Cara Mengatasi Speech Delay Anak

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Cara Mengatasi Speech Delay Anak


“Loh, kok ngomongnya nggak jelas?”
“Anaknya bu A udah ngomongnya lancar. Kok anakmu ngomongnya masih belum jelas?”
“Eh ini ngomong apa ya? Saya nggak ngerti karna anaknya ngomong nggak lancar”

Ada yang sudah pernah mendengar omongan seperti di atas ? Atau sudah sering anaknya dikomentarin seperti itu? Yap, memang omongan-omongan di atas seringkali terucapkan bukan dari teman tapi bahkan oleh keluarga. Teman-teman tahu atau pernah mendengar istilah speech delay ?

Sumber foto : pixabay.com

Kawan saya misalnya, harus menerima berbagai omongan yang membuatnya bersedih karena anak satu-satunya mengalami speech delay. Awalnya ia merasa biasa-biasa saja ketika buah hatinya jarang mengucapkan kosakata yang seharusnya terucap oleh anak seusianya.

Apalagi ada juga yang mengatakan jika kalau anak alami telat bicara tak masalah asalkan dia sudah bisa jalan dan lain-lain. Tapi lama kelamaan, ia merasa ada yang kurang dari perkembangan anaknya sehingga kemudian ia memutuskan untuk mengetahui lebih banyak tentang speech delay yang dialami sang anak.  

Bagaimanapun, jangan anggap enteng ketika anak mengalami keterlambatan bicara. Menurut Psikiater Konsultan Anak & Remaja, dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K) , perkembangan berbicara pada anak memiliki tolak ukur. Misal, lanjutnya, saat usia  12-13 bulan, anak seharusnya bisa memiliki satu kosa kata baru selain ‘mama’ dan ‘dada’.

Menurutnya, tolak ukur perkembangan bicara dan bahasa itu sebagai tolak ukur perkembangan kognitif mereka, intelektual mereka. Tentu saja, ini menentukan perkembangan pada tahap-tahap selanjutnya. Speech delay teryata memiliki beberapa resiko terkena gangguan jiwa, kecemasan, depresi. Anak yang mengalami speech delay tidak dapat meluapkan emosi marah, sedih, kecewa dan lain-lain. Dan ini tentunya kurang baik untuk perkembangan anak.

Lantas, apa faktor penyebab speech delay? Teryata, ada banyak faktor penyebab speech delay, salah satunya faktor lingkungan yang deprivasi. Faktor ini dapat dilihat ketika orang-orang di lingkungan mengharapkan sangat banyak pada kemampuan anak.

 “Contohnya, ada anak baru umur 3 tahun udah pakai 3 bahasa: Indonesia, Mandarin, Inggris. Kalau anak yang nggak ada gangguan itu nggak masalah, tapi anak dengan gangguan itu kacau balau,” kata dr Anggia Hapsari.

Kalau dipaksakan kepada anak yang tidak mampu, imbuhnya, itu akan mempengaruhi kemampuan kognitif mereka. Dampak lain yang mungkin terjadi yaitu prestasi akademik akan berkurang, anak menjadi pencemas tinggi, interaksi sosial anak juga akan memburuk. Tentu saja ini tak ingin terjadi kan?
 
Sumber foto : dini.id
Kemudian, apa yang harus dilakukan agar mencegah ataupun menangani anak yang mengalami speech delay ? Dr Anggia mengajurkan agar anak harus lebih sering diajak bermain. Nah ketika bermian itu, ada pola interaksi antara orangtua dan anak. Misalnya anak diajak ngobrol tentang bola yang sedang dimainkan, siapa atet bola kesukaannya, kenapa suka main bola dan lain-lain.

Nah pola interaksi itu yang diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya speech delay anak. Jadi, jangan biarkan anak sekedar diberikan bola kemudian membiarkan anak untuk bermain sendiri. Kemampuan emosi anak pun berkembang dengan adanya interaksi antara anak dan orangtua.

Bermain antara anak dan orangtua sebaiknya dilaksanakan sesering mungkin agar anak juga menjadi terbiasa. Selain itu, pola interaksi bermain juga bisa dilakukan melalui bernyanyi, bermain peran dan lain-lain.

Teman-teman punya flash card kan? Nah, biasanya di flash card itu ada kata-kata konsonan. Dengan flash card, anak kemudian secara perlahan bisa diajarkan untuk mengucapkan kata-kata itu.  

