Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Perempuan Sehat, Ayo Deteksi Dini untuk Cegah Kanker Serviks di Prodia Women’s Health Center

Sabtu, September 30, 2017
“Kenapa sih Ummi nggak mau pap smear?,” kata suami.
“Ummi takut sakit,” kata saya.
“Loh, pap smear itu kan mencegah agar tak sakit. Kenapa malah takut pap smear. Aneh,” ungkap suami.   

Memang aneh ketika takut terkena kanker serviks tapi malah tak mau pap smear. Padahal pap smear dan vaksin HPV merupakan bentuk deteksi dini untuk mencegah kanker serviks. Tapi itulah yang saya alami beberapa tahun lalu. Saat itu, saya takut pap smear padahal saya tahu bahwa kanker serviks adalah penyakit yang merenggut nyawa mama dan nenek saya.

Kanker serviks merupakan kanker nomor 1 yang menyerang perempuan. Kanker serviks disebabkan oleh virus human papilloma (HPV) tipe resiko tinggi. Infeksi HPV tipe resiko tinggi dalam jangka waktu lama menyebabkan materi genetik HPV menyusup ke dalam sel serviks menyebabkan perubahan sifat sel menjadi kanker. Proses dari infeksi menjadi kanker membutuhkan waktu antara 15-20 tahun. 
Deteksi dini untuk cegah kanker serviks di Prodia Women's Heallth Center

Ya, saya tak pernah menduga dua perempuan hebat kesayangan saya itu harus ‘menyerah’ karena penyakit kanker serviks yang mereka derita. Mimpi buruk bagi saya sekeluarga berawal saat eyangti (panggilan saya kepada nenek) mengidap kanker serviks dan meninggal di usianya yang ke 58 tahun. Saat eyangti masih hidup, saya menemani setiap langkahnya untuk memeriksakan diri di Rumah Sakit di Surabaya, Jawa Timur. Saya melihat semangatnya untuk sembuh. Tak pernah ada keluhan terhadap penyakit yang di derita. Selalu ada senyum untuk melawan sakit walau kemudian harus menyerah setelah empat tahun berjuang melawan kanker serviks stadium 4.

Beberapa tahun kemudian, saya harus menerima kenyataan pahit karena mama mengidap penyakit kanker serviks. Mama mengetahui ada benjolan di rahimnya setelah menjalani pap smear di Ambon pada tahun 2009. Hasil pap smear menyebutkan ada benjolan dan dikuatirkan menjadi kanker. Mama kemudian ke Surabaya untuk melakukan pemeriksaan LEEP (loop electrosugical excision procedure), teknik pembedahan dengan membunuh sel kanker serviks stadium 2B.
Saya dan Mama tersayang
Dokter mengajurkan mama untuk melakukan kemoterapi yang kemudian menyebabkan  mama susah makan dan rambutnya semakin menipis. Tapi perjuangan mama untuk sembuh membuat kami yakin, mama akan sembuh. Tapi keyakinan itu kemudian sirna saat kanker serviks kembali merenggut kebahagiaan saya. Mama meninggal dunia pada 2 Mei 2011 karena kanker serviks. Innalillahi wainnailahi radjiun .....

Kepergian mama dan eyangti membuat saya semakin takut dengan penyakit kanker serviks. “Aku nggak ingin Ummi sakit. Aku ingin ummi sehat,” kata suami mengulang lagi kalimat yang pernah dia katakan kepada saya. Dorongannya yang tanpa henti kemudian membuat saya memutuskan untuk pap smear pertama kali dan langsung vaksin HPV pada tahun 2012.  

Tapi kesan pertama saat pap smear entah mengapa terasa begitu tak nyaman. Saya hanya bisa menangis dan mencoba untuk rileks tapi gagal karena saya terlalu tegang. Proses pap smear itu yang kemudian membuat saya menunda (lagi) pap smear yang seharusnya dilakukan setahun sekali.

Prodi Women's Health Centre tampak dari luar
Jumat, 4 Agustus 2017 saya mengetahui bahwa PT Prodia Widyahusada memiliki Prodia Women’s Health Center (PWHC) saat menghadiri Blogger Gathering di Gedung PWHC Jl. Wolter Mongonsidi No 77, Kebayoran Baru, Jakarta.  Prodia selama ini telah terkenal karena memiliki 273 outlet dan tersebar di 31 provinsi dan 114 kota di Indonesia. Berdasarkan website www.prodia.co.id, PWHC didirikan karena perempuan pantas mendapatkan perlakuan khusus. Apalagi populasi perempuan di Indonesia hampir separuh dari total penduduk yang mencapai sekitar 254,9 juta jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015.
 
