Mencicipi Kuliner ala Jepang di Saka Coffee Roasters

Akhirnya mencicipi kuliner ala Jepang di Saka Coffer Roasters. Tempatnya nyaman, kulinernya enak

Mencicipi Kuliner ala Jepang di Saka Coffee Roasters


Saya ingin cerita tentang sebuah tempat dikawasan Cijantung, Jakarta Timur yang selalu saya lewati setiapkali antar jemput anak sekolah. Tempatnya bukan di jalan raya, tapi di jalan kecil. Tapi tempat ini mencuri hati saya karena tampilannya yang beda. Ada nuansa Jepang dari interiornya.

Ini rumah makan apa ya? Berulangkali mau mampir tapi urung karena satu dna banyak alasan. Kemudian sepulang jemput anak sekolah, saya dan anak saya, Ayyas mampir ke Saka Cofee Roasters, nama tempat itu. Sekitar pukul 15.38 WIB, tepatnya di tanggal 24 Oktober 2022 saya tiba langsung memilih tempat duduk yang untuk berdua. Sekalian pengen jajan mewah tipis-tipis untuk berdua.


Suasananya tampak sepi. Tumben banget karena setiap kali lewat selalu saja tampak penuh. Tampaknya ini juga yang jadi alasan saya sempat urung kesana. Desain Saka Cofee Roasters ini benar-benar penuh dengan interior ala Jepang.

Tempat ini terbagi dua yakni outdoor dan indoor. Saya memilih makan di indoor. Nah kalau di indoor, meja dan kursi makannya terbuat dari kayu berwarna cokelat muda. Ada ruangan bersekat kayu berongga yang bersisi beberapa kursi dan meja yang didesain bisa untuk lebih dari enam orang.   



Suasana tampak asri karena ada beberapa tanaman yang penempatannya di sudut ruangan dan membuat ruangan tampak lebih asri. Ada banyak space kosong yang membuat ruangan tampak lebih lenggang. Saya suka penataan seperti ini. Jadi tak tampak sesak dan terkesan memaksakan kursi dan meja di ruangan.


Penataan ruangan diperhatikan benar hingga penempatan kaca bundar berukuran sedang yang diletakkan di wastafel. Di sudut ruangan, ada lukisan dua ikan koi berukuran raksasa berwarna hitam putih di dalam lukisan warna kuning.  Lukisan ini yang membuat suasana ruangan jadi tampak lebih berwarna.



Kalau di bagian luar ruangan, ada meja panjang (tampaknya terbuat dari semen) yang diletakkan di bagian tengah yang dipadu padankan dengan kursi bulat tinggi yang tanpa sandaran punggung. Nah disisi lainnya, ada tempat duduk yang terbuat semen (menurut saya) yang didesain seperti tempat duduk stadion.


Ada juga beberapa kursi dan meja yang dari kayu yang diletakkan di beberapa sudut. Suasana luar semakin menarik karena ada kaca panjang yang diletakkan di samping tanaman hias. Saya sempat berfoto ala selfie disana. Tampaknya kalau malam ada hiasan lampu yang membuat suasana mungkin jadi agak romantis. Pas buat ke sana bareng kesayangan. Ehem

Review Makanan dan Minuman di Saka Coffee Roasters

Karena memang ala ala Jepang, maka makanannya juga kebanyakan kuliner Jepang seperti sushi, dimsum hingga takoyaki. Sushinya aja ada banyak varian dan beragam harga juga. Saya agak lupa ada varian apa saja sushi. Saya lupa juga ada ramen atau nggak ya. Tapi kayaknya ada. 

Saya dan Ayyas masing-masing pesan satu menu biar saling mencicipi.  Ayyas pesan kani mentai sushi (Rp 26.000) dan shibuya cookie (Rp 28.000), saya pesan takoyaki (Rp 27.000). Minumnya cuma satu karena kebetulan emang niatnya ngirit. Hahahaa.


Makanan pertama yang datang adalah kani mentai sushi. Saos mentainya menurut saya enak banget dan berlimpah. Jadi nggak sekedar olesan di atas sushi saja. Sushi jumlahnya enam buah dan ukurannya menurut saya agak sedikit kecil tapi memang pas buat sekali hap alias sekali makan.

Tak lama seetelah kani mentai sushi datang, shibuya cookies tiba. Saya kurang tahu arti dari shibuya ini. Tapi saya merasakan lebih kuat rasa coklat susu dan manisnya itu terbantu dengan adanya cookies. Serpihan cookies memang mendominasi shibuya cookie. Lalu di bagian atasnya juga dikasih potongan cookies. Enak? Enak banget saya suka.



Nah agak lama sedikit, takoyaki datang. Takoyaki yang datang menurut saya ukurannya agak gede. Makan cuma beberapa potong saja sudah kenyang. Entah apa sebelumnya udah mencicipi kani mentai sushi tapi menurut saya memang mengenyangkan. Nah bedanya, kulit luarnya takoyaki yang di Saka Coffee Roasters ini agak sedikit ada kriuk. Biasanya setahu saya nggak kriuk ya. Tapi kata Ayyas “Emang begini Ummi. Aku suka,” kata Ayyas. Baiklah. Tapi memang enak kok.


Habis makan, saya dan Ayyas main ke outdoor untuk berfotoan karena kebetulan disana kala itu hanya ada dua orang saja. Jadi saya dan Ayyas puas-puasin deh berfoto dan main di belakang. Nah sempat juga ambil video pendek ala-ala saat Ayyas bergerak.

Buat saya, datang di tempat itu menyenangkan. Mau kesini lagi ? Iya. Mau!  

5 komentar

Avatar
Bang Day | Bede 21/11/22 11.11

Sepertinya di rumahan biasa trs disulap jadi resto ya, desainnya bagus. Bikin betah nongkrong

Reply Delete
Avatar
Fenni Bungsu 23/11/22 16.13

To the point' ya kak minumnya ngirit, wkwkwk.
Tapi kalau lihat makanannya sih oke, bisa juga sih ya nanti pas ke sana ceki-ceki menu yang lainnya.

Reply Delete
Avatar
Nurul Sufitri 24/11/22 06.48

Nyaman ya restonya. Tampak sederhana tapi elegan. Makan berdua anak memang seru. Kadang pengen mewah tipis2 hehehe aku juga gitu sama Rafa atau Fakhri. Takoyaki, sushi, cokelat susu dll aaah ini banyak kesukaan abg mbak hahahaha...

Reply Delete
Avatar
April Hamsa 24/11/22 08.26

Widiihh udah nyampek Jepang gak ajak2 wkwk.
Duh jadi pengeeenn. Harganya juga masih affordable ya mbak, gk semihil yang di mall2 hehe.
Asyuk juga kyknya buat tempat hangout nempatin mejanya yang panjang itu :D

Reply Delete
Avatar
Katerina 25/11/22 10.05

Shibuya Cookie itu minuman ya mbak? Aku tahunya Shibuya honey toast, roti panggang cemilan khas Jepang. Biasanya memang buat dessert. Berarti di sini Shibuya nya jadi topping ya. Kalau Takoyaki cepet bikin kenyang. Aku jarang ngabisin 1 porsi, biasanya setengahnya aja udah kenyang :D

Tempatnya bagus mbak. Nyaman buat duduk-duduk santai menikmati makanan, atau sembari kerja.

Reply Delete