Selasa, Februari 28, 2017

Lawan Neuropati Sekarang Juga!

Telepon dari Ibu Da, adik papa, membuat saya terpukul. “Chi, Ibu Mem kena stroke,” kata tante saya yang tinggal di Makassar. Chi adalah panggilan keluarga kepada saya. Bagian tangan kiri dan kaki kiri Ibu Mem tak bisa digerakkan karena adanya gangguan syaraf. Seminggu kemudian, saya langsung terbang ke Ambon untuk menengoknya.

Tiba di Ambon, saya melihatnya hanya bisa berbaring di atas ranjang. Tangisnya pun tumpah saat melihat saya. Perasaan saya berkecamuk antara sedih namun berusaha untuk tetap senyum agar Ibu Mem tak semakin terpukul. Saya melihat tangan kirinya sama sekali tak bisa digerakkan. Beberapa kali ia berusaha untuk mengerakkan tak berhasil. Tangan yang dulu menggendong saya ketika kecil, tak dapat digerakkan. Kaki yang dulu berjalan bersama saya, kini mengalami kesulitan. Selama di Ambon, saya mengamati terapi demi terapi yang dilakukan semakin menunjukkan kemajuan.

Sumber foto : pixabay.com
Kepada saya, Ibu Mem menceritakan seringkali mengalami kesemutan atau baal. Namun semua itu ia anggap sepele. Siang hari sebelum terkena stroke, tangan kirinya mati rasa. Uang yang ia pegang, terlepas tanpa ia sadari. Ibu Mem kemudian mencoba memegang piring di tangan kiri, terlepas. Dini hari, kaki kiri dan tangan kiri pun sulit digerakkan. Stroke yang ia alami merubah hidupnya. Ibu Mem yang dulu aktif, kini harus melatih anggota tubuhnya agar berfungsi seperti dulu. Jangan pernah remehkan penyakit syaraf!

Sepulang dari Ambon, saya semakin sadar bahwa tak boleh lagi menganggap remeh kesemutan, kram dan kaku. Stroke merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kesemutan. Pada penyakit stroke, kesemutan yang dialami bersifat berkepanjangan. Sedangkan kesemutan yang bersifat sementara dapat hilang dengan cara cepat apabila segera melakukan penanganan yang cepat pula. Dengan melakukan peregangan pada area kaki yang mengalami kesemutan dan membebaskan area tangan yang tertindih kepala, juga dapat mempercepat hilangnya kesemutan.  

Apakah saya pernah mengalami kesemutan? Pernah!. Ini tak terjadi sekali dua kali tapi sering dan ini jelas sangat menganggu. Seringkali, kesemutan ini saya alami jika terlalu lama duduk bersila. Pernah saat menunggu commuterline, saya memilih duduk di kursi besi yang ada di stasiun. Ketika commuterline datang, saya pun bergegas untuk melangkah. Namun saat berdiri, kaki saya mendadak kesemutan. Terpaksa, saya melakukan perengangan pada kaki sehingga aliran darah kembali normal dan kesemutan pun hilang. Tak hanya itu saja, pernah saat kerja, tangan saya mendadak kesemutan. Mau menggerakkan tangan pun kesulitan. Padahal saya harus segera menyiapkan materi berita untuk tayang pada program terdekat. Terlihat sepele namun sangat menganggu kan?. Ketika sistem saraf tidak brfungsi dengan baik, maka akan menyebabkan beberapa komplikasi. Kondisi inilah yang disebut neuropati. Salah satu gejala neuropati adalah kesemutan.

Neuropati merupakan kondisi kerusakan syaraf yang dialami oleh sekitar 26% atau 1 dari 4 orang yang berusia 40 tahun ke atas.  Semakin bertambahnya usia, fungsi saraf akan semakin menurun. Saat pemeriksaan kondisi saraf di Neuropathy Service Point (NSP) yang diselenggarakan tahun 2012 lalu di 15 Rumah Sakit di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar, ditemukan 2,165 atau sebanyak 29,7% pasien menunjukkan gejala neuropati. 

Penyakit Neuropati itu diklasifikasikan berdasarkan lokasi syaraf yang mengalami sakit yakni : 

Neuropati Perifer 
Neuropati ini mempengaruhi sistem syaraf gerak seperti tangan dan juga kaki. 

Neuropati Kranial 
Ketika salah satu dari 12 syaraf kranial ini mengalami masalah, makan in disebut neuropati kranial. Syaraf kranial ini adalah syaraf yang keluar dari otak secara langsung. Neuropati kranial ini dibagi menjadi dua yakni optik atau visual/penglihatan dan neuropati auditori atau pendengaran. 