Ruang utama Prodia Women's Health Center 
Saya terkesan dengan gedung PWHC yang didominasi warna merah muda dan putih yang membuat suasana tampak nyaman. PWHC yang didirikan pada 8 Maret 2017 ini adalah klinik dengan layanan kesehatan khusus perempuan berbasis Women-Wellness yang pertama di Indonesia. Pelayanan yang diberikan berfokus pada obstetric gynaecology. Obstetric gynaecology meliputi pencegahan dini, pencegahan lanjutan, diagnostic center hingga konsultasi dokter. Setelah diberikan informasi tentang PWHC dan pentingnya deteksi dini untuk mencegah serviks, kami pun diajak berkeliling ruangan PWHC. Ruangan pemeriksaannya sangat bersih dan rapi serta memiliki perlengkapan yang canggih dan lengkap. Saya jatuh cinta dengan PWHC sejak pertama kali datang ke sana.
 
Ruang pemeriksaan 
Sofa yang nyaman 
Beberapa perlengkapan pemeriksaan
Sejak itu, saya memutuskan untuk melakukan deteksi dini kanker serviks agar terhindar dari kanker serviks di PWHC. Untuk memeriksakan sitologi serviks/pap smear dan HPV DNA syarat yang harus dipenuhi adalah :
Sudah menikah/pernah melakukan hubungan seksual
Tidak sedang menstruasi (sebaiknya dilakukan pada hari ke 14 selesai hari pertama menstruasi
Tidak menggunakan tampon, jeli, krim vaginal maupun obat-obat yang diberikan melalui vagina selama 2 hari sebelum pemeriksaan
Tidak melakukan seksual 1 hari sebelum pemeriksaan

Sepulang kerja di Kamis sore tanggal 31 Agustus 2017, saya langsung ke gedung PWHC. Saat tiba di PWHC, saya disambut ramah oleh para pegawai yang mayoritas perempuan. Kondisi ruangan yang rapi dan nyaman mempengaruhi psikologi saya sehingga saya menjadi lebih tenang.

Mengisi form sebelum pap smear
Saya kemudian mengisi form pemeriksaan sitologi serviks/tes PAP yang berisikan data diri. Tak sampai 5 menit, semua data kemudian terisi dengan lengkap.

Seorang perawat kemudian mengajak saya memasuki ruangan pemeriksaan. Sebelum pemeriksaan, saya diberikan informasi terkait proses pap smear yang menggunakan sitologi serviks berbasis cairan atau dikenal dengan istilah SSBC. SSBC ini memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dalam menapis kanker serviks dibandingkan pap smear konvensional.  Jika hasil SSBC dan HPV DNA normal, maka penapisan selanjutnya dilakukan tiga tahun kemudian.  

Sumber : Prodia Women's Health Center 
Pemeriksaan SSBC
Awalnya saya mengira prosesnya akan membuat saya tak nyaman. Teryata semua proses berlangsung nyaman, tanpa rasa sakit dan kurang dari 5 menit. Saya juga diajak ngobrol oleh perawat sehingga saya menjadi lebih tenang. Saya sangat bersyukur dengan segala kemudahan itu sehingga tak membuat saya trauma untuk melakukan pemeriksaan dini selanjutnya.  Untuk pemeriksaan HPV DNA dan SSBC ini biayanya adalah Rp 1.165.000. Hasil pemeriksaan diinformasikan seminggu kemudian.
Ngobrol dengan perawat sehingga tak tegang saat pap smear
Jujur, selama proses menunggu hasil pemeriksaan, saya deg-degan dan berdoa agar hasilnya bagus. Seminggu berikutnya, saya di telefon dan mendapat email dan menyatakan bahwa saya sehat dan tak ditemukan sel serviks dalam tubuh saya. Saya bersyukur dengan hasil pemeriksaan ini dan memutuskan untuk menjaga diri agar selalu sehat dan tetap melakukan deteksi dini dari kanker serviks. Memeriksakan diri di Prodia Women’s Health Center adalah pilihan tepat bagi saya. Harapannya, tak hanya di Jakarta saja terdapat PWHC ini, melainkan tersebar di berbagai daerah di Indonesia sehingga makin banyak perempuan yang tak ragu melakukan deteksi dini kanker serviks.

Perempuan sehat, jangan ragu untuk melakukan deteksi dini untuk mencegah kanker serviks sekarang juga!


71 komentar on "Perempuan Sehat, Ayo Deteksi Dini untuk Cegah Kanker Serviks di Prodia Women’s Health Center "
  1. Pasti was2 banget...ya mba.. apalagi 2 orang yg kita cintai mengalami sendiri.


