Top Social

Rach Alida Bahaweres

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Rahasia Gaya Hidup Sehat dengan Heavenly Blush Greek Yogurt

Jumat, April 20, 2018

“Kamu kok betah hidup di Jakarta?,” kata teman saya.
“Loh emang kenapa?,” kata saya.
“Jakarta itu polusi tok!. Belum lagi macet. Duh bikin stres”, kata teman saya panjang lebar.

Percakapan saya dengan teman saya ini terjadi setahun lalu. Kebetulan ia adalah teman saya semasa kuliah di Surabaya dulu. Sebetulnya ia pernah keterima kerja di Jakarta.
Selama hidup di Jakarta, ia harus menempuh perjalanan rumah-kantor pulang pergi selama 3 jam. “Lama-lama, aku tua di jalan,” katanya sambil senyum kecut. Namun karena tak tahan hidup di Jakarta, ia memilih kembali ke kampung halamanya.

Beberapa tahun kemudian ia datang untuk urusan kantor dan janjian sama saya untuk bertemu. “Beneran deh aku pengen tahu kok kamu bisa betah hidup di Jakarta,” katanya.

“Disini kan, tempat aku nyari makan,” kata saya lagi.
“Trus gimana tuh cara kamu tetap waras dengan kondisi seperti sekarang,” katanya semakin menyelidik.
“Hidup itu harus dinikmati,” kata saya sok bijak.
Ia pun hanya manggut-manggut sambil tersenyum.

Sebetulnya, apa yang dikatakan teman saya tuh ada benarnya juga. Gimana, nggak? Setiap hari saya membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk perjalanan rumah ke kantor dan sebaliknya.
 
Olahraga dulu ya
Di perjalanan harus berjibaku dengan kepadatan penumpang commuterliner. Seringkali saya harus berdiri selama perjalanan. Capek? Iya.

Perjalanan dari stasiun ke kantor saya tempuh dengan jalan kaki. Selama jalan kaki, asap knalpot hingga debu yang kotor mau tak mau seolah menjadi ‘teman’ akrab. Dengan kondisi ini, tubuh rentan sakit.

Saya sadar, saya harus memiliki gaya hidup sehat agar kondisi tubuh menjadi tetap sehat dan bisa bebas beraktifitas.

Tidak Mudah Stress
Saya selalu berusaha menghindari stres. Kalau stress dengan kepadatan penumpang commuterline, saya selalu lakukan degan cara membaca buku atau mendengar streaming radio. Mendengarkan radio seringkali menjadi pelepas penat berkat lagu-lagu yang diputar atau lelucon-lelucon gring tapi menghibur dari sang penyiar.

Seringkali saya tertawa terbahak-bahak saat membaca instagram yang berisi lelucon-lelucon receh nan ajaib. Kumpul bersama teman dan keluarga pun merupakan salah satu cara agar tak mudah stress.

Perbanyak aktifitas fisik
Sejak dulu, saya lebih banyak menggunakan kendaraan umum yang membuat saya mau tak mau jadi lebih banyak aktifitas fisik seperti jalan kaki. Selain itu, saya pun memilih terkadang menggunakan tangga dibandingkan eskalator. Kalau di kantor, saya lebih banyak menggunakan eskalator dibandingkan lift. Walaupun menggunakan eskalator, saya memilih tetap bergerak hingga ke tempat kerja saya di lantai 6. Di rumah, saya masih menyempatkan diri untuk membersihkan rumah. Habis makan pun saya langsung cuci piring

Konsumsi makanan sehat
Gaya hidup sehat harus dibarengi dengan konsumsi makanan yang sehat. Saya sempat langganan katering makan siang untuk menjaga agar saya tak jajan sembarangan. Namun sejak tak lagi langganan, saya selalu membawa bekal dan hindari makan goreng-gorengan. Saya pun memilih memperbanyak konsumsi air putih dan konsumsi Heavenly Blush Greek Yogurt untuk kesehatan tubuh. 

Mengapa Heavenly Blush Greek Yogurt?
Jadi, Yogurt Yunani (Greek Yogurt) terkenal dengan kelezatan dan kandungan proten yang tinggi. Greek Yogurt memmiliki kandungan karbohidrat dan gula yang lebih rendah serta memilik kadar protein 2 kali lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa sehingga bisa dikonsumsi kapanpun. Jadi, kita pun akan merasa kenyang lebih lama.

