Pengalaman Vaksinasi Covid Kedua

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Pengalaman Vaksinasi Covid Kedua


Alhamdulillah. Saya bersyukur tepatnya pada Selasa, 16 Maret 2021 saya telah selesai vaksinasi covid kedua. Sebetulnya ingin sekali langsung menuliskan pengalaman vaksinasi kedua ini langsung setelah di vaksin. Tapi apa daya tertunda. 


Saya ingin berbagi cerita tentang vaksinasi covid kedua ini. Awalnya sesuai pesan pendek, rencana vaksinasi dilaksanakan di Puskesmas Pasar Rebo, Jakarta Timur. Lokasinya tak jauh dari rumah saya. Dan rencananya dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2021 sekitar pukul 08.00-15.00 WIB. 




Tapi apa daya ketika ke Puskemas Pasar Rebo saat itu diinformasikan bahwa tak ada jadwal vaksin Sabtu. Hanya ada di hari kerja yakni Senin-Jumat. Kemudian dikabarkan lagi berdasarkan surat edaran oleh Dewan Pers, vaksinasi untuk jurnalis hanya bisa dilaksanakan di Gelora Bung Karno, Jakarta. Seperti tempat pelaksanaan vaksinasi pertama.  Baiklah. 


Pagi itu, 16 Maret 2021 saya berangkat pukul 05.30 WIB dari rumah ke stasiun Universitas Indonesia. Kemudian saya naik commuterline dan turun di stasiun Sudirman, Jakarta. Dari stasiun Sudirman saya memilih naik ojek online langsung ke Hall Lapangan Basket, Gelora Bung Karno, Jakarta. Saya kapok naik MRT karena dari pintu keluar ke Hall Lapangan Basket teryata jauh sekali untuk jalan kaki. 


Sekitar pukul 07.00 WIB saya tiba dan teryata sudah puluhan jurnalis tiba. Sebelum masuk, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan pakai masker. Awalnya kami diminta duduk di ruangan khusus sebelum bergerak ke ruang tunggu untuk mendapatkan nomor urut proses vaksinasi. 




Tak lama kemudian, kami diminta untuk maju dan duduk di ruangan lainnya yang lebih luas untuk mendapatkan nomor antrian. Saya bergerak agak cepat dan bersyukur dapat antrian di barisan kedua. Dan ini artinya lebih cepat untuk dilakukan proses vaksinasi. 


Kami diminta untuk menyiapkan screenshoot sertifikasi vaksinasi pertama. Kebetulan saya sudah print dan juga screenshoot bukti vaksinasi pertama. Selain itu juga diminta untuk menyiapkan KTP. 


Sekitar pukul 07.45 WIB, barisan pertama diminta maju ke ruangan lain untuk menunjukkan KTP serta bukti vaksinasi kedua. Setelah itu, diminta bergerak ke sebelah kanan untuk kebagian nomor urut. Alhamdulillah saya mendapat nomor urut nomor 23! Yes! Alhamdulilah. 



Kemudian kami diminta menungu lagi untuk proses validasi data. Tapi kami juga diminta untuk mengisi form kesehatan. Pengisian form dilakukan secara manual yakni menulis data diri serta memberi informasi soal kesehatan diri. Pas cek, saya tak bawa bolpoin. Duh udah lama nggak bawa bolpoin dan pinjam ke teman. Tapi setelah itu semprot disinfektan serta semprot tangan menggunakan hand sanitizer


Setelah itu, dilakukan proses validasi data di ruangan lainnya. Saya diminta ulang menunjukkan KTP, nomor antrian, serta dilakukan pengecekan nama. Saran saya, cek dengan benar penulisan nama mulai dari urutan nama serta huruf per huruf. 


Kami kemudian diminta untuk menuju ruangan tunggu sebelum dilakukan proses penyuntikan. Kurang dari 10 menit, saya masuk ke hall basker dan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Mulai dari suhu tubuh hingga tensi. Selain itu juga di tanya riwayat penyakit saya. Alhamdulillah selama ini saya sehat-sehat dan semoga selalu Allah berkati sehat. 


Saya kemudian diminta untuk bergeser ke meja samping untuk dilakukan proses penyuntikan. “Bu tunggu sebentar ya lagi proses persiapan vaksin dulu,” kata salah satu petugas. Mungkin karena saya datang awal jadi memang belum sepenuhnya siap. 


Setelah itu, saya sampaikan bahwa saya di vaksin di ruang tertutup saja seperti proses vaksinasi pertama. Awalnya petugas sampaikan bisa vaksinasi di tempat itu tapi karena ruangan terbuka, saya agak kurang nyaman dan kemudian saya di vaksin di ruangan tertutup. 




Beda dengan proses vaksinasi pertama, pas di suntik vaksin covid kedua, saya agak kaget. Akhirnya entah kenapa lengan kiri saya sakit. Pegal pula. “Ibu kenapa kaget?,” kata petugasnya. Saya juga nggak tahu kenapa saya kaget padahal sudah di ajak ngobrol petugasnya. Entahlah. 


