Laman

Jumat, Juni 24, 2016

Pilihan Tempat Wisata di Kota Bandung

Bandung sejak dulu memiliki pesona. Pesona yang seolah ‘memanggil-manggil’ untuk selalu datang. Saya sendiri tak selalu datang ke Bandung. Dulu saat masih di kantor lama, beberapa kali ke Bandung untuk liputan. Tapi sekarang ke Bandung sudah jarang. Kalaupun datang, kebanyakan karena ada undangan dari teman yang memang tinggal di Bandung. Tapi pernah juga kami sengaja ke Bandung untuk berlibur. Nah, suatu hari, suami pernah berkata ingin juga berkunjung ke Bandung jika berlibur. Kami kemudian membuat daftar empat tempat yang akan dikunjungi ketika ke Bandung. Membuat daftar ini tak mudah, karena sebetulnya kami ingin datang lebih dari empat tempat ini.
 
Mari berkunjung ke Bandung. Sumber foto : pixabay.com

Rabu, Juni 22, 2016

Rumah Pertama Keluarga Kami

Seorang teman menghampiri saya di siang hari. Saat itu, perkerjaan sedang menumpuk, deadline terasa menambah beban. “Lid, saya sudah beli rumah di Depok,” kata teman saya itu. Pandangan mata saya yang semula tertuju di layar komputer, kemudian beralih memandang wajah teman saya. “Wah, selamat ya,” kata saya. Saya tahu benar perjuangannya untuk mendapatkan rumah pribadi. Selama ini, bersama sang istri, teman saya itu memilih mengontrak. Kontrakan itu kemudian diperpanjang dari tahun ke tahun. “Capek juga kalau harus kontrak terus. Tapi kalau harus beli rumah, harga tanahnya mahal,” katanya sebelum memiliki rumah. Ya, saya membenarkan kalimat teman saya itu. Memang tak mudah memiliki rumah di Jakarta. Saya jadi teringat perjuangan saya dan suami untuk memiliki rumah di Jakarta, beberapa tahun lalu.

Setelah menikah, saya dan suami memilih mengontrak rumah yang tak jauh dari kantor saya. Hanya jalan kaki lima menit, saya pun tiba di kantor. Tapi kontrakan dua lantai yang kami tempati, terlalu mahal jika harus diperpanjang lagi. “Kalau ada rejeki, langsung beli rumah saja Chici,” kata Mama saya kala itu. Niat itu kemudian diupayakan dengan menggumpulkan uang. Setiap kali ada rejeki, dana kemudian dimasukkan ke rekening. Sambil menggumpulkan dana, kami pun mencari-cari rumah yang sesuai dengan pilihan kami.
 
Rumah yang nyaman. Sumber : Pixabay.com

Selasa, Juni 21, 2016

Dunia Make Up Yonna Kairupan

Dunia Yonna Kairupan adalah dunia make up. Ia lihai berdadan kurang dari lima menit. Saya pernah menonton tayangan di channel youtube miliknya. Tangannya bergerak cepat mengoleskan bedak, eye shadow hingga memakai maskara hingga bulu matanya terlihat semakin lentik. Sapuan lipstik berwarna pink menghiasi bibirnya. Kurang dari lima menit, ia semakin cantik. “Sebetulnya agak terburu-buru, saya jarang make up secepat itu,”’ katanya. Anak kedua dari empat bersaudara ini telah mengenal make up sejak usia tiga tahun. Peralatan make up sang ibu menjadi mainannya setiap hari. Kelopak matanya beberapa kali biru lebam akibat terjepit penjepit bulu mata. Palet eyeshadow seringkali berantakan karena ulahnya. Bahkan pernah suatu hari saat Yonna kecil diajak bermain di lapangan, ia sengaja ber-make up terlebih dahulu.  

Prinsip yang sejak dulu dipegang menurut saya sangat bagus. “I can do everything that everybody can do,” ungkapnya. Sejak lama, ia merasa memiliki bakat di dunia seni. Mulai dari seni lukis, seni suara, seni gerak, seni bela diri, dan lain-lainnya. Tapi bakat itu tak dikembangkan lebih lanjut. Menginjak usia SMA, ia bergabung menjaid penari daerah di acara pernikahan. Di sekolah, ia bergabung di ekstrakulikuler tari modern SMA 70. Kemampuannya semakin meningkat karena ia juga terasah menjadi koreografer tim tari SMA 70. Selama tiga tahun, grup tari Persada Karya, ekstrakulikuler di sekolahnya, selalu juara satu di setiap perlombaan tari antar SMA. Kelompok ini kerap di undang di berbagai tempat dan dari sinilah ia mulai menghasilkan uang sendiri.  

