Persiapan Menjaga Kesehatan Jemaah Haji

Bagaimana menjaga kesehatan jemaah haji ? Apakah pelaksanaan ibadah haji akan dilaksanakan seperti sebelum pandemi ?

Persiapan Menjaga Kesehatan Jemaah Haji

Assalamu Alaikum Wr Wb

Tahun 2020, pelaksanaan haji hanya dilakukan oleh 10.000 jemaah haji yang bermukim di kawasan Arab Suadi dan dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Pelaksanaan haji tahun 2020 pun berbeda dari pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya. Negara-negara terpaksa menunda keberangkatan jemaah calon haji untuk melaksanakan haji tahun 2020 karen pandemi virus corona. Lalu, bagaimana pelaksanaan haji tahun 2021? Apakah tertunda seperti tahun 2020?

“Urusan berangkat haji atau tidak adalah urusan Allah SWT, " kata Aa Gym, dai kondang saat webinar Pembinaan Kesehatan Haji Indonesia. Menurutnya bukan wilayah kita takdir jadi atau tidak. Urusan kita sebagai jamaah haji adalah meluruskan niat. Kalau niatnya karena Allah insyaAllah akan tenang. Tapi kalau niatnya berangkat haji untuk dipuji orang pasti gelisah. Kapanpun berangkatnya ya semua serahkan kepada Allah. 

Lalu bagaimana kalau tidak jadi berangkat? . “Ya sudah tidak jadi masalah karena niat sudah jadi amal soleh. Jadi tak usah risau”. Selain itu, Aa Gym  mengatakan harus sempurnakan ikhtiar untuk berangkat haji seperti manasik dan lainnya. Terakhir, harus tawakal. Serahkannya semua kepada Allah. 

Aa Gym merupakan salah satu narasumber webinar Pembinaan Kesehatan Haji Indonesia yang dilaksanakan oleh DPP FPKHI (Forum Perawatan Kesehatan Haji Indonesia) pada Kamis 12 Februari 2021. Menurut Aa Gym, menyempurnakan rukun Islam harus memiliki kemampuan yakni kesehatan. 

Kesehatan adalah nikmat yang Allah berikan. Rasulullah adalah teladan dan beliau hanya dua kali sakit selama hidupnya karena beliau ikhtiar selalu sehat. Dari salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim artinya “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin lemah dan pada keduanya ada kebaikan”. Makin kuat iman, fisik, finansial, keilmuan, ide gagasan maka makin banyak kekuatan insyaAllah akan makin baik dan dicintai oleh Allah.

Amalan Agar Hati Tenang Sebelum Berangkat Haji 

Kekuatan menjaga kesehatan ini kata kuncinya ada pada kata disiplin. Allah memberikan kekuatan dalam hal apapun karene kedisiplinan. Hati harus membuat kita memiliki kekuatan lahir dan batin. Disiplin adalah kekuatan seseorang melalukukan apa yang harus dilakukan. Misalnya harus disiplin makan dan olahraga. Penting bagi kita mendisiplikan. Kalau mau sehat dan kuat, pegangan kita selalu kuat ya disiplin.

“Tapi jangan lupa untuk disiplin menjaga hati,” kata Aa Gym. Ini juga diperlukan untuk persiapan keberangkatan haji. Kalau hati tenang, nyaman, ajeg maka fungsi tubuh akan menjaid lebih optimal. Tapi kalau ada ketakutan, stres,, nggak nyaman akan mempengaruhi organ tubuh dan jadi nggak normal dan bermasalah.

Ada empat amalan yang membuat hati jadi lebih tenang. Kalau hati tenang, insyaAllah akan lebih baik. Pertama, ketika berbuat baik harus ikhlas. Sumber kegelisahan ketika kita tidak ikhlas melakukan sesuatu. Ikhlas itu seperti jantung yang berdetak tapi tak pernah menonjolkan diri. Orang yang paling ikhlas adalah orang yang paling kuat. “Makin ikhlas dalam berbuat kebaikan, itu lebih baik,” tambah Aa Gym. Orang ikhlas adalah orang yang tak berharap dari makhluk dan hanya berharap dari Allah. Makin hati berharap pada makhluk selain Allah, maka itu tak sehat. Ada orang, tak ada orang sama saja ketika membantu sesama. Makin hati ini lepas berharap dari makhluk maka hati lebih tenang. “Bagi calon jamaah haji harus lebih banyak belajar ikhlas. Lakukan apapun dengan ikhlas, katanya.

Kedua adalah perbanyak tobat dan beristigfar. Istigfar ini sangat menenangkan. Barangsiapa yang terus memohon ampun Allah akan berikan kelapangan hati, jalan keluar apapun permasalahan yang dihadapi serta Allah akan berikan rejeki dari tempat yang tak diduga. Allah akan berikan sehat hati ketika perbanyak istigfar. “Kalau jarang istigfar, jarang gelisah,” kata Aa Gym lagi.

