Jumat, Mei 20, 2016

Agar Terhindar dari Sakit Gigi

“Lebih baik sakit hati atau sakit gigi?”
Kalimat itu tentu seringkali kita dengar. Tapi, kalau saya diminta memilih, saya nggak akan memilih keduanya. Mengapa? Saya tak ingin sakit hati karena sakit hati akan selalu terkenang dan sulit di lupakan. Tapi saya juga tak ingin sakit gigi karena sakitnya .. duuh ... mana tahaan ...

Saya adalah orang yang takut sekali jika sakit gigi. Kalau diminta ke dokter gigi, saya udah ketakutan. Seringkali, saya hanya ke dokter gigi, untuk membersihkan gigi. Itu pun selalu tutup mata jika akan duduk di kursi dokter. Saya ngeri lihat peralatannya. Hiks ...
 
Yuk sikat gigi ... Photo by : Tresna Nurani

Terakhir ke dokter gigi saat harus mencabut gigi saya yang bolong. Giginya sih sudah bolong sejak lama, tapi selama ini seringkali ditambal. Setiap kali sakit gigi melanda, saya memilih minum obat pereda sakit gigi. Nah suatu kali, saya dipaksa suami untuk periksa ke dokter gigi. Saya menolak, tapi setelah dirayu bahwa ini demi kebaikan dan biar nggak sakit lagi, saya menuruti keinginan suaminya. Setelah diperiksa dokter, dokter menyarankan gigi saya dicabut. Membayangkan gigi dicabut, saya nangis. Untunglah dokternya baik banget. Mungkin karena dokter gigi di rumah sakit anak, dokternya juga telaten. Dokternya tahu banget kalau saya takut cabut gigi. Dan berkat kelihaian dokter, gigi saya dicabut tanpa rasa sakit. Luar biasa kan? Hihiii ...  Tapi ya tetap saja saya nangis saat tiba di rumah. Hihii.

Kalau saya takut ke dokter gigi, anak saya A tidak demikian. Saya pernah menceritakan kisahnya di postingan berjudul Cerita Gigi. Ia yang inisiatif untuk mencabut gigi dan tak pernah menangis jika akan mencabut gigi. Saya bersyukur hingga kini, giginya tak pernah bolong. Sepengetahuan saya, gigi bolong merupakan ‘jalan’ bagi penyakit-penyakit kronis. Iih ngeri ... Menjelang puasa, menjaga kesehatan gigi juga perlu dilakukan agar ibadah menjadi tidak terganggu karena sakit gigi atau nafas bau.

Nah, karena saya adalah orang yang takut sakit gigi, maka saya pun melakukan berbagai cara menjaga kesehatan gigi. Tiga cara sederhana yang saya lakukan untuk menjaga kesehatan gigi adalah :

Hindari Konsumsi Makanan dan Minuman Manis yang Berlebihan  
Makanan dan minuman manis, seringkali menjadi favorit. Apalagi untuk anak-anak. Namun, mengkonsumsinya jika berlebihan akan merusak gigi. Gigi akan menjadi hitam sehingga tak sedap di pandang. Saya memilih membatasi pemberian permen kepada anak saya. Cara ini yang saya anggap paling mudah untuk menjaga kesehatan gigi

Rajin Sikat Gigi 
Sikat gigi yang baik dan benar jika sikat gigi mampu menjangkau seluruh permukaan gigi dengan arah dari gusi ke gigi. Sikat gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari. Sikat gigi, sebaiknya setelah makan pagi dan sebelum tidur. Tapi seringkali banyak yang sikat gigi saat mandi pagi dan mandi sore hari. Berkumur-kumur dengan obat kumur, jika dianggap efektif untu mencegah timbulnya plak dan karang gigi. Jangan lupa ganti sikat gigi setiap tiga atau empat bulan. Jika mengganti sikat gigi dengan teratur, akan terhindar dari kuman-kuman penyakit yang menempel di sikat gigi

Bersihkan Gigi Enam Bulan Sekali ke Dokter Gigi
Walaupun takut ke dokter gigi, tapi mau tak mau, saya harus rajin ke dokter gigi untuk membersihkan plak atau karang gigi. Dengan rajin membersihkan plak dan karang gigi, gigi pun menjadi lebih bersih dan nafas pun menjadi lebih segar.


Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

17 komentar:

  1. Masalahnya, aku suka banget makan Dan minuman Manis hikss.. Gigi udah bolong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya kalau abis minuman manis, sikat gigi atau kumur-kumur, mba Leyla. Kalau aku suka minum teh manis :)

      Hapus
  2. Tipsnya sederhana ya mbak...yg susah yg ke 3 tuh...klo ga ada masalah gigi suka malas ke dokter gigi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sederhana tapi susah dipraktekkan ya mba Ophi. Hihiii

      Hapus
  3. Pernah merasakan sakit gigi dan emang ga enak banget ya mbak. Pantas rasa sakitnya disandingkan dengan sakit hati bukan sama pusing. Hehehe... Tapi tetap ga mau kena kedua sakit itu ya mbak...
    Btw samaa... Paling susah yang nomor 3.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pusing, minum obat nggak lama agak redaan. Kalau sakit gigi dan sakit hati mah lamaaa, mba :). Hihii

      Hapus
  4. Saya gamau sakit hati, apalagi sakit gigi. Pernah merasakan sakit gigi, bikin ngilu mba

    BalasHapus
  5. waaa... tahu nggak.. gigibawahku udah tanggal sebagian besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. PAsti tergangggu saat ngunyah yaa, mba Ade ...

      Hapus
  6. sama mbak, aku takut banget cabut gigi, ni gigi bolong masih tambel terus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku udah tahu banyak yang senasib nih. Hihii

      Hapus
  7. Tips yg bermanfaat untuk saya, karena pernah sakit gigi dan setelah sembuh harus dicabut :(
    Sekarang, gak mau lagi sakit gigi, sakit banget, susah makan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, mba. Apalagi pas sakit gigi kan nggak boleh dicabut. Harus nunggu sampe sakit giginya reda dulu
      Moga nggak sakit gigi lagi ya

      Hapus
  8. Gigi akupun udah dicabut satu mba, gak mau lagi. Bersihin karang gigi apalagi, ngilu. Ngeri juga liat peralatam dokternya. Tapi kadang suka males gosok gigi sebelum tidur muehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makannya, nggak usah liat peralatannya mbaa. ihiii

      Hapus