Tingkatkan Kesadaran Menjaga Lingkungan melalui Danone Community Engagement Day 2022

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Tingkatkan Kesadaran Menjaga Lingkungan melalui Danone Community Engagement Day 2022


Kesadaran untuk pentingnya menjaga lingkungan dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya seperti yang dilakukan Danone Indonesia. Melalui Danone Community Engagement Day 2022, Danone mengajak content creator meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan melalui kontent terkait isu keberlanjutan lingkungan dan masyarakat. 


Acara yang dilaksanakan secara virtual ini menghadirkan tiga narasumber utama yakni : 

  • Gerald Vincent, Content Creator 
  • Budi Rahardjo, Agriculture Manager Danone Indonesia 
  • Annie Wahyunie, Downstream Packaging Manager Danone Indonesia. 


Komitmen Danone selama ini ingin menjalankan bisnis yang sejalan dengan kemajuan lingkungan dan sosial, memiliki fokus yang sejalan dengan implementasi target Sustainable Development Goals (SDGs) dan target pemerintah dalam aspek keberlanjutan. 





Budi Rahardjo mengatakan Danone adalah perusahaan  global dengan portfolio unik yang fokus pada makanan dan minuman.  “Ada inisitif one planet yang fokus pada 4 pilar,” kata Budi. Keempat fokus itu adalah  : 


Climate 

Ambisinya Menjadi perusahaan karbo netral pada seluruh rantai produksinya pada tahun 2050 


Water 

Ambisi melakukan conserve, optimized and share melalui pengelolaan sumber daya air, mengoptimalkan Setiap tetesan air yang diterima dari alam dan meningkatan akses air bersih kepada masyarakat 


Circular Packaging 

Ambisi recover more plastic than we use by 2025, memimpin kampanye nasional tentang topik daur ulang dan menggunakan 100 persen dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang atau dapat dibuat kompos pada tahun 20225


Agriculture 

Ambisinya mendorong praktif pertanian regeneratif yang melindungi tanah, meningkatkan kesejahteraan hewan dan memberdayakan generasi baru petani. 


Budi juga menjelaskan tentang fakta pertanian yang mengejutkan. Teryata, sebayak 70% sumber pangan manusia hanya dari 5 jenis hewan yakni babi, sapi, ayam, kambing dan 12 jenis tanaman.  “Sebanyak 30 persen lahan pertanian telah rusak ,” katanya lagi. Dan teryata sebanyak 65 % sumber energi manusia hanya berasal dari jagung, padi dan gandum. 





Lalu apa yang harus dilakukan ? Ia menyarankan untuk melakukan regenerative agliculture yang merupakan gerakan perubahan paradigma pertanian dan praktek bertani. Pertanian harus menjadi bagian dari solusi sehingga harus dapat menyatu dengan sistem alam, merawat tanah dan melindungi air, beranekaragam, mengurangi input sesuai dengan daya dukung lahan. Dan kemudian petani sebagai perawat dan penjaga ekosistem. 


Budi Raharjo juga menjelaskan tentang prinsip-prinsip regenerative agriculture 

  1. Minim olah lahan. Jadi pengolahan lahan yag dilakukan seminim mungkin. Dalam sistem pengolahan minimum, tanah yang diolah hanya pada spot-spot tertentu dimana tanaman yang akan dibudidayakan tersebut ditanam. Olah tanah yang berlebih akan membunuh microorganisme, melepas kandungan C dalam tanah, agregasi tanah lepas sehingga mudah eprosi, pemadatan tanah di bawah lapisan top soil dan teryata lebih banyak makan biaya. 
  2. Melakukan konservasi tanah dengan cara teras sering, hingga organic mulch, trip planting
  3. Melindungi air. Kawasan pertanian dirubah menjaid kawasan resapan air. 
  4. Meningkatkan biodiversitas. Jadi budidaya beragam tanaman pada satu kawasan juga akan menjadikan kawasan pertanian sebagai ekosistem alam yang potensial untuk mendatangkan income yang beragam bagi petani. Misalnya ada tanaman yang bisa menjadi habitat lebah dan serangga yang berguna. 
  5. Keterpaduan pertanian dan peternakan. Praktek pengembalaan yang baik memicu perbaikan pertumbuhan tanaman, meningkatkan konten karbon dalam tanah dan meningkarkan produktifitas lahan penggemalaan secara umum. Praktek ini tak hanya memperbaiki kesehatan ekosistem tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ternak dan konsumen yang mengkonsumsi produk peternakan. 


