Kamis, Maret 23, 2017

Manajemen ASI Perah Bagi Ibu Bekerja

Keinginan untuk memberikan ASI (Air  Susu Ibu) sudah saya lakukan sejak awal kehamilan. Saya kemudian mencari informasi tentang manfaat memberikan ASI, cara memberikan ASI dan banyak artikel penunjang lainnya. Namun semuanya tak semudah yang saya kira. Ketika Ayyas lahir, ASI tak kunjung keluar sehingga saya sempat putus asa. Namun berkat usaha dan dukungan dari keluarga, terutama suami, saya pun bisa memberikan ASI kepada Ayyas.

Kala itu, saya juga berniat untuk dapat memberikan ASI walaupun masuk kerja. Satu setengah bulan sebelum masuk kerja, saya pun bertekad menabung ASI untuk Ayyas. Langkah awal yang saya lakukan adalah membeli botol kaca yang dapat menampung ASI. Saya memilih membeli botol kaca melalui online shop. Jujur, awal membeli botol kaca saya kuatir botol kaca yang saya beli terlalu banyak karena waktu itu saya merasa ASI saya masih kurang. Tapi tekad sudah kuat untuk memberikan ASI membuat saya mengabaikan kekuatiran saya itu.
 
Sumber : pixabay.com

Senin, Maret 20, 2017

Perhatikan Ini Sebelum Membeli Karpet

Minggu kedua bulan Maret 2017, rumah saya kedatangan keluarga besar dari Kudus, Bekasi dan Parung. Bogor. Dari Kudus, ada delapan orang, Bekasi ada lima orang dan Parung dua orang. Belum termasuk anggota keluarga saya lima orang. Jadi, total ada 20 orang yang berkumpul di rumah kami. Kedatangan keluarga besar itu terkait rencana keberangkatan Mertua dan adik-adik ipar saya yang akan melangsungkan ibadah umrah. Saat datang, suami langsung mengeluarkan satu karpet besar dan dua karpet berukuran sedang. Satu karpet urusan besar diletakkan di ruang televisi. Sedangkan dua karpet lainnya diletakkan di ruang tamu dan ruang keluarga. Karpet itu kemudian menjadi tempat berkumpul yang santai bersama keluarga besar. Namun tak semua anggota keluarga kebagian duduk di atas karpet. Beberapa akhirnya memilih duduk langsung di atas lantai tanpa karpet.

Setelah kumpul-kumpul keluarga selesai, tiba waktunya untuk membersihkan karpet. Awalnya, karpet dibersihkan dari debu-debu yang menempel. Saya dan asisten rumah tangga bernama Mba Nah memilih untuk mengusir debu dengan menggunakan vacuum cleaner. Setelah itu, karpet masih tetap dibersihkan dengan sapu lidi agar debu benar-benar bersih dari debu. Kemudian, karpet di jemur di taman agar mampu menghilangkan kuman-kuman. Biasanya saya menjemur karpet bisa lebih dari 2 jam, tergantung besar kecilnya karpet.

Karpet yang aman buat keluarga. Foto : pixabay.com

Sabtu, Maret 18, 2017

Apartemen Grand Taman Melati 2 Margonda, Apartemen untuk Mahasiswa


Walaupun tercatat sebagai warga Pasar Rebo, Jakarta Timur, saya lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga di Depok. Bahkan setiap hari, saya selalu naik menitipkan motor di kawasan Pondok Cina, Depok. Maklum, rumah saya berbatasan dengan kawasan Depok sehingga menuju Depok terasa lebih dekat daripada harus ke Jakarta Timur. 

Depok boleh dikatakan sebagai kota penyangga Jakarta. Banyak orang yang tinggal di Depok namun beraktifitas di Jakarta. Apalagi harga rumah di Jakarta kini kian tak terjangkau. Di satu sisi, Depok menawarkan segala kemudahan dan fasilitas yang semakin lengkap. Untuk pendidikan, Depok memiliki Universitas Indonesia (UI). UI merupakan universitas terbesar dan terbaik di Indonesia. Depok tak hanya memiliki UI, tapi beragam universitas swasta yang terbaik juga berada di Depok. Kelengkapan fasilitas pendidikan kemudian ditunjang juga dengan fasilitas lain seperti pusat pembelanjaan hingga pusat pelayanan kesehatan.

Salah satu sudut apartemen

Rabu, Maret 15, 2017

Tips Menjual Rumah Bekas

Sudah dua bulan ini teman saya berusaha menjual rumah. Kepada saya, ia mengaku telah mempromosikan rumah melalui media sosial, hingga ke surat kabar. Tapi rumah yang ingin dijualnya tak kunjung laku. Rumah yang kini ia tempati rencananya akan dijual karena ia akan mengikuti suami pindah kota. “Mau dikontrakkan tapi kuatir tak ada yang mengawasi,”ungkapnya.

