Minggu, Mei 28, 2017

Kenali Bakat Anak karena Pintarnya Beda

“Loh kok anakmu belum bisa baca? Anaknya si A seusia gitu udah lancar banget loh membaca”
“Ngomong kok masih belum jelas ya? Coba tanya Ibu B kok anaknya kalau ngomong lancar banget”

Pernah nggak teman-teman mendengarkan hal ini? Pasti pernah ya. Saya juga pernah mengalami saat anak saya, Ayyas, dibandingkan dengan teman atau saudara seusianya. Waktu itu, Ayyas belum mahir ngomong. Kalaupun ngomong ya cadel sehingga banyak yang menanyakan kenapa Ayyas seperti itu. Awalnya saya capek juga menjelaskan mengapa Ayyas belum lancar ngomong. Tapi akhirnya saya biasa saja menghadapi pertanyaan itu. Selain itu juga, saat Ayyas belum bisa membaca, menulis dan berhitung, banyak yang membanding-bandingkan Ayyas dengan anak lainnya. Padahal saya dan suami berkomitmen bahwa anak-anak tidak wajib bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung) kalau belum masuk Sekolah Dasar (SD).
 
Lucu ya posenya. Ehem. Photo : Iffahsari Musrifah

Jumat, Mei 26, 2017

Launching Restoran Bijin Nabe Beauty Hot Pot di Jakarta

Sudah hampir sebulan ini saya selalu penasaran dengan media sosial yang membahas tentang sop kolagen. Katanya, sop kolagen teryata sangat bermanfaat bagi tubuh. Kabarnya lagi, kolagen yang terkandung di dalam sop kolagen bisa buat awet muda?. Setelah membaca banyak sekali informasi di media sosial, saya semakin penasaran untuk mencoba sop kolagen.

Beruntung, pada Selasa, 23 Mei 2017, saya di undang untuk menghadiri pembukaan restoran Bijin Nabe Beauty Hot Pot yang terletak di Lantai 5 Plaza Senayan. Saat datang, saya terpesona dengan interior yang ada di dalam restoran yang penuh dengan hiasa lampu yang indah. Bagian luar terdapat dinding kaca yang dihiasi desain yang unik yang memunculkan cahaya emas kekuning-kuningan. Sebuah lorong kecil merupakan jalan masuk ke dalam restoran. Di dalam restoran, terpasang sebuah lampu hias raksasa. Hiasan lampu hias raksasa itu bagi saya memunculkan kesan mewah dan megah. Kursi-kursi tertata dengan baik. Ada kursi yang terletak di tengah. Sedangkan bebebapa terdapat di samping kiri dan kanan ruangan. Nah di bagian depannya, terdapat sebuah dapur terbuka yang memajang aneka bahan-bahan yang digunakan di dalam sop kolagen.  Penataannya rapi dan bersih sehingga enak dipandang.
 
Suasana di dalam restoran Bijin Nabe

Rabu, Mei 24, 2017

Paket Wisata ke Bandung Bersama Keluarga

Coba tebak, kota mana yang jaraknya dekat dengan Jakarta dan selalu menjadi destinasi liburan favorit? Pasti banyak yang menjawab Bandung. Saya juga termasuk salah satu yang senang dengan kota Bandung. Dulu sebelum nikah bahkan kerap bertugas ke Bandung. Setelah urusan pekerjaan selesai, kemudian dilanjutkan dengan menikmati kota kembang.

Sebelum bepergian, saya selalu mendiskusikan rencana tempat wisata yang akan dikunjungi. Kebetulan rencananya saat ke Bandung saya hanya berdua saja dengan Ayyas karena anggota keluarga yang lain tak bisa ikut. Nah karena berdua, saya pun menyiapkan beberapa rencana wisata di Bandung. Rencananya saya dan Ayyas hanya 2 hari 1 malam di Bandung.  
 
Traveling menggunakan pesawat

Sabtu, Mei 20, 2017

Yuk, Pastikan Asupan Sayur dan Buah Tercukupi untuk Keluarga

“Siapa yang di ruangan ini yang tadi sarapan sayur?,”. Pertanyaan sederhana itu dilontarkan MC (master ceremony) acara ngobras (ngobrol bareng sahabat) dengan tema “Ibu Cerdas, Pastikan Asupan Sayur dan Buah Terpenuhi untuk Keluarga” yang diadakan oleh PT Kalbe Farma Tbk pada hari Sabtu, 6 Mei 2016. Namun dari sekitar 25 peserta yang hadir, teryata hanya sedikit sekali yang sarapan sayur. Termasuk saya yang tadi pagi hanya sarapan nasi dengan lauk kikil dan tahu tempe. Tak ada sayuran sama sekali. Setelah pertanyaan itu terlontar, MC kemudian langsung memanggil tiga narasumber yakni dr Rida Noor Sp.GK (dokter gizi), Adelia Pramasita (Brand Manager Juice Kategory PT Kalbe Farma Tbk) dan Sakri Sab’atmaja, SKM, Msi, Kasubdit Advokasi dan Kemitraan Kementerian Kesehatan RI untuk berbagi informasi.

