Tips Diet Bagi Ibu Hamil

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Tips Diet Bagi Ibu Hamil


Saat seorang wanita tengah hamil, kenaikan berat badan merupakan hal alami yang pasti terjadi. Hanya saja kenaikan berat badan tersebut dapat dikatakan normal atau pun tidak normal. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil yakni asupan gizi. Saat hamil, Ibu perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan agar janin yang dikandungnya senantiasa sehat. Agar tidak keliru, Ibu bisa mengikuti tips melakukan diet bagi ibu hamil.

Kenaikan Berat Badan Yang Disarankan
Sebelum membahas lebih jauh mengenai diet bagi ibu hamil, Ibu perlu memahami terlebih dahulu bahwa kenaikan berat badan pada wanita hamil berbeda antara satu dan yang lainnya. Hal itu dikarenakan berat badan awal pada satu wanita tidaklah sama. Untuk menentukan kenaikan berat badan pada ibu hamil, indikator yang digunakan adalah indeks masa tubuh (IMT).
 
Sumber foto : pixart
Pada ibu hamil dengan berat badan rendah atau ibu yang memiliki IMT kurang dari 18, kenaikan berat badan yang dianjurkan yakni 13-18 kg. Sedangkan pada ibu hamil yang memiliki berat badan normal atau IMT 18-24,9 kenaikan berat badan yang perlu dicapai adalah 11,5 kg-18 kg.

Untuk ibu hamil yang mengalami kelebihan berat badan dengan IMT 25-29,5, sebaiknya menambah berat badan sebanyak 7-11,5 kg dari berat badan awal. Sementara ibu yang mengalami obesitas tidak diperkenankan mengalami kenaikan berat badan lebih dari 9 kg dari berat awal dan setidaknya mengalami kenaikan berat badan sebesar 5 kg. Target kenaikan yang berbeda pada ibu hamil nantinya akan menjadi acuan untuk program diet yang tepat.

Diet Bagi Ibu Hamil
Apabila ibu hamil telah menerima dan memahami berapa kilogram kenaikan berat badan yang disarankan untuknya, selanjutnya program diet bisa direncanakan. Secara umum, diet pada ibu yang harus dilakukan yakni :

Konsumsi Makanan Sehat dan Berimbang
Hal yang perlu diperhatikan ketika tengah hamil adalah nutrisi makanan yang dikonsumsi. Asam folat, protein, zat besi, dan yodium adalah beberapa dari nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu semasa kehamilannya. Zat-zat ini membantu janin dalam rahim ibu tumbuh sehat tanpa kekurangan.

Saat menyusun menu makan untuk ibu hamil, pastikan makanan yang akan dikonsumsi mengandung zat-zat tersebut. Selain itu, ibu juga harus mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin dan mineral lain. Telur, daging, sereal, kacang-kacangan dan buah-buahan merupakan salah satu contoh makanan yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain itu anda juga mengonsumsi minuman sarang burung walet sebagai tambahan mengingat kandungannya yang kaya protein sehingga cocok untuk diet dan janin.

Sementara itu, untuk frekuensi makan pada ibu hamil adalah tiga kali sehari yang diselingi oleh cemilan sehat. Sedangkan pada ibu yang tengah memasuki trisemester kedua disarankan untuk mengurangi makanan yang mengandung banyak gas seperti brokoli dan kol. Hal ini dilakukan untuk mencegah perut begah.

Olahraga
Hamil bukanlah alasan untuk tidak berolahraga, justru ibu hamil disarankan untuk melakukan olahraga karena dapat melenturkan bagian yang digunakan untuk melahirkan. Namun, sebelum berolahraga, ada baiknya jika Ibu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan untuk menanyakan jenis olahraga apa saja yang diperkenankan. Sebab, ada beberapa ibu hamil yang kondisinya tidak memungkinkan untuk berolahraga.

Bagi ibu hamil yang berada dalam kondisi prima, beberapa olahraga yang disarankan yakni yoga, senam kegel, berenang atau berjalan kaki. Namun, apabila Ibu tidak kuat berolahraga berat, ganti dengan jalan kaki selama 10 menit setiap hari.

Perbanyak Konsumsi Air Putih
Ketika hamil ibu juga harus lebih memerhatikan asupan cairannya. Seringkali ibu hamil akan merasa kehausan karena suhu tubuhnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil.

Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya memperbanyak konsumsi air putih bukan minuman yang lain. Selain menyegarkan, dan membantu mencegah dehidrasi, air putih juga membantu menyerap nutrisi yang penting bagi ibu dan janin untuk selanjutnya akan diantarkan menuju plasenta.

Batasi Konsumsi Gula
Makanan manis merupakan hal yang menggiurkan bagi siapa pun termasuk ibu hamil. Meski tidak dilarang, konsumsi makanan yang mengandung gula atau glukosa tinggi harus dibatasi. Hal ini dikarenakan konsumsi makanan yang mengandung gula atau glukosa bisa menyebabkan gula darah ibu meningkat. Akibatnya Ibu bisa menderita diabetes kehamilan meski tidak memiliki riwayat diabetes.
               
