Rabu, Desember 30, 2015

Kepada Sesama, Mari Peduli Bersama PMI

Saya masih ingat peristiwa beberapa tahun lalu. Suami yang biasanya pulang tepat waktu terpaksa harus pulang lebih malam daripada biasanya. Bukan karena urusan pekerjaan, namun ada rekan sekantornya yang membutuhkan donor darah. “Saya harus ke kantor PMI di Kramat Raya,” katanya saat menelpon saya. PMI adalah kepanjangan dari Palang Merah Indonesia. Berangkat dari kantor pukul 18.00 WIB, suami datang bersama ketiga teman sekantor. Rekan sekantornya yang membutuhkan darah mengalami komplikasi sehingga dibutuhkan tambahan donor darah B. Suami dan ketiga temannya kebetulan memiliki golongan darah B.

Pukul 20.00 WIB suami dan rekan-rekannya tiba di kantor PMI di Jalan Kramat Raya. “Penuh sekali disana. Banyak yang datang untuk sumbangkan darah kepada kenalan atau saudara mereka,” cerita suami kepada saya. Sayangnya, dari empat orang yang ke PMI, suami saya tidak bisa menyumbangkan darahnya. “Teryata saya belum lama donor, jadi terlalu berdekatan,” katanya. Memang ada berbagai syarat sebelum donor darah. 

Seperti termuat di website pmibali.or.id, persyaratan tersebut adalah  : 

- Donor menyerahkan kartu donornya kepada petugas transfusi bila sudah pernah donor, dan yang baru nantinya setelah menyumbangkan darahnya akan dibuatkan kartu donor

-  Donor ditimbang berat badannya

-  Donor dites golongan darahnya dan kadar haemoglobil (HB)

-  Setelah memenuhi untuk menjadi donor sesuai persyaratan diatas seperti HB normal, berat badan cukup, maka donor dipersilahkan tidur untuk diperiksa kesehatannya oleh dokter transfusi
-  Setelah memenuhi syarat (sehat menurut dokter) barulah petugas transfusi darah (AID/PTID) siap untuk menyadap (mengambil) darahnya berdasarkan berat badan (250 cc – 500 cc)
-  Setelah diambil darahnya donor dipersilahkan ke kantin donor untuk menikmati hidangan ringan berupa kopi/susu, telor dan vitamin

-  Donor kembali ke bagian administrasi untuk mengambil kartu donornya yang telah diisi tanggal penyumbang dan registrasi oleh petugas

-  Selesai (pulang), dan bisa kembali menyumbangkan darahnya setelah 75 hari(2,5 bulan)

Ini bukan kali pertama suami saya donor darah ke PMI. Sudah sejak kuliah, suami kerap donor darah. Namun kartunya hilang. Baru pada tahun 2007, setiap aktivitas donor darahnya selalu tercatat. “Saya selalu mikir kalau ada saja yang mungkin membutuhkan darah,” katanya. Apalagi menurutnya, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan. Jika membaca di website pmijakarta.or, id, ada tiga diantara manfaat donor darah yakni menyeimbangkan kadar besi, mengetahui kondisi kesehatan dan dapat mengurangi kolesterol. 

Jadi, mengkonsumsi makanan membuat tak sedikit orang yang kadar zat besi dalam tubuh berlebihan. Nah, donor darah ini dilakukan untuk menyeimbangkan darah. Di lain pihak, sebelum donor darah, selalu dilakukan pengecekan kondisi kesehatan. Makanya, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Donor darah juga dikatakan dapat mengurangi kolesterol karena jumlah kolesterol akan berkurang bersama darah yang dinorkan tersebut.Namun tentu masih banyak manfaat donor darah lainnya. 

Ketika saya dan keluarga pergi ke Pekan Raya Jakarta (PRJ), setiap kali ada stan PMI yang menyediakan donor darah, suami menyempatkan diri untuk donor darah. Itu dilakukan jika sudah kebetulan jadwal donor darah tiba dan ia belum lakukan. Jika gedung tempatnya melakukan acara donor darah, ia pun berpartisipasi. "Tapi pernah saya nggak bisa donor karena kantong darahnya habis," ungkapnya. Terakhir pada Agustus 2015 usai mengantarkan saya kerja, suami khusus mampir ke kantor PMI khusus untuk mendonorkan darah.   Nah, selama ini bukti donor darahnya tercatat di kartu di bawah ini : 



Suami saya mungkin hanya satu dari sekian banyak warga yang memilih untuk mendonorkan darahnya di PMI. Ini merupakan salah satu bukti kepedulian kepada sesama. Namun, PMI tak hanya terfokus pada donor darah saja. PMI juga aktif memberikan bantuan saat terjadi bencana dengan mendirikan dapur umum hingga pembinaan dukungan psikososial bagi korban bencana. 

Bencana kabut asap yang sangat menganggu masyarakat, juga membuat PMI turun tangan. PMI melakukan pengiriman 10 kendaraan tangku air, dua alat penjernih air, sepuluh ambulans yang dilengkapi dengan 100 ribu masker N95, 150 masker Evo, penyaring udara dan obat tetes mata yang difokuskan di wilayah terdampak kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. 