    Semoga kita terhindar dari penyakit ini...aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Was was banget, mba. Aamin atas doanya mbaa

      Hapus
  2. Alhamdulillah hasilnya negatif sel kanker ya, Mba. Sehat selalu, ya.
    Alfatihah untuk almarhum eyangti dan mama-nya Mba Alida. Semoga mereka beroleh berkah dan nikmat kubur ya, Mba. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Senang banget pas tahu hasilnya negatif sel kanker, mba

      Hapus
  3. Alhamdulillah, mbak.. Semoga mbak dan anggota keluarga lain serta kita semua selalu dilindungi Allah dan diberi nikmat sehat. Di sisi lain, mbak beruntung tinggal di Jakarta yang fasilitas kesehatannya lebih lengkap, bahkan bisa mencoba langsung tes di Prodia PHWC. Ternyata interiornya beneran kece ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mba Annisa. PWHC memang baru ada di Jakarta sehingga saya dapat menikmati pelayanan fasilitas yang lengkap

      Hapus
  4. Alhamdulillah, hasilnya negatif ya mba. Senang jg dengarnya.

    Aku juga belum pernah cek ni, jadi ngeri, walaupun gak ada riwayat keluarga yg sakit kanker servik.

    Turut berduka ya mba atas kehilangan 2 orang yg sangat berharga.

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah banget ya mbaknya bebas virusnya. Untuk kanker serviks itu apakah menular karena genetik juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Genetik berpotensi lebih besar untuk terkena serviks mba

      Hapus
  6. Alhamdulillah Kak Alida sehat, sambil deg-degan bacanya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga nunggu hasilnya deg2an juga mbaa

      Hapus
  7. Alhamdulillah negatif.
    Semoga sehat selalu, ya mbak.

    BalasHapus
  8. Kalau pemeriksaan seperti itu yang paling bikin deg-degan nunggu hasilnya. Alhamdulillah negatif ya, Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Kayak menunggu hasil rapor mbaa

      Hapus
  9. Alhamdulillah dirimu sehat mba. Saya bacanya ikut deg2an.
    Justru kalau saya mau banget periksa mba. Saya tipe orang yg suka checkup-checkup-an hihihi sayang belum didukung secara nyatah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga deg2an banget, mba. Soalnya pemeriksaannya kan lebih detail

      Hapus
  10. Saya kepingin pap Smear tapi kok ada rasa campur- campur mba. Hehehhe antara malu ahhh pokoknya susah diungkapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAyuk jangan ragu untuk melakukan pap smear ya mba

      Hapus
  11. Semoga sehat selalu mbak... deteksi dini itu lebih bagus... karena suatu penyakit jika diketahui lebih awal maka peluang sembuhnya juga tinggi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin doanya mba. Iya bener banget mba

      Hapus
  12. betul ya pencegahan lebih baik dr pengobatan

    BalasHapus
  13. Semoga kita semua selalu sehat ya mba. Deteksi dini itu lebih penting. Saya jadi oengen periksa neh, apalagi dah setahun belom papsmear lagi.

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah hasilnya negatif.
    Saya belum pernah melakukan pap smear nih, jadi ingin melakukan pap smear setelah membaca ini.
    Thanks for sharing, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga telah membaca ya mba :)

      Hapus
  15. Penting banget ya mba buat perempuan lebih peduli sama dirinya sendiri. Mending mencegah dari pada mengobati yang belum tentu bisa sehat seperti semula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bukan perempuan, siapa lagi mbaa :)

      Hapus
  16. Prodia tempatnya nyaman. Alhamdulillah mba Al sehat.

    BalasHapus
  17. Ah setelah 6x coba akhirnya bs komen. Aku pgn bgt nyoba mba. Tp masi mikirin biaya nya, dan ga siap denger hasilnya.. Gugup eh. Pdhl daftar jg blom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba Ruliiiiii :*
      Kita deteksi dini ya mbaa untuk mencegah mbaa

      Hapus
  18. Kanker serviks ini genetik ga ya mbak? Perlu banget ya deteksi dini terhadap penyakit ini.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagi yang keluarganya ada yang kena maka ini berpotensi besar mba. Iya penting banget deteksi mbaa

      Hapus
  19. Nunggu hasil pemeriksaan apapun yg berkaitan sm kesehatan mmg bikin deg2an ya, apalagi kanker. Itu sebab prg pd takut periksa. Pdhl klo diketahui lbh dini, bs ditangani dan kemungkinan sembuh besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah. Mau ga mau ya harus deteksi dini ya mbaa

      Hapus
  20. Ini penting banget buat perempuan2 ya, mendeteksi sedini mungkin kenapa engga (ngomong buat diri sendiri) yang masih ngumpulin nyali buat mendengarkan hasil papsmear nya hiks

    Makasih sharing2nya mak, pastinya membukakan pikiran dan reminder buat kita2 sebagai perempuan untuk selalu sehat yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, mba Nchie. Selalu sehat itu penting untuk perempuan ya mbaa

      Hapus
  21. Saya juga takut sama kanker serviks mba, rencana dalam waktu dekat mau papsmear dan vaksin hpv

    BalasHapus
    Balasan
    1. YUk mba disegerakan untuk di pap smear ya mba

      Hapus
  22. Nice info mb. Semoga kita semua terhindar dari penyakit ini..