Heavenly Blush
Yogurt mengandung asam amino yang dapat membantu mambakar lemak dan kalsium yang memberi isyarat kepada sel lemat untuk mengeluarkan lebih sedikit cortisol, sehingga mempermudah diet penurunan berat badan. Yuk mulai rutin konsumi Yogurt untuk menurunkan berat badan.

Cukup dengan minum yogurt secara teraktur setiap hari. Asam aminonya dapat membakar lemak dan kalsium dalam yogurt membantu sel lemak mengeluarkan lebih sedikit cortisol sehingga diet lebih berhasil.

Oh ya, yuk ikuti kampanye #HeavenlyBlushGreekSecret yang berlangsung selama 4 bulan mulai dari 1 Februari - 31 Mei 2018, mengajak semua orang mengikuti kompetisi secara online di Instagram/Facebook dan akan menangkan hadiah utama yaitu trip ke Yunani. Caranya mudah, para peserta harus upload foto tampak muka dengan produk Heavenly Blush apa saja dan struk-struk pembelian Heavenly Blush yogurt minimal senilai Rp 100.000, lalu menceritakan kenapa ingin ikut ke Yunani bersama Heavenly Blush dengan tagar #HeavenlyBlushGreekSecret.

Tak hanya hadiah utama saja, setiap 2 minggu sekali ada Bi-Weekly Challenge dimana 12 orang berhak mendapatkan masing-masing Rp 1.000.000. Selain aktivitas online, kampanye #HeavenlyBlushGreekSecret juga merambah ke aktivitas offline berupa roadshow ke 4 kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, & Surabaya.

Setelah 31 Mei 2018, team juri akan memilih 30 orang yang akan diberangkatkan ke Yunani bersama Heavenly Blush. Yuuk ikutaan ....




Pentingnya Apresiasi Kepada Anak

Rabu, April 18, 2018
Seberapa sering kita memberikan apresiasi kepada anak?
Sehari sekali?
Seminggu sekali?
Atau lupa kapan terakhir memberikan apresiasi kepada anak?

Mungkin sebagian orang akan bertanya, “Emang perlu kasih apresiasi ke anak?”. Perlu banget!
Saya pribadi hampir selalu memberikan apresiasi kepada anak. Misalnya nih kepada Ayyas yang senang banget berkreasi. Saya ingat, suatu hari selepas shalat magrib ia minta ditemanin membuat celengan dari botol bekas.

Ummi dan Ayyas dengan pigura kreasi Ayyas


Blog Tour dan Give Away Novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya'

Minggu, April 15, 2018

“Kau pernah bilang kan, kalau membaca Surah al Kahfi pada hari Jumat itu sunnah Nabi,” kata Fritz.
“Iya benar. Sesuai dengan hadits yang pernah kubaca memang demikian, kata Sofyan”.
“Kisah tujuh pemuda tertidur itu ada dalam Surah al-Kahfi, kan?
“Iya,” kata Sofyan tegas.
“Kau tahu kalau teryata kisah itu hanyalah sebuah mitos?” ucap Fritz sambil membuka lembaran artikel di tangannya. “Kisah itu teryata mitos yang sangat terkenal jauh sebelum Islman itu lahir di negeri Arab sana. Kalau kau baca artikel itu, kau pasti akan tak menyangka jika selama ini kita telah dibohongi oleh Nabi Muhammad.”

Percakapan antara Fritz dan Sofyan itu tertuang dalam novel ‘Ketika Embun Merindukan Cahaya’. Peryataan yang disampaikan oleh Fritz berdasarkan artikel yang ia baca, bisa jadi membuat emosi umat muslim yang mendengarnya. Namun di buku yang ditulis oleh Hadis Melviana, peryataan itu dijelaskan dengan baik serta menunjukkan bukti demi bukti untuk membantah isi artikel tersebut.


Novel Ketika Embun Merindukan Cahaya
Hadis melalui tokoh Sofyan mengatakan bahwa “Bagi seorang muslim, kisah tentanng para pemuda di dalam AL Quran adalah jawaban final dan meyakinkan. Sebab, Al Qran adalah rujukan kebenaran. Al Qur’an merupakan batu ujian, tolak ukur kebenaran.Bukan dari riwayat atau berbagi versi cerita dalam buku-buku mitos yang saling bertentangan”.