                                   Ketiga narasumber (kiri-kanan) Adelia Pramasita (Brand Manager Juice),
                              dr Rida Noor Sp (dokter gizi) dan Sakri Sab'atmaja (Kementerian Kesehatan)

Jumat, Mei 19, 2017

Konsumsi Nutri Sendi untuk Nyeri Sendi

Punya hobi olahraga tapi terhambat faktor kesehatan? Mungkin terdengar aneh. Tapi itulah yang terjadi pada salah satu teman saya. Kebetulan kami dulu berada di kantor yang sama. Teman saya itu hobi banget olahraga badminton. Setiap pulang kerja, dia selalu olahraga badminton. Pas libur kerja, pagi hari pun menyempatkan diri untuk badminton. Bahkan di kantor, ia berinisiatif untuk mengajak rekan sekantor mendirikan club badminton. Tujuannya satu, biar olahraga badminton ini semakin banyak yang digemari. Dia mengakui, karena rajin olahraga, badannya menjadi lebih sehat dan bugar. Sebetulnya saya sudah beberapa kali diajak gabung ke klub badminton itu, tapi entah kenapa saya nggak terlalu minat. “Masih muda itu harus banyak olahraga. Jangan malas,” katanya kepada saya. Baiklah, omongan itu benar. Tapi entah kenapa saya kurang sreg karena tangan selalu pegal setiap kali badminton. Mungkin karena tak terbiasa. 

Nah beberapa bulan lalu kami reuni bersama teman-teman yang lain. Pas acara kumpul-kumpul itu saya pun bertanya tentang kebiasannya olahraga badminton. “Lagi berhenti bentar, Lid,” katanya. “Loh, kenapa?,” kata saya. Setelah saya tanya begitu, dia mulai cerita bahwa dia mengalami nyeri sendi. Katanya ada penipisan tulang rawan sendi (osteoarthritis) di lutut kakinya itu. “Kata dokter, ada pengapuran,” ujarnya.  Nah pada saat gerakan melompat itu, tumit kakinya sering nyeri sendi tak tertahankan. “Mungkin kurang pemanasan,?” kata saya kepo lagi. “Nggak. Aku ya pasti pemanasan dulu lah,” katanya. Iya bener juga sih. Obrolan kami kemudian beralih pada obrolan tentang nyeri sendi hingga konsumsi obat untuk membantu mengobati nyeri dan radang sendi. Dari hasil obrolan dan searching ke website solusisendi.com, nyeri sendi adalah rasa sakit pada bagian tubuh yang menghubungkan tulang dengan tulang. Nah, nyeri sendi ini bisa berlangsung singkat atau lama dan tingkat keparahannya juga bervariasi. Beberapa penyebab nyeri sendi adalah  :


Viostin DS

Sabtu, Mei 13, 2017

Review 5 Menu Makanan Luminor Hotel Pecenongan dan Deals Menarik HotelPon

Libur panjang tak selalu identik dengan berlibur ke luar kota. Kemacetan panjang saat libur panjang membuat salah satu alasan liburan juga bisa dilakukan di dalam kota. Tak perlu bermacet-macet ria, tapi hati menjadi senang. Nah salah satu pilihannya adalah berlibur di hotel. Apalagi jika hotelnya berada di pusat kota Jakarta, murah, nyaman dengan fasilitas lengkap. Hotel bintang tiga yang menawarkan semua keunggulan itu adalah Luminor Hotel Pecenongan yang terletak di Jalan Pecenongan No 35, Jakarta Pusat. Hotel yang berada sekitar 15 menit dari stasiun Gambir ini memiliki 199 kamar dengan tiga tipe yakni deluxe roomeksekutive room dan suite room.

Beruntung pada Kamis, 4 Mei 2017, saya diundang HotelPon untuk menghadiri acara HotelPon Blogger Gathering bersama Luminor Hotel Pecenongan. Datang ke acara ini membuat saya banyak mendapat informasi tentang Luminor Hotel Pecenongan dan HotelPon. Kali ini, tema blogger gathering adalah “5 Menu Makanan Spesial dari Luminor Hotel Pecenongan”. 
Dua di antara lima menu spesial

Jumat, Mei 12, 2017

FiberKid Membantu Mencukupi Kebutuhan Serat Pangan Anak

Entah sudah seberapa kali saya meminta Ayyas, anak perempuan saya yang berusia 7 tahun, untuk makan sayur. Setiap kali minta ia makan sayur, wajahnya langsung cemberut. Bibirnya ditutup rapat. “Aku nggak suka makan sayur, Ummi,” kata Ayyas. Karena tak suka sayur itulah, Ayyas selalu mengaku lama makan katering sekolah yang selalu ada sayur. Padahal, salah satu menu wajib yang ada di katering sekolah adalah sayur. Namun karena tak suka sayur, ia selalu memilih tak menghabiskan sayur. Guru di sekolah pun mengeluhkan hal yang sama tentang kebiasaan Ayyas tak suka makan sayur.

Alhasil, saya di rumah pun bereksprimen memasak sayur agar asupan sayurnya bisa terpenuhi dengan baik. Mulai dari membuat macaroni sayur hingga siomay sayur.  Namun apa yang terjadi? Semua makanan dia makan tapi ketika melihat sayur, langsung di buang. Sedih, kesal, semua jadi satu. Tapi Ayyas bukan berarti tak melahap sayur sama sekali. Tumis kangkung dan pecel adalah olahan sayur yang ia sukai. Tapi dengan catatan, saya harus menyuapinya. Jika tak disuap, jangan harap dia mau makan. Nggak hanya saya saja yang merasakan kesulitan Ayyas untuk makan sayur. Suami pun mengeluhkan hal yang sama. “Dek, makan sayur yang banyak karena sayur bagus buat tubuh,” kata suami. Awalnya emang mempan, tapi ya besok harinya Ayyas susah lagi makan sayur. Padahal pas Ayyas mulai MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), hampir semua sayuran saya olah. Kala itu brokoli saya kukus dan saya blender halus. Saat menyuapkan brokoli halus ini ke mulut Ayyas tanpa ragu dia langsung makan. Tapi itu dulu.