Theme Layout

[Rightsidebar]

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

yes

Dark or Light Style

[Light]

Perlindungan Kesehatan Jantung dengan Asuransi Mandiri Heart Protection


Seorang perempuan berusia 22 tahun harus berjuang melawan penyakit jantung yang diderita. Perjuangan melawan sakit itu pun terasa berat ketika keuangan keluarga menipis dan berasal dari keluarga tak mampu. Bapaknya hanyalah kuli bangunan yang bahkan mengalami kesulitan menunjang kehidupan keluarga sehari-hari. Perjuangan perempuan muda itu pun harus berakhir tiga hari kemudian.

Kisah di atas bukanlah kisah fiksi belaka melainkan kisah nyata yang disampaikan dr Friens Sinaga, dokter spesialis Kardiovaskular dari Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas. Dr Friens menyampaikan kisah itu pada 1 Desember saat launching ‘Asuransi Mandiri Heart Protection’ di AXA Tower, Kuningan, Jakarta.

Bersama rekan blogger menghadiri AXA Mandiri Heart Protection
Ada dua hal yang menjadi point pada kisah di atas yakni usia penderita jantung yang semakin muda dan biaya penanganan penyakit jantung yang sangat mahal lebih dari puluhan jantung. Bayangkan, untuk hidup sehari-hari saja kesulitan, apalagi mereka harus membayar biaya pengobatan penyakit jantung yang harganya sangat tinggi.

Jumlah penderita penyakit jantung semakin lama semakin meningkat. Dulu, penyakit jantung identik dengan penyakit orang tua. Tapi kini tidak. Hal ini diperkuat lagi dengan data Kementerian Kesehatan yang mencatat hampir 22 persen kasus jantung koroner di Indonesia terjadi pada kelompok usia 35 tahun ke bawah yang merupakan usia produktif.
 
Farhan dan dr Friens Sinaga, dokter spesialias penyakit jantung 
Penyakit jantung adalah penyakit yang menjadi penyebab meninggal dunia nomor satu di dunia dan di Indonesia. Di Indonesia, berdasararkan Riset Kesehatan Dasar 2013, Kementerian Kesehatan, penderita penyakit jantung koroner mencapai angka 12,1 persen dari populasi.

Bahkan, tren penyakit itu semakin banyak diderita usia muda yakni 39 persen berusia kurang dari 44 tahun. Sebanyak 22 persen dari penderita jantung usia mudah ada di kisaran 15-35 tahun. Data-data di atas itu semakin membuktikan bahwa penyakit jantung kini mulai menjangkiti usia muda.
 

Satu hal yang membuat penyakit jantung ini perlu diwaspadai adalah kenyataan bahwa penyakit jantung ini adalah silent killer karena terkadang kemunculannya tidak disadari tetapi bisa merusak tubuh dan memicu gagal ginjal, stroke.

Lantas, apa penyebab penyakit jantung menderita usia muda?
Perubahan utama adalah gaya hidup dan pola makan. Gaya hidup itu dikarenakan tubuh kurang gerak. Semua aktifitas dilakukan tanpa menggerakkan badan. Misalnya penggunaan remote control yang terlihat memudahkan gaya hidup tapi teryata membuat tubuh kurang beraktivitas.

Hal ini dikarenakan penyakit kardiovaskular disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah, gangguan gungsi jantung hingga otak dan sistem syaraf banyak diakibatkan oleh konsumsi berlebih makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi, banyak mengandung garam natrium serta mengandung bahan kimia pengawet.

Pergeseran pola makan dan gaya hidup masyarakat yang mengarah pada konsusmi makanan cepat saji, pakai penyedap, menjadi sumber semakin rentan terkena penyakit jantung. Berdasarkan survey Nielsen tahun 2008,  69 persen masyarakat kota di Indonesia mengkonsumsi fast food, 33 persen sebagai makan siang, 25 persen makan malam, 9 persen makanan selingan dan 2 persen menjadi pilihan sebagai makan.

Sedangan intensitas mengkonsumsi fast food berdasakan hasil survey WHO 45 persen mengkonsumsi fast food tiga kali per minggu. Kemudian sebanyak 20 persen mengaku konsumsi fast food dua kali per minggu. Bahkan, sebanyak 18 persen koresponden mengkonsumsi hanya satu kali fast food per mimggu, kemudian 9 persen mengkonsumsi fast food lebih dari lima kali per minggu. Terakhir 8 persen koreponden menyantap fast food 4 kali dalam seminggu.
 
 Asuransi Mandiri Heart Protection
Dua naraumber di peluncuran AXA Mandiri 
“Selain fast food, konsumsi makanan mengandung penyedap rasa di Indonesia juga tinggi,” kata dokter Friens.