Stimulasi dan intervensi untuk mengatasi speech delay anak bisa dilakukan melalui Dini.id. Sudah pernah mendengar website Dini.id? Jadi, Dini.id adalah startup yang khusus dirancang untuk memberikan program stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak dengan memadukan antara teknologi, ilmu psikologi, orangtua, dan tim ahli.


Keterlibatan antara teknologi, psikologi, orangtua hingga tim ahli tentunya merupakan kolaborasi yang apik untuk penanganan speech delay anak. Apa saja program Dini.id? Ada beberapa program Dini.id yakni :
  • Sistem assessment online gratis di website www.dini.id yang dapat mengidentifikasi keterlambatan dan potensi dalam perkembangan anak.
  • Kelas stimulasi dan intervensi sambil bermain yang dilakukan di playground-playground mitra  yang dirancang untuk mengaktifkan neuron dalam otak sehingga meningkatkan perkembangan kognitif dan menjadi dasar perkembangan tahap selanjutnya terutama untuk belajar.
  • Program assesment, observasi & investigasi berkala yang disupervisi oleh psikiater dan psikolog klinis untuk mengoptimalkan perkembangan anak yang berbeda-beda dan unik.
  • Dengan stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak, diharapkan speech delay yang terjadi pada anak akan menghilang.

Menurut saya, menangani speech delay anak ini memerlukan waktu dan juga konsistensi antara orangtua, anak, tim ahli. Namun dengan adanya perkembagnan teknologi seperti sekarang, cara penanganan speech delay pada anak tentunya akan lebih mudah teratasi.

Ada yang punya pengalaman mengatasi speech delay anak? Apa saran teman untuk menangani speech delay pada anak?

Halo perkenalkan saya Alida. Seorang Ibu bekerja yang senang ngeblog. Jika ingin bekerjasama, bisa mengirm email ke lidbahaweres@yahoo.com. Terima kasih

36 komentar

Avatar
nurul rahma 5 Okt 2019 20.52.00

Wah, start up yg keren buangettt ini Mba
Kok ya bisa punya ide utk terapi speech delay via website
Keren!
--bukanbocahbiasa(dot)com--

Reply Delete
Avatar
Tetty Hermawati 6 Okt 2019 05.39.00

ponkanku speecdelay, temen juga saudaranya punya anak yang speecdelay, dan menurutku SD ini dipengaruhi banget sma gadget, anak yang main gadget terus sangat rentan deh speech delay

Reply Delete
Avatar
Lianny 6 Okt 2019 13.57.00

Yup, interaksi antara orang tua dan anak memang sangat penting ya. Dengan mengajak anak-anak ngobrol, bernyanyi dsb anak-anak akan lebih 'tergerak' untuk berbicara.

Reply Delete
Avatar
Rohyati Sofjan 6 Okt 2019 16.15.00

Saya pikir jika anak alami masalah kelambatan bicara, mestinya orang tua sampai orang-orang di dekatnya membantu. Jangan mengkritik anak karena itu tidak baik, akan menimbulkan tekanan kejiwaan.
Butuh bantuan ahli sesegera mungkin, seperti dini id yang menangani.

Reply Delete
Avatar
Ani 6 Okt 2019 18.25.00

waduh ternyata anak bisa speech delay karena banyak faktor ya mbak, jadi penasaran sama web nya ini brb mau cek deh soalnya ponakan q jg ngalamin ini T.T

Reply Delete
Avatar
Artha Amalia 6 Okt 2019 20.03.00

saya tipe ibu yg cerewet, ahaha. dr awal hamil sudah hobi cerita ini itu ke jabang bayi, hingga dia seusia 22 bulan ini. Alhamdulillah sudah bisa ikuti satu-dua kata dari kalimat panjang yg saya ucapkan dan bisa mengerti pertanyaan yg saya ajukan. benar sekali kehadiran ortu mendampingi anak adalah yg utama

Reply Delete
Avatar
Ratnasari pujiastuti 6 Okt 2019 20.07.00

Helpful bgd infonya apa lg buat aku yg mom baru. Interaksi sama anak bermain sama anak emang penting banget sih

Reply Delete
Avatar
Rosanna Simanjuntak 6 Okt 2019 20.21.00

Dulu pernah ada keponakan yang buah hatinya alami speech delay.
Saat itu aku ingat, aku hanya kasih masukan, "Bahwa setiap anak itu unik, tidak sama, coba browsing saja tentang speech delay, hitung-hitung buat pencerahan"
Saat itu aku belum tahu tentang aplikasi dini.id ini


Reply Delete
Avatar
Mechta 6 Okt 2019 20.24.00

Kadangkala omongan orang memang menyakitkan y mba..bukannya memberi solusi malah menciutkan nyali. Syukurlah ada yg berbagi materi semacam ini, sungguh bermanfaat..