PMI tak hanya memberikan bantuan kemanusiaan di dalam negeri. Tapi juga di luar negeri. Saat Nepal mengalami gempa berkekuatan 7,9 skala richter pada Sabtu, 25 April 2015, PMI membuka tiga rekening untuk bantuan gempa Nepal. PMI juga mengirim relawan dengan spesialisasi khusus untuk penanganan pasca bencana Nepal.







Dengan adanya berbagai kegiatan serta bantuan untuk sesama, kita juga bisa membantu PMI. Apalagi saat ini adalah bulan dana PMI, bisa jadi momen untuk menyumbangkan dana.
Untuk bantuan dapat ditransfer melalui bank-bank sebagai berikut :
  • Bank BCA Kantor Cabang Utama Thamrin Nomo Rekening : 206-38-1794-5 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank MANDIRI Kantor Cabang Kramat Raya Nomor Rekening : 123-00-17091945 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.
  • Bank DKI Kantor Cabang Utama Juanda Nomor Rekening : 101-03-17094-7 atas nama PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jkarta.

Jadi, ayo peduli bantu sesama. Siapa lagi yang bisa menolong sesama jika bukan kita?




Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

30 komentar:

  1. sampe skrg blm pernah donor sama sekali.. takut liat jarumnyaa :D

    sukses kontesnya chi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo saya bukan karena takut jarum, tp karena emang jarang nemuin momen yg pas untk donor. Dulu beberapa kali sempat mau ikut donor, tp pasti ada aja yang membuat batal. Tp semga ditahun depan bisa terlaksana.

      Sukses untk lombanya, dan Salam hangat dari Bondowoso..

      Hapus
    2. Idaaaa, sama ama aku. Ingin sebetulnya, hanya saja masih harus menguatkan diri. Smoga kita bisa berani ya Hehhee. Amin atas doanyaa ... :)

      Hapus
  2. Halo mas dari Bondowoso (namanya sapa yah?:p), yukk menyemangati diri untuk mendonorkan darahnya. Aamiin doanyaa. Maakasih mas

    BalasHapus
  3. Suamiku juga rajin donor darah karena darahnya termasuk langka. Aku belum pernah, takut jugaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya, golongan darah apa mba? AB? Yang paling banyak sih O ya ... :)

      Hapus
  4. hehehe saya orangnya juga takut yang serba suntik, alhamdulillah kalo pas donor PMI tutup mata dan pilih staff PMI yang dikenal untuk menyuntik halus :D sukses untuk kontesnya yambak

    BalasHapus
  5. Mba Christianty, wah tipsnya bisa aku ikutin nih. Tapi aku ngggak kenal juga staf PMI-nya. Mungkin cari yang wajahnya menenangkan kali ya? Hehheee . Amin doanya. Makasih, mba

    BalasHapus
  6. Waaaa, aku belum pernah samsek ikut donor darah mbaaaa

    Semoga edukasi lewat blog ini bermanfaat buat banyak orang ya

    bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Nurul, yuuk donor darah :). Amin doanya. Makasih, mbaa

      Hapus
  7. SYYA BELUM PERNAH, TAKUT, TAPI PENGEN NYOBA SIH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan takut, mas. Sama-sama menguatkan biar bisa membantu sesama :)

      Hapus
  8. Saya belum pernah nih mbak walaupun ingin.. Mudah-mudahan kedepannya bisa coba bantu donor darah.. Katanya bagus juga kan ya buat kesehatan kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Yasinta, kata suamiku dia lebih merasa segar sih. Mari sama-sama memberi semangat pada diri kita ya, mba. Hhehee. Makasih mba

      Hapus
  9. Saat kita takut, cobalah bayangkan org2 yg membutuhkan darah kita.
    Emang sakit, bohong klo ada yg bilang donor g sakit karena tubuh kita ditusuk jarum. Tapi bayangkan mereka yg gagal ginjal, brapa kali mereka ditusuk jarum untuk cuci darah. Atau balita talasimea betapa mereka membutuhkan pertolongan kita.
    Kalahkan rasa takut kita demi menolong sesama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bener nih, mas. Apa yang sampaikan bisa menjadi semangat untuk mendonorkan darah.

      Hapus
  10. Wah udah sering donor. Semoga Allah memberi pahala berlimpah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan aku, mba. Tapi suami. Hhehee. Amin doanyaa, aamiin banget. Makasih mba

      Hapus
  11. aku termasuk yang butuh darah. Karena anemiaku kalo terlalu anjlog butuh ditransfusi biar hB nya naik lagi. Berterima kasih pada PMI nih aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mbaa. Moga anemianya nggak terlalau anjlog ya. Mungkin konsumi multivitamin bisa membantu dikit. Sehat sehat ya, mba

      Hapus
  12. Kangen donor darah lagi nih. Terakhir donor jaman masih kuliah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayukk, mbaaa donor darah lagi, mba. Biar kangennya terobati :)

      Hapus
  13. aku belom pernah donor darah. dulu waktu SMA pdhl aktif PMR dan tmn2 rajin ngedonor, tp aku kok ngga brani. hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan takut (semangat ke diri sendiri) hihii

      Hapus
  14. aq gak yakin darahku layak didonorkan, mungkin sudah banyak terkontaminasi dosa.

    BalasHapus
  15. saya belum pernah donor mba, selalu gagal. ada2 aja

    BalasHapus
  16. sudah lama seng donor soalnya momennya kurang pas chi...

    BalasHapus