Tips Hidup Sustainable dalam Kehidupan Sehari-hari


Family and Community Garden

Berdasarkan pengalaman selama ini, di halaman rumahnya tersedia tanaman yang dikonsumsi untuk sehari-hari. Tapi nggak hanya mengelola tanaman sendiri tapi juga membantu mengelola para petani. Dia ajak masyarakat di wilayah rumahnya untuk menanam bersama agar bisa tanamannya dikonsumsi sendiri atau bahkan dijual. Apabila ada lahan lega maka bisa juga membuat green house


Ambil Bagian dalam pengelolaan sampah di tempat kita tinggal

Mulai dari rumah, lakukanlah memilah sampah. Di tempat tinggalnya ia merupakan bagian kelompok swadaya masyarakat yang bertugas mengelola sampah rumah tangga. Sampah layak jual maka dijual. Kemudian menghasilkan juga biogas sehingga dapat gasnya juga buat sehari-hari. 





Ambil bagian mengedukasi generasi muda 

Edukasi anak-anak di tempat tinggal juga dilakukan dengan mengelola jadi tempat edukasi. Secara rutin ada anak sekolah datang dan difasilitasi buat datang. Sekecil apapun bisa diangkat untuk edukasi anak-anak muda. Menurutnya, bumi ini titipan anak muda sehinga mereka bisa mengelola dengan baik. 


Pemanfaatan air hujan 

Hal ini dilakukan dengan adanya bungker air untuk cadangan air. Lalu ada panen air hujan sehingga bisa dipakai buat simpan air. Kemudian ada sumur resapan juga yang dari atap langsung masuk ke sumur tapi sebelumnya masuk juga ke kolam.  Menurutnya, lakuan sesuatu walaupun sangat kecil untuk bisa memanfaatkan air hujan. 


Narasumber berikutnya adalah Annie Wahyuni, Downstream Packaging Manager Danone Indonesia. Teryata, berdasarkan data BPS tahun 2018, manakah sektor di lingkungan yang masyarakat paling tidak peduli? Jawabannya adalah pengelolaan sampah. Lalu, bagaimana penerapan ekonomi sirkular Danone-Aqua? 


Awalnya ia mengutip tentang kemasan memiliki peran yang diperlukan melindungi manfaat gizi dan kualitas produk dan memungkinkan mereka untuk disimpan dan digunakan dengan aman. Untuk dapat memberikan hidrasi sehat, kemasan berfungsi untuk melindungi, menjaga agar produknya aman dan nyaman, hingga kegunaannya. 


Sampah yang dihasilkan semakin hari akan semakin banyak. Jadi apabila melakukan bisnis seperti biasa maka akan memiliki hampir tiga kali lebih banyak plastik yang bocor ke laut pada tahun 2040. Yakni dari 11 juta hingga ke 29 juta ton dengan dampak lingkungan, ekonomi dan sosial.


“Danone bekerja untuk mendukung pergeseran sistemik dari linear ke ekonomi sirkular untuk kemasan,” katanya.


Sejak 2018, Danone berkomitmen untuk mempercepat ambisi menuju ekonomi sirkular dengan gerakan #BijakBerplastik dengan cara : mengumpulkan lebih banyak sampah plastik lebih dari yang digunakan pada tahun 2025. 


Memperluas program pendidikan di sekolah dengan menjangkau lima juta anak-anak dan memimpin kampanye nasional yang menargetkan 100 juta konsumen pada tahun 2025. Untuk kemasan yang 100 persen dapat digunakan kembali dapat didaur ulang atau kompos serta meningkatkan konten bahan daur ulang hingga 50 persen. “Proses pengumpulan harus didukung oleh ekosistem yang mendukung sistem sirkular ekonomi dari botol harus kembali menjadi botol. 