Proses vaksinasi kemudian dilanjutkan masa observasi selama 30 menit. Pukul 08.30 WIB proses penyuntikan selesai dan saya diminta menungu bersama rekan jurnalis lainnya untuk mengetahui apakah ada dampak tertentu setelah di vaksin atau tidak.  Alhamdulillah 30 menit menunggu semuanya baik-baik saja dan saya pun pulang. 


Setelah Vaksinasi Covid Kedua Selesai 

Dalam perjalanan, saya haus banget. Saya minum air mineral segelas. Masih haus, saya beli minuman lain dan minum seperti orang kehausan. Saya nggak pernah merasakan ini sebelumnya. 

Ditambah lagi, saya lapar berat. Tiba di stasiun Pondok Cina Depok, saya memesan nasi padang. Lapar berat! Pulang rumah langsung beres-beres dan langsung makan satu porsi nasi padang habis. Padahal biasanya saya hanya sanggup nasi padang separuh. Habis makan, saya ngantuk. 

Sebetulnya dalam perjalanan pulang juga saya ngantuk. Tapi saya pikir karena saya mudah ngantuk jadi ya masih wajarlah. Akhirnya saya tidur pulas setiba di rumah. 


Tapi tidur saya sebetulnya tak nyenyak banget karena lengan kiri saya sakit dan pegal. Pegal karena seperti habis kerja angkat berat. Saya elus-elus lengan saya dengan harapan bentar lagi reda rasa sakitnya. 


Namun teryata tak terbukti. Tiga hari saya merasakan lengan kiri saya pegal dan sakit.  Saya olesin minyak kayu putih dan berasa badan kayak butuh dikerok oleh suami tercinta di hari ketiga setelah vaksinasi covid. Benar saja setelah dikerok, badan saya merah tandanya agak masuk angin. Saya minta olesin minyak kayu putih lagi dan saya tidur. Alhamdulillah besoknya sehat dan bugar. Terima kasih ya Allah. Terima kasih suamiku tercinta, Muah! 


Apakah setelah vaksinasi covid kedua saya abai terhadap penerapan protokol kesehatan? Tidak. Saya masih pakai masker jika bepergian luar rumah, rajin cuci tangan dan selalu berupaya menjaga jarak walaupun di commuterline agak sulit diwujudkan. Tapi ya namanya ikhtiar ya. 


Antibodi baru terbentuk 28 hari setelah vaksinasi covid kedua sehingga bagaimanapun harus tetap hati-hati. Dan kalaupun sudah vaksin bukan berarti tak bisa kena covid (naudzubillah semoga Allah jauhkan saya sekeluarga dari wabah ini) tapi ini untuk meminimalisir dampak. 


Pandemi ini masih ada. Dan kita semua tak tahu kapan pandemi wabah ini berakhir. Tapi saya percaya, ikhtiar untuk menjaga kesehatan harus dilakukan tanpa kompromi. Vaksinasi ini adalah bentuk perlindungan diri saya, keluarga dan orang lain. 


Semoga proses vaksinasi ini berjalan lancar dan merata. Dan semoga wabah virus corona ini segera berakhir. Aamiin … 


Semoga teman-teman yang membaca tulisan ini selalu diberikan perlindungan kesehatan oleh Allah SWT. Aamii


23 ความคิดเห็น

Avatar
diane 22/3/64 19:07

Ramai juga ya acara vaksinasinya kak.. di tempatku (puskesmas) relatif sepi.. entah mungkin karena tempat terpencil ya.. Sehat selalu ya kak pasca vaksin..

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres 24/3/64 10:06

Iya mba. Bismillah semoga bisa ya mba vaksin juga

Reply Delete
Avatar
nurul rahma 22/3/64 19:20

Ishh, kok mirip pengalaman Ibu mertua?
Beliau juga gampang lapaarr dan makin ngantuk-an pasca vaksin, Mba

Alhamdulillah, lancaaarrr jaya ya vaksinnya
semogaaa semua sehaaatt wal afiaatt :D

Reply Delete
Avatar
Mugniar 23/3/64 13:08

Alhamdulillah selesai juga divaksinnya, Mbak Alida. Dapat nomor urut 23, gak lama menunggu ya. Total proses selama di tempat vaksinasi berapa lama, Mbak Alida?

Reply Delete
Avatar
Andiyani Achmad 23/3/64 20:13

wah udah selesai dong ya mba Vaksin Covid-19 nya, alhamdulillah dilancarkan semuanya, dan diberi kesehatan juga.

Reply Delete
Avatar
@mirasahid 23/3/64 20:32

Di hari yang sama, aku juga ada di GBK, Mak. Tapi bukan untuk vaksin. Tapi efeknya memang begitu ya, temenku juga lemes, ngantuk, katanya. Semoga saja, aku bisa segera divaksin, aamiin

Reply Delete
Avatar
Dewi Rieka 24/3/64 09:48

Alhamdulillah, sudah lega ya Mbak sudah divaksin, bagus ruangannya dan tertib ya pelayanannya jadi tenang. semoga sehat selalu dan keadaan segera membaik setelah banyak yang divaksin...