Hal ini sesuai dengan Al Quran surah Yusuf ayat 111 yang berbunyi “Seseungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat penggajaran bagi orang-orang yang mempunya akal. Al Quran itu bukanla cerita yang dibua-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”

Novel “Ketika Embun Merindukan Cahaya’ merupakan sekuel buku yang ditulis oleh Hadis Mevlana. Novel ini merupakan kelanjutan dari kisah Sofyan dan Kiara dalam novel sebelumnya yang berjudul ‘Embun di Atas Daun Maple”. Kiara adalah gadis yang sebelumnya Kristen Ortodoks kemudian memutuskan mengucapkan kalimat syahadat. Wawasan Kiara yang luas serta cara pandangnya membuat Sofyan pun mengagguminya. Sofyan adalah pelajar asal Indonesia yang memutuskan menimba ilmu di Kanada.
 
Halaman depan Novel
Dalam bab awal novel ini juga diungkap sekilas tentang perjuangan Sofyan pertama kali merasakan puasa di Kanada. Saat musim panas, durasi puasa menjadi lebih panjang. Jika pada musim musim dingin matahari mulai terbit sejak jam delapan atu sembilan pagi dan terbenam sekitar jam ima sore maka musim panas durasi menjadi sangat panjang.

Pada musim panas, matahari mulai terbit pada pukul empat pagi dan terbenam sekitar pukul sepuluh makan sehingga saat musim panas durasi puasa menjadi lebih panjang sekitar delapan belas jam.

Menurut saya, inti dari novel ini sebetulnya lebih banyak membahas tentang Islam dari ‘kacamata’ Sofyan.

Pembahasan tentang Islam sedikit banyak dikaitkan dengan masa kecil Sofyan yang lekat dengan pendidikan Islam. Hal ini tampak di halaman 107 saat ia menceritakan bagaimanan pada usia 15 tahun saat ia masih berstatus pelajar kelas satu SMA di salah satu sekolah negeri Teluk Kuantan, ia dan sang adik, Aini, belajar mengaji bakda shalat Magrib hingga Isya.

Ia belajar mengaji dengan Abah sedangkan Aini belajar surah-surah pendek Juz’Amma bersama Emak. Sang Abah tak hanya membetulkan caranya mengaji melainkan juga membahas tafsirnya serta menceritakan asbabun nuzul terkait surah yanng sedang dibaca.

Novel ini juga menceritakan tentang secret admirer Sofyan yang hampir setiap hari meletakkan mawar putih di apartemennya. Selain itu, novel ini juga memuat puisi-puisi yang indah dan ‘membekas di hati’. Ada juga puisi yang terinspirasi dari sebuah ayat dalam Al Quran yakni Surah Al-Bayyinah, surah ke 98 pada ayat ke tujuh.

Aku tanah
Kau bentuk
Kau ukir
Lalu Kau tiup CINTA
Aku tanah
Bermula tanah
Berakhir tanah
Hanya tanah
Tanpa CINTA

Bisik-Musederhana
Jadikan hati menjadi permata
Berlaku sejak hingga berkalang tanah
Lalu
Janji puji-Mu istimewa
Di antara API
Di antara CAHAYA
Bahkan
Di antara segala makluk yang Kau Cipta

Walaupun saya belum sempat membaca novel pertamanya, saya tak merasakan kebingungan karena Hadis seringkali menyampaikan kembali tentang kejadian yang tertulis di novel pertamanya.
 
Jangan lupa ikut Blog Tour dan Giveaway ya
Novel ini menceritakan dengan bijak, lengkap dan runut sehingga cakrawala para pembaca tentang Islam dan Kristen Ortodoks menjadi lebih luas. Pertanyaan-pertanyaan yang terkait agama Islam disampaikan melalui diskusi demi diskusi yang disampaikan secara detail.

Jika teman-teman ingin memiliki novel ini, yuk ikutan giveaway yang berhadiah satu buah novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya'. Syaratnya sangat mudah yakni :

Memiliki alamat domisili di Indonesia untuk mengirim bukunya jika menang
Follow akun instagram @lidbahaweres dan @hadismevlana
Share link postingan Blogtour dan GA novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya' di twitter atau Facebook (bisa pilih salah satu) dengan mention @lidbahaweres plus jangan lupa tagar #Ketika EmbunMerindukanCahaya
Dikolom komentar postingan ini, jawab pertanyaan: "Sebutkan satu tokoh dalam novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya' ?" Jangan lupa sertakan nama, akun instagram dan twitter dan alamat email ya. 
Contoh jawabanya :
Rach Alida Bahaweres
Lidbahaweres@yahoo.com 
IG/Twitter : @lidbahaweres
Sofyan

Giveaway ini berlangsung dari tanggal 15 April sampai 18 April 2018. Nantinya, nama pemenang akan  diumumkan di postingan ini juga, yakni tanggal 22 Aprill 2018.

