Avatar
Lina W. Sasmita Oct 30, 2019, 10:10:00 PM

Saya pernah baca tulisan Mbak tentang pnemonia ini, bagus banget Mbak memang tulisannya pantas saja jadi juara. Ternyata hadiahnya jalan-jalan ke Sumba ya. Duuh keren banget.

Reply Delete
Avatar
Liswanti Pertiwi (PenaLiswanti) Oct 30, 2019, 10:38:00 PM

Acara yang menarik dan bermanfaat nih. Aku juga jadi mengerti tentang pneumonia ini mba. Jadi nambah wawasan juga.

Reply Delete
Avatar
Nia K. Haryanto Oct 30, 2019, 11:25:00 PM

Sedih deh sejak tahu fakta mengenai penyakit pneumonia ini. Ternyata jumlahnya masih banyak di Indonesia. Semoga sosialisasi, dan kunjungan ke pelosok seperti ini bisa dilakukan ke banyak tempat dan terus menerus. Supaya angkanya semakin menurun. Berkebalikan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakatnya

Reply Delete
Avatar
Ratnasari Pevensie Oct 31, 2019, 7:01:00 AM

Duh serem juga yaa Pneumonia ini adalah penyebab kematian terbesar di Indonesia bahkan mulai mengalahkan diare huhu Makanya bener-bener harus diatasi sejak dini yaa supaya berangsur-angsur bisa turun kasus penyakit ini

Reply Delete
Avatar
Ludyah Annisah Oct 31, 2019, 9:39:00 AM

Salah satu cara untuk mengantisipasi Pneumonia ini adalah dengan memperbaiki gaya hidup ya mba. Khususnya cuci tangan bagi anak-anak, mesti diperhatikan banget nih.

Reply Delete
Avatar
Khairun Nisa -ichaa Oct 31, 2019, 4:04:00 PM

Biasakan cuci tangan sedari dini ya kak, untuk menghindari segala jenis penyakit, seru banget campaign nya outdoor gitu

Reply Delete
Avatar
herva yulyanti Oct 31, 2019, 10:34:00 PM

Wah dihadiri banyak ya ummi sampe ratusan dan aku sedih banget baru tahu NTT jadi prevalansi tertinggi untuk kasus pneumonia -_- duh semoga dengan adanya kampanye ini jadi awareness untuk semua warga sana aamiin

Reply Delete
Avatar
Ratna Kirana Nov 1, 2019, 1:01:00 AM

Ternyata mencegah pneumonia juga dimulai via cuci tangan ya. Semoga sosialisasi ini dapat mengurangi jumlah penderita, kalau bisa sembuh semuanya hehe

Reply Delete
Avatar
Rachmanita AdindaRara Nov 1, 2019, 5:38:00 AM

Phenomenia ini emang sangat berbahaya kadang emang tanpa disadari oleh orang tua gitu..untuk tau penyakit ini...

Reply Delete
Avatar
Maria Soraya Nov 1, 2019, 6:10:00 AM

Kegiatan ini baguuus banget, karena langsung ke target. Masyarakat jadi tau cara2 cuci tangan yg benar.

Reply Delete
Avatar
Artha Amalia Nov 1, 2019, 6:21:00 AM

ternyata langkah cuci tangan yg benar tuh mudah sekali dan gampang dihapal. kudu dipraktekkan dan diajarkan pada si kecil nih biar selalu sehat sekeluarga

Reply Delete
Avatar
Desri Desri Nov 1, 2019, 7:32:00 AM

aku pernah liat bayi yang mengidap pnemonia, kasian baget dan gak tega, baru berusia 4 minggu, karena di rumah ada yang merokok juga sirkulasi udara ngga bagus di rumahnya.

Reply Delete
Avatar
Elliza Efina - www.rajnikala.com Nov 1, 2019, 7:44:00 AM

Acara yang super penting dan bermanfaat banget, mbak. Dengan begini, masyarakat jadi lebih tahu dan makin tambah wawasannya agar bisa melakukan tindakan preventif demi tidak terjangkit pneumonia.

Reply Delete
Avatar
Larasatinesa Nov 1, 2019, 8:46:00 AM

Beruntung banget mba bisa hadir di sana turut serta dalam campaign stop Pneumonia. Sepele ya cuci tangan itu tapi bisa berakibat fatal kalau nggak bersih. Aku selama ini masih belum 7 tahap sih. Jadi lebih aware sekarang.

Reply Delete
Avatar
Widya Lim Nov 1, 2019, 9:00:00 AM

aku baru tau tentang penyakit pneumonia ini kak.. makasih banget infonya, jadi bisa lebih waspada ..

Reply Delete
Avatar
Farhati Mardhiyah Nov 1, 2019, 9:11:00 AM

Pneunomia ini penyakit kelainan darah kak kak? Kenapa ya di NTT angkanya cukup tinggi? Jadi makin semangat hidup sehaat

Reply Delete
Avatar
sumiyati sapriasih Nov 1, 2019, 12:34:00 PM

khusus cuci tangan pada anak perlu diperhatikan nih ... karena merupakan salah satu mengantisipasi Pneumonia

Reply Delete
Avatar
Efa Butar butar Nov 1, 2019, 10:33:00 PM

Edukasi cara cuci tangan yang tepat itu penting banget deh mba. Aku sendiri kalau ngga diajarin sama temenku yang emang kerja di rumah sakit ngga bakal ngerti kalau cuci tangan harus sekompleks itu ternyata 😁😁
Tapi kalau ngga diajarin, ya pemahamannya cuci tangan hanya urusan telapak tangan dan punggung tangan doang. Ngga perhatiin celah jari juga

Reply Delete
Avatar
sri widiyastuti Nov 2, 2019, 4:11:00 PM

Umi, selamat yaa karena sudah sampai di Sumba Barat untuk mengikuti acara stop Pneumonia. Edukasi tentang ini memang penting ya mi, karena belum tentu informasi kesehatan bisa sampai ke pelosok desa. kalau dikumpulkan seperti ini kan insformasi kepada masyarakat merata. semoga diikuti juga kegiatan ini didaerah yang lain juga ya mi. berkah insyaAllah.

Reply Delete
Avatar
Novi Nov 3, 2019, 9:52:00 AM

Bagus ya acaranya, artikel kamu juga inspiratif banget beb aku jadi tau tentang pneumonia sekarang, jadi lebih hati-hati juga deh :)

Reply Delete
Avatar
Li Partic Nov 4, 2019, 5:17:00 AM

Oh, STOP itu ternyata singkatan ya. Tapi menurutku masih terlalu umum. Bukankah merawat anak dari bayi selalu lakukan itu? Kalau cuci tangannya setuju banget. Penyebab penyakit biasanya diawali dari tangan dan mulut.

Reply Delete