Pengalaman Anak Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Selama Pandemi

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Pengalaman Anak Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Selama Pandemi

 

Selama pandemi ini, anak saya yang bernama Ayyas tidak pernah melakukan pembelajaran tatap muka. Berarti hampir dua tahun ia belajar di rumah. Saya masih ingat, saat pertama kali diputuskan bahwa pembelajaran tatap muka ditunda dilakukan di sekolah, Ayyas masih kelas 5 SD. Anak-anak kala itu langsung diputuskan untuk belajar di rumah masing-masing karena kondisi kasus covid yang masih tinggi.

Dampaknya, setelah dua tahun anak belajar di rumah. Wisuda dilaksanakan di rumah. Foto bersama orangtua dilakukan di sekolah dengan protokol yang sangat ketat dan setelah foto langsung pulang tak boleh ada kerumuman sama sekali. Saya bersyukur selama SD, sekolahnya sangat ketat melarang anak untuk sekolah selama pandemi.

pembelajaran tatap muka


Saat masuk SMP, saya sempat bingung memilih SMP yang juga taat protokol kesehatan. Akhirnya, dapatlah sekolah sekarang yang menurut kami memang ketat protokol kesehatan. Saat uji coba pemberlakukan pembelajaran tatap muka, orangtua diberikan kuisioner apakah mengijinkan anak ujicoba tatap muka atau tidak. Jawaban kami, tidak. Kala itu, anak saya belum vaksin karena usianya belum 12 tahun.

September 2021, anak saya akhirnya vaksin pfizer di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Dan walaupun sudah selesai vaksin kedua, anak saya masih belajar di rumah. Kondisi covid yang belum ada tanda-tanda penurunan kasus membuat kami was-was. Anak saya juga memilih lebih aman dan nyaman belajar di rumah dengan segala keterbatasannya.

Namun pada Ahad sore 2 Januari 2022, di grup whatsapp orangtua murid, wali kelas sampaikan bahwa Senin tanggal 3 Januaria 2022 akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen. Kaget? Kaget banget dong!

Bayangkan saja, tak ada obrolan sebelumnya ada rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka 100 persen, tapi besoknya harus sekolah tatap muka. Kalau tak masa pandemi, tak masalah. Tapi ini masih tinggi kasusnya. Walaupun anak saya sudah vaksin pun saya masih kuatir. Dan saya yakin masih banyak orangtua yang kuatir. Memang pembelajaran tatap muka berbeda dengan belajar online yang selama ini dilakukan. Tapi, bagaimana kalau belajar tatap muka bisa efektif jika anak terkena virus ini. Duh sedihnya.   

Akhirnya ke Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka

Setelah berdiskusi dengan suami dan anak, akhirnya diputuskan untuk mencoba ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Saat itu juga, persiapan pembelajaran tatap muka dilakukan. Pakaian disiapkan. Masker yang akan digunakan serta masker penganti dimasukkan ke tas. Untuk hand sanitizer saya pilih yang tak membuat tangan Ayyas jadi kering. Tissue pun dimasukkan ke tas.

Untuk makan dan minuman dibawa dari rumah. Tapi hanya makanan ringan yakni roti atau biskuit serta air minum saja karena pulang sekolahnya pukul 11.00 WIB. Semuanya anak saya siapkan sebelum keberangkatan. Saya tak bisa mengantarnya saat pertama ke sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Pas ke sekolah, Ayyas diantar mas Ghaffar. Mereka berangkat pukul 06.15 WIB. Tiba di sekolah tak terlambat tapi sudah banyak anak yang tiba di kelas.

Sepulang sekolah, Ayyas menghubungi saya di kantor. “Menyenangkan,” katanya saat telepon menanyakan hari pertama dia di sekolah. Takkala saya pulang kerja, Ayyas cerita kalau ipad miliknya tidak terhubung dengan wifi sekolahan. Ia duduk di bangku belakang karena di barisan depannya sudah ada teman.

Pengawasan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka di sekolah sangat ketat. Makan diawasi oleh guru dan sama sekali tidak boleh berkerumun. Tidak boleh ngobrol sambil berhadap-hadapan di kelas.