Berdasarkan data Riskesdas 2013 menunjukan konsumsi makanan beresiko paling banyak konsumsi penyedap rasa yakni 77,3 persen. Salah satu konsumsi makanan mengandung penyedap rasa tertinggi ialah mie instan. Berdasarkan World Instan Noodle Association pada 2016 melansirkan konsumsi mie instan di Indonesia mencapai 14,8 miliar bungkus dalam satu tahun.

Fakta yang disampaikan terkait konsumsi mie instan di Indonesia cukup mengejutkan. Dengan asumsi jumlah penduduk mencapai lebih dari 260 juta orang, maka setiap orang di Indonesia rata rata mengkonsumsi lebih dari 50 bungkus mie instan dalam setahun.

Dengan konsumsi mie instan 14,8 miliar bungkus setahun, Indonesia masih berada di urutan kedua di dunia setelah China. Namun angka ini meningkat dari konsumsi tahun sebelumnya yakni 13,2 miliar bungkus. Selan itu pada 2017, diproyeksikan akan kembali mengalami peningkatan hingga 16 miliar bungkus

Selain konsumsi fast food dan penyedap rasa yang menurut dokter Friens tinggi, hal ini tak diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah. Di Indonesia, konsumsi sayur dan buah masih sangat rendah. Konsumsi kurang sayur dan tinggi sekitar 93,5 persen.

Launching Asuransi Mandiri Heart Protection
Selain menyebabkan penyakit dan berakibat kematian, tingginya angka penyakit ini juga memakan biaya yang relatif tinggi. Data kementerian Kesehatan menemukan untuk biaya rawat inap yang paling besar menghabiskan biaya adalah penyakit jantung yakni sebesar 5,66 trilyun rupiah. Kemudian ada penyakit hipertensi yang menghabiskan biaya sebesar 3,21 trilyun rupiah.
 
 Asuransi Mandiri Heart Protection
Launching Asuransi Mandiri Heart Protection
Bahkan, sebanyak 60-70% dari total biaya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) habis untuk penyakit jantung. Bahkan berdasarkan riset Evidence & Analitycs menyebutkan bahwa jika tidak ditanggulangi diperkirakan hingga 2035, potenssi kerugian yang harus ditanggung pemerintah untuk biaya penyakit kardiovaskular ini mencapai Rp 70.200 trilyun. Ini akan menjadi beban perekonomian. Selain itu juga ada kehilangan produktivitas akibat tingginya usia kematian pada usia produktif yang tentu saja akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Lalu apa yang harus dilakukan? Perlindungan kesehatan jantung kini bisa dilakukan dengan menggunakan Asuransi Mandiri Heart Protection dari AXA Mandiri. President Director AXA Mandiri, Jean-Philippe Vendenschhrick menggatakan peluncuran Asuransi Mandiri Heart Protection ini merupakan bagian dari komitmen AXA dalam menjawab perlindungan kepada nasabah untuk melindungi dir dari resiko enyakit jantung dan atau stroke.
 
 Asuransi Mandiri Heart Protection
President Director AXA Mandiri dengan Director of Alternative Channel AXA Mandiri 
Director of Alternative Channel AXA Mandiri, Hengky Oktavianus ini merupakan bentuk perlindungan kepada kesehatan jantung dan stroke. Asuransi Mandiri Heart Protection ini dapat dimiliki masyaraat berusia 18-55 tahun dengan maksimum pertanggungan hingga usia 65 tahun.

Manfaat Asuransi Mandiri Heart Protection meliputi :
Pengembalian premi sebesar 105 persen dari total premi yang telah dibayarkan selama 10 tahun terakhir kepada pemegang polis.

Biaya premi per bulannya terjangkau yakni mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 1.170.000 atau per tahunnya Rp 700 ribu hingga Rp 11.500.000

Keunggulan yang dimiliki oleh Asuransi Mandiri Heart Protection ini adalah pembayaran premi tahunan hanya sebesar 10 kali premi bulanan dan nasabah hanya perlu menjawab pertanyaan kesehata tanpa melakukan medical check up.