Sejak didirikan pada tahun 1993, AQUA Peduli menjadi katalis dalam pembentukan infrastruktur pengumpulan sampah plastik di ekosistem Danone Aqua. Aqua memiliki Recycling Business Unit di enam lokasi di Indonesia yang per tahun hampir 15000 ton kemasan plastik terkumpul. Danone juga melakukan program inclusive kepada para pemulung dengan manfaat ekonomi dan kesehatan. Selain itu juga Danone melakukan membangun lokasi pengelolaan sampah terpadu di Lamongan dan Bali yang berkapasitas 180 ton per hari. 


“Botol Aqua label baru ini sebanyak 100 persen terbuat dari plastik daur ulang dan 100 persen dapat didaur ulang,” katanya lagi. Saat ini baru Danone yang perusahaan minuman yang menggunakan bahan daur ulang hingga 25 persen. 


Aqua Galon yang dapat digunakan kembali sebagai kemasan sirkular karena dapat didaur ulang menjadi kemasan baru. 


Selain melakukan inovasi produk, Danone melalui #BijakBerplastik juga mendorong perubahan perilaku melalui berbagai kampanye edukasi seperti pameran,radio talkshow, kegiatan festival musik dan lain-lainnya. 


Tips Membuat Konten Menarik 


Kenapa kita harus membuat konten yang menarik ? Menurut Gerald, content creator yang baik bukan bikin konten demi jadi kaya raya, jadi terkenal dan punya power untuk influence. Karena apa bila tidak meperoleh itu semua maka membuat sedih.


“Jangan bikin sesuatu karena kamu mau kaya raya atau terkenal. Tapi bikin karena kamu punya value untuk dibagi ke orang lain,” katanya. 


Nah menurutnya, membuat jadi kaya raya, memperoleh engagemen tinggi dan punya power untuk influence, anggap saja itu baik. Ia mengatakan bahwa kalau niatnya baik maka insyaAllah hasilnya pun akan baik. “Saya ingin kalau saya tak ada, maka saya ingin orang ingat saya sebagai pribadi yang berbagi sesuatu yang bermanfaat,” katanya lagi 


Menarik itu subyektif karena menarik untuk kita bukan berarti menarik bagi orang lain. Karena yang paling penting adalah seseorang harus memiliki sesuatu untuk dibagi, memiliki passion terkait itu dan juga mencintai apa yang lagi dilakukan. 


Lantas bagaimana cara agar buat konten yang menarik ? 

  • Membuat konten yang menarik harus memiliki beberapa hal yakni : 
  • Ide (apa konsepnya dan apa yang membuat berbeda)
  • Goal (apa tujuan membuat konten) 
  • Value (Apa value dari konten tersebut) 
  • Passion (Passion atau cinta terhadap subyek) 
  • Confident (Hidup terlalu singkat untuk jadi pemalu) 
  • Learn (Harus selalu belajar, selalu berkembang) 


Gerald juga mengatakan bahwa seorang content creator akan menemukan audience yang tepat untuk konten yang dibuat. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk membuat konten yang positif. Hal pertama yang harus dilakukan membuat konten yang informatif. “Kamu tentunya tak ingin audisence tidak mendapatkan informasi apapun dari konten yang kamu buat,” katanya. 


Kedua, ia menyarankan untuk membuat konten terkait sesuatu yang dikuasai misalnya pengalaman-pengalaman yang dialami. Buatlah juga konten yang membuat masyarat jadi lebih peduli terhadaphal-hal yang berperan besar di lingkungan. Terakhir, lalukan juga konten positif yang entertainment juga bisa dilakukan untuk membuat konten positif. 


Gerald juga berbagi informasi tentang storytelling. Bagaimana cara agar bisa dimengerti? Pertama adalah mengenali audiense karena bagaimanapun pola komunikasi untuk anak-anak berbeda dengan remaja ataupun orang tua. Kedua, lakukan pemilihan kata yang tepat dan pilihlah bahasa yang mudah dipahami. 


Ritme dan intonasi juga penting karena ketika menyampaikan pesan agar audiense juga mengerti apa yang disampaikan. Penting juga untuk menguasai materi karena semakin menguasai materi maka semakin jelas juga penyampaian pesannya. 


Hal penting lainnya, bagaimanapun CONTENT is KING

Oleh karena itu, pastikan melakukan penulisan yang bagus dengan pemilihan kata yang tepat, tampilan visual juga menarik. Konsep dari konten juga harus baik sehingga membuat konten yang unik. Selain itu, buatlah konten yang dibuat dengan penuh cinta. 