Neuropati Otonom 
Rusaknya sistem syaraf yang bertanggungjawab atas sistem syaraf tidak sadar seperti simatis dan parasimpatis. Syaraf ini mempunyai tugas mengkontrol sirkulasi darah di dalam tubuh, respon seksual, kandung kemih dan lain-lain

Neuropati Fokal
Kondisi ini terjadi ketika salah satu atau sekelompok syaraf di salah satu bagian tubuh mengalami masalah. Kondisi ini hanya berlangsung selama beberapa waktu dan lambat laun akan hilang dengan sendirinya.

Jika saya membaca SarafSehat.com  tingginya aktivitas dan gaya hidup beresiko terjadinya neuropati. Ada lima aktifitas yang beresiko terjadinya neuropati yakni ; Memasak, bermain gadget, mengetik, mengendarai motor dan menggunakan high heels. Saya melakukan 4 dari lima aktifitas itu.
 
Sumber : sarafsehat.com
Memasak
Bagi saya, memasak merupakan salah satu aktifitas di dalam rumah yang menyenangkan. Saya seringkali memasak untuk bekal kerja dan sekolah anak. Kalau libur, saya senang sekali memasak-masakan ringan berdasarkan buku resep yang saya miliki.

Bermain Gadget
Kalau soal bermain gadget, saya adalah pengguna gadget karena tuntutan pekerjaan. Ehem!. Sebagai seorang jurnalis, saya harus mengkoordinasikan jurnalis seluruh dunia. Dan ini semua dilakukan melalui gadget. Mulai dari mengetik pesan singkat hingga telepon. Terkadang saat di commuterline, saya bermain game kesukaan saya.

Mengendarai Motor
Setiap hari, saya menggunakan sepeda motor dari rumah ke stasiun commuterline. Jika libur pun saya menggunakan sepeda motor untuk kegiatan sehari-hari. Menggendarai motor teryata sangat memicu munculnya neuropati.

Jadi, menggunakan komputer/mengetik dan menggunakan mouse setiap hari dalam jangka lama, menggunakan gadget rentan mengalami neuropati. Aktivitas menggerak-gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah seperti pada saat mengendarai motor, mengetik, menggunakan mouse akan dapat memicu terjadinya peradangan pada tendon di daerah pergelangan tangan. Hal ini akan dapat menekan saraf yang melalui daerah itu sehingga akan muncul gejala kesemutan, kram, kebas dan nyeri pada tangan.   
 
Gejala kesemutan yang saya alami membuat saya mulai waspada gejala neuropati. Padahal gejala neuropati timbul justru ketika sudah terjadi kerusakan saraf. Neuropati juga dapat disebabkan oleh trauma, peradangan, penyakit keturunan, defisiensi vitamin (B1, B6, B12, D), tumor hingga efek samping obat.

Semakin tua usia, fungsi saraf semakin menurun. Saraf kita sangat tergantung pada suplai vitamin B yang memadai dan sangat sensitif terhadap kekurangan vitamin B. Vitamin B penting untuk melindungi dan meregenerasi saraf. Namun, neuropati tak hanya dialami orang tua. Padahal, semua orang beresiko terkena neuropati. Hanya saja, 1 dari 4 orang berusia 40 tahun ke atas beresiko terkena neuropati. Bahkan 1 dari 2 penderita diabetes beresiko terkena neuropati. Gaya hidup, pola makan, dan minimnya frekuensi olahraga meningkatkan risiko terkena neuropati pada usia yang lebih muda. Namun jangan kuatir, neuropati dapat dicegah.

Dr Manfaluthy Hakim, Sp.S (K), Ketua Kelompok Studi Neurofisologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat dan juga konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSM mengatakan “Untuk upaya pencegahan, perbaiki gaya hidup dengan cara gizi seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup untuk regenerasi sel saraf,” katanya saat konferensi pers 3 April 2013. Selain itu, apabila diperlukan konsumsi vitamin neurotropik 1x sehari sejak dini secara teratur.

