Cara Sederhana Mengurangi Selimut Polusi

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Cara Sederhana Mengurangi Selimut Polusi


Bekerja dan tinggal di kota Jakarta membuat saya, mau tak mau, terpapar polusi udara.   Kendaraan bermotor yang jumlahnya bertambah dari waktu ke waktu membuat polusi udara terasa semakin terasa menganggu. Apalagi saat kemacetan melanda, asap knalpot dari kendaarn bermotor seolah tak bisa dikendalikan. 


Saya tak tahu entah kenapa, kehidupan mulai terasa normal seolah sebelum adanya pandemi.  Semua balik kepada rutinitas yang membuat kesibukan tanpa henti. Pergerakan masyarakat pun terjadi. Hampir setiap hari, kemacetan terasa hampir di setiap sudut kota Jakarta. 


Beberapa kali bahkan sempat viral di media sosial dan media mainstream karena kemacetan luar biasa yang menyebabkan banyak orang terlambat tiba di rumah. Perjalanan yang seharusnya tak sampai setengah jam, bisa menjadi tiga hingga empat jam karena kemacetan melanda. 


polusi udara
Sumber : pixabay.com


Terjebak kemacetan ditambah lagi menghirup asap knalpot kendaraan bermotor bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Di satu sisi, pilihan bekerja dari rumah tak ada lagi. Bekerja saat ini adalah melakukan perjalanan dari rumah ke tempat kerja. Namun di satu sisi, pandemi belumlah benar-benar berakhir. 


Terpapar polusi udara memang bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Apalagi bagi kelompok masyarakat yang rentan seperti anak-anak hingga orang tua. Saya pun merasa tak nyaman berada di lingkungan yang terpapar polusi udara. 


Jakarta, tempat saya tinggal dan bekerja teryata menjadi kota dengan kualitas udara dan polusi kota terburuk di dunia pada tahun ini. Mengutip dari cnbcindonesia.com, ini bukan pertama kali Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan kualitas udara dan polusi kota terburuk dunia. Tapi merupakan ketiga kalinya predikat ini diperoleh Jakarta. Pada Rabu, 22 Juni 2022, di laman IQAir, indeks pencemaran udara berada di angka 163 yang berada dalam kategori tidak sehat. 


Polusi udara adalah pencemaran pada udara  yang berasal dari bahan pencemar di luar ambang batas. Dan mayoritas, sumber pencemaran udara paling banyak berasal dari sektor transportasi. 


Polusi berdampak pada kesehatan tubuh seseorang. Polusi dari sektor transporasi, ditambah lagi dengan pencemaran dari rumah tangga seperti asap rokok hingga pembakaran sampah merupakan penyebab polusi udara. 


Dikuti dari laman tirto.id, kematian dini berdasarkan data dari WHO, akibat polusi udara mencapai 7 juta kasus per tahun. Dan dampak dari adanya polusi udara itu mellaui penyakit stroke, penyakit jantung, penyakit paru-paru hingga adanya infeksi saluran pernapasan akut. Polusi udara hanya salah satu jenis polusi. Ada beberapa jenis polusi yang ada yakni polusi air, polusi tanah, polusi suara hingga polusi radioaktif. 


Nah polusi udara ini teryata berdampak pada lingkungan, termasuk perubahan iklim. Bagaimana bisa? Dan apa kaitannya ? Perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi bumi dan seisinya. Perubahan iklim menurut UU No 31 TAhun 2009 tentang meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan, langsung atau tidal langsung oleh aktifitas manusia yang menyebabkan perubahan komposis atmosfer secara global. Nah penyebab perubahan iklim ini disebabkan oleh faktor manusia dan juga karena adanya faktor alam. 


Lantas bagaimana cara pencegahan agar mengurangi polusi yang menyebabkan perubahan iklim? Ada hutan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi polusi dan perubahan iklim. Mengapa bisa ? Jadi, hutan memiliki fungsi sebagai upaya meredam kenaikan gas rumah kaca sebagai penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim. 