Reply Delete
Avatar
Luella Artistry 6 Okt 2019 21.11.00

Wah jd tau nih apa aja faktor faktor anak bisa speech delay.. tmn aku juga ada yt ngalamib ginim makasih bnyak info nya mba .

Reply Delete
Avatar
Mei 6 Okt 2019 23.23.00

Mba bermanfaat sekali artikelnya, terima aksih begitu banyak ilmunya yang bisa jadi referensi aku nanti kalau punya anak

Reply Delete
Avatar
Melissa Olivia 6 Okt 2019 23.50.00

Infonya bermanfaat banget ya. Anakku sih mau 2 tahun dan syukurnya skrg dia lagi rajin membeo walau belum bisa merangkai kata. Apa tmsk speech delay?

Reply Delete
Avatar
Dewi Sulistiawaty 7 Okt 2019 01.49.00

Dulu dipikir kalau speech delay ini masalah biasa aja ya Mba. Tapi sekarang mesti diperiksa, takutnya malah mengganggu perkembangan anak ke depannya.

Reply Delete
Avatar
Elliza Efina - www.rajnikala.com 7 Okt 2019 04.47.00

Sepupu aku dulu juga mengalami speech delay, mbak. Tapi berkat melakukan terapi dan juga upaya keras orang tua (tante dan om), sepupu jadi bisa lancar berbicara. :)

Reply Delete
Avatar
Yoanna Fayza 7 Okt 2019 04.51.00

Alhamdulillah yaa sekarang sudah ada dini.id yang bisa membantu orang tua, kaerna kebanyakan dari kita masih bingung mengenali tanda-tanda speech delay, apalagi mengatasinya sendirian.

Reply Delete
Avatar
Sri Al Hidayati 7 Okt 2019 05.20.00

inilah kenapa anak mesti diajak terus ngobrol ya mbak, biar ga speech delay. Ada yang saya lihat juga karena anak interaksi dengan hp kuat, jadi speech delay deh

Reply Delete
Avatar
Ratnasari Pevensie 7 Okt 2019 06.35.00

Waah anak tetanggaku ada yang speech delay juga, tapi alhamdulillah pas dia masuk TK udah mulai agak mendingan karena dibiasakan berinteraksi di sekolahnya

Reply Delete
Avatar
Yola Widya 7 Okt 2019 06.55.00

anak memang lebih baik diajarkan bahasa ibu dulu

Reply Delete
Avatar
Ida 7 Okt 2019 07.11.00

Tetangga dpn rumahku ada anaknya yg sampai usia 4 thn speak delay.. tpnskrg malah keliatan lbh canggih bahasanya . Ga tau terapi apa engga...

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi 7 Okt 2019 08.09.00

Kerjasama di rumah ini penting. Dari mulai membiasakan anak untuk konsentrasi memperhatikan orang-orang di sekitarnya berbicara dan perlu beberapa menit untuk duduk saling berhadapan untuk ngobrol. Jadi anaknya juga gak tertekan dan nyaman belajar bersama kedua orangtuanya.

Reply Delete
Avatar
Gioveny 7 Okt 2019 08.29.00

Kalau aku dari awal berusaha tiap hari baca buku untuk anak walau sebentar. Alhamdulillah sekarang sudah sesuai usia perkembangan bahasanya

Reply Delete
Avatar
Lidya Fitrian 7 Okt 2019 08.44.00

ada berbagai penyebab anak mengalami sppech delay ya, harus dicari dulu penyebabnya untuk mengatasinya> Pada dasarnya perkembangan tiap anak itu unik tapi sebagai orangtua pasti khawatir juga kalau ada yang berjalan lambat ya. Nah buat menstimulasi boleh juga ya layanan yang diberikan Dini.id ini bisa bantu para orang tua

Reply Delete
Avatar
Arinta Adiningtyas 7 Okt 2019 09.08.00

Anak saya yang kedua nih, Mbak, baru bisa mengucap dua kata setelah berusia 3 tahun. Dulu sempat stres juga dengar komentar orang-orang, apalagi orang terdekat yang bahkan bilang, "Jangan bisu dong..." Beuh, sakiiiittt hati ini. Tapi alhamdulillah saya menemukan metode buat dia belajar bicara, yaitu dengan membaca huruf hijaiyah.