Kendalikan faktor resiko neuropati juga penting dilakukan. Jangan tunggu terjadi kerusakan saraf karena kerusakan saraf membutuhkan perbaikan bertahun-tahun. Pencegahan dini terhadap neuropati sangat penting. Pencegahan dini dilakukan melalui :

Perbaiki Gaya Hidup dengan Konsumsi Gizi Seimbang dan Olahraga Teratur

Jika dulu saya memilih makanan instan, sekarang saya perbanyak mengkonsumsi sayur-sayuran. Bahkan saya memesan katering khusus makanan organik agar asupan gizi saya menjadi terjaga dengan baik. Untuk olahraga, saya memilih memperbanyak perbanyak jalan kaki. Misalnya jalan kaki dari stasiun ke rumah, naik lift daripada tangga hingga olahraga sepeda statis di rumah. Bisa juga dengan melakukan NeuroMove. NeuroMove merupakan kegiatan olahraga praktis dan mudah  yang dilakukan selama 15 menit yang dibuat oleh Merck dan didukung oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). NeuroMove berfokus pada tangan, telapak tangan dan kaki berfungsi untuk melatih kesehatan saraf tepi. 


NeuroMove dapat membantu mencegah neuropati dann juga mengurangi gejala neuropati. NeuroMove dapat membuat tubuh lebih rileks, meningkatkan daya ingat. Salah satu gerakan inti NeuroMove adalah gerakan menyilang antara gerak tangan dan bola mata yang disebut lazy eight yakni ibu jari melukis angka delapan dengan bola mata yang mengikuti pergerakan untuk membuat mata menjadi fokus. Gerakan ini mampu merangsang aktivitas kognitif, koordinasi atensi serta meningkatkan daya ingat.

Cek kondisi saraf dan kenali gejala neuropati
Tahun 2012, PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) didukung Merck Serono mengadakan edukasi neuropati melalui media workshop di 4 kota, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Tak hanya itu saja, ada juga Neuropathy Service Point (NSP) Portable yang merupakan tempat pemeriksaan risiko neuropati. Dengan adanya NSP, maka ada edukasi yangberkelanjutan agar masyarakat semakin mengenal neuropati dan upaya pencegahannya. Dari total 7,301 pasien yang memeriksakan diri, 2,165 pasien atau sebesar 29,7% menunjukkan gejala neuropati.

Cara pemeriksaan di Neuropathy Service Point (NSP) Portable berupa pemeriksaaan skrining non invasif, sehingga cepat, mudah, aman, dan GRATIS. Jadi, pasien yang datang akan diminta mengisi skor Michigan yang merupakan skor untuk skrining awal neuropati. Pemeriksaan menggunakan palu reflek, garpu tala 128 Hz, dan monofilament 10 gram. Pasien akan diberikan edukasi mengenai neuropati.

Konsumsi Neurobion secara teratur. 
Neurobion yang terdiri dari vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 yang lebih banyak, berfungsi menjaga dan menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf. Selain itu, vitamin B1 juga dapat memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja dengan baik. Vitamin ini juga terlibat dalam metabolisme energi sel, sehingga dapat dipakai untuk mengatasi kelelahan dan membantu dalam masa penyembuhan penyakit. Asupan vitamin B12 lebih banyak sangat dibutuhkan oleh tubuh. Ini karena vitamin B12 yang masuk ke dalam tubuh hanya diserap kurang dari 2% asupannya. Neurobion terdiri dari vitamin B1, B6 dan B 12 yang secara garis besar berfungsi membantu metabolisme glukosa, protein dan lemak dalam tubuh, membantu pembentukan sel darah merah dan juga membantu memperbaiki kerusakan pada sistem saraf.
Minum Neurobion
Lalu, seberapa efektif konsumsi Neurobion pada kesehatan saraf?
Saya menggambil contoh hasil penelitian jika mengkonsumsi Neurobion pada pasien diabetes. Contoh hasil penelitian ini saya peroleh saat konferensi pers yang saya ikuti pada 3 April 2013. Neuropati paling banyak disebabkan oleh diabetes. Contoh di bawah ini menunjukkan bahwa setelah mengkonsumsi neurobion selama 8 minggu, maka ada peningkatan kecepatan hantar saraf.
  
Sumber : Konpres Neurobion 3 April 2013
Tak hanya itu saja, mengkonsumsi Neurobion terbukti dapat mengurangi gejala seperti nyeri, kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, baal berkurang. Ini terbukti dari hasil penelitian yang saya peroleh saat konferensi pers 3 April 2013. 