#KIATMembuatKonten #KIAT2022 #DanoneCommunityEngagementDay2022

25 komentar

Avatar
Mama Unakira 05/09/22 09.20

Selain #bijakberplastik bisa juga dengan mengumpulkan minyak jelantah mba. Bisa dijual, bisa didonasikan. Kalo di tempat saya untungnya ada yg bantu kolektif untuk donasi. Supaya limbahnya nggak mencemari saluran air juga

Reply Delete
Avatar
Mama Unakira 05/09/22 09.20

Selain #bijakberplastik bisa juga dengan mengumpulkan minyak jelantah mba. Bisa dijual, bisa didonasikan. Kalo di tempat saya untungnya ada yg bantu kolektif untuk donasi. Supaya limbahnya nggak mencemari saluran air juga

Reply Delete
Avatar
Shiva 05/09/22 17.20

Keren banget narasumber dan materinya ya mbak Alida, saya jadi makin semangat ngontennya setelah baca ceritanya Gerald Vincent yang juga berusaha dari nol...

Reply Delete
Avatar
Latifika Sumanti 05/09/22 19.53

Sampah plastik botol sekarang makin banyak di-recycle, bahkan denger2 harga botol bekas Aqua dihargai paling mahal. Masya Allah. Salut buat Aqua yang terbukti concern dengan isu lingkungan sebagai bentuk tanggungjawab. Semoga sampah plastik makanan bentuk saset yg beralun foil juga bisa secepatnya didaur ulang dalam skala besar

Reply Delete
Avatar
Andiyani Achmad 06/09/22 07.59

belajar banyak banget sih dari acara Danone Academy Engagement Day kemarin, terutama membuat konten yang mengangkat permasalahan lingkungan

Reply Delete
Avatar
Eni Martini 06/09/22 08.36

Pas banget mba, di sekolah Abang Pendar digiatkan bank sampah. Jadi setiap kamis dari rumah masing-masing murid diminta bawa limbah yang bida didaur ulang, seperti plastik, dus dan kertas

Reply Delete
Avatar
Hidayah Sulistyowati 06/09/22 13.40

Narasumbernya beragam dengan tema berbeda namun mirip juga ya, demi kebaikan dan keberlangsungan alam. Aku baru sebatas memisahkan sampah di rumah, dulu bahkan pernah bikin kompos. SEkarang udah gak muat tempatnya karena tanaman juga udah dikasih hasil kompos. Untuk air hujan nih pengen juga bikin bak penampungan gitu tapi belum bisa mewujudkannya karena harus di lantai atas.

Reply Delete
Avatar
Firsty 06/09/22 16.43

Acaranya keren. Narasumbernya kece. Molly kalo ada acara danone lagi colek2in dong mbak. Mau juga ikutan. Tahun lalu belum tembus huhuu

Reply Delete
Avatar
Noorma Fitriana M. Zain 06/09/22 18.32

lebih ke pada membuat konten untuk diri sendiri , sharing dan mungkin untuk mendapatkan kepercayaan publik ya kak, kalau untuk jadi kaya raya, aku sih mungkin lebih ke berkaca aku bukan siapa2

Reply Delete
Avatar
Larasatinesa 06/09/22 18.48

Kebetulan lagi belajar ganti gaya hidup ke sustainable living nih mbak pelan-pelan. Tips dari Gerald ini ngena banget deh buat aku, bisa jadi bahan konten untuk bahas journey sustainable living, kalau pengalaman pribadi gini bisa lebih all out gitu ceritainnya.

Reply Delete
Avatar
Jiah Al Jafara 06/09/22 20.00

Sustainable memang bisa mulai kita lakukan dari rumah dan sehari-hari. Pilih yang simpel dulu ya kaya soal pemilahan sampah. Kalau ini bisa berlanjut, dampaknya akan terasa

Reply Delete
Avatar
Nurul bukanbocahbiasa 07/09/22 09.41

Waaa menariikk bgt acaranya mbaaa
apalagi di bagian "jangan bikin konten karena ingin kaya raya"

Wahh baguuss bgt ini mahhh

Reply Delete
Avatar
Yurmawita 07/09/22 09.52

Membuat konten menarik ini relatif juga ya mba, kadang ada artikel yang banyak traffic nya karena data dan fakta yang dibutuhkan oleh pembaca meskipun tidak menarik.

