Minggu, Maret 20, 2016

Bebas Anemia, Tingkatkan Produktivitas

Beberapa hari ini kondisi badan saya terasa tak enak. Batuk dan pilek melanda. Suara pun serak. Teryata amandel saya bengkak dan saya terkena flu. Selain itu, saya kerap kali mengantuk, dan mudah sekali merasa capek. Badan rasanya seperti habis memanggul bebat yang sangat berat. Terkadang, saya pun menjadi sulit konsentrasi.

Yuk, bebas anemia

Saat di Hotel JS Luwangsa, Rasuna Said, Jakarta saya mampir ke booth ‘Tanya Anemia Center’. Ada sepuluh pertanyaan yang diajukan kepada saya. Beberapa pertanyaan itu meliputi :

1.    Seberapa lelah merasakan mudah lemah, letih dan lesu? 
2.    Apakah menyadari kulit menjadi lebih pucat daripada biasanya?
3.    Saat melakukan aktivitas apa merasakan pusing berkunang-kunang dan lemas seperti mau jatuh?
4.    Apakah mengalami kesulitan berkonsentrasi?

Hasil pemeriksaan kuesioner menunjukkan bahwa saya mengalami anemia. Untuk menguatkan hasil pemeriksaan kuesioner, dilakukan juga pemeriksaan konjungtiva mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan konjungtiva mata, teryata memang membuktikan saya mengalami anemia. Anemia adalah kondisi tidak sehat dan kadar hemoglobin darah lebih rendah daripada normal. Seringkali, saya menganggap enteng anemia. Saya berpikir, ini semua terjadi karena kurang istirahat.

Tanya anemia center
 Gejala anemia meliputi lemah, lesu, lelah dan lalai. Jika sakit kepala dan pusing serta mata berkunang-kunang serta mudah mengantuk dan mudah capek, itu merupakan gejala anemia. Pada keadaan yang lebih berat terlihat muka, mata, bibir, kulit, kuku, telapak tangan pucat

Anemia terjadi karena rendahnya asupan zat gizi yang penting untuk pembentukan hemoglobin. Apabila pendarahan akibat infeksi usus karena cacingan, trauma atau luka yang menimbulkan pendarahan, maka bisa jadi penyebab anemia. Penderita thalasemia juga rentan terkena anemia. Ini dikarenakan
adanya kelainan darah secara genetik karena sel darah merah cepat pecah.

Teryata anemia sebagian besar terjadi karena kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi dikarenakan kurang mengkonsumsi makanan kaya sumber zat besi. Sebagian besar makanan yang dikonsumsi berasal dari nabati. Padahal, zat besi dari nabati sulit diserap oleh tubuh. Akibatnya, rata-rata makanan yang mengandung zat besi lebih dari kebutuhan.

Zat besi yang diperoleh dari makanan bisa berasal dari bahan makanan hewani seperti unggas, daging sapi dan kambing. Sedangkan bahan makanan nabati sumber zat besi dapat diperoleh melalui tumbuh-tumbuhan berwarna hijau tua seperti bayam, kangkung dan daun singkong.

Ada beberapa faktor yang menghambat penyerapan zat besi. Misalnya tannin (kopi dan teh hitam), kalsium, fosfor, serat dan fitat. Ini masalah bagi saya karena seringkali saya usai makan nasi selalu mengkonsumsi teh Teryata, ini membuat penyerapan zat besi dalam tuuh saya menjadi terhambat. Tanin teryata mengikat zat besi dan merusak struktur protein.

Jika anemia melanda, maka akan mengurangi produktivitas diri. Dampak anemia beragam. Mulai dari meghambat prestasi belajar hingga daya tahan tubuh. Padahal, kebutuhan zat besi meningkat bagi perempan produktif seperti saya. Bagi ibu hamil, jika mengalami anemia maka rentan mengalami pendarahan waktu melahirkan dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Faktanya, 35 persen perempuan pekerja Indonesia mengalami anemia. Mona Ratuliu mengatakan perempuan aktif sepertinya rentan anemia sehinga ia melakukan pencegahan dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi, memiliki suplemen zat besi dan menjalankan hidup sehat.  

Menurut dokter Yustina Anie Indriastuti, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia perempuan pekerja membutuhkan zat besi lebih banyak untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Pola hidup yang tidak sehat juga membuat perempuan rentan mengalami anemia. Pola hdup tak sehat itu meliputi; kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi, pola tidur yang tak teratur dan kurang istirahat. Akibatnya, daya tahan tubuh menjadi lemah sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi.