Sumber : Konpres Neurobion 3 April 2013
Ada dua jenis Neurobion yang beredar di masyarakat yakni Neurobion (putih) dan Neurobion Forte (pink). Neurobion (putih) memiliki kandungan vitamin B6 & B 12 sebesar 200 mcg. Sedangkan kandungan vitamin B6 Neurobion Forte (pink) sebesar 100 mg dan vitami B 12-nya sebesar 5000 mcg (5 mg). Untuk kandungan vitamin B1-nya sama yakni 100 mg. Untuk pemeliharaan atau gejala neuropati ringan dapat diberikan Neurobion putih. Sedangkan untuk gejala neuropati sedang atau berat yang sudah menganggu aktivitas sehari-hari dapat digunakan Neurobion Forte (pink). Untuk pemeliharaan atau gejala neuropati ringan, saya mengkonsumsi Neurobion. Saya mengkonsumsi Neurobion Putih sehari sekali agar tubuh tak mudah kram dan kesemutan. Selain itu agar asupan vitamin B12 tercukupi.   



Yuk, lawan Neuropati!


Sumber Rujukan :
http://sarafsehat.com/
http://sarafsehat.com/lawanneuropati/

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

70 komentar:

  1. Waduh memasak termasuk yg bisa menyebabkan neuropati juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya mba Lianny. KIta harus hati-hati nih ya

      Hapus
  2. Duuh ngeri ya mbak kayanya sepele kesemutan sekarang penyakit macem2 aja makanya hrs jaga kwsehatan baik2. Ma2ku jg stok tuh neurobion

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba. Hati2 deh mba jaga kesehatan mbaa

      Hapus
  3. Duh aku nih sering kesemutan & gaya hidupnya kurang begitu sehat.. Etapi lumayan rajin minum neurobion sih XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. SMoga kita sellau sehat ya mbaaa

      Hapus
  4. duh ngeri mba Lid, aku semuanya jalanin kecuali pake high heels *nelen ludah* makasi infonya mba n gudluck y mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kita nggak kebiasaan pakai high heels yaaa :). Aamin doanyaaa

      Hapus
  5. Kok bisa yaa memasak jg memicu neuropati jadi catering ajA GT NGGAK usah msk lg

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAi mba. Kegiatan berulang-ulang itu yang beresiko, mba :)

      Hapus
  6. Kalau lagi leyeh-leyeh laptopan di kasur, posisi saat duduk kaki sering dilipat, pasti nggak lama setelah itu kesemutan :(
    Daripada minum obat, mending laptopan di meja kerja aja deh biar posisi kaki saat duduk nggak terlalu sering di lipat2. Fix nih harus perbaiki gaya hidup!!
    Thanks for sharing, Mba :)

    www.vidazenitha.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Selamat menjaga gaya hidup ya :)

      Hapus
  7. kesemutan yang paling sering tuh mbak saya mah , kesemutan itu berbahaya juga ya? waduhhh jd ngerii berlanjutt .. jenis obatnya ada 2 warna ya mbak? putih dan pink ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah seperti yang saya bilang. Jangan anggap enteng nih kesemutan, mba :)

      Hapus
  8. harus waspada ini ya mba, aku juga sering kesemutan. aktifitas seperti naik motor memang setiap hari dilakukan karena tuntutan kerja ya. trus kl kelamaaan megang gadget juga tangan kesemutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Aku pun begitu. Harus jaga kesehatan mba

      Hapus
  9. Aku gak bisa duduk ngampar dgn kaki ditekuk, pasti kesemutan.

    BalasHapus
  10. Pake gadget yang susah dikurangi mb. Tuntutan kerjaan & keisengan. *haha...apalagi saya jarang olahraga. Harus rubah nih kebiasaan buruk saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, aku pun skarang juga harus mengurangi nih mbaa

      Hapus
  11. Wah mbak murah juga ya.. Saya harus siap siap beli ni mbak takut terjadi apa apa ya mbak apalagi saya suka masak..

    Makasi infonya ya mbak

    BalasHapus
  12. Saya juga konsumsi yang warna putih mbak buat mencegah neuropati :D

    BalasHapus
  13. TFS mba, saya sering kesemutan...kalo duduk lama...jadi suka gelisah bolak-balik ganti posisi

    BalasHapus
  14. Aku jg trmsuk ciri itu jg kali ya mba,,, tangan ku suka kesemutan klo lama2 nyetir ,,, noted nih mba tq y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga informasinya membantu ya mba MUtie

      Hapus
  15. Waduh, mulai sekarang harus mulai aware sama kesemutan nih. Emang sih yang pernah aku dengar kalau terlalu sering kesemutan juga nggak baik dan pertanda suatu penyakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget mba DEwi. Aku juga jadi waspada nih

      Hapus
  16. abis melahirkan yg lalu, aku sempet ngalamin kesemutan di tangan kiri yg bekas infus... lamaaaa baru ilang mba... skr pun kdg msih muncul, tp jujurnya selama ini aku ga obatin.. hanya biarin gitu aja... baca ini efeknya ternyata serem juga yaaa :(.. jd pgn konsul ke dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau urusan sama syaraf memang tak bisa dianggap enteng ya mba :(

