Lebaran di Rumah Saja

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Lebaran di Rumah Saja


Assalamu Alaikum teman-teman apa kabar ?
Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan hingga kini dalam keadaan sehat ya. Ramadan tak terasa telah berlalu. Begitupula lebaran. Lebaran tahun ini terasa sangat berbeda di bandingkan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Lebaran tahun ini di rumah saja.

Ya, lebaran tahun ini di rumah saja. Semua karena demi kebaikan bersama untuk melawan menghentikan peredaran wabah penyakit yang disebabkan virus corona ini. Tak ada mudik, tak ada shalat idul fitri di lapangan dekat rumah, tak ada kunjungan silaturahmi dari rumah ke rumah. Lebaran tahun ini, di rumah saja.


Sehari sebelum lebaran 2020, saya menghubungi rumah makan yang menjual nasi kebuli. Biasanya tiap lebaran saya masak untuk keluarga. Kadang masak roti kare ayam atau kadang opor ayam lengkap dengan ketupat. Tapi tahun ini suami minta nasi kebuli. Saya sebetulnya sempat mau bikin nasi kebuli saja. Tapi suami minta nasi kebuli daging kambing. Nah saya kan nggak bisa masak olahan kambing karena kuatir bau ‘prengus’. Akhirnya cara termudah ya membeli nasi kebuli kambing.

Saya memesan nasi kebuli kambing untuk 6 orang yang disajikan di atas nampan berukuran besar. Lalu saya juga pesan gulai kambing dua porsi. Saya pesan nasi kebuli karena memang ada 6 anggota keluarga. Saya pesan untuk dikirim tepat pada malam lebaran.

Dan alhamdulillah, untuk nasi kebuli kambing serta gulai kambing datang tepat waktu. Sempat kuatir telat nyampe eh alhamdulillah tepat waktu. Harga satu porsi nasi kebuli kambing senampan untuk 6 orang seharga Rp 280 ribu. Sedangkan gulai kambing satu porsi harga Rp 40 ribu. Untuk ongkir agak mahal yakni Rp 60 ribu karena dikirim dari Mampang Prapatan, Jakarta.


Sebetulnya suami sempat mau membeli ketupat. Tapi katanya saat keliling kawasan dekat rumah nggak menemukan ketupat. Alhasil, batal deh bikin ketupat. Tapi alhamdulillah ada rejeki kiriman makanan lengkap opor dan ketupat dari tetangga-tetangga.

Oh ya, senang juga karena ada bunga sedap malam yang menghiasi ruang makan. Alhamdulillah.

Shalat Idul Fitri kami lakukan di dalam rumah. Tepatnya di ruang tamu. Suami saya yang di daulat sebagai imam shalat. Mau siapa lagi karena yang paling mumpuni ya suami.

Usai menjalankan shalat Idul Fitri, kami salam-salaman dan saling minta maaf jika ada salah kata atau perbuatan. Dan sekaligus berdoa semoga Allah pertemukan kami semua di ramadan serta lebaran tahun mendatang. Aamiin ...

Setelah itu, kami pun segera makanan-makanan yang tersaji. Dan teryata nasi kebuli yang kami beli banyak banget. Nasi yang katanya hanya untuk 6 orang teryata bisa hingga 10 orang. Mengapa begitu? Soalnya kami nambah! Hehehe ...


Kami sempat silaturahmi dengan tetangga. Tapi nggak salaman serta cipika cipiki. Tapi cukup silaturahmi dari jauh dan memakai masker. Sedih memang kondisi begini tapi mau gimana lagi?

Karena tak mudik dan keliling ke saudara, silaturahmi pun dilakukan via video call di whatsapp. Nah karena keluarga besar, saya dan suami pun berurut-urut lakukan video call. Di awali dengan menghubungi ibu mertua, Mae. Mae hanya bisa merespon suara pelan. Agak sedih dengan keadaan ini. Apalagi salah satu mata Mae tak bisa berfungsi.
Supaya praktis, kami coba hubungi beberapa orang sekaligus untuk whatsapp call. Tapi teryata maksimal hanya 4 saja karena banyak yang belum upgrade whatsapp.

Alhamdulillah dengan adanya video call ini bisa lumayan mengobati kerinduan walau lebaran di rumah saja. Dan karena lebaran di rumah saja, saya tidur sepuasnya. Kebetulan capek setelah kerja kantoran. Bahkan hari pertama lebaran, dari pagi sampai sore saya tidur tiga kali. Sampai Ayyas protes sama kelakuan saya. Hahhaa

Apapun, saya tetap bersyukur bisa melaksanakan lebaran walau di rumah saja. Masih bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan bahagia. Semoga Allah berikan kita kesempatan untuk ramadan serta lebaran di tahun-tahun mendatang dalam keadaan nikmat iman, islam serta dalam keadaan sehat bersama keluarga.

Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman ...




8 komentar

Avatar
Bang Day 01/06/20 07.06

Met lebaran mb. Maaf lahir batin yah.

Kalo dulu ketupat yang disiapin, sekarng paket data yang dikencengin :)

Reply Delete
Avatar
Nurul Sufitri 01/06/20 20.01

Wah, memang deh kita punya pengalaman salat Idulfitri berjamaah di rumah, ga ke mana2. Makan juga di rumah dan ga bersilaturahim ke tetangga dll. Yang penting makanan siap ya mbak hehehe jd betah2in di rumah. Lebaran yg unik dan ga bakal terlupakan seumur hidup.

Reply Delete
Avatar
Lia_Lathifa 02/06/20 09.46

Walau lebaran di rumah aja tapi tetep seru ya, senangnya bisa kumpul bareng makan nasi kebuli, hangat terasa saling bermaaf-maafan. Semoga tahun depan sudah normal lagi lebarannya, bisa cipika cipiki sama tetangga lagi

Reply Delete
Avatar
Lia_Lathifa 02/06/20 17.10

Sama nih pengalaman baru idul fitri di rumah aja. Kami sholat ied berjamaah di ruang tamu, terasa syahdu malah bisa pelukan sepuasnya, tapi sayangnya malah gak salaman dengan tetangga..

Reply Delete
Avatar
Elva Susanti 03/06/20 00.05

Alhamdulillah tetap bisa happy ya mbak bareng keluarga meskipun lebaran hanya bisa di rumah aja. Smg tahun depan bisa berlebaran ke sanak saudara

Reply Delete
Avatar
Sri Widiyastuti 03/06/20 01.45

Alhamdulillah ya umi, kita bisa masih bisa berlebaran dalam keadaan sehat, taqaballah Minna wa minkum umi. Mohon maaf lahir dan batin yaa. Nasi kebuli bagi keluarga dari Tante di Jakarta kayaknya emang wajib deh setiap lebaran juga gulai kambing. Selain ketupat dan opor tentunya

Reply Delete
Avatar
Eni Martini 03/06/20 23.22

Waalaikum salam umi. Kita juga lebaran di rumah aja. Tapi tetap kayak lebaran gitu deh. Pakai baju baru, masak rendang, opor lengkap. Biar tetap happy semua

Reply Delete
Avatar
Dita Indrihapsari 05/06/20 03.30

Huaaah, aku baca ini aku jadi langsung pingin makan nasi kebuliii... 😁😁 Alhamdulillah ya mba walaupun di rumah aja tapi bisa tetap bareng keluarga, anak-anak. Senengnya liat foto keluarga Mba Al.. ☺️ Alhamdulillah juga dapet ketupat ya mba Al.. Makin lengkap deh lebarannya ada ketupat.. 😁

Reply Delete