Indonesia yang memiliki hutan tropis yang amat sangat luas, namun menjadi terdegradasi akibat adanya pembalakan liar, pengurangan kawasan hutan (deforestasi) untuk kepentingan yang tidak didasarkan pada prinsip keberlanjutan. Akibatnya, hutan menjadi rusak sehingga tidak dapat menyerap karbo dengan baik #TeamUpForImpact. 


Saya yakin, ini merupakan tugas bersama. Dibutuhkan kolaborasi untuk bersama-sama mencegah polusi udara. Saya yakin, saya harus mulai lakukan sejak awal tanpa harus menunda-nuda. Karena saya hingga mencipatakan dunia menjadi lebih baik untuk masa depan #MudaMudiBumi. Lalu, apa yang kemudian saya lakukan untuk membantu mengurangi #SelimuPolusi ? 


Menggunakan transportasi umum 

Untuk kegiatan ke kantor, saya selalu menggunakan commuterline. Transportasi umum ini amat sangat saya andalkan karena tidak terjebak macet dan juga harganya murah meriah untuk biaya transportasinya. Saya sudah menggunakan commuterline sejak masih kuliah sekitar tahun 2012 dan hingga kini. 


Memilah Sampah 

Sampah yang ada di rumah, dipilah. Mana yang bisa untuk diolah dan mana yang tak bisa. Kalau botol-botol bekas shampo dan lainnya itu masih bisa digunakan lagi. Jadi dipisah dari sampah yang tak bisa didaur ulang. 


Menikmati dan Menjaga Hutan Kota 

Kawasan hutan kota yang berada dekat rumah saya adalah hutan kota yang berada di kawasan Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat. Tempatnya nyaman sekali. Saat saya masih berkuliah di UI, saya senang menghabiskan waktu menikmati udara yang sejuk di kawasan hutan kota UI.  


Rumah yang ramah lingkungan 

Membuat rumah ramah lingkungan jadi memudahkan dengan cara memiliki rumah yang tak memiliki ventilasi udara baik. Jendela-jendela di rumah saya di desain dengan ukuran besar sehingga memudahkan proses pertukaran udara. Selain itu tak perlu lampu di siang hari karena rumah tampak terang


Sudah siapkan teman-teman menjadi bagian dari #TeamUpForImpact? 

24 komentar

Avatar
Latifika Sumanti 24/10/22 08.35

Indeks udara 165 itu pasti gak sehat ya Mba, di tempatku masih sehat alhamdulillah, soalnya bukan metropolitan. Cumaaan kalo udah karhutla, indeksnya sampai 2000, ampe eror grafiknya gak kebaca.. Hiks

Reply Delete
Avatar
Tetty Hermawati 24/10/22 10.06

Tipsnya bener semua Ummi, ga nyangka deh aku, ternyata banyak banget ya dampak negatif polusi udara, itu penyakitnya high class semua ya. Semoga aku bisa mempraktekan tipsnya nih, ngurangin BBM dan bisa milah sampah deh minimal

Reply Delete
Avatar
Lisdha www.daily-wife.com 24/10/22 14.30

Ahsiaaap mbak..aku siap jd bagian timforimpact! Kan bisa jadi bagian dg tim dg perilaku/gaya hidup kita sehari2 ya kan...Harus harus harus banget jd bagian dr solusi utk mengurangi polusi. Kalaupun belum bisa melakukan semua langkah, at least ambil bagian deh..jangan abai sama sekali.

