Senin, Mei 01, 2017

Upaya Lawe Indonesia Melestarikan Lurik

Hampir setiap tahun saya selalu mengusahakan datang ke INACRAFT yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC). Kegiatan INACRAFT ini diprakasai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dan telah 19 kali digelar. Tahun ini, INACRAFT mengangkat tema “From Smart Village to Global Market”. Antusiasme produsen meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016 diikuti, INACRAFT diikuti kurang lebih 1334 peserta yang terdiri dari prousen, perajin dari berbagai daerah. Nah tahun ini, jumlah peserta yang hadir meningkat menjadi 1400 peserta. Aneka produk kerajinan kreatif yang ditampilkan diantaranya Gifts & Housewares, Home Decoration, Fashion, Batik, Accessories, Jewerl, keramik dan lainnya.

Saat berkunjung ke pameran INACRAFT Selasa, 25 April 2017, saya terpikat dengan karya-karya yang dipamerkan oleh LAWE Indonesia. Produk yang dipamerkan mulai dari tas, gantungan kunci, tas laptop dan lain-lain. Bagian kiri, aneka dompet berbagai ukuran yang berwarna-warni dipamerkan. Harga yang ditawarkan beragam yakni mulai dari Rp 30 ribuan hingga Rp 60 ribuan.

Lucu ya 

Di sisi lainnya, aneka tas berbagai ukuran, warna dan desain juga sangat menarik. Saya jatuh cinta pada sebuah tas berwarna coklat motif kotak-kotak. Harganya sekitar Rp 220 ribuan. Sayangnya saya kurang cepat. Tas indah itu dengan cepatnya berpindah tangan di pengunjung lain yang juga terpikat dengan tas yang dipasarkan. Saya juga terpikat dengan boneka lucu yang juga ikut dipamerkan. Ingin boneka badak? Di Lawe Indonesia juga menjual boneka badak yang memikat mata. Produk yang dihasilkan oleh Lawe bernilai seni tinggi.

Saya sendiri telah lama mengenal produk Lawe Indonesia karena telah memiliki pasport holder yang saya beli di toko online. Kualitasnya sangat bagus dan rapi sekali. Tak heran saya jatuh cinta dengan produk Lawe untuk kedua kali.
 
Gantungan kunci yang lucu
LAWE Indonesia pertama kali mengikuti pameran INACRAFT pada tahun 2007. Namun saat mengikuti pameran INACRAFT, tak banyak produk yang terjual. Saat itu, karya INACRAFT dititipkan ke produsen lain untuk dijual. “Bahkan ada produk yang dibeli sendiri oleh yang dititipin karena kasihan produk belum terjual,” kata Mba Fitria Lama kelamaan, kemudian produk ini memiliki stan sendiri di INACRAFT. Di luar dugaan, produk yang dihasilkan laku keras. Saat itu, produk yang dipamerkan laku terjual hingga Rp 22 juta. Saat saya datang, kain lurik dari Lawe Indonesia diborong hingga puluhan buah. Wah, keren banget ya?.

Uniknya, Lawe menciptakan motif delapan burung pada karyanya. Ke delapan jenis burung yang menjadi dasar motif kain lurik adalah Mandar Padi Kalung Kuning, Gelatik Jawa, Nuri Kalung Ungi, Kaca Mata Sangihe, Cekakak Jawa, Cendrawasih Botak, Pekaka Emas dan Rangkong Badak.  
 
Stand Lawe Indonesia
Produk kerajinan tangan buatan Lawe Indonesia berbahan dasar lurik. Lurik sebelumnya kurang dilirik untuk diolah menjadi kerajinan yang menarik. Bahkan lurik dianggap sebagai ‘budaya’ rakyat jelata sehingga tak banyak yang minat. “Butuh waktu untuk meyakinkan bahwa lurik itu berbeda dengan batik,” kata Fitria Werdiningsih, Manager Unit Bisnis Lawe Indonesia. Desain lurik memang sederhana yakni bermotif garis-garis. Desain sederhana ini yang selalu dipertahankan oleh Lawe Indonesia. Oh ya, awalnya Lawe Indonesia hanya memakai motif garis dengan warna hitam putih. Namun kemudian mereka mengusulkan untuk menenun kain garis namun dengan warna-warni yang menarik seperti kuning, hijau, pink dan lainnya. Namun upaya ini sempat ditolak oleh para penenun kain. “Mereka kuatir kain lurik warna warni tak akan laku,” kata Mba Fitria. Namun kekuatiran itu tak terbukti karena hingga kini, kain lurik warna-warni sangat digemari oleh para pengunjung. Aneka kain lurik berwarna-warni ini juga merupakan upaya untuk menarik anak muda untuk mencintai dan melestarikan kain lurik.
 
