Top Social

Rach Alida Bahaweres

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Yuk, Jeli Memilih Obat Generik

Jumat, November 17, 2017
Saya pernah melakukan survey kecil-kecilan kepada teman dan sahabat tentang pendapat mereka terkait obat generik. Ada yang mengatakan obat generik adalah obat kelas ‘dua’ yang harganya murah. Teman lain ada yang mengatakan kalau kualitas obat generik masih diragukan sehingga ia merasa ‘Kalau minum obat generik, sembuhnya lama. Jadi mending obat paten saja’. Benarkah?

Dulu saya pun sempat berpikiran hal yang sama. Setiap kali dokter memberikan resep obat, saya selalu memilih obat paten dibandingkan obat generik. Tapi kemudian informasi sekilas yang saya peroleh menyatakan bahwa kualitas obat generik tidak kalah dengan obat paten. Padahal, harga obat generik lebih murah dibandingkan harga obat paten.
 
Belogger yang mengunjungi PT Hexapharm Jaya

Lian Gogali, Perempuan Agen Perdamaian dari Poso

Jumat, November 10, 2017
Tak mudah untuk merajut luka akibat konflik antar golongan. Namun Lian Gogali, perempuan berusia 37 tahun ini menggumpulkan perempuan-perempun korban konflik Poso kemudian mendirikan Sekolah Perempuan Mosintuwu dan mendorong gerakan perempuan dalam pembangunan desa-desa di Kabupaten Poso.

Saya mengenal Lian Gogali pada tahun 2013 saat membaca profilnya disebuah media massa nasional. Komunikasi antara saya dan Lian kemudian berlanjut melalui sambungan telepon karena saya di Jakarta dan Lian di Poso. Dua tahun lalu, tepatnya tahun 2015 media tempat saya melakukan peliputan profilnya di Poso. Kiprahnya yang menginspirasi membuat saya ingin segera berjumpa dengannya dan ngobrol tentang kiprahnya.
 
Lian Gogali 

CBN Digital Nation Menyongsong Masa Depan Digital Indonesia

Minggu, November 05, 2017
Hidup saya lekat dengan dunia internet. Saya hampir selalu menggunakan internet dalam segalaa aktifitas. Mulai dari urusan pekerjaan, keluarga atau sekedar me time. Bekerja sebagai jurnalis dan blogger membuat saya tak bisa terlepas dari internet. Internet merupakan penghubung bagi saya dengan banyak orang untuk menyelesaikan berbagai kegiatan dan aktifitas. Saya tak perlu lagi memikirkan perbedaan jarak karena semuanya menjadi dekat dengan adanya internet. Sebagai jurnalis yang bertugas menjadi koordinator liputan daerah membuat saya selalu berkoordinasi dengan tim lapangan menggunakan internet.

Mulai dari mengirimkan naskah berita melalui email, seringkali mengirimkan video dan foto melalui whatsapp grup hingga berkomunikasi menggunakan internet. Berkat internet pula saya saat bertugas bisa mendapatkan visual peristiwa hanya dalam hitungan menit. Misalnya saat kejadian tanah longsor, tim lapangan langsung mengirimkan visual kejadian saat itu juga. Visual itu kemudian diolah untuk ditayangkan di program televisi.
 
Kehidupan digital 

Grand Opening dan Talkshow Pergeseran Lifestyle dan Resiko Penyakit Jantung di RS Awal Bros Bekasi Timur

Sabtu, November 04, 2017
Beberapa bulan lalu saya terkejut saat mengetahui sahabat saya harus terkena serangan jantung di usianya yang masih muda. Perempuan berusia 35 tahun ini akhirnya harus menjalani operasi jantung. Saat menengoknya di rumah sakit, saya melihat semangatnya untuk sehat dan berharap bisa kembali beraktivitas.

Peristiwa yang menimpa sahabat saya itu kemudian membuat saya semakin sadar bahwa penyakit jantung itu bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Dulu saya mengira bahwa penyakit jantung hanya menimpa usia tua dan perokok berat. Tapi sahabat saya yang masih berusia muda dan bukan perokok malah terkena serangan jantung.
 
Gunting pita sebagai simbol Grand Opening RS Awal Bros Bekasi Timur 

Bebaskan Dirimu Bersama FWD Life

Jumat, Oktober 27, 2017
Launching peluncuran kampanye brand “A Lifetime of Possibilities’ oleh FWD Life

Bebaskan Langkahmu ..
Jangan pernah takut untuk melangkah mengejar passion yang diinginkan meskipun itu adalah passion yang tergolong sebagai olahraga yang menantang.

Mungkin ada teman yang seringkali mendengarkan kalimat seperti itu. Boro-boro mau membebaskan langkah, mau memulai olahraga yang dianggap menantang aja akhirnya batal. Hanya bisa gigit jari sambil memandang keseruan itu dari jauh. Mengapa ini terjadi? Karena ada kekuatiran perlindungan jiwa jika sesuatu yang tak diinginkan menimpa diri sendiri. “Nanti kalau ada apa-apa, gimana nasib keluarga gue?”.

Siapa yang mau naik sepeda? Hehhe

Film My Generation : Mencoba Membaca Isi Hati Remaja

Rabu, Oktober 25, 2017
Saya sering mendengar bahwa tak mudah untuk menjalin komunikasi dengan remaja. “Apa yang kita pikirkan berbeda dengan apa yang remaja pikirkan,” kata salah seorang sahabat saya. Benarkah? Saya mengakui bahwa menjalin komunikasi dengan remaja termasuk gampang-gampang susah. Saya pernah memperlakukan itu ke Mba Farah, anak remaja saya yang waktu itu duduk di bangku SMA. Setiapkali dia belum tiba di rumah karena belajar di sekolah bersama teman, saya selalu menghubungi. Padahal dia selalu bilang ke saya kalau pulang agak telat. Tapi ya saya tetap saja panik jika dia pulang telat walaupun tak lebih dari setengah jam. Tapi kemudian Mba Farah sampaikan ke saya “Ummi, aku bukan anak-anak lagi. Aku pasti ngabarin ke Ummi,” katanya. Maklum, terlalu banyak informasi yang membuat saya kuatir dengan perkembangan anak remaja kala itu.

Saya selalu berusaha untuk menjalin komunikasi terbaik dengan anak. Misalnya menanyakan materi sekolah, kegiatan teman-temannya dan masih banyak lagi. Saya bersyukur komunikasi dengan anak berjaan dengan baik. Tapi pernah pulang sekolah langsung masuk kamar dan tak ingin diganggu, saya dan suami memutuskan untuk tak menganggu dan menghormati keputusannya. Tapi keesokan harinya, setelah dia siap bercerita, maka dia akan ceritakan kepada saya dan suami.
 
Picture by : pixabay.com

Tempat di Bandung yang Bisa Dijangkau dengan Jalan Kaki

Kamis, Oktober 19, 2017
Tahun lalu saat berkunjung ke Bandung, Jawa Barat, saya langsung menghubungi sahabat saya, Mba Tresna yang tinggal di Bandung. Kami berdua adalah sahabat sejak sama-sama di kantor majalah. Tapi sejak mba Tresna melahirkan dan kemudian memutuskan tinggal di Bandung, kami berdua pun terpisah jarak dan waktu. Ceilee ..

Jadi, saat Mba Tresna tahu saya akan ke Bandung, dia pun langsung membuat daftar tempat wisata yang wajib saya kunjungi. “Alida mau ke mana aja nanti aku antar,” kata Mba Tresna. Baek banget kan? Alhamdulillah ...

Masjid Raya Bandung


Auto Post Signature

Auto Post  Signature