Lalu, bagaimana cara mencegah anemia? Pertama, harus mengkonsumsi makanan bergizi seimbang termasuk makanan kaya sumber zat besi dari sumber makanan hewani. Selain itu, tidak mengkonsumsi teh, kopi atau susu bersamaan saat akan karena akan menurunkan penyerapan zat besi dari makanan.

Nah, untuk meningkatkan produktifitas kerja, Merck dan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia pada 16 Maret meluncurkan insiatif kampanye kesadaran publik yakni “Indonesia Bebas Anemia”. Kerjasama ini untuk meningkatkan kesadaran akan gejala dan dampak anemua. Harapannya, masyarakat dapat mencegah serta mengobati resiko anemia. Kolaborasi ini, kata Anie Rachmayani dari PT Merck, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya memahami gejala anemia. Bebas Anemia, dari sekarang.  


Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

25 komentar:

  1. Wahhh aku nampang �� haha ayo mak, kita tingkatin Hb bia4 ga pucat lg hasilnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Nadia emang pas kok jadi model. Hihiii
      Senang berjumpa, mba. Moga bisa jumpa lain waktu yaa. Iya nih, kalau nggak anemia produktivitas makin meningkat

      Hapus
  2. aku sering ngerasain yg pertama mbk, apalagi kalok insomnia lg rajin dateng, beuugghh,
    ok fix, aku jg mau bebas anemia ah, tengkiu shrenya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insomnia emang bikin daya tahan tubuh lemah dan mudah lemes, mba Inda. Sama2 ya :)

      Hapus
  3. kalo saya, abis bangun dari duduk atau tidur, itu kepala pusing banget, jadi gbs diri dengan tegap, itu selama beberapa detik aja gejalanya, kira2 saya anemia kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Kholis. Terkadang abis tidur trs langsung bangun. Ini yang bikin pusing. Pengalamanmu, gerakkin badan ke kiri dan ke kanan sebelum bangkit dari tempat tdur. Sehat selaluu :)

      Hapus
  4. Dalam kisah fiksi diceritakan bahwa amnesia bisa disebabkan oleh cedera kepala, seperti ketika terjadi kecelakaan mobil. Namun pada kenyataannya, hal ini biasanya hanya menimbulkan kebingungan dan kesulitan dalam mengingat informasi baru, dan bersifat sementara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, kita harus mencari informasi yang tepat dan benar :)

      Hapus
  5. *tok tok tok.. mau mampir.. hehe..

    haduh aku juga anemia nih makk.. jadi pengen ikutan di cek-cek juga deh ah..
    hohohoo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan mampir, mbaa. Silahken :).
      Sehat selalu, mba. Biar anemia nggak mampir :)

      Hapus
  6. Ayooo ayooo dukung Indonesia Bebas Anemia :-)

    BalasHapus
  7. salam kenal ya mbak..jurnalis kompas tv keren deh...wah iya mbak kalo terserang anemia berpengaruh ke aktivitas sehari2 ya mbak. alhamdulilah selama ini aku enggak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo, mbaaa. Alhamdulillah kalau dibilang keren :)
      Iya mba. Kalau anemia kan bawaanya lemes,jadi malas ngapa2in. Sehat2 ya mbaa

      Hapus
  8. aku dr dulu sering banget kena anemia, udah minum vitamin penambah darah, tp msh tetep aja..

    btw, met milad ya alidaa.. barakallah fii umrik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idaaa jaga kesehataan yaaa ....
      makasih Idaaa *pelukkk*

      Hapus
  9. wah hana baru tahu kalau anemia terjadi karena kekurangan zat besi..
    sama banget mba suka minum teh juga hana..
    wah makasih banyak infonya mba :D

    Semoga ngga anemia lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Hana, karena info ini aku jadi ngurangi teh. Hihi. Makasih jugaa

      Hapus
  10. baru tahu kalau minum teh, kopi dan susu tidak boleh bersamaan :) makasih infonya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba. Mungkin biar nggak kemaruk jugaa yaa :)

      Hapus
  11. yuuukk dukung Indonesia bebas anemia :d

    BalasHapus
  12. Sepertinya kalau baca ini, tanda-tandaku merujuk pada gejala anemia. Mudah lelah, susah konsentrasi, suka ngantuk. Kupikir karena insomnia. Tapi kayanya aku juga butuh darah... *minum darah* hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati2 jadi vampir loh, mba Vindy. Hihii

      Hapus
  13. meski kliatanya sepele tapi klo udah kena anemia bisa repot, bsa ngeganggu produktivitas..

    BalasHapus