Reply Delete
Avatar
Sulis 07/09/22 10.19

Tips2 nya kak Gerald oke2 banget mb. Makasih informasinya.. pengen juga bisa buat konten2 yang bermanfaat dan memberikan informasi untuk orang lain juga.

Reply Delete
Avatar
Katerina 07/09/22 10.23

Konten isu lingkungan selalu menarik, asal bisa dikemas dengan baik. Menurutku apapun branding kita di media sosial, isu lingkungan bisa tampil dan diminati. Jadi jangan pesimis nanti ga ada yang liat. Justru tantangannya harus kreatif. Seorang ibu rumah tangga yang hobi masak, bisa bahas isu lingkungan sesuai hobinya. Seorang travel blogger bisa bahas dari sisi travelingnya.

Salut dengan Danone dengan programnya, selalu peduli pada lingkungan.

Reply Delete
Avatar
Indah Nuria Savitri 07/09/22 11.36

Banyak juga ya program Danon yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Community Engagement ini outcomenya apa ya mba btw?

Reply Delete
Avatar
Gusti yeni 07/09/22 11.46

Acaranya ndaging banget ya maak...semoga perusahaan lain mengikuti jejak Danone. Mulai dari diri sendiri dan keluarga bijak mengelola sampah, meminimalisir penggunaan sampah plastik dkk

Reply Delete
Avatar
Dewi Rieka 07/09/22 15.51

Bergizi banget nih acara Danone jadi dapat pencerahan tentang bagaimana menjaga lingkungan sekitar kita, jadi konten kreator yang menyajikan hal bermanfaat juga bisa jadi ladang pahala ya termasuk mengajak untuk mencintai lingkungan sekitar kita

Reply Delete
Avatar
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) 07/09/22 18.30

Acara engagement day Danone kemarin itu seru banget menurutku, apalagi pas sesinya si Gerald itu. Selain itu juga dapat insight baru dari pak Budi yang memulai kebaikan dari rumahnya dulu.

Reply Delete
Avatar
Sapti nurul hidayati 07/09/22 18.32

Jika diperhatikan kepedulian Danone untuk turut menjaga lingkungan sangat terlihat dari kegiatan-kegiatannya ya mbak. Pernah ikut event Danone yang di Jogja tentang kampanye bijak menggunakan plastik. Seru dan sarat muatan edukatif

Reply Delete
Avatar
Lia Yuliani 07/09/22 21.06

Kesadaran menjaga lingkungan memang perlu dimulai dari diri sendiri dan keluarga, salah satu contohnya dengan pengelolaan sampah yang benar. Seneng ya Mba ikutan Danone Academy kemarin, dapat tips bikin konten tentang lingkungan pula

Reply Delete
Avatar
Siti Hairul Dayah/ catatansiemak 07/09/22 22.39

Narasumbernya keren2 nih apalagi konsep regenerative agliculture itu sejalan kan ya dengan konsep pertanian yang berkelanjutan

Reply Delete
Avatar
Sri Widiyastuti 07/09/22 23.56

saya masih PR besar ini mbak memilih dan memilah barang yang hendak di buang ke tempat sampah. sebab di tempat sampah juga nantinya dicampur lagi mbak, siapa coba yang gak frustasi dengan keadaan begini ya haha jadi akhirnya saya kadang milih mana yang bisa didaur ulang mana yang tidak, tapi kadang juga campurin aja dua duanya, entar juga diberantakin lagi sama tkang sampah heheu kacau ya mbak

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti 08/09/22 10.39

Seru banget acaranya apalagi pas bagian Gerald ya Ummi, btw aku salfok sama tips sustainablenya berawal dari rumah ya Ummi

Reply Delete
Avatar
Hanifa 10/09/22 17.46

Kalau berbicara tentang konten, pengen banget deh Mak untuk mulai engage audience lebih luas lewat podcast. Dulu saya udah pernah punya tapi nggak dilanjutin lagi. Padahal podcast ini bisa jadi platform yang engaging banget. Apalagi untuk permasalahan yang perlu awareness lebih luas seperti isu lingkungan. Semoga bisa ada kesempatan untuk memulai lagi.

Reply Delete