Hore Mba Fitria senang produknya laris
Upaya Lawe Indonesia memperkenalkan lurik dan produknya bukan perkara mudah. Awalnya, lurik yang ada teryata tak dapat menembus ‘pasar’ karena memiliki segala keterbatasan. Mba Fitria dan rekan tim kemudian berupaya untuk mengenalkan lurik kepada masyarakat. “Sampai tiga tahun pertama ‘darah’ mengalir deras untuk mengenalkan dan mengembangkan kerajinan dari bahan lurik ini,” kata Mba Fitria menjelaskan perjuangan yang ia dan rekan-rekannya tempuh.


Aneka lurik berwarna-warni

Konsistensi dan janji untuk melestarikan lurik membuahkan hasil. Semua tentu tak lepas dari kerja keras yang selama ini ditempuh. Bagi saya, ada hal lain juga yang menarik dan dikembangkan oleh Lawe Indonesia. “Kami nggak pakai mesin sama sekali,” kata Mba Fitria. Produk Lawe Indonesia memberdayakan para perempuan khususnya ibu rumah tangga sebagai pekerja. “Kami memilih memberdayakan perempuan dengan tetap bekerja di rumah dan tetap merawat anak,” kata Mba Fitria lagi. Total ada 30 pengrajin yang diberdayakan oleh Lawe Indonesia (7 diantaranya adalah pria). Barang yang ada dikirim oleh pihak Lawe dan baru akan diambil setelah selesai.

Produk Lawe Indonesia bisa diperoleh dengan menghubungi akun instagram
@laweindonesia
 WA : +628112623838 
Jl. Prof. Dr. Ki Amri Yahya No 6 Yogyakarta
Phone : +62 274 558517



Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

68 komentar:

  1. Aaahhh aku sebel nggak sempet ke inacraft tahun ini. Pasti selalu aja ada yang unit di setiap tahunnya.

    Iya ya sekarang lurik banyak warnanya. Klo dulu aku ingetnya punya bapakku, warna ya yang hitam putih itu. Sekarang aku lebih seneng lurik di kombinasiin di baju mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pengen juga lurik dikombinasikan ama baju. Kayaknya keren

      Hapus
    2. Sekarang kayanya udah banyak deh mba model baju yang dikombinasiin sama lurik. Kece parah pokoknyaa. 😍😍😍

      Hapus
  2. Kereeen :D
    Salam kenal yaa :)

    Ikut GIVEAWAY di blog aku yuk! Bisa dapet produk EMINA dan POMPOM lhoo
    http://www.deniathly.com/2017/04/giveaway-from-emina-and-wol-pompom.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai. Salam kenal kembali. Asik nanti meluncur yaa

      Hapus
  3. Kemarin titip teman tenun lurik klaten, keceee, cinta deeh..ini juga kreatif bingiit...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa kreatif jadi makin suka ya produk produknya :)

      Hapus
  4. Bagusss baguss mbaak produk lawenyaaa. . Naksir sama bonekaa badaknyaa 😁😁 harganya terjangkau juga mbak yaa padahal produk ethnic gtu biasanya mahaal. . Hehehe langsung meluncur ke ig lawe aah. .😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bonekanya emang lucu, mba. Kombinasi warnanya kece :)

      Hapus
  5. Yg skrng aku gk k inacartf mba.... lawe motifny sdrhana tp unik...itu mungkin cr khasny

    BalasHapus
  6. Motif lurik memang bisa cocok sepanjang masa, gantungan kuncinya juga lucu-lucu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lurik harus dilestarikan ya mba dengan dikreasikan begitu

      Hapus
  7. cakep..luriknya aku suka banget mbakk

    BalasHapus
  8. Lurik sekarang emang cakep-cakep dan makin kekinian. Lihat-lihat di Inacraft gini jadi banyak yang diincar ya, haha...

    BalasHapus
  9. Aku nyesel gak mampir ke sini mba, tapi terima kasih loh tulisannya.

    BalasHapus
  10. Lawe ini nama daerah yang dijadikan nama motif kain gitu kah, mba Lidh..?

    Canttiknyaa..

    Di kreasikan jadi banyak macam, membuat kita jadi makin gaya.
    Dan bener, melestarikan budaya Indonesia yang kaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lawe itu artinya benang mbake, aku dah nulis tentang asal usul nama Lawe di blog aku tantiamelia dot com (maaf numpang promo ALida hihihi)

      Hapus
    2. Makasih sudah membantu menjawab, mba Tanti

      Hapus
  11. Woah produk Lawe bagus-bagus. Aku suka luriknya itu, terutama yang biru :)

    BalasHapus
  12. Sebenarnya produk dalam negri ga kalah ya mbaa sama luaran. Cuma kurang apresiasi aja.

