Jumat, April 29, 2016

Belajar Lingkungan di Jurusan Teknik Lingkungan

Noka Destalina mengaku saat awal masuk kuliah Teknik Lingkungan, ia belum ada bayangan spesifik berkarier seperti apa. Ia pertama kali mengetahui tentang Teknik LIngkungan adalah waktu kunjungan mahasiswa yang datang ke sekolahnya, yakni SMA Negeri 70 Jakarta. Tidak banyak informasi yang bisa digali tentang kuliah jurusan ini. Belum lagi kunjungan mahasiwa ini cukup singkat sehingga tidak bisa membahasa secara detail masing-masing jurusan. Kini, ia menjadi senior project officer untuk kawasan Asia Tenggara dan mengatur proses transfer of knowledge di bidang sanitasi. 

Kuliah Jurusan Apa? 

Dua puluh tujuh tahun berlalu, Dewi Dwirianti masih mengingat kisahnya sebagai mahasiswa jurusan Teknik Penyehatan (kini bernama Teknik Lingkungan). Awalnya ia menganggap Teknik Penyehatan adalah jurusan yang berhubungan dengan kesehatan. Tetapi teryata, jurusan ini identik dengan teknik. Ia stres dan kaget saat harus menempuh mata kuliah Menggambar Teknik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Awal kuliah ia mengaku tak ada bayangan profesi apa yang akan dijalani. Meskipun demikian, ia mengaku mata kuliah yang ia sukai adalah Persampahan dan Bangunan Air. Di mata kuliah Persampahan, ia dan rekan sekelas melakukan survei, sampling untuk belajar mengetahui komposisi sampah selama delapan hari dan melakukan sampling ke tetangga rumahnya. Ada perasaan bangga saat ditanya tetangga tentang apa yang sedang dilakukan. Ia pernah diminta dosen untuk mengambil foto jenis bangunan air yang berada di pelosok desa. Sejak 2009 hingga kini, Dewi memilih menjadi freelance consultant bidang AMDAL-UKL UPL, Solid waste management dan waste water design.   

Arisandi Dwi Harto pun mengalami hal yang sama. Ia sama sekali tak ada bayangan apapun tentang Teknik Lingkungan. Keterbatasan informasi membuatnya kesulitan mencari detail informasi tentang Teknik Lingkungan. Perjalanan waktu menguatkan keyakinannya bahwa Teknik Ligkungan adalalah bidang yang membawa dirinya ke dunia kerja. “Try It, Develop It and It Will Be Growth” adalah kata yang menjadi motivasinya menjalani kuliah di Teknik Lingkungan. Kuliah di jurusan ini, membuat ia semakin tertarik dengan air, limbah, pencemaran dan lain sebagainnya. Berkat kerja kerasnya, Arisandi kini menjadi Direktur PDAM Kota Pontianak.

Kedua kisah ini terungkap di buku Widyanti Yuliandari yang berjudul ‘Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan’. Widyanti mencoba mengenalkan jurusan Teknik Lingkungan. Buku bersampul hijau ini memuat tentang apa saja yang dipelajari di Teknik Lingkungan, Perguruan Tinggi yang mengajarkan Teknik Lingkungan hingga pilihan profesi. Teknik Lingkugan memiliki cangkupan yang lebih luas. Ruang lingkupnya meliputi pengelolaan air limbah, pengelolaan kualitas lingkungan, pengelolaan air limbah dan lain-lain. Modal untuk menekuni bidang ini adalah memiliki ketertarikan mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi. Salah satu mata kuliah yang dibahas adalah fitoteknologi. Fitoteknologi ini mempelajari penggunaan tanaman sebagai solusi berbagai masalah lingkungan. Penerapan fitoteknologi ini bisa dilakukan melalui penetapan ruang terbuka hijau hingga pemulihan lingkungan yang tercemar.

Ketika memilih kuliah Teknik Lingkungan, mahasiswa juga akan mempelajari limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Pembahasan materi ini meliputi reduksi, penyimpanan, hingga penimbunan limbah B3. Di tahun 90-an, persaingan masuk Teknik Lingkungan tidaklah ketat dan pamornya seringkali kalah dengan jurusan Teknik yang lain. Tapi kini, beberapa institusi passing grade untuk jurusan ini berada pada top 10 bahkan top 5 di antara jurusan-jurusan Teknik di institusi yang sama. Lulus dari Teknik Lingkungan akan kerja di mana? Buku Widyanti ini menulis tentang pilihan pekerjaan yang bisa di tekuni setelah lulus. Semuanya dijabarkan satu per satu. Misalnya pilihan bekerja di lembaga-lembaga pemerintah, pendidikan, lembaga pemerintahan hingga menjadi tecnopreneur. Jika memilih memilih bekerja di lembaga pemerintahan, tidak hanya berkarier di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saja. Tetapi juga bisa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Saya yang awalnya kurang familiar dengan Teknik Lingkungan, menjadi lebih terbuka wawasan setelah membaca buku ini.  Buku ini memberikan perspektif baru tentang Teknik Lingkungan. Walaupun penulis kuliah di tahun 1998, buku ini disesuaikan dengan kondisi saat ini. Buku ini menunjukkan bahwa memilih kuliah di Teknik Lingkungan, tidak melulu duduk di bangku kuliah dan mendengarkan teori-teori dari dosen-dosen. Memilih kuliah Teknik Lingkungan berarti juga harus siap menempuh perjalanan berkilo-kilo meter untuk pengambilan contoh uji.

Menurut saya, buku ini ringan untuk dibaca bagi calon mahasiswa yang awalnya mungkin sempat kebingungan memilih kuliah. Buku ini akan semakin menarik jika penulis menuliskan pengalamannya lebih detail tentang pengalamannya kuliah di jurusan ini. Walaupun telah memasukkan pengalaman alumni, menurut saya akan lebih menarik jika penulis pun berbagi ilmunya kepada pembaca. Buku ini juga akan semakin lengkap apabila penulis membuat perbandingan kuliah di masanya dengan kuliah Teknik Lingkungan di masa kini. Sehingga bisa diketahui perbandingannya. Memang sudah disinggung sekilas tapi menulis lebih detail akan menjadi lebih baik. Kuliah di Teknik Lingkungan menjadi pilihan mengingat masa depan usaha yang dianggap prospektif adalah bidang yang berkaitan dengan Food, Energy and Environment (FEE). Ini menandakan, peluang kerja bagi lulusan Teknik Lingkungan semakin luas.

Judul Buku : Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan
Penulis : Widyanti Yuliandari
Halaman : 105 Halaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Penerbitan : 2016  


Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

7 komentar:

  1. wooh keren. saya harus baca punya buku ini. terima kasih postingannya :D

    BalasHapus
  2. jd inget masa2 kuliah dulu :D.. aku bukan anak teknik sih, tapi mantan iya ;p.. Segala macam jurusan teknik itu kyknya memang ga cocok utk aku mbak, secara matematika, fisika dan kimia ku ancur2an banget ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa. Aku juga ancur kalau mata pelajara matematika, fisika dan kimia. HIhii . Kayaknya emang aku nggak bakat juga :p

      Hapus
  3. Jadi tahu sedikit gambaran ttg teknik lingkungan. Berguna nih buat yg mau kuliah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siaap. Alhamdulillah kalo berguna, mba :)

      Hapus
  4. wah sya baru tahu ada kuliah yang membahs mengenai lingkungan dipandang dri segi teknik...jadi di jurusan ini kita bisa lebih memahami ilmu mengolah limbah kemudian mengatur lingkungan ya mbak?...
    penasaran sama bukunya..hehe

    BalasHapus