Mba Yonna Bahagia Bersama Keluarga

Jumat, Juni 17, 2016

Mencegah Penyakit Supaya Tak Sakit di In Harmony Clinic

Kanker mulut rahim. Penyakit kanker ini menjadi momok bagi saya dan keluarga. Penyakit kanker ini adalah penyakit yang disebabkan oleh human papilomma virus (HPV). Di Indonesia, sebanyak 37 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap harinya. Di keluarga saya, semua bermula sejak nenek saya, didiagnosis dokter menderita kanker mulut rahim di usianya yang menginjak tahun ke 58. Setelah sekian lama tidak menstruasi karena telah memasuki masa menopause, tiba- tiba Yangti (panggilan ke nenek) mengalami menstruasi. Tak ada yang pernah menduga penyakit ganas ini didiagnosis oleh Eyangti. Ada kekuatiran penyakit ini muncul karena Eyangti menikah muda yakni di usia 17 tahun dan memiliki 10 anak. Entahlah ... 

Saat saya duduk di bangku SMA, saya kerap menemaninya berobat di salah satu rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur. Saya ingat, Yangti tidak pernah mengeluh sama sekali. Bahkan, terkadang Yangti masih memilih menggunakan angkutan umum menuju rumah sakit. Ia masih sabar menjalani pemeriksaan demi pemeriksaan, tak pernah mengeluh sakit dan selalu yakin sembuh. Yangti bertahan selama hampir empat tahun menghadapi penyakit yang dihinggapi. Kami sekeluarga mengira, penyakit itu tak akan pernah mampir di keluarga. Kami berharap, ini penyakit kanker pertama dan terakhir yang dialami anggota keluarga kami. Kepergian Yangti membawa luka mendalam bagi keluarga kami. 
 
Yuk, cegah sakit. Sumber : pixabay.com

Desain Casing Hp Sesuai Selera

Saya memiliki dua handphone yang selalu saya bawa kemana pun saya pergi. Satu handphone blackberry dan satu merk Samsung. Handphone blackberry lebih banyak saya gunakan untuk BBM, sms dan telepon. Sedangkan handphone Samsung lebih banyak untuk pekerjaan. Di handphone itu, terdapat aplikasi whatsapp yang hampir tak pernah sepi. Maklum, saya mengikuti berbagai grup untuk mempermudah pekerjaan.

Selama ini, kedua handphone saya tak pernah menggunakan aksesoris apapun. Jadi, terkadang sulit membedakan mana handphone saya, dan mana handphone teman. Kebetulan saya dan teman memiliki handphone dengan tipe yang sama.

Jumat, Juni 10, 2016

Sosok April Hamsa dan Keluarga Hamsa

Mengenal Aprilia Hamsa, menurut saya, berarti mengenal keluarganya secara utuh. Membaca blognya www.keluargahamsa.com, pembaca diajak berkenalan dengan dirinya, suami serta kedua anaknya. Bahkan sebuah foto keluarga bermotif hitam putih terpajang setiap kali pembaca membuka blognya. Blog Mba April, nama panggilan Aprilia Hamsa, mengusung tagline “Parenting and Lifestyle Blog”. Dengan senang hati, Mba April banyak berbagi tentang berbagai hal terkait kehidupan keluarga. Dan ia membaginya melalui tulisan demi tulisan yang tersaji rapi. Menulis dan berbagi telah dilakukan, Mba April sejak lama. Ia mengenal dunia blog sejak Multiply antara tahun 2005-2006.
 
Keluarga Hamsa :)

Jumat, Juni 03, 2016

Salah Pesan Rute Pesawat

Keinginan untuk menghabiskan waktu bersama Papa akhirnya terwujud. Maklum, Papa saya adalah orang yang seringkali bepergian. Terkadang di Jakarta, kemudian ke Surabaya. Seringkali pula di Ambon. Jadi, saat Papa menyampaikan kalau akan ke Jakarta, saya sekeluarga pun bahagia. Terutama saya. Saat menghubungi saya, Papa berada di Surabaya. Papa di rumah adik saya di Surabaya. Papa kemudian meminta saya untuk memesankan tiket secara online. Nantinya, tiket itu akan dikirimkan ke email adik saya. Mengapa tidak di pesankan langsung oleh adik saya? Mmmh .. waktu itu adik saya sedang sibuk sehingga saya memutuskan agar saya saja yang langsung memesan. Apalagi saya bisa memesankan via online. Praktis tanpa repot.
 
Traveloka.com