Minggu, Januari 31, 2016

Beli Tahu di SPBU Tahu

Saya sekeluarga suka mengkonsumsi tahu. Setiap hari, selalu diusahakan ada tahu dan tempe di meja. Ada tukang tahu yang selalu datang ke rumah. Maka, saat ke Lembang kami kemudian tertarik untuk mampir ke Tahu Susu Lembang di Lembang, Bandung, Jawa Barat. Akses ke Tahu Susu Lembang sangat strategis karena terletak di pinggir jalan utama Lembang tepatnya di Jalan Lembang No 177. Saat dulu pertama kali ke Lembang, saya tak sempat mampir ke tempat ini, tapi karena penasaran kami pun mampir.



SPBU Tahu
Bentuk bangunan yang menonjol adalah bangunan depan yang menyerupai SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). SPBU ala Tahu Susu Lembang ini dikhususkan untuk drive thru pembelian tahu. Jadi, tanpa perlu parkir dan turun dari kendaraan, pengunjung sudah dapat memesan sesuai yang diinginkan. Saya sekeluarga memilih parkir mobil dan menjelajahi seluruh area Tahu Susu Lembang. Di parkiran, ada satu mobil yang menjual sosis. Belok kiri, kita akan menemukan factory outlet yang terletak di bagian kiri. Saya sempat masuk ke dalam factory outlet, namun teryata di dalam tak banyak pengunjung yang mampir. Saya hanya sebentar di sana dan kemudian memutuskan ke pusat oleh-oleh yang terletak di sebelah kanan.  

Tempat ini hanya menyajikan berbagai oleh-oleh yang juga kerap ditemui di tempat oleh-oleh lainnya. Kami hanya membeli permen jahe buat mba F dan bandrek untuk suami. Selain kami, hanya ada dua pembeli di toko itu. Memang agak sepi.

Keramaian tampak di Rumah Produksi Tahu Susu Lembang. Ada beberapa gerai dengan beragam penawaran penjualan. Pertama adalah Tahu Susu Mentah yang menjual tahu tanpa bahan pangawet dan dikemas menarik. Ada dua jenis tahu yang dijual yakni tahu susu dan tahu mentega. Harga tahu susu mentah Rp 25 ribu/per box. Bagi yang ingin mengkonsumsi tahu di rumah atau sekedar oleh-oleh bisa memilih tahu mentah untuk di bawa pulang.

Antri Tahu Susu Goreng

Tahu Susu Mentah

Kami memilih membeli tahu susu goreng seharga Rp 15 ribu untuk 10 potong. Jika memilih tahu susu goreng sebanyak 15 potong, harganya  Rp 22.500. Selain tahu susu goreng, juga ada tahu mentega goreng. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses penggorengan tahu di wajan raksasa. Dikarenakan dekat dengan penggorengan, maka suasana pun terasa panas. Tahu ini enak dikonsumsi saat panas dan pedas. Saat membeli tahu, pengunjung juga mendapat cabe hijau yang pedasnya ‘nendang’. "Lebih gurig tahu susu daripada tahu mentega," kata mas F. Hmm .. saya pun berpendapat demikian.

Numpang Jualan Sosis
Usai antri membeli tahu, kami pun mampir ke pabrik tahu. Di pabrik tahu, pembeli bisa langsung melihat proses pembuatan tahu. Saat masuk ke pabrik tahu, ada papan tulis raksana berwarna hijau pupus yang ditulis tangan tentang proses pembuatan tahu. Saya agak kesulitan membaca karena peletakan papannya di atas sehingga walaupun sudah pake adegan loncat-loncat, tetap saja saya kesulitan. Di tambah lagi tulisannya ditulis pakai kapur putih, semakin menyulitkan saya membaca. Kalau ingin ada pemandu, teryata harus order sebelumnya alias tak bisa mendadak. Jadi ya tak banyak informasi yang saya peroleh. Para pekerja tanpa sibuk memotong dan mengaduk adonan. Ada dua warna tahu yang diproduksi yakni warna kuning dan putih. Warna kuning karena tahu diberi kunyit. Sedangkan tahu yang berwarna putih tidak diberi kunyit. Dalam sehari, pabrik tahu dapat menghasilkan hingga ratusan  potong tahu.
Proses produksi tahu

Kesibukan pekerja pabrik tahu
Di pabrik tahu, tak hanya khusus menjual tahu. Tapi juga ada yoghurt, susu kedelai, beraneka ragam makanan khas Bandung hingga menjual wingko. Jika ingin menyantap makanan, tersedia beragam pilihan makanan dan minuman yang bisa disantap langsung. Pengujung bisa memilih makan di tempat lesehan atau tidak. Nah, dikarenakan kami sudah makan maka kami langsung melihat beraneka permainan outdoor buat anak. Selain itu juga terdapat ruang seni yang menampilkan hasil lukis yang menarik. 

Yuk, makan ... 
Bagi saya sekeluarga, tak ada rugi untuk mampir ke tempat ini. Jika ada waktu main ke Lembang, ingin juga mampir dan berkunjung ke tempat ini lagi. Entah kapan ...

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

16 komentar:

  1. Desain outletnya lain dari yang lain ya, Mba.. Jadi bikin orang pengin mampir karena tempat dan cara pemesanannya yang unik. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, mba Elisa. Bikin betah juga :). Makasih sudah mampir, mba

      Hapus
  2. Ahh, makin rindu banduunggg~
    Mertuaku suka bgt sm tahu ini. Kayaknya semua org suka dehh. Hihi emang enak bgt ya mbakk ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari ke Bandung lagi, mba. Hehehee. Iya enak tahunya mba. Gurih-gurih gitu dan terjamin segar karna langsung dibuat. Makasih udh mampir, mba :)

      Hapus
  3. Adaaa aja idenya. Keren cara jualannya.
    Kalau ke lembang saya mau coba. Kebetulan suka tahuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Strategi penjual untuk mendapatkan pembeli, mba :). Layak diincip incip, mba Ety :)

      Hapus
  4. aaah seru banget Mba keliatannya :D hana jadi penasaran pengen kesana :D makasih ya infonya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo, mba Hana. Biasanya kalo penasaran, pasti ingin mampir :) Terima kasih juga, mba

      Hapus
  5. ini tahu susu ya mbak??.. enak tuh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas. Enak dimakan pas panas-panas :)

      Hapus
  6. mbaaak...pagi-pagi bikin laper...

    BalasHapus
  7. Bandung banyak banget tempat kulinernya, juara emang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Juara bangeet, mbaa :). Makasih sudah mampir

      Hapus