Reply Delete
Avatar
sari widiarti 24/10/22 15.07

Masih berusaha untuk rumah yang ramah lingkungan, udah pilah sampah, dan mau bikin kebun mungil di teras, pengin ditanami panganan, tapi ya gitu nggak mudah sih nanam di pot, nanem cabe, eh gagal :)))

Reply Delete
Avatar
Nurul bukanbocahbiasa 24/10/22 18.11

Di Sby, polusi juga udah mbaliiikk lagi mba.
Udah banyak yg aktivitas normal, macettt d mana mana.
Semoga kita bs kontribusi utk planet Bumi yg lebih baikkk ya.

Reply Delete
Avatar
Suciati Cristina 24/10/22 18.50

Polusi memang PR bersama ya mba. Dulu nggak kayak sekarang, makin2 deh asapnya. Insya Allah aku coba ngurangi sampah, kasih tau ke anak2 ttg pemakaian air, listrik seperlunya. Naik kendaraan umum atau jalan kaki deh klo dekeeeut.

Reply Delete
Avatar
Febrianty Rachma 24/10/22 19.52

Wowh mbak, aku baru tahu kalau ibu kota kita Jakarta merupakan kota dengan polusi terburuk di dunia. Memang ya menjaga kondisi lingkungan bisa dimulai dari diri kita sendiri dengan hal hal sederhana seperti naik kendaraan umum, menghemat kertas bahkan membawa botol minuman sendiri pun juga merupakan hal sederhana yang mampu kurangi polusi. Semangat kita ya, untuk menularkan cinta lingkungan pada generasi penerus

Reply Delete
Avatar
Andiyani Achmad 25/10/22 08.15

selimut polusi memang terasa ya, apalagi climate change yang semakin meradang dimana-mana, makanya perlu dari manusia itu sendiri melakukan berbagai cara sederhana yang bisa dilakukan dari rumah untuk menjaga lingkungan

Reply Delete
Avatar
Istiana Sutanti 25/10/22 09.55

Yang masih belum bisa aku lakukan dari itu semua adalah memilah sampah. Eh, baru memilah organik dan yang bisa didaur ulang sih, belum yang bikin kompos gitu. Mungkin itu emang level berikutnya lagi ya, ahaha.

Reply Delete
Avatar
Nurul Sufitri 25/10/22 10.26

Makin ke sini aku makin senang dan rajin naik transportasi umum lho. Seandainya semua warga kota Jakarta melakukan hal ini, tentu akan mengurangi polusi udara. Jalanan lebih lengang dan kita bisa menikmati udara lebih sehat. Asap kendaraan bermotor itu yang salah satunya memberikan efek buruk bagi polusi udara.

Reply Delete
Avatar
Mega Rachma 25/10/22 17.39

Semenjak ada bayi, aku jujur gak pernah pake lg transportasi umum kecuali mendesak mba, ato kalo gak terlalu mendesak aku pun gak kemana2 dirumah aja. Peer untuk rumah tangga kayaknya soal sampah ya mba. Kadang sampah udah dipilah, tapi pas dibawa petugas kebersihan malah di acak2 lagi huhu

Reply Delete
Avatar
Juliastri Sn 25/10/22 18.39

Andaikan tiap orang punya kesadaran untuk naik angkutan umum, jalanan gak akan macet dan gak banyak polusi udara. Lha sekarang rata-rata dalam satu rumah motor tak hanya satu, mobil juga hampir semua rumah punya. Bayangkan kalo semua kendaraan pribadi barengan dipakai di jalan raya..betapa crowded dan jumlah polusi udaranya meningkat berkali lipat..

Reply Delete
Avatar
April Hamsa 25/10/22 19.04

Iya nih mbak polusi makin parah, gak hanya udara aja, tapi tanah dan air juga ya makin parah. Aku pun juga pengguna angkutan umum ke mana2 dan berusaha memilah sampah. ALhamdulillah sistem sampah di sini juga udah ok, petugasnya tahu mana yang sampah basah dan kering.
Emang kudu dimulai dari pribadi masing2 walau keliatan kyk remeh tapi hal2 kecil terkait gaya hidup kita juga bisa mengurangi polusi yaaa.