Tertarik untuk memiliki Asuransi Mandiri Heart Protection? Langsung saja menghubungi :
Twitter : https://twitter.com/AXA_Mandiri
Costumer Care : +62 21 3005 8788


You Might Also Like

66 komentar:

  1. harus lebih aware sama penyakit jantung apalagi kalau gak merhatiin pola makan dan gaya hidup. banyak bgt yang meninggal di usia muda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita selalu terhindar dari berbagai penyakit ya mba :)

      Hapus
  2. Iya mbak pengobatan penyakit jantung memang mahal bgt, ada keluarga saya yg pasang ring itu mahal bgt,
    Btw makasih infonya mb bermanfaat bgt ni

    BalasHapus
  3. Eh ada farhan, ngemsi ya dia? Kak. Seru kalo ada farhan yaa kak

    BalasHapus
  4. Bener banget mbak....saat ini pola makan dan gaya hidup yang tidak seimbang memicu timbulnya berbagai penyakit seperti jantung dan hipertensi. Dan bila sdh terkena penyakit sprti itu biayanya akan semakin mahal. Inilah perlunya proteksi diri baik menjaga tubuh agar tetap sehat maupun berjaga2 menyiapkan dana kesehatan sewaktu2 kita butuhkan. Terimakasih sharing informasinya yang sangat informatif ttg asuransi kesehatan.

    BalasHapus
  5. Merasa tertohok karena aku suka makaan mecin alias penyedap rasa hahaha

    BalasHapus
  6. Penyedap rasa itu susah dihindari kalau jajan di luar mbak. Tapi iya sih, biaya berobat jantung melebihi puluhan jantung eh juta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba. Kalau dirmah bisa kita hindari ya

      Hapus
  7. Jantung organ vital manusia. Sayangnya, sekarang ini penyakit jantung nggak cuma menyerang para orangtua tapi juga mereka di usia muda. Duh, kalo liat nominal angka buat berobat dan juga perawatannya mengerikan. Perlu jaga-jaga dan antisipasi dg cara olahraga dan pola hidup sehat. 😱

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting banget ya mba buat menjaga kesehatan dan olahraga agar selalu sehat :)

      Hapus
  8. Silent killer ya mba. Hwaa jadi ngeri. Mulai sekarang mau mengurangi kalau bisa menghilangkan yang namanya males gerak deh. Itu serius mba harganya dimulai 70ribu perbulan? Terjangkau ya.

    BalasHapus
  9. memang sesuatu perjuangan yang berat banget ya mba, kala kena penyakit berat dan biaya tinggi sementara uang ga ada. memang sehat itu mahal banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sampai deh kita jadi menderita jantung ya mbaaa

      Hapus
  10. Ini premi yang ditawarkan Insaallah terjangkau semua segmen ya, penting banget memang aware buat kesehatan

    BalasHapus
  11. Jantung memang penyakit yg diam2 mematikan ya mba, orang sehat tiba2 terkena serangan jantung, good bngt nih mandiri punya Mandiri asuransi kyk gini permintaan terjangkau lg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting buat perlindungan jantung ya mba

      Hapus
  12. Gaya hidup dan pola makan sepertinya jadi penyebab banyak penyakit ya. Aku kadang merasa sedih dilahirkan di zaman yang serba enak. Mau serba dibatasi pun, rasanya "mumpung masih muda, kenapa nggak".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah tapi harus tetap jaga kesehatan ya mbaa

      Hapus
  13. Kini penyakit tak mengenal usua, jadi harus lebih waspada yaaa salah satunya dg mengikuti asuransi

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbaaa. Informasi ini juga harus kita sebarkan ya mbaaa

      Hapus
  14. Bener banget ya kalau sumber penyakit itu salah satunya memang dari makanan yang tidak terjaga... Jadi inget sama ibu saya jarang sakit karena makannya dijaga banget :)

    BalasHapus
  15. Tadi pagi udah bw ternyata komentar saya tidak masuk ya?

    Penyakit jantUng bukan lagi "penyakit orang kaya" siapa saja bisa kena. Karena itu waspada lebih baik. Mempersiapkan segalanya sejak dini ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener Teh Okti. Penyakit jantung bisa dialami siapa saja ya mba

      Hapus
  16. Kapan hari suami tiba2 sesak gak bisa nafas dan gerak. Saya udah khawatir banget takut gejalan awal jantung. Tapi memang penyebabnya krn kurang gerak. Jadi msh ada korelasinya dgn gejala jantung juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah jangan sampe terulang lagi ya mba. Sehat2 selalu ya mbaa :)

      Hapus
  17. Biaya preminya cukup terjangkau ya mbak?
    Semoga makin banyak yang tercover dengan asuransi seperti ini dan gak memberatkan soalnya denger2 BPJS gak mau lagi bayar full utk penyakit2 kyk gini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa penyakit jantung memang memakan biaya banyak ya mbaa

      Hapus
  18. Wah, preminya mulai 70rb. Menariik

    BalasHapus
  19. Biaya premi perbulannya murah banget mbak, sama sekali tidak memberatkan. Setahun juga cuma perlu bayar sepuluh kali premi bulanan pula. Lebih baik mencegah daripada mengobati ya, karena sakit itu mahal, terutama biaya pengobatan penyakit jantung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaa. Mahal banget kalau biayanya pengobatan jantung

      Hapus
  20. Mudah juga ya mba, tanpa perlu check up lagi.. premi nya juga murah, semoga menjawab pertanyaan netizen yang membutuhkan asuransi kesehatan

    BalasHapus
  21. Widih serem banget ya penyakit jantung di Indonesia. Pembunuh nomor 1. Duh, Semoga aku gak malas buat olahraga nih.