Murid juga dilarang bergerombol selama di kelas dan lingkungan sekolah. Tapi satu sisi saat saya jemput anak sepulang sekolah di hari ketiga dia sekolah, saya lihat banyak murid yang dijemput berbarengan jadi ramai di lingkungan sekolah. Hal ini yang mungkin agak kurang diantisipasi. Apalagi banyak orangtua yang membawa mobil jadinya suasana sekolah tampak ramai sekali.

Oh ya sebelum dan setelah pulang sekolah, sekolah tetap mengukur suhu tubuh anak dan memeriksa anak untuk tetap menggunakan masker selama proses pembelajaran tatap muka di sekolah. Dan selama pemantauan saya serta hasil ngobrol dengan Ayyas, teman dan gurunya menggunakan masker dengan baik. Ini hal yang saya syukuri dan tetap harus diawasi. Ayyas selama ini tergolong paling taat penerapan protokol kesehatan. Mungkin juga karena selama ini dia juga tahu kami sekeluarga tetap ketat jalankan prokes untuk kebaikan bersama.

Saya berharap kedepannya, pandemi segera selesai sehingga kami, orangtua tidak kuatir lagi saat melepaskan anak untuk pembelajaran tatap muka.

Ada yang sudah melepas anak melakukan pembelajaran tatap muka selama pandemi ?

 

২১টি মন্তব্য

Avatar
blogger parenting ১১/১/২২ ৩:৪৮ PM

Alhamdulillah anak kami di Medan sudah sekolah kak.
Angka di Medan sudah aman terkendali.
Bahkan anak SD juga sudah divaksin.
Dan ada wacana akan diadakan sekolah full day ouls

Reply Delete
Avatar
www.kisahsejati.com ১১/১/২২ ১১:১১ PM

Hai Ummi Alida aku Dennise.Aku termasuk yang sudah melepas anak belajar tatap muka pada anak.Jujur saja waswas juga ya,takut kecolongan.Makanya sebelum berangkat semua keperluan prokes aku sediakan dan sepulang sekolah aku menyuruh untuk langsung mandi.Puji Tuhan sampe sekarang kesehatannya aman terkendali

Reply Delete
Avatar
rizhaa ১২/১/২২ ১:৫০ PM

senin depan anakku yg masih TK akan tatap muka mba, antara dekdekan tapi senang sih, akhirnya mereka bisa sosialisasi jug karena hakekatnya anak2 kan sedang bermain dan sosialisasi dgn teman sebaya. semoga semua lancar dan kondusif. aamiin

Reply Delete
Avatar
Siti Faridah ১২/১/২২ ৩:৫৪ PM

Daerah Kabupaten Kendal sudah mulai pembelajaran tatap muka mulai dari TK - SMK. Aku juga merasa senang karena anak-anak usia sekolah sudah mulai belajar di sekolah dengan pembelajaran tatap muka. Dan sudah dua minggu ini keponakanku sudah mulai pembelajaran tatap muka.

Reply Delete
Avatar
Marantina ১২/১/২২ ৪:১০ PM

Anakku udah dari November mulai PTM, mbak. Aku sih gak khawatir karena ventilasi udara di ruang kelas cukup, dan semua orang di kelas memakai masker.. Aku dukung banget nih anak-anak untuk kembali ke sekolah dengan catatan jumlah vaksinasi di negara kita pun terus meningkat, apalagi sebentar lagi program booster vaksin mau jalan

Reply Delete
Avatar
Akarui Cha ১৩/১/২২ ৭:১১ AM

Alhamdulillah ya Mba kalau sekolahnya taat prokes. Walau masih sedikit kecolongan saat penjemputan yang ramai. Bagaimana pun bisa sekolah tatap muka begini bakalan ngasih keseruan yang berbeda buat anak anak.

Reply Delete
Avatar
Gioveny Astaning Permana ১৩/১/২২ ১০:৩৯ AM

Anakku belum sekolah, tapi melihat anak-anak yg sudah PTM lagi rasanya ikut senang . Kebayang stress nya sih aku kalo belajar di rumah terus

Reply Delete
Avatar
Farida Asadi ১৫/১/২২ ১২:১৩ PM

Saya senang melihat anak-anak yang akhirnya bisa ke sekolah lagi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Bahagia juga saya melihat keponakan saya bisa berangkat sekolah tiap pagi.