Ketiga, selalu bersyukur. Dengan bersyukur, tak mudah stres. Bersyukur saat bangun tidur bisa dalam keadaan sehat. Banyak nikmat luar biasa yang membuat kita perbanyak bersyukur. Orang yang kufur sehat tidak sehat jiwa dan raga. Keempat selalu sabar. Sabar menahan diri untuk hidup lebih sehat. Kendalikan diri dan emosi untuk hidup lebih sehat.

Pengalaman Mengelola dan Mensupervisi Kesehatan Jemaah Haji Indonesia 

Salah satu narasumber yang dihadirkan adalah Bapak Untung Seseno Sutarjo yang membahas tentang ‘Pengalaman mengelola dan mensupervisi kesehatan Jemaah Haji Indonesia 2018’


Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam jika mampu. Biayanya ukup mahal dan dilaksanakan di luar negeri dengan bahasa yang berbeda dan dikumpulkan di jumlah yang banyak. Oleh karena itu, tamu Allah harus diberikan perlindungan pelayanan terbaik. Pergi sehat, pulang pun harus sehat.

Bapak Buyung juga membahas tentang pilar kesehatan haji yang meliputi : 

  • Pembinaan kesehatan : upaya kesehatan dalam bentuk promotif dan preventif dilakukan kepada perorangan atau kelompok jamaaj haji
  • Pelayanan kesehatan : Upaya kesehatan dalam bentuk kuratif dan rehabilitatif dilakukan kepada jemaah haji pada seluruh tahap penyelenggaraan ibadah haji 
  • Perlindungan Kesehatan : Upata kesehatan dalam bentuk tanggap cepat dan perlindungan spesifik untuk melindungi keselamatan jamaah haji pada seluruh tahapan penyelengaraan ibadah haji.

Pemerintah Arab Saudi menyediakan fasilitas perawatan kesehatan, rumah sakit komplet dan modern. Tapi tak bisa menjangkau semua. “Kita Indonesia jumlah besar jamaah hajinya. Oleh karena itu kami harus berusaha menyediakan pelayanan haji,” kata Bapak Untung.

Jamaah haji harus menjaga kesehatan di empat tahapan yakni sejak di Indonesia (saat masa tunggu hingga masa kebeangkatan), di perjalanan, selama di Arab Saudi hingga kembali ke tanah air.  Empat tahapan ini saling terkait dan tidak boleh terlepas. Kesehatan bukan semuanya semuanya tapi tanpa kesehatan semuanya tidak ada artinya.  

“Kita mengharapkan orang datang dan pulang juga dalam keadaan sehat,” kata Bapak Untung. Persiapan dilakukan sejak di tanah air dengan meningkatkan kebugaran dan pengetahuan tentang ibadah haji. Jangan lupa juga untuk imunisasi. Apalagi, keberangkatan dengan pesawat selama 10 jam dan di luar negeri lebih dari satu bulan sehingga ketika pulang pun harus dalam keadaan sehat.

Pelaksanaan Haji Tahun 2017 

Bagaimana pelaksanaan haji tahun 2017 ? Saat itu musim panas dan suhu tinggi sekali dan kuota jamaah haji ditingkatkan. Banyak masalah di tanah suci. Mulai dari tenda tidak diperoleh tim kesehatan sehingga harus tidur berdesakan. Belum lagi mati listrik dan heat stroke cukup dominan.

Jamaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi hingga Rabu 13 September 2017 mencapai 438 orang. Lebih banyak sekitar 28% dibandingkan musim tahun haji sebelumnya yakni sebanyak 342 orang. Jemaah haji resiko tinggi kesehatan sebanyak 134.868 orang atau 65,55% dari total seluruh jamaah haji yang berangkat ke Arab Saudi.

Lalu bagaimana karakteristik jemaah haji Indonesia di tahun 2018? Sebanyak 203,351 orang dengan petugas kloter sebanyak 2533 orang sehingga total keseluruhan 205.884 orang. Jumlah jemaah haji Indonesia lebih banyak adalah perempuan.

Untuk musim haji 2018, tenaga kesehatan melakukan beberapa persiapan yakni :
Dokter kloter harus mengenal keadaan jemaah binaanya. Selama ini data jemaah yang diperoleh mendadak sehingga tak mudah untuk mengenal profil kesehatan jemaah binaannya. Calon jemaah harus mengurangi resiko gagal berangkat. “Harus ada kerjasama lintas sektor di lapangan,” katanya. Pengiriman logistik dan melengkapi fasilitas kesehatan di bandara dan di Arab Saudi.

Sumber : pixabay.com


Saat keberangkatan, ada beberapa catatan yakni lebih dari 50% adalah lansia, istitaan sulit ditegakkan. “Ada orang yang sudah sakit kanker stadium 4 masih ingin berangkat. Ini tak mungkin,” katanya. Manasik seharusnya lengkap dengan pengalaman di pesawat. Pembinaan jemaah harus dijaga dan banyak tantangan. Selain itu, data kesehatan jemaah tidak selalu lengkap.

