Kamis, Februari 23, 2017

Sensasi Makan Papeda dan Kuah Ikan Kuning di Ambon

Saat ke Ambon awal bulan lalu, saya bersama adik papa yang biasanya saya panggil Amy At, berkeliling kota Ambon. Seperti biasa, setiap datang ke Ambon, saya tak pernah melewatkan menikmati aneka kuliner khas Ambon.

Nah saat ke Ambon, setelah berkeliling kota Ambon, perut terasa lapar. “Amy At yuk makan,” kata saya. “Mau makanan Ambon?,” kata Amy At. Hayukk, siapa takut!. Motor kemudian melaju ke kawasan Soabali, Kota Ambon. Tak ada tanda pengenal berupa papan nama rumah makan. 

Ini pertama kali saya makan di rumah makan itu. Walaupun 17 tahun tinggal di Ambon, saya belum pernah ke rumah makan ini. Bahkan ketika saya meninggalkan Ambon, dan berulangkali ke Ambon. Rumah makannya di desain sederhana. Di dalamnya tertata rapi meja makan dan kursi plastik. Di sebelah kiri, terletak lemari kaca berbentuk L. Di dalam lemari kaca itu, tersaji aneka makanan khas Ambon yang mengugah selera. Mulai dari ketela rebus hingga singkong rebus. Nah aneka makanan ini disajikan bersama aneka sayuran seperti tumis bunga kelapa hingga urap-urapan. Untuk lauknya, tersedia aneka ikan yang diolah dan dijamin bakalan ngiler.

Rabu, Februari 22, 2017

Soft Opening Dr Nurul Clinic : Medical, Aesthetic & Spa

Kulit wajah saya terlihat agak kusam. Saya nggak tahu kenapa. Belakangan seperti ada belang di pipi. Pengen ke klinik kecantikan. Belum ada pilihan. Akhirnya saya memilih untuk facial seperti biasa saja agar kotoran di wajah tak semakin menumpuk. “Andaikan ada klinik kecantikan yang tak jauh dari rumah,” pikir saya.

Dr Nurul di klinik DNC 

Jumat, Februari 17, 2017

Datang ke Ambon, Jangan Lupa Mampir ke Gong Perdamaian

Ketika saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Ambon pada awal bulan Februari 2017, saya sudah mengagendakan untuk mampir ke Gong Perdamaian. Sebelumnya, dua kali datang ke Ambon, saya melewatkan rencana mampir ke Gong Perdamaian. Sebelumnya, tahun 2010 saya datang ke Gong Perdamaian, Ambon. Gong Perdamaian ini terletak di Taman Pelita, Ambon. 

Saat kedatangan saya Februari 2017, saya datang diantar Amy At (Adiknya papa). Kebetulan, Amy At yang menemani saya selama berkeliling kota Ambon. “Chici pengen kemana?,” katanya. “Antar ke Gong Perdamaian ya,” kata saya ke Amy At. Dengan menggunakan sepeda motor kesayangannya, kami pun meluncur. Motor diparkir di Lapangan Merdeka, Ambon. Lapangan Merdeka posisinya berseberangan dengan Gong Perdamaian. Pas waktu itu saya ke Lapangan Merdeka, saya lihat kondisi lapangannya semakin baik ya. Panggungnya juga lebih megah dan ada ukiran khas Ambon. Selain itu ada tulisan Ambon Manis di pinggir lapangan. Lapangan Merdeka merupakan lapangan terbesar di kota Ambon dan menjadi tempat beraneka kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Ciee yang jalan sendirian :)

Sabtu, Februari 11, 2017

Perfect Selfie dengan Vivo V5Plus, Smartphone Pertama di Dunia dengan Dual Front Camera

Kini, banyak orang yang membeli smartphone, pasti memilih smartphone yang memiliki kemampuan yang mumpuni. Lalu, siapa juga yang tak tergiur dengan smartphone yang memiliki dual kamera?. Awalnya saya tak percaya bahwa ada smartphone yang memiliki dual kamera. Nah, rasa penasaran saya terjawab saat menghadiri launching produk terbaru Vivo yang menggusung konsep ‘Camera and Music’.     

Tepatnya Jumat, 10 Februari 2017, saya menghadiri launching produk terbaru Vivo yakni Vivo V5Plus di Ballroom Lantai 3 Ritz Calton, Pacific Place, Jakarta. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh ratusan orang. Tak hanya Vivo fans saja, melainkan selebriti sosmed dan media.

Brand Ambassador Vivo V5 Plus, Afgan Syahreza dan Pevita Pearch

Selasa, Februari 07, 2017

Salah Jurusan? Yuk Baca Buku Unstoppable Hopes

Pernahkah teman merasa salah mengambil jurusan kuliah? Dan hal ini baru disadari pada saat selesai kuliah. Lalu, ketika selesai kuliah munculah penyesalan demi penyesalan karena apa yang dilakukan tidak tepat. Pernahkah merasa demikian?.

Syukurlah saya tidak berada dalam kelompok itu. Mengapa saya bersyukur? Karena sejak saya SMP saya sudah mengetahui ketertarikan saya pada suatu bidang dan ketika SMA saya semakin mantap dengan pilihan saya untuk kuliah. Saya juga bersyukur orangtua saya memberikan kebebasan bagi saya untuk memilih jurusan sesuai pilihan saya. Akhirnya, saya bersyukur masih bisa bekerja sesuai dengan pilihan saya hingga kini. Ada teman yang mungkin sama seperti, namun ada juga yang tidak.
 
Desain buku Unstoppable

Senin, Februari 06, 2017

Catatan Perjalanan Hidup Seorang Blogger

Tak terasa, tahun ini telah memasuki bulan Februari. Banyak harapan yang diinginkan, banyak keinginan yang diharapkan dapat terkabul. Di tahun 2016, banyak hal yang dikenang dan berkesan bagi banyak orang. Termasuk teman blogger saya, mba Nur Aliah Saparida.  Sebagai seorang ibu, ia merasakan kehadiran sang buah hati, Umar, membuatnya berpikir lagi tentang tanggung jawab besar yang sedang Allah percayakan. Baginya, menjadi seorang ibu adalah hal terbaik di tahun 2016.



Minggu, Februari 05, 2017

Resensi Buku The Lost Bone dan Coloring Book for Adult

Sebulan lalu, saya bertemu dengan teman blogger, Mba Leyla Hana. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang kerap mampir ke blog saya. Setiap kali ada postingan, Mba Leyla selalu mampir. Bukunya yang berjudul Cinderella Story sudah saya baca hingga tuntas. Nah, pada saat pertemuan, Mba Leyla mengatakan ada dua buku menarik untuk dibaca. Buku pertama berjudul ‘The Lost Bone’ karya Anne Spollen dan buku mewarnai untuk orang dewasa. Kedua buku tersebut diterbitkan oleh Grantika Publishing. Penasaran, saya kemudian membaca kedua buku yang disarankan. Saya membutuhkan beberapa hari untuk menyelesaikan membaca buku The Last Bone karena diselingi membaca buku lain. Untuk buku mewarnai, saya sempat mewarnai beberapa gambar yang tersaji dalam buku itu.  Kini, saya ingin menceritakan tentang buku The Lost Bone dan Coloring Book for Adult, Love and Affection.

Saat pertama melihat cover buku ‘The Lost Bone’, saya sudah menebak kalau buku itu adalah buku horor. Cover buku berwarna biru kehitam-hitaman dengan latar belakang hutan. Dan teryata tebakan saya benar. Buku ini menceritakan kisah kehidupan Elizah Rayne, perempuan muda yang tinggal bersama ibunya. 
 
The Last Bone