Ketika hamil penyakit ini sangat berbahaya bagi janin yan dikandung ibu karena dapat mengakibatkan lahir cacat dan bahkan kematian. Tidak hanya itu, tingginya gula darah pada ibu hamil juga bisa menyebabkan janin yang dikandungnya mengalami obesitas.

Kenaikan berat badan selama kehamilan merupakan suatu yang wajar pada ibu hamil. Meski demikian Ibu harus tetap mengontrol berat badannya agar tidak berlebihan mau pun kekurangan.

Untuk itulah diet sangat penting bagi ibu hamil. Diet sendiri tidak berarti Ibu harus mengurangi porsi makan, sebaliknya diet merupakan pengaturan pola makan agar makanan yang dikonsumsi mengandung nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dan janinnya. Semua ini bertujuan agar janin yang dikandung ibu dapat terlahir dengan sehat dan sempurna.

13 ความคิดเห็น

Avatar
winda - dajourneys.com 19/5/63 14:33

saya waktu hamil malah disuruh makan terus mbak hahhaa karena bayinya kecil, dan saya mual2 terus selama 9 bulan, bahkan mau lahiran aja muntah dulu hahahaa

Reply Delete
Avatar
Dessy Achieriny 19/5/63 19:59

Dulu waktu lahiran anak pertama badanku kecil bgt, karena aku maunya normal jadi sama dokter kandungan disuruh jaga makan, yoga dan mengurangi konsumsi gula, supaya bayinya gak terlalu besar agar lebih mudah melahirkan karena pinggulku kecil.

Reply Delete
Avatar
iidyanie 19/5/63 23:18

Waktu hamil dulu saya kena diabetes tipe 2 karena ada pcos, memang membatasi asupan gula itu penting bgt biar tidak merembet ke komplikasi lainnya semasa hamil

Reply Delete
Avatar
Demia Kamil 20/5/63 09:38

terima kasih infonya ya mbak, bisa banget nih buat bekas kalo nanti hamil hihihi, biar nggak kebablasan juga berat badannya hehehe

Reply Delete
Avatar
Uchy Sudhanto 20/5/63 14:26

Kalau hamil malah bb aku turun tapi Alhamdulillah bb bayi malah nambah .

Reply Delete
Avatar
bundabiya.com 20/5/63 20:40

bumil kalo mau diet memang perlu konsul dokter dulu ya, mbak. soalnya memang kadang ada bumil yg malah susah naikin BB, tapi ada juga yang malah obes kayak aku dulu naiknya sampe 25 kg wkwk

Reply Delete
Avatar
Tuty Queen 21/5/63 04:42

noted mbak.. diet bukan ngurangi porsi makan ya tapi mengatur pola makan yang penting nutrisi tetap terjaga

Reply Delete
Avatar
YSalma 21/5/63 06:17

Saat hamil seorang calon ibu sebaiknya memang sudah memperhitungkan kenaikan berat badan ya, agar ga kebablasan naik.
Saya waktu hamil, anak dalam kandungannya gede, berat sy ga nambah banyak, alhasil waktu sy hamil kayak orang cacingan kata orang2.

Reply Delete
Avatar
Lita Chan Lai 21/5/63 08:26

hehe...hamil dambaan tiap wanita ya. untuk tetap sehat emang perlu banyak hal yg diperhatikan. meskipun belum pernah hamil, infonya bisa aku ingat2 buat nanti kalau hamil.

Reply Delete
Avatar
Herva Yulyanti 21/5/63 08:43

Waktu hamil Neyna suruh makan banyak ummi tp pas hamil Rayi BB drasti melonjak tajam hahaha sempet aku rem makan krn Rayi dalam seminggu naik setengah kilo wkwk

Reply Delete
Avatar
Nia K. Haryanto 21/5/63 10:43

Wah, aa juga ya ibu hamil yang berdiet. Tapi iya sih, banyak temen-temenku yang asalnya kurus, saat hamil jadi obesitas. Jadinya kena diabetes yang ibu hamil itu. Kalo aku sendiri, saat hamil itu justru saat yang pas. Enggak tahu kenapa, badanku kalo lagi hamil berasa terlihat pas, ya kecuali perutnya yang jadi besar. Pipi, tangan, dan yang lainnya, lemaknya gak kelihatan. Saat baru melahirkan, BB yang lebih, hilang bareng bayi yang ke luar. Nah baru, saat menyusui, BB naik lagi. Mulai di usia bayi 2-3 bulanan. Bengkak deh. Ngurusin laginya butuh bertahun-tahun. :D

Reply Delete
Avatar
Shyntako 26/5/63 15:29

dulu aku pas hamil emang ga terlalu perhatiin nih soal asupan makanan yang aku makan jadinya agak ambyaaar berat badan dan asli susah banget nuruninnya huhuhu, harus rajin konsul antara obgyn and dokter gizi juga kayanya ya

Reply Delete
Avatar
Nyi Penengah Dewanti 27/5/63 01:06

Mengembalikan badan biar tetep langsing kembali setelah melahirkan itu perjuangan ya mba katanya. Nah ini diet untuk bumil kudu bener-bener hati2 ya mba. Soalnya kan masih ada debaynya, biar konsumsinya tercukupi juga.

Reply Delete