Faktor Pemicu Iritas Kulit Bayi

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Faktor Pemicu Iritas Kulit Bayi


Iritasi kulit bayi menjadi salah satu kondisi yang banyak dialami terutama oleh bayi usia 0 hingga 24 bulan. Hal ini dikarenakan kulitnya masih sangat rentan dan sensitif sehingga mudah terpengaruh oleh keadaan sekitarnya, termasuk suhu ruang yang terlalu panas, serat kain yang kurang sesuai hingga popok yang sudah kotor 

Meskipun acapkali terjadi namun tetap saja iritasi kulit bayi mengganggu kenyamanan buah hati. Beberapa jenis iritasi misalnya ruam popok dan ruam liur atau drool rash dapat menimbulkan rasa perih hingga nyeri, sedangkan eczema menimbulkan sensasi gatal. 

sumber : pixabay.com


Iritasi kulit bayi, apapun jenisnya, tidak muncul dengan sendirinya melainkan ada hal yang memicu. Dengan mengetahui berbagai faktor pemicu tersebut, sebagai orang tua Anda jadi bisa lebih waspada dan menghindarinya supaya ruam dapat dicegah.

Suhu atau Cuaca yang Terlalu Panas

Faktor pertama yang dapat memicu munculnya ruam adalah cuaca yang panas. Saat suhu di lingkungan cukup tinggi, tubuh akan mengaktifkan kelenjar keringat sebagai upaya untuk mendinginkan temperatur tubuh. Alhasil, keringat akan keluar melalui pori-pori yang menjadikan kulit terasa lebih basah atau lembab. Tubuh bayi juga melakukan hal yang sama.

Bedanya adalah kulit bayi lebih tipis dan rentan sehingga sangat berpotensi mengalami iritasi saat dalam kondisi lembab seperti ini. Terutama di bagian yang tertutup dan tidak memungkinkan aliran udara yang lancar seperti area yang tertutup popok atau baju. Keringat yang membasahi kulit dan tidak bisa kering sempurna karena hembusan udara dapat membuatnya lebih mudah iritasi apalagi jika kebetulan kulitnya adalah tipe sensitif.

Kebersihan diri 

Selain karena cuaca yang panas, kebersihan diri menjadi faktor selanjutnya yang dapat menimbulkan ruam. Salah satu contoh yang paling umum adalah kontak terlalu lama dengan popok kotor karena urin atau feses. Kulit yang tertutup popok ditambah dengan kontak dengan bakteri yang ada pada kotoran dapat mengakibatkan iritasi yang memberikan rasa perih pada kulit bayi.

Itulah alasannya sangat disarankan untuk rajin mengganti popok buah hati meskipun belum begitu penuh. Tujuannya adalah supaya kulitnya selalu kering dan bersih sehingga ruam popok enggan menghampiri. Bila perlu, Anda bisa mengoleskan krim anti ruam  yang melindungi kulit buah hati dari gesekan langsung dengan popoknya.


Keturunan 

Cuaca dan kebersihan diri merupakan faktor luar yang dapat menimbulkan iritasi pada kulit bayi. Nah, ternyata bayi juga punya faktor dari dalam yang membuatnya lebih rentan terhadap kondisi ini yakni faktor genetika atau keturunan. Sensitivitas kulit pada level tertentu biasanya dipengaruhi oleh gen bawaan dimana jika dulu orang tuanya sering mengalami masalah kulit maka si anak akan cenderung mudah mengalaminya juga.

Faktor genetika ini terlihat misalnya pada iritasi kulit macam eczema. Kondisi kulit ini dapat diturunkan dan bila kebetulan si Kecil memilikinya, dia akan lebih rentan mengalami iritasi dalam bentuk kulit kasar, kering, kemerahan dan gatal. Buah hati yang menderita eczema bahkan dapat menderita alergi dan tidak bisa menggunakan pakaian atau produk kebersihan sembarangan sebab jika tidak cocok dengan kulitnya iritasi akan muncul. 

Ketika beberapa faktor penyebab iritasi kulit bayi di atas tidak bisa dihindari dan kulit si Kecil mengalami ruam, bantu dia merasa nyaman dengan mengaplikasikan Bepanthen yang menenangkan kulitnya. Dengan formulasinya yang lembut dan kandungan emolien serta vitamin B5, Bepanthen aman digunakan pada kulit bayi yang begitu lembut dan rapuh.

  1. Anjana Mothihar Chandra, Common Baby Skin Condition, healthxchange. Diakses pada 11 Maret 2022 dari https://www.healthxchange.sg/children/baby-0-24-months/common-baby-skin-conditions-symptoms-causes 

  2. Meghan Dix, How to Spot and Take Care Your Baby Rash, 16 Januari 2019, healthline. Diakses pada 11 Maret 2022 dari https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash

  3. Steven Jerome Parker, Baby Skin Rashes, 23 Juli 2021, webmd. Diakses pada 11 Maret 2022 dari https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-skin-rashes

4 komentar

Avatar
lendyagassi 20/03/22 00.20

Kulit si kecil yang masih sangat sensitif bisa jadi semakin sensitif apabila ada keturunan yaa..
Perawatan yang tepat dan treatment sebagai bu yang dilakukan saat anak merasakan rewel dan gak nyaman akan sangat membantu kenyamanan si kecil.

Reply Delete
Avatar
Elliza - www.rajnikala.com 20/03/22 05.45

Biasanya nih faktor cuaca yang lembap berpengaruh banget sama kondisi kulit si kecil ya mbak. Tapi tergantung sensitivitas kulitnya juga.

Reply Delete
Avatar
Elliza Efina 20/03/22 05.45

Biasanya nih faktor cuaca yang lembap berpengaruh banget sama kondisi kulit si kecil ya mbak. Tapi tergantung sensitivitas kulitnya juga.

Reply Delete
Avatar
ruziana 21/03/22 11.41

waktu anak masih bayi, urusan kebersihan kulit dan menghindari iritasi sangat saya perhatikan. Apalagi memakai diapers, jd guna menjaga dr iritasi saya pake krim khusus

Reply Delete