Reply Delete
Avatar
TIAN LUSTIANA 7 Okt 2019 09.15.00

Anak - anak tuh memang harus sering diajak ngobrol sejak kecil yah , tantangan parenting zaman now makin susah karena kebanyakan sibuk sama hp nya huhuhu

Reply Delete
Avatar
Suzannita 7 Okt 2019 09.27.00

Keponakanku sekarang mulai berangsur membaik ya meski speech delay kini dia mulai berani untuk berbicara dan bercerita ya, setiap diajak interaksi terus

Reply Delete
Avatar
Leyla Hana 7 Okt 2019 09.47.00

Speech delay jangan dianggap remeh ya. Harus secepatnya diatasi..anak pertamaku dulu juga speech delay

Reply Delete
Avatar
Eka Rahmawati 7 Okt 2019 09.57.00

Aku baru tahu nih istilah speech delay. Hehehe. Makasih infonya Mba. Saya jadi tahu sekarang dan bisa dipraktikkan kalau nanti saya punya anak ya.

Reply Delete
Avatar
Elly Nurul 7 Okt 2019 10.56.00

Anak teman aku ada yang speech delay juga, memang tidak bisa hanya orangtua saja yang terlibat, harus melibatkan tenaga ahli, ditambah dengan home program yang terus menerus diterapkan, agar permasalahan speech delay bisa cepat teratasi

Reply Delete
Avatar
Kurnia amelia 7 Okt 2019 11.00.00

Bener banget kak anak tuh mulai dari bayi harus sering diajak ngobrol soale kalau orang tuanya cuma diem aja bisa jadi penyebab juga.

Reply Delete
Avatar
Lina W. Sasmita 7 Okt 2019 11.41.00

Betul banget Mbak, mengatasi anak yang speech delay harus sering-sering diajak ngobrol dan bermain. Sering dibawa keluar juga agar berinteraksi dengan teman-teman dan orang lain.

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati 7 Okt 2019 11.57.00

BEner mbak, interaksi orang tua dengan anak itu harus dibangun secara konsisten. Aku punya pengalaman membimbing si sulung waktu bicaranya gagap. Kudu sabar, apalagi jaman usia anakku itu masih jarang tempat untuk konsultasi

Reply Delete
Avatar
Yoanna Fayza 7 Okt 2019 12.16.00

Tetanggaku ada yang anaknya speech delay, tapi beliau masih kebingungan cari klinik tumbuh kembang yang terjangkau, setelah ini bakal aku saranin ke dini.id deh, smeoga terbantu :)

Reply Delete
Avatar
Arda Sitepu 7 Okt 2019 20.49.00

Mengatasi speech delay untuk anak memang berbeda-beda treatment nya ya mbak. Saya senang banget ada dini.id mampu memberikan solusi untuk anak-anak yang mengalami speech delay.

Reply Delete
Avatar
Ainhy Edelweiss 8 Okt 2019 12.31.00

Kata mama, dlu wkt aku kecil katanya speech delay juga, mreka bhkan sempat khawatir klu ktx aq gk bsa bcra heheh, akhrx ortu lakukan sgala cara, dan alhamdulillah aq bisa bcra smpe skrg 😂 tp mmg yah ktxa tumbuh kembang anak2 beda yg pntg sllu dilatih

Reply Delete
Avatar
Fiscus Wannabe 15 Okt 2019 13.12.00

Anak saya sempat didiagnosa speecdelay karena sampai usia dua tahun lebih belum bisa bicara. Sempat ada yang menyarankan untuk ke klinik tumbuh kembang. Suatu hari datang ke dokter gigi, karena giginya juga mulai bolong. Dokter gigi itu cerita juga tentang anaknya yang speecdelay. Kata dia ga usah ke klinik tumbuh kembang. Alhamdulillah sekarang udah susah distop kalau ngomong. :D

Reply Delete
Avatar
Siska Dwyta 19 Okt 2019 11.05.00

Kalau anakku usia 12-13 bulan gitu sudah bila mama papa apa tapi sampai saat ini belum ada tambahan kata-kata lagi. So ini juga jadi perhatian buat orang tua baru seperti saya.

Reply Delete