Gagal Ginjal Akut pada Anak

Gagal ginjal pada anak, bagaimana penanganannya ?

Gagal Ginjal Akut pada Anak


Saat mendapatkan informasi tentang gagal ginjal akut, saya langsung membagi informasi ke grup whatsapp keluarga. Beberapa saudara yang memiliki anak balita kemudian bertanya, apa yang harus dilakukan jika anak demam? Karena di usia balita, anak cenderung rentan demam. Dan sesuai saran yang saya baca, ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan jika anak demam. Saya akan mengulasnya di akhir tulisan.

Apa itu gagal ginjal akut ? Gagal ginjal akut ini diderita anak-anak usia 6 bulan -18 tahun. Hingga kini, anakanak di usia 1-5 tahun yang paling banyak mengalami gagal ginjal akut. Prosesnya cepat sekali. Bahkan salah satu korban, menurut cerita teman jurnalis yang wawancara anak korban, mulai dari sakit hingga meninggal dunia hanya delapan hari saja. Bayangkan, hanya delapan hari. “Ngeri banget, Mba, “ kata kawan saya.

Anak-anak umumnya datang dengan indikasi batuk, demam. Tak ada kaitannya dengan gagal ginjal.

Saya sempat menghubungi salah satu orangtua yang anaknya meninggal dunia karena gagal ginjal akut. Bu Lidda, nama orangtua itu, juga menceritakan perjalanan penyakit sang anak di akun instagramnya.

Anak-Anak yang Mengalami Gagal Ginjal Akut

Semua bermula saat anaknya mulai demam dan batuk-batuk pada 6 Agustus dan langsung dibawa ke dokter dan diberikan obat. Demam reda, namun Jumat tanggal 19 Agustus, sang anak rak pipis sama sekali hingga tanggal 20 Agustus. Saat itu, langsung dibawa ke UGD dan menjalani rawat inap.

Sehari kemudian, setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyatakan anaknya mengalami pembengkakan hati dan malamnya, sang anak didiagnosa gagal ginjal. Anaknya kemudian di rujuk ke rumah sakit lain pada 22 Agustus. Namun malan sekitar pukul 20.30 WITA, ia harus menerima kenyataan pahit. Anaknya, Ashalina Kamila Zuhi meninggal dunia.



Jadi boleh dibilang, perjalanan penyakit anaknya hanya dari tanggal 6 Agustus hingga 22 Agustus 2022. Tak sampai sebulan. Di status instagram BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), ia menuliskan bahwa anaknya terakhir kali mengkonsumsi obat merk Unibebi. Unibebi Demam Sirup (obat demam) merupakan salah satu dari lima sirup obat yang diduga mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietligen Glikol (DEC).

Di Aceh, seorang anak berusia empat tahun sudah 14 hari tak sadarkan diri di ruang NICCU, Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh karena mengalami gagal ginjal akut. Dikutip dari Kompas.Tv, Rafif Azmi, namanya, awalnya sempat demam, batuk dan diare. Setelah diberi parasetamol selama dua hari, kaki tangan dan wajah bengkak. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, pihak rumah sakit mendiagnosis Rafif mengalami gangguan ginjal. Kini, sang orangtua pasrah sambil berharap ada keajaiban untuk kesembuhan sang anak. 

Senyawa Berbahaya Pemicu Gagal Ginjal Akut

Menteri Kesehatan saat konferensi pers pada Jumat 21 Oktober mengatakan bahwa kasus gagal ginjal akut di Indonesia dipicu oleh cemaran etilon glikol dan dietilen glikol. Kedua senyawa berbahaya ini menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beresiko pada ginjal. Berdasarkan hasil tes anak-anak yang dirawat di RSCM karena gagal ginjal, 7 dari 11 anak positif memiliki senyawa berbahaya.

Senyawa etilen glikol dan dietligen glikol jika masih ke rubuh akan mengubah senyawa kimia menjadi asam oksalat dan ketika berada di ginjal akan menjadi kristal-kristal kecil yang sangat tajam. Pada anak balita, kristal-kristal ini yang akan merusak ginjal dan kemudian menyebabkan gagal ginjal akut.

Lalu apa yang harus dilakukan masyarakat ? Orangtua perlu waspada jika anak mengalami demam. Untuk sementara, cukup lakukan kompres air hangat dan penuhi kebutuhan cairan tubuh. Apabila anak tidah buang air kecil selama enam jam, orangtua harus segera membawa anak ke rumah sakit. Obat pereda penurun panas sebaiknya tidak dikonsumsi sama sekali.

BPOM tekah melakukan penarikan kepada lima produk sirup yang tercemar senyawan di atas ambang batas aman. Bahkan Kementerian Kesehatan telah membuka daftar 102 obat sirup yang sementara dilarang beredar di Indonesia karena diduga mengandung senyawa kimia berbahaya yang memicu gagal ginjal akut pada anak. Teman-teman bisa melihatnya di link https://www.instagram.com/p/Cj-qup3Pygh/?igshid=MDJmNzVkMjY%3D

Saya pribadi berharap agar tidak jatuh korban lagi anak-anak yang mengalami gagal ginjal akut. Selain itu, peredaran sirup obat yang diduga berbahaya segera dilarang dan dilakukan penarikan sebesar-besarnya di seluruh Indonesia. Sosialisasi terkait ini pun harus dilakukan secara masif. Tak hanya itu saja. Saya juga berharap dilakukan penyelidikan dan kemudian hasilnya diumumkan kepada publik hasilnya dan kemudian memberikan tindakan jika terjadi adanya kesalahan yang mengakibatkan anak-anak mengalami gagal ginjal akut.

1 komentar

Avatar
Tira Soekardi 25/10/22 07.15

Agak serem juga ya yang punya anak kecil. Semoga oemerintah cepat tanggap dan bisa atasi semua shg tak ada jatuh korban lagi

Reply Delete