    BalasHapus
  23. waah, cozy banget prodia woman health centernya ya mbak Lida. tapi cuma di jkt ya yang ada PWHC, di tempat lain belum ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba LIza. Semoga ada di daerah daerah lain ya mba

      Hapus
  24. Aku nih Mbak, masih bandel mau pap smear. Padahal tahun lalu sudah sudah operasi polyp di vagina. Harusnya rutin periksa. Tapi karena masih bingung mau ke dokter mananya jadi nunda-nunda terus.
    Semoga Mbak Alida selalu diberi kesehatan ya. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin doanya mba Dian. Makasih yaa mba
      Wah aku baru tahu mba menjalani operasi polyp

      Hapus
  25. Di sini adanya prodia yang biasa doang mbak..enak yaa kalau ada yang khusus Woman's Health Centre gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smoga makin banyak yang di daerah2 lain ya

      Hapus
  26. Saya bawaannya parno aja sama kanker.. apalagi udah ada riwayat kanker tiroid... cuma belum berani mau papsmear... dalam hati sih pungin banget setelah membaca potingan mbak ini...

    BalasHapus
  27. Kalau ada riwayat keluarga yang mengidap penyakit kanker hingga merenggut nyawa, memang bikin khawatir ya mbak. Meskipun hasilnya negatif dan tidak ditemukan indikasi kanjer, kesehatan tetap harus dijaga.

    Semoga kita terhindar dari penyakit mematikan ini. Aamiin

    BalasHapus
  28. Aku pernah pap smear sekali di puskesmas karena ga sengaja, gara2 periksa IUD. Pengen juga sekali2 nyobain pap smear di lab gitu, seperti apa rasanya ya

    BalasHapus
  29. Mbak Al aku cenut2 hahaha.
    Kapan ya PWHC buka di Depok? :D
    Btw mamamu mirip banget sama Aayas yaaaaa :D
    Gud luck lombanya mbk Al, bau2 menang nih aamiin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa ada yang bilang kalau Ayyas wajahnya mirip mama. Aamin doanyaa. Makasih yaa

      Hapus
  30. alhamdulillah waktu medical check dari kantor kemarin dimasukkan juga papsmear ini. biar pun proses pengambilan sampelnya ngeri-ngeri sedap tapi demi mengetahui kondisi rahim nggak apa-apa deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa demi mengetahui kondisi rahim mbaa

      Hapus
  31. Ternyata biayanya terjangkau ya mbak...kirain sampai berapa juta gitu, ternyata sejutaan dan yg terpenting gak sakit prosesnya

    BalasHapus
  32. Peluk Mbak Alida... alhamdulillah hasilnya sehat ya. Aku kagum dengan PWHC yang memperhatikan wanita. Layoutnya nyaman dan pegawainya wanita juga, jadi enak buat konsultasi.

    BalasHapus
  33. Pengen tapi ya gitu deh campur aduk perasaannya. Padahal mending mencegah daripada mengobati kan, mb

    Cuman sekarang agak lega abis baca pengalaman mb Alida. Ternyata rasanya gak sakit *penting itu*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa harus dicegah mba daripada harus mengobati malah tak baguss

      Hapus
  34. Sakit ndak ya mbak, perlu banget kyknya pemeriksaan kesehatan organ rproduksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak terasa sakit kok mba. Yuk lakukan pemeriksaan mbaa :)

      Hapus
  35. meluangkan waktu untuk periksa kesehatan penting ya, Mbak. Supaya tidak menyesal di kemudian hari. Menunggu hasil memang deg-degan, aku belum tes nich Mbak,

    BalasHapus
  36. Duh mbak, ngeri banget ya. Saya belum pernah di pap smear, maulah jadinya saya pap smear setelaah tahu manfaatnya pencegahan dini

    BalasHapus
  37. Waaah ngeri ya mbak, harus saya ajak istri saya untuk segera pap smear,

    BalasHapus

Auto Post Signature

Auto Post  Signature