Reply Delete
Avatar
lendyagasshi 24/3/64 16:29

Sehat-sehat selalu kak Alidaaa..
Senang sekali sudah mendapatkan hak vaksin dari negara sebagai jurnalis.
Aku belum sama sekali. Huhuu~
Yang diutamakan orangtua yaah... Jadi kudu sabar nunggu antrian.

Tapi tulisan kak Alida membuatku gak takut lagi sama vaksin.
Bismillah~

Reply Delete
Avatar
Alfa Kurnia - pojokmungil.com 24/3/64 17:27

Wah, alhamdulillah sudah dapat vaksin ya, Mbak. Saya masih menunggu jadwal masyarakat umum, semoga bisa secepatnya. Sehat-sehat, Mbak.

Reply Delete
Avatar
Hani S. 24/3/64 17:48

Alhamdulillah, aku ikut lega dan senang bacanya, semuanya dilancarkan ya Ummi Ayyas. Bismillah sehat-sehat selalu kita semua, dan yang sedang sakit Insya Allah disegerakan sembuh seperti sedia kala. Amiin Ya Rabb

Reply Delete
Avatar
Ophi Ziadah 24/3/64 19:29

alhamdulillah aku juga sudah vaksin kedua dan udah dpt sertifikatnya nih mba. beda sm yg pertama yg kedua aku sempat sakit kepala kayak ditusuk2 gt deh...tp alhamdulillah berkuarng setelah minum parasetamol

Reply Delete
Avatar
Rina s 24/3/64 20:05

Aamiin. Semoga kita selalu diberi kesehatan. Menunggu divaksin, eh tapi entah kapan ya...blm ada pendataan juga . Masyarakat umum mash lama ya

Reply Delete
Avatar
Rachmanita AdindaRara 24/3/64 21:01

Karena aku termasuk orang yang pernah mengalami tiroid jadi aku sendiri enggak termasuk yang boleh vaksin jadi aku belum pernah ngerasain namanya vaksin deh

Reply Delete
Avatar
Tian lustiana 24/3/64 21:17

Alhamdulillah sudah divaksin ya mbak, semoga sehat selalu. Aamiin. Seneng yah melihat ruangan dan pelayanannya.

Reply Delete
Avatar
Dee_Arif 24/3/64 21:46

wah senangnya sudah di vaksin mbak, semoga selalu sehat ya mbak
aku juga berharap bisa segera di vaksin nih

Reply Delete
Avatar
Utie. Adnu 24/3/64 22:10

Udah vaksin ya mba semoga semakin sehat2 ya.. katanya giliran Jakarta itu antar bulan Mei n Juni dpt inf dari rumah mamah.. semoga setelah vaksin Kita semua sehat dn yg terpenting pandemi berakhir

Reply Delete
Avatar
tantiamelia.com 24/3/64 22:37

Untuuung suami siaga langsung kerokin istri tercinta yaaa Lidha

Lega yah udah bisa vaksin

Reply Delete
Avatar
Adriana Dian 24/3/64 22:43

Wah alhamdulillah banget ya mak lida udah vaksin yang kedua.. semoga penyebaran distribusi vaksinasi ini bisa segera merata ke seluruh daerah tanah air yaaa

Reply Delete
Avatar
Rahmah 'Suka Nulis' Chemist 24/3/64 22:44

Aduh kakak sehat sehat ya
Saya vaksin pertama juga belum ada ini panggilan kapan
Katanya sih habis lebaran
Semoga bukan sekadar katanya

Reply Delete
Avatar
Liswanti Pertiwi (PenaLiswanti) 24/3/64 23:00

Ini seperti cerita pas suami dia ngantuk dan laper juga habis vaksin mba. Alhamdulillah vaksin dah selesai ya

Reply Delete
Avatar
April Hamsa | Parenting Blogger keluargahamsa.com 24/3/64 23:18

Yeaayy selamat lengkap vaksinnya. Eh tapi aku kepoh apakah vaksin covid akan ada pengulangan lg utk tahun2 berikutnya ya? Atau cukup dua dosis aja seumur hidup?
Gak sabar dapat giliran vaksin juga eui.
Iyes antibodinya gak langsung terbentuk ya, tapi di luar sana banyak org ngira setelah vaksin bakalan aman lho haha

Reply Delete
Avatar
Meykke Santoso 26/3/64 20:10

jadi setelah divaksin, gejala yang mba alami hanya pegal saja gitu ya Mba. Alhamdulillah sudah dapat kesempatan vaksin sampai vaksin kedua ya Mba. Saya vaksin pertama saja belum jadi masih suka deg deg an kalau pergi kemana mana

Reply Delete
Avatar
Hikmah khaerunnisa 28/3/64 07:38

Alhamdulillah ya mba. Aku salah satu yang tidak boleh vaksin karena hamil. Semoga sehat2 semua yaa..

Reply Delete