Namun rumah yang hendak ia jual bukan berarti tak ada calon pembeli. Sudah berulangkali calon pembeli datang dan melihat rumah itu, tapi semuanya tak membuahkan hasil. Ada yang beralasan tak cocok harga. Ada lagi yang beralasan rumah itu harus direnovasi karena banyak kerusakan dan banyak alasan lainnya. “Aku jadi binggung bagaimana ya biar rumah ini laku,” katanya kepada saya. Menjual rumah bekas ini memang tak mudah. Karena bagaimanapun membeli rumah itu ibarat mencari jodoh. Kalau cocok ya dibeli, kalau tak cocok ya mau tak mau tidak mungkin di beli. Saya ingin berbagi beberapa tips yang mungkin bisa digunakan agar rumah bekas bisa laku terjual.
 
Sumber : pixabay,com

Senin, Maret 13, 2017

Pengalaman Perawatan Wajah di Dr Nurul Clinic


Keluhan saya tentang kulit wajah adalah komedo dan wajah belakangan terlihat agak kusam. Pori-pori wajah saya juga agak besar. Terutama di dekat hidung. Mungkin karena beberapa bulan saya kerap bepergian. Teriknya panas matahari tak pernah saya hiraukan. Seringkali saya GR bahwa kulit wajah saya tak akan mengalami masalah. Teryata, kulit wajah saya semakin muncol komedo bandel dan ada bayangan hitam di pipi. Panik? Iya tentu saja. Padahal, walaupun kerap kali bepergian, saya selalu menyempatkan sebulan sekali membersihkan wajah di salon. Bagi saya, wajib hukumnya untuk facial di salon.
Mejeng di Dr Nurul Clinic
Tapi facial tampaknya tak terlalu beperngaruh pada kebersihan kulit wajah saya. Saat menghadiri launching Dr Nurul Clinic di Jalan Mohammad Kahfi II No 9F, Jagakarsa, Jakarta Selatan, saya mendapat kesempatan untuk berkonsultasi dengan Dr Nurul. Kepada Dr Nurul, saya sampaikan problematika kulit wajah saya. Setelah konsultasi, saya diberikan kosmetik yang terdiri dari white cream, night cream, serum dan obat pembersih muka untuk kulit wajah kering. “Jangan lupa pakai sunblock,” kata Dr Nurul. Nah soal sunblock ini memang saya kerap lupa.

Jumat, Maret 10, 2017

Menciptakan Sejuta Peluang Bersama Tupperware

Rabu sore tanggal 8 Maret 2017, showroom Tupperware di lantai 3 Mall Taman Anggrek, Jakarta Selatan, penuh sesak. Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye #TupperwareSejutaPeluang. Peringatan Hari Perempuan Internasional ini sekaligus merupakan upaya agar ketidaksetaraan jender dapat teratasi.

Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye #TupperwareSejutaPeluang dengan harapan agar dapat membuka kesempatan bagi satu juta perempuan untuk belajar mandiri, percaya diri dan berani mewujudkan impiannya untuk menjaid lebih baik. Selama 26 tahun hadir di tanah air, Tupperware memiliki keyakinan bahwa kepercayaan diri adaah kunci mendorong pemberdayaan (empowerment) dan pembangunan bisnis atau perekonomian bagi perempuan. Bu Nining W.Pernama, President Tupperware Indonesia & Vice President Sales Development Asia Pasicif mengatakan bahwa kampanye #TupperwareSejutaPeluang, akan membuat perempuan Indonesia semakin maju dan berkembang tak hanya untuk dirinya, melainkan keluarga dan lingkungan sekitar. Kini, sebanyak lebih dari 200 ribu independent sales force dari Sabang hingga Merauke berkembang bersama Tupperware.

Keseruan kampanye #TupperwareSejutaPeluang

Rumah Dijual di Karawaci

Di jaman yang serba modern ini, siapa yang tidak menginginkan memiliki rumah sendiri. Rumah sendiri adalah suatu keharusan bagi siapa saja yang memiliki penghasilan sendiri, khususnya bagi mereka yang telah berumah tangga. Untuk mencari rumah di Jakarta sekarang teramat susah. Kalaupun ada, harganya sangat mahal sehingga tak mampu dijangkau karyawan perkantoran yang bergaji pas-pasan.

Alhasil harus mencari rumah yang di luar Jakarta. Salah satu pilihan ya mencari rumah di pinggiran Jakarta. Misalnya di Tangerang. Nah , salah satu daerah yang menjadi incaran adalah Karawaci. Karawaci adalah sebuah kecamatan yang terletak di kota Tangerang, Banten. Ada 16 kelurahan di dalamnya. Meskipun wilayah kecamatan, Karawaci memiliki gedung-gedung tinggi tanda kemajuan perekonomian.
 
Edit canva.com