      Hapus
  17. Udah coba gerakan neuromove belum mbak. Aku kadang lakuin gerakan itu juga biar enakan nih jari2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Walau simpel teryata gerakannya membantu ya koh :)

      Hapus
  18. Main gadget juga termasuk ya Mbak Lid. Duh :(

    BalasHapus
  19. good luck... *kibas pompom*

    BalasHapus
  20. Aku sering banget kesemutan Mbak. Gringgingen lek ngarani

    BalasHapus
  21. Kalo terlalu lama duduk atau jongkok, emang suka kesemutan, Mbak. Makanya dianggap sepele.

    BalasHapus
  22. baru tau kalo kesemutan bs mengarah ke stoke :(
    nah soal naik motor, taun lalu berapa kali saya ngalamin kesemutan lama plus kerasa kebas bgt stelah naik motor, sblmnya ga pernah. emang intesitas naik motor di jogja waktu itu cukup tinggi :|

    BalasHapus
  23. Waaduh aku sering juga kesemutan di kaki mba. Makasih neh informasinya.
    Masalah syaraf memang jangan dianggap sepela ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba LIswanti. Bener banget kalau jangan dianggap sepele

      Hapus
  24. Wuihhh lengkap banget dah mbak ulasannya. Biar gak setrok mah gampang. Jangan suka berpikiran negatif. Eh, sama menjaga pola makan yang sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas Riza :). Iya jaga kesehatan tuh penting banget mas

      Hapus
  25. Mbak, dulu pas Ahza baru lahir, dc sempet kebas tangan kiri selama 3 bulab lebih loh.
    Asli ngeri banget.
    Dikirain bakalan selamanya ternyata perlahan sembuh juga.
    Itu neuropati bukan ya?
    Sereeem..

    Btw, nama panggilannya sama ih mbak.
    Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya bisa juga ya sampai lama begitu ya mba. Alhamdulillah ya skarang udah sehat mba. Wah iya ya, itu nama panggilan keluargaku. Hihii

      Hapus
  26. aku juga konsumsi neurobion mba.. btw, makasih ya artikelnya, informatif banget, jadi makin tau soal neuropati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba Zata :). Semoga kita selalu sehat ya mba. Aamin

      Hapus
  27. Saya kemana-mana banyak naik motor dan commuter line..hmm jadi waspada neuropati juga nihh..

    BalasHapus
  28. ya..ampun ngeri ya..satu penyebab stroke bisa bermula dari kesemutan

    BalasHapus
  29. Banyak juga manfaatnya ya mba :)
    Sudah tidak diragukan lagi ini, dan mudah dicari lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYaa Semoga terbantu dengan tulisan ini yaa :)

      Hapus
  30. Tidak boleh diremehkan ya Mbak

    BalasHapus
  31. Biasanya kalau duduk lama dengan posisi kaki ditekuk atau duduk lesehan, kaki sering kesemutan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun demikian, mba Muti. Jadi harus sering perenggangan

      Hapus
  32. Info yang bermanfaat tentang neuropati, mbak Rach Alida. Selama ini nggak kepikiran apa pun kalau kesemutan, selain ntar juga hilang sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya aku pun mengira demikian mba. Teryata butuh perhatian khusus

      Hapus
  33. Kesemutan seringkali memang dianggap sepele ya, ternyata membahayakan juga, sampai bisa kena stroke juga.

    BalasHapus
  34. Aku sering kesemutan kalau kelamaan mengendarai motor mbak, baca-baca artikel ini jadi ngingetin aku untuk lebih waspada. Sepertinya aku butuh neurobion nih

    BalasHapus
  35. Mamah mertuaku pernah kena stroke, iya katanya awalnya suka berasa kesemutan gitu ya. Aduh serem juga ya kalau dibiarin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iy ya sama kayak yang dialami tante aku mba Tetty :(

      Hapus
  36. Wah, serius juga ya. Kesemutan yang terdengar biasa ternyata menjadi pertanda penyakit yang nggak biasa...

    BalasHapus
  37. Serem juga ya ternyata, aku juga sering terkadang gitu mba Lid.
    Kesemputan yang tiba-tiba dan agak lama gitu

    BalasHapus
  38. neuropati itu suka dibilang penyakit orangtua. Ternyata yang muda juga bisa kena ya bunn...

    BalasHapus