'Ketika Embun Merindukan Cahaya'

Judul              : Ketika Embun Merindukan Cahaya
Penulis            : Hadis Mevlana
Genre Novel   : Religi
Hal                  : 340 halaman
ISBN               : 978-602-0894-97-3
Penerbit          : Tinta Medina


3 Hal yang Ingin Saya Lakukan Sebelum Usia 40 Tahun

Jumat, April 13, 2018

Selama ini saya hidup dengan harapan demi harapan yang saya panjatkan dari tahun ke tahun. Harapan demi harapan yang saya harap bisa terwujud suatu hari nanti. Seperti saat masih kecil saya berharap bisa menjadi jurnalis. Saya memupuk mimpi itu, saya melatih diri saya hingga sesuai denga keinginan. Alhamdulillah, keinginan sejak SD menjadi jurnalis kini terwujud.

Saat baru melanjutkan kuliah sarjana, saya berharap bisa melanjutkan kuliah pascsarjana. Keinginan itu kemudian saya sampaikan kepada orangtua dan disetujui. Namun, memasuki semester 3 ketika saya memutuskan kuliah sambil bekerja, saya merasakan mencari uang itu bukan sesuatu yang mudah. Saya kemudian berjanji dalam hati bahwa suatu saat saya akan kuliah pascasarjana hanya dengan biaya sendiri atau beasiswa. Enam tahun kemudian, tepatnya tahun 2011, saya memperoleh beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga saya bisa melanjutkan kuliah pascasarjana di Universitas Indonesia.
 

Belanja Roti dengan Casback hingga Rp 2 juta


Kemudahan bertransaksi hingga kini selalu diupayakan oleh Bank untuk dapat memperluas segmen nasabah. Termasuk yang dilakukan oleh PT Bank KEB Hana. PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank KEB Hana), merupakan Bank hasil merger antara PT Bank Hana dengan PT Bank KEB Indonesia.

Bank KEB Hana mengawali bisnis di Indonesia dengan nama PT Bank Hana usai mengakuisisi PT Bank Bintang Manunggal di tahun 2007 dengan aset senilai Rp 300 miliar. Kini, Bank KEB Hana telah berhasil meningkatkan asetnya hingga Rp 39,3 triliun per 31 Desember 2017 (sudah diaudit).

Kelezatan roti. Foto by : Imawan Ashari 

Tips Mengatasi Kulit Wajah Berminyak

Minggu, April 08, 2018

Memiliki kulit berminyak, bagi sebagian orang memiliki tantangan tersendiri. Banyak yang bilang kulit berminyak membuat kulit menjadi lebih mudah kusam. Sama seprti adik saya yang mengeluh wajahnya berminyak. “Kalau minyaknya lagi banyak, bisa bikin nggak pede,” kata adik saya. Dia bahkan mengeluh pernah di ledekin sama teman-temannya karena kulitnya yang berminyak.

Kandungan minyak berlebih yang membuat debu dan kotoran mudah menempel, jerawat pun jadi mudah timbul sehingga menjadi tidak percaya diri. Make-up pun tak betah lama-lama menempel di wajah. Karena harus sering-sering membersihkan minyak yang ada pada wajah.
 
menjaga kesehatan kulit

Jelajah 5 Pulau dalam Sehari di Belitung

Kamis, April 05, 2018


Indonesia memiliki pesona kekayaan alam yang luar biasa indah. Gunung-gunungnya menjulang tinggi. Pantainya bersih dan lautan luas yang mempesona seolah tak pernah berhenti membuat saya selalu bersyukur atas nikmat alam yang diberikanNya.

Setiap kali saya berkunjung ke suatu daerah, saya selalu berusaha untuk bisa menikmati kekayaan alam yang indah. Termasuk saat saya berkunjung ke Belitung pada 6-8 Oktober 2017 bersama suami dan anak.


Jelajah Belitung

Auto Post Signature

Auto Post  Signature