Reply Delete
Avatar
Dian Restu Agustina 25/10/22 19.41

Wow, kematian dini akibat polusi ada 7 juta kasus pertahunnya..ngeriii! beneran mesti bahu-membahu untuk kurangi selimut polusi demi bumi lestari

Reply Delete
Avatar
Syarifani 26/10/22 10.17

Berhubung sekarang udah pada sekolah dan ngantor polusi udah mulai balik lagi.
Padahal waktu WFH & sekolah daring udara jadi bersih, kulihat di Jakarta pun cuacanya jadi cerah, seneng lihatnya
Mudah-mudahan adanya kebijakan WFH ini bisa jadi pertimbangan perusahaan buat ngurangi polusi.

Reply Delete
Avatar
Dennise Sihombing 26/10/22 11.06

Dulu saat saya bekerja transportasi andalan saya adalah commuterline.Selain bebas polusi lebih cepat sampainya. Untuk mengurangi selimut polusi memang harus dimulai dari kita ya kak, termasuk juga dalam memilah sampah di rumah

Reply Delete
Avatar
echa 26/10/22 14.10

Memang berasa ya,kalau tarik nafas panjang di ibu kota dengan di pedesaan..bisa lebih plongg seger di pedesaan. Ibu kota memang uda separah itu polusinya ya mba... Sippp tips dan share infonya mbaaa,kita juga akan berusaha lebih aware lagi ma lingkungan,harusss! hehehe

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati 26/10/22 15.55

Negeri ini memiliki hutan yang terkaya, tapi mulai berkurang karena banyaknya pembalakan liar, pembakaran hutan untuk pembukaan lahan, itu semua udah bikin sedih. Karena efeknya meluas, jadi mempengaruhi iklim juga ya mbak. Sebagai warga kota, memang langkah kita hanya dengan membantu alam melalui langkah kecil seperti memilah sampah, membuat ventilasi yang semaksimal mungkin saat membangun rumah. Agar nggak pakai lampu saat siang hari

Reply Delete
Avatar
tantiamelia.com 26/10/22 20.21

Yang paling sederhana ya memilah sampah di rumah. Sampah plastik dan sampah organik.
Aku sampe punya 5 tempat sampah saking ga tahan kalo sampah ngga dipilah .. pasti membantu petugas kebersihan juga kan

Reply Delete
Avatar
Gusti yeni 26/10/22 20.45

Ketika pandemi langit jakarta.bersih biru indah ya makk tp skrg berkabut lagi krn polusi macet dimana2 apalagi banjir mulai menyerang disaat hujan deras dalam durasi lama...
Tips nya okee makk mulai dari diri sendiri yaa untuk menjaga lingkungan

Reply Delete
Avatar
Molly 26/10/22 20.49

Setuju banget sama poin2nya mbak alida. Ada banyak cara untuk mengurangi polusi. Tinggal kesadaran diri masing2 mau gak beraksi.

Reply Delete
Avatar
Jiah Al Jafara 26/10/22 21.03

Hal-hal yang Mbak sebut termasuk sederhana, bisa dilakukan siapa saja dan efeknya bagus buat mengurangi selimut polusi. Yuk lah dimulai dari diri sendiri dan sekarang biar bumi makin nyaman

Reply Delete
Avatar
Dee_Arif 26/10/22 21.50

Kalau selimut polusi nggak segera ditangani bisa menyebabkan perubahan iklim ya mbak
Banyak cara sederhana yang bsia kita lakukan untuk ikut serta mengurangi selimut polusi ini

Reply Delete
Avatar
lendyagassi 26/10/22 22.19

Memiliki rumah ramah lingkungan ternyata salah satu cara kita agar terhindar dari sakit dan menjaga lingkungan juga.
Selimut polusi kian parah dan semoga kita semua senantiasa sehat dan melakukan kebiasaan baik untuk jaga lingkungan.

Reply Delete