Rencana Pensiun

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Rencana Pensiun



Dia tampak gelisah. Monitor komputer di meja kerjanya hanya dipandangnya saja. Sesekali ia menggerakkan mouse komputer miliknya. Tumpukan berkas yang harus ditanda tangani tergeletak belum di sentuh. “Saya mendadak mikir rencana pensiun saya,” kata Dia.

Kegelisahaan ini yang kemudian menuntutnya untuk berpikir alternatif pekerjaan lain sebelum memasuki masa pensiun. Namun mencari alternatif pekerjaan lain, tentu berarti keluar dari zona nyaman. Selama ini, ia terbiasa berangkat kerja langsung ke kantor. Begitu juga pulang kerja ia tak pernah mampir kemana-mana tapi langsung pulang ke rumah. “Tapi
saya yakin saya bisa keluar dari zona nyaman ini,” katanya.

Kepada sahabatnya, ia mengaku rekan kerja seusianya juga merasakan hal yang sama. Ada rekan kerjanya yang mulai investasi apartemen, investasi emas untuk masa depan hingga memiliki mini market. “Tapi ada juga yang masih mencari jawaban seperti saya ini,” ungkapnya.

Tapi Dia mengaku sudah berpikir beberapa alternatif  pekerjaan lain yang bisa dilakukan sebelum ia pensiun hingga pensiun kelak. Mulai dari usaha makanan, usaha kost-kostan hingga kontrakan. Dia pernah membuat keciput, makanan khas . Tanggapan yang diterima positif karena keciputnya dinilai enak. “Tapi membuatnya capek juga,” katanya sambil tersenyum.

Ada alternatif keinginan yang belum terlaksana. “Saya ingin membuat baso kerbau atau baso ikan,” katanya. Membuat baso kerbau bukan sesuatu yang mudah. Daging kerbau yang alot tentu membutuhkan pengolahan yang berbeda dengan daging sapi. “Namun ini unik dan masih belum ada yang mencoba,” katanya. Alternatif lain yang ingin dicoba adalah membuat bakso ikan. Membuat bakso ikan memiliki tantangan tersendiri. “Menghilangkan amis ikan tentu tak mudah,” tambahnya.

Dia hingga kini belum memutuskan, apa alternatif yang akan di pilih. “Saya akan berusaha untuk keluarga semampu saya,” tuturnya. Keputusan apapun yang akan diambil, akan dikomunikasikan dengan istrinya. “Aku berharap yang terbaik untuk masa depan kami sekeluarga,” katanya sambil tersenyum. (RA)

Đăng nhận xét