Kamis, Juli 27, 2017

Menjadi Ibu Bijak Mengelola Keuangan Keluarga

Sebelum menikah, saya termasuk orang yang memilih membelanjakan gaji untuk membeli baju, tas dan sepatu. Hampir setiap minggu, saya dan sahabat saya selalu ke pusat pembelanjaan. Niat awal hanya sekedar cuci mata selepas capek liputan. Tapi pulang-pulang malah bawa dua tas berisi barang belanjaan. Kala itu saya belum memikirkan untuk investasi. Kalaupun ada uang lebih, biasanya saya simpan untuk dijadikan tabungan. Tapi tabungan ini biasanya hanya bertahan sebentar karena saya gunakan untuk jalan-jalan. Ehem ...

Yuk jadi ibu bijak dalam mengelola keuangan

Selasa, Juli 25, 2017

Click To Meet, Inovasi FWD Life untuk Memilih Agen Asuransi Secara Online

Saya ingat cerita teman saya tujuh tahun lalu. Kala itu dia menemani suaminya memutuskan untuk mengambil asuransi untuk pensiun. Saat bertemu, setumpuk dokumen tampak memenuhi meja kerjanya. “Trus saya dan suami diminta baca dokumen setebal itu dan langsung tandatangan,” kata teman saya. Suaminya pun bertanya kepada agen asuransi itu dan harus  geleng-geleng kepala melihat setumpuk dokumen. “Ini dibaca semua, Pak? Sekarang?,” kata sang suami. “Iya, pak. Nanti setelah itu tolong tanda tangan di beberapa halaman ya,” kata agen asuransi itu sambil tersenyum. “Saya tobat deh harus ribet seperti itu,” kata teman saya itu.

Pengalaman itu sudah tujuh tahun lalu. Tapi kisah teman saya yang harus membaca setumpuk dokumen dan harus menandatangainya membuat saya sudah merasa ribet. Ah, andaikan ada inovasi yang membuat urusan asuransi tak seribet seperti itu ...
 
Inovasi Click To Meet 

Minggu, Juli 23, 2017

Resep Ayam Teriyaki So Good

Saya ini sebetulnya termasuk tipe perencana. Saya terbiasa merencanakan menu masakan mingguan. Jadi setiap kali libur kerja saya usahakan belanja untuk beberapa hari sekaligus dan menentukan menu makannya apa saja. Tapi saat puasa tahun ini saya sempat mengalami kesulitan untuk menu makan keluarga. Apalagi kalau jam pulang kantor telat dan belum masak buat menu buka puasa. Wah makin repot. Nah ini seperti yang saya kami pada tanggal 15 Juni 2017, puasa ke 19 di bulan Ramadan. Saya ingat benar kejadian itu. 

Waktu itu, jam menunjukkan pukul 16.00 WIB. Kereta tujuan stasiun Pondok Cina, Depok tak kunjung datang ke Stasiun Tanah Abang. Saya gelisah tak menentu. Makanan berbuka puasa belum juga saya siapkan. “Duh, masak apa ya nanti? Keburu nggak ya buat masak?,” kata saya dalam hati.

Ayam Teriyaki SO Good

Tampil Gaya dan Nyaman dengan Sepatu d’Arcadia Treasure

Sebagai pemilik ukuran kaki 36, saya termasuk kesulitan untuk memilih sepatu. Jika ada sepatu yang saya inginkan karena warna, desain dan kenyamanan tapi ukuran 36 tak ada. Tapi terkadang kalaupun ada sesuai ukuran eh malah nggak sreg. Repot kan? Bicara soal ukuran sepatu, saya pernah keliling berbagai tempat untuk mencari sepatu merk tertentu tapi dengan ukuran kaki saya. Papa saya yang menemani sampai capek karena sepatu yang saya inginkan tak kunjung dapat. Ukuran yang tersedia rata-rata nomor 37. Papa sempat menyarankan untuk membeli sepatu lain saya. Tapi saya sudah kadung jatuh cinta dengan sepatu merk itu karena nyaman. Nah pas ke sebuah toko, terjadilah percakapan seperti ini :
Mba penjual : Mau nyari sepatu apa?
Saya : Sepatu A (saya menyebutkan merk)
Mba : Sepatu apa?
Papa : Sepatu merk Ali Bahaweres ada?
Saya dan mba penjual hanya saling pandang dan saya pun tertawa. Mana mungkin ada sepatu merk Ali Bahaweres. La wong itu nama lengkap papa saya. Hahhahaha ...



Kamis, Juli 20, 2017

Cerita tentang Laptop Kesayangan

Sebagai blogger, salah satu peralatan yang wajib saya miliki adalah laptop. Selama ini saya telah tiga kali berganti laptop. Laptop pertama saya miliki adalah laptop bekas milik om saya. Saya beli secara mencicil saat masih duduk di bangku kuliah dan bekerja freelance. Kala itu, laptopnya masih kurang besar dan lebih berat. Saya sempat kelimpungan membawa laptop seberat itu saat masih liputan. Tapi kala itu mau membeli laptop yang baru, harganya mahal dan keuangan saya belum mencukupi. 



Jumat, Juli 14, 2017

Liburan Bebas Anyang-Anyangan

Lebaran kemarin saya harus menempuh perjalanan pulang pergi Jakarta-Kudus 30 jam. Kalau dibilang capek, jujur ya saya capek. Siapa sih yang tak capek total perjalanan 30 jam melalui jalur darat? Nah pas perjalanan panjang itu tentu hanya berhenti mobil saat istirahat, shalat dan makan (isoma). Itupun paling hanya setengah hingga satu jam saja. Selebihnya mobil melaju atau terjebak macet. Masalah muncul saat di tengah jalan kebelet buang air kecil Badan gerak kiri nggak nyaman. Badan gerak kanan pun tak nyaman. Kuatirnya makin buang air kecil. Duh!

Liburan ke Bandung bersama sahabat

Selasa, Juli 11, 2017

Tips Anti Lelah Untuk Ibu Bekerja

Mungkin ada teman yang pernah mengalami kondisi seperti saya. Berprofesi sebagai ibu bekerja, sibuk mengejar passion dan hobi (ehem) tapi masih disibukkan sengan segala aktifitas kegiatan rumah tangga. Apalagi ART (Asisten Rumah Tangga) andalan belum pulang kampung. Sementara ini saya menggunakan jasa ART pulang pergi untuk menjaga anak selama saya dan suami bekerja. Alhasil, banyak upaya yang kemudian dilakukan untuk menyeimbangkan antara keluarga, pekerjaan dan usaha sampingan.