Reply Delete
Avatar
Hida ১৫/১/২২ ৩:৫২ PM

Hai mbak. Anakku juga udah mulai PTM 100% nih. Yah mau gimana lagi ya, kalo online terus juga anaknya kesulitan mencerna pelajaran karena susah mendapatkan penjelasan detil dari gurunya secara online. Yang penting pihak sekolah melakukan prokes ketat selama PTM.

Reply Delete
Avatar
Dee_Arif ১৫/১/২২ ৪:৫১ PM

Alhamdulillah sekarang anak-anak bisa kembali belajar di sekolah ya mbak
Anak anak pasti senang bisa belajar bareng teman-temannya
Tapi tetap harus disiplin jaga protokol kesehatan ya mbak

Reply Delete
Avatar
dessy achieriny ১৫/১/২২ ১০:১২ PM

Anakku tgl 10 udh mulai PTM mbak, sempet November uji coba akhirnya gagal karena ada yg kena covid 7 orang. Baru mulai lagi sekarang. Happy bgt dia udh mulai belajar di sekolah. Semoga sehat2 terus. Udh bosen juga soalnya belajar di rumah kaya gak sekolah katanya.

Reply Delete
Avatar
Yuniari Nukti ১৬/১/২২ ৯:০৮ AM

Keponakanku SD dan SMP juga sudah mulai PTM, mbak. Durasinya cuma 2 jam dan jam masuknya sistem shift. Anak-anak ini gak boleh berangkat pulang sekolah sendiri, harus diantar wali murid sampai di depan gerbang. Mungkin untuk menghindari kerumunan kali, tapi jadi efektif gak ada buat anak-anak pulang sekolah trus main 😁

Reply Delete
Avatar
nabilla - bundabiya.com ১৬/১/২২ ৯:৩৭ AM

anak saya juga udah PTM bulan desember lalu, mba. besok nih mau mulai PTM 100% tapi dengan sistem shift. semoga aja lancar lah ya.. soalnya anakku belum 6 tahun jadi gak bisa vaksin dulu

Reply Delete
Avatar
Bibi Titi Teliti ১৬/১/২২ ১০:২৭ AM

Memang nih anak2 udah mulai tatap muka jadi bikin deg-degan yah mbaak
Anak2 sih kayaknya seneng2 aja karena udah bosen di rumah, paling emang harus diawasi terus aja prokes-nya yaaaah

Semoga kondisi semakin membaik dan anak2 kita sehat2 terus yah mbaaak

Reply Delete
Avatar
Dw ১৬/১/২২ ১১:২৭ AM

Kakak ayyas pinter ya bisa cepet beradaptasi dari belajar dirumah ke PTM semoga situasi kian membaik dan anak anak kita bisa belajar sama guru gurunya

Reply Delete
Avatar
sumiyati sapriasih ১৬/১/২২ ৩:৫২ PM

Saat ini anak anak sudah mulai belajar di sekolah, mereka lebih senang bisa tatap muka dengan guru dan bermain dengan teman temannya

Reply Delete
Avatar
Karimah Iffia Rahman ১৬/১/২২ ১০:১৭ PM

bener juga ya mom, jarang banget ada sekolah yang antisipasi sampai ke jam berangkat dan pulang sekolah harus nya dikasih jeda gitu kaya kalo naik pesawat sesuai urutan

Reply Delete
Avatar
Mporatne ১৬/১/২২ ১০:৫০ PM

Akhirnya bisa bangun pagi dan bikin sarapan. Ah sudah lama tidak kaya gini. Aktivitas sebelum Ptm seru repotnya

Reply Delete
Avatar
Sulung Siti Hanum ১৭/১/২২ ১২:১৬ AM

Adikku juga sudah mulai PTM sampai jam 12 siang. Anaknya sih senang karena bisa ketemu teman. Tapi aku sudah bilang bahwa prokes harus ketat ya karena pandemi belum selesai.

Reply Delete
Avatar
Fenni Bungsu ১৭/১/২২ ৫:১১ AM

Ponakan daku juga udah PTM dari awal Januari kemarin, meski deg-degan sih sama kondisi sekarang, tapi harus tetap semangat jaga kesehatan dan diri

Reply Delete
Avatar
Ainhy ১৭/১/২২ ৮:৫১ AM

Syukurlah, Sulawesi Selatan jga sdh mulai sekolah tatap muka. Semoga keadaan lebih membaik.

Reply Delete