Selama di Saudi Arabia, ada beberapa pengalaman yakni setiap masa haji memiliki kekhususan sendiri karena adanya perubahan aturan atau peserta. Jemaah juga sering lupa untuk hidup sehat sehingga perlu selalu diingatkan. 

Saat kepulangan haji, banyak jamaah yang ingin pulang cepat. Tenaga kesehatan juga sudah lelah karena selama persiapan dan pelaksanaan haji. Belum lagi adanya penutupan fasilitas kesehatan dan bagaimanapun harus menjaga kesehatan jamaah haji. Setelah pulang ke tanah air sebaiknya harus periksa dokter dan memberikan health care.

Apa saja masalah yang dihadapi selama pelaksanaan haji ? Besarnya jumlah jamaah dan tersebarnya tempat tinggal. Belum lagi cuaca yang panas sekali. Ketika armina adalah puncak ibadan dan penggumpulan massa dalam jumlah banyak. Setelah armina, banyak yang mulai kelelahan dan mulai bosan (home sick). Belum lagi masih ada jemaah yang melakukan kegiatan yang sunnah yang berlebihan dan memberatkan jemaah.

Lalu apa yang harus dilakukan ? Sejak awal, promosi atau sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan harus dilakukan. Skrining kesehatan juga harus ditingkatkan dan diikuti pembinaan kesehatan. Selain itu, sumber daya manusia di bidang kesehatan harus ditingkatkan jumlahnya dan diberikan penanganan heat stroke, mampu memberikan pertolongan dengan cepat, cepat merujuk pasien. Selain itu, obat-obatan harus diberikan dalam jumlah cukup. Begitu pula jumlah ambulan dan pos kesehatan.

Bapak Untung menyampaikan bahwa bagaimanapun, pelayanan jemaah harus dilakukan dengan ikhlas dan harus melibatkan banyak sektor. Jemaah harus cukup istirahat dan menjaga kesehatan dengan cara melakukan gaya hidup sehat.

Keberangkatan haji yang entah kapan dilaksanakan, semoga tak menyurutkan semangat jemaah calon haji untuk selalu ikhtiar sehat dan kuat. Semoga Allah memudahkan langkah kita semua menuju Baitullah untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Aamiin

 

 

9 nhận xét

Avatar
thya 14:03, 23/02/2021

Semoga Covid segera pergi ya, supaya bisa melaksanakan ibadah haji seperti dulu lagi..

Reply Delete
Avatar
Linimasaade 20:33, 23/02/2021

Labbaikallah Huma labaik. Adem banget mbak paragraf awal. Memang benar kata Aa Gym luruskan niat yang terpenting Allah tahu niat kita ingin berangkat haji. Semua takdir atas kehendak-Nya

Reply Delete
Avatar
Linimasaade 20:33, 23/02/2021

Labbaikallah Huma labaik. Adem banget mbak paragraf awal. Memang benar kata Aa Gym luruskan niat yang terpenting Allah tahu niat kita ingin berangkat haji. Semua takdir atas kehendak-Nya

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi 07:34, 24/02/2021

MashaAllah~
Semoga senantiasa Allah mudahkan dan luruskan niat untuk beribadah di rumahNya yang agung.
Semua yang terjadi memang karena kehendak Allah semata yaa, kak....tapi ada sebab-sebab yang harus dilakukan agar dimudahkan.

Barakallahu fiik, kak Alida.

Reply Delete
Avatar
Astin Astanti 11:19, 24/02/2021

Semoga covid segera berkurang kasusnya, supaya jemaah haji dapat melaksanakan ibadahnya dengan tenang.

Pembinaan kesehatan jamaah haji telah dipersiapkan sebaik baiknya ya, Mbak. Tinggal jamaah hajinya juga mempersiapkan kesehatannya,

Reply Delete
Avatar
Tuty Queen 11:37, 24/02/2021

Semoga tahun ini ibadah haji bisa berjalan lancar, dan semoga semua jamaah diberi kesehatan

Reply Delete
Avatar
bundabiya.com 12:26, 24/02/2021

hmm jadi inget dulu almarhum eyang dan kedua ortuku pas berangkat haji, memang banyak yang perlu dipersiapkan terutama kesehatan ya mba

Reply Delete
Avatar
Heni Puspita 12:39, 24/02/2021

Mudah-mudahan calon jemaah yang harus menunda keberangkatan karena pandemi bisa sabar dan ikhlas dan tetap sehat. Semoga pandemi segera berlalu supaya umat Muslim bisa kembali beribadah ke tanah suci.

Reply Delete
Avatar
catatansiemak 13:42, 24/02/2021

Haji dan umroh itu memang yang penting banget itu luruskan niat dulu. Soalnya ibadahnya panjang apalagi haji butuh kekuatan fisik juga

Reply Delete