    Next pengen juga datang ke event beginian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk mba datang kapan kapan atau ke Lawe aja langsung

      Hapus
  13. Ya ampun lucu bangeeeeet. Suka liatnya warna-warniiii. Langsung mau cuss ke IGnya aaaaahhhh <3

    BalasHapus
  14. cantik2 motif lawenya, jadi pengen bikin baju sekeluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya bisa nih buat sekeluarga ya bajunya :)

      Hapus
  15. Astaga, kenapa semua barangnya lucu-lucu. Jadi kepengin memiliki

    BalasHapus
  16. Bonekanya lucu banget... suka... semoga makin banyak pameran sejenis di pasar yang berbeda ya mba... sehingga lebih banyak peluang yang terbuka bagi UMKM...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Produk dalam negeri emang kece banget

      Hapus
  17. lurik juga sebutan untuk bahan dasarnya ya mbak? saya kira istilah untuk desain motif gari2 saja

    BalasHapus
  18. Jama aku muda (tsaah) single maksudnya,selalu mnyempatkan diri untuk ke ina craft bareng sahabat2 buat hunting aksesoris dan segala hal yg unik, ada stal toraja, kemben batik Yogya,dll...aah,jd kangen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk tahun depan main ke Inacraft mbaaa

      Hapus
  19. Ya ampun rhino nya lucu bingit.. Anakku pasti suka bgt kalo liat. Afa lady bug pula

    BalasHapus
  20. Kreatif ya produk Lawe. Lurik identik dengan warna -warna yang gelap, klasik. Tapi di Lawe, warna-warni, cerah dan menarik. Yang pakai biasanya orang2 tua. Tapi dengan produk Lawe yang bervariasi seperti ini, siapapun pasti tertarik. Termasuk aku...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena targetnya juga anak muda suka produk ini mba

      Hapus
  21. Kain2 tradisional indonesia emang special.❤

    BalasHapus
  22. lucu-lucu ya mbak produknya. kalau lihat langsung kayaknya bakal beli nih. hihi

    BalasHapus
  23. Memang butuh konsistensi dan kerja keras untuk membangun sesuatu. Apalagi barang2 etnik kayak gini. Padahal kan kece. Aku pernah di hadiahin tas lurik sama temen. Masih ada dirumah. Gak dibawa merantau. hihihi

    BalasHapus
  24. Waaah kreatif banget! Sayang kemarin ga sempat mampir ke INACRAFT huhuhu. Malah nyangsang di Balai Kartini #ingetanak hehehe

    BalasHapus
  25. Tulisan kamu selalu keren. Terima kasih untuk informasinya. sayapun menyukai dan mencintai produk lokal.

    BalasHapus
  26. Kenapa aku jd mbayangin dirimu rebutan tas sama pengunjung yang gercep beli tas itu ya mbak? hahahaha
    Aku yg pengen tu punya baju/ celana lurik. Ada jg ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaaa sayangnya nggak ada foto itu yaaaa

      Hapus
  27. Cintai produk2 lokal seperti ini yg bikin bangga akan produktivitas anak bgs.Hmm pngin kain liriknya nih mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bakalan naksir abis kalau ke Inacraft dan liat produk Lawe mbaa

      Hapus
  28. Bersyukur banget bisa ke Inacraft dan dapet tas lurik, yg membuat semua orang melirik, koleksi bagus2 ya mba...aku msh naksir sama bahan dan selendang nya, bagus bgtt + bahannya halus bgtt

    BalasHapus
  29. oiya aku masi inget bungkus paspor mb oo tnyata Lawe emang bagus y mb unik paduan warnanya jg bagus

    BalasHapus
  30. salut untuk lawe, karna menciptakan produk unik& kreatif dan juga memperdayakan ibu-ibu pengrajin

    BalasHapus
  31. kreatif mbak, kain lurik memang patut kita lestarikan

    BalasHapus
  32. Ternyata lurik bisa jadi kreasi menarik ya!
    Kalau kayak gini, lurik jadi ikutan kekinian. Selama ini sih cuma pernah pakai blazer lurik, tapi kalo stuff imut kayak boneka tadi belum pernah. Jadi pengen deh :D

    BalasHapus
  33. OMG koleksinya lucu2.. pengen euiii

    BalasHapus
  34. 0alahhh kain ini namanya lurik toh... aku punya, tp ga tau kalo itu namanya lurik ;p... dikasih pas acara nujuhbulanan gitu :D.. keren jg dijahit jadi bentuk tas dll gitu ya mba... selama ini punyaku sampe skr disimpen trs krn aku g ngerti ini kain bgsnya diapain... mau dijahit kok ya kainnya tebel bngt, kyknya g nyaman...

    BalasHapus
  35. Sudah 2 tahun ini aku absen enggak ke Inacraft. Sedih sebenarnya sih, karena Inacraft itu termasuk event favorit aku yang juga penuh kenangan.
    Kain lurik itu sederhana dan cantik. Cocok dikombinasiin dengan apa pun. Duh aku jadi kangen berkreasi sama kain-kain Indonesia. Mau mulai berkarya lagi ah.

    BalasHapus