    BalasHapus
  22. Sudah ada rekan kerja dan tetangga depan rumah yang mendadak kena penyakit jantung, tentunya jadi makain aware dengan kesehatan jantung juga pola hidup sehat.

    Beruntung nya Mandiri mengeluarkan Asuransi MHP dengan premi yang harganya cukup terjangkau ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah smoga kita terhindar ya mbaaa

      Hapus
  23. Suka kaget juga sih ketika mendengar kabar duka. Padahal orangnya sehat. Ternyata kena jantung. Makasih sharingnya.

    BalasHapus
  24. Aku sempet konsul ke dokter yg praktik resusitasi, sarannya untuk usia aku sudah saatnya general chek up khususnya bagian jantung untuk deteksi dini. Sepertinya proteksi kesehatan sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya penting mba buat general check up

      Hapus
  25. Perasaan udah komen di sini ternyata belum ya? :P

    OOo jadi kita bisa ya mbak bayarnya Premi setahun langsung gtu?

    Noted kurangin fastfood and mecin :D

    BalasHapus
  26. Sebelum hadir di peluncuran AXA Mandiri Heart Protection kemarin, jujur aku cuek bebek sama penyakit jantung mba, pikirku mosok usia muda sakit jantung. Tapi ternyata aku salah. Alhamdulillah aku bisa hadir kemarin, jadi banyak ilmu dan manfaat yg aku ambil. Terlebih ttg proteksi finansialnya. Makasih ya mba

    BalasHapus
  27. Salah satu yg aku lakuin skr ini, pulang kerja, jogging mba. Sengaja minta diturunin agak jauh dr rumah sekitar 3km, supaya aku jln kaki pulangnya. Jd badan ada bergerak. Kerja kantoran ginikan paling sedikit bergeraknya. Kalo ga pake cara gitu, aku ga bakal olahrga soalnya -_-

    BalasHapus
  28. Iyaps. Penyakit jantung saat ini tak lg pendant usia, semua tau lepas dari kontrol gaya hidup sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya kita harus jaga gaya hidup agar sellau sehat ya mbaa

      Hapus
  29. gagal fokus ke foto keluarga di bagian awal, hihihi. Kalian kompak banget sih, eh seperti film Friends.

    BalasHapus
  30. Di sekitar kita emang banyak yang kena penyakit jantung ya mbak, bahkan emang menyerang usia muda juga karena memang gaya hidupnya. Cara mencegahnya mau ga mau emang kudu merubah gaya hidup dan ikutan asuransi incase sesuatu yang tidak diinginkan terjadi

    BalasHapus
  31. Aku baru sadar kalau usia 20 tahunan juga bisa kena penyakit jantung ini. Jadi lebih waspada dan bener-bener jaga pola makan dan olahraga. Masih pengen sehat dan beraktivitas produktif hehehe. thanks mbak buat sharenya, aku kok jadi tertarik dengan mandiri heart protection yang bisa 70K per bulan ya

    BalasHapus
  32. Mesti aware banget yaa soal penyakit jantung ini. Gaya hidup yang serba instan nih yang jadi momok terjangkitnya penyakit mematikan ini. Walau rentan stress, semoga kita terhindar dari penyakit jantung

    BalasHapus
  33. duh serem banget ni masih muda ternyata penyakit jantung bisa mengintai yang muda-muda juga y ummi :/ gaya hidup harus diubah nih

    BalasHapus
  34. perhatian sama penyakit jantung dan siap-siap menanggulangi risiko keuangan kalau harus dirawat ke dokter. penyakit mahal harganya

    BalasHapus
  35. jadi dirimu pakai asuransi ini ya mba...kita memang harus selalu jaga kesehatan yaaa

    BalasHapus

[name=Rach Alida Bahaweres] [img=https://2.bp.blogspot.com/-nU7vyrF6_rE/WWw9fpyD9kI/AAAAAAAADWA/7zfkXenvrN8MH6Q4lAACPTciMJaet1lGACLcBGAs/w345-h245-c/Alida.png] [description= Saya Alida. Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com] (facebook=https://www.facebook.com/rach.bahaweres) (twitter=https://twitter.com/lidbahaweres) (instagram=https://www.instagram.com/lidbahaweres)

Follow @lidbahaweres