Menulis Cerpen Anak Bersama Hairi Yanti

Blog ini berisi tentang kisah perjalanan, catatan kuliner, kecantikan hingga gaya hidup. Semua ditulis dari sudut pandang penulis pribadi

Menulis Cerpen Anak Bersama Hairi Yanti

Memiliki kenalan yang bisa menulis cerita pendek, tentu menjadi sesuatu yang menggembirakan. Saya bisa belajar banyak hal tentang penulisan cerita pendek (cerpen). Maklum, saya tak pandai untuk menulis cerpen. Hihiii. Seperti kawan saya yang bernama Hairi Yanti. Di blognya www.hairiyanti.com, dia banyak menulis tentang dunia cerita pendek. Tagline yang diangkat singkat, namun bermakna. Adalah ‘Sepinggan Kata, Selaksa Rasa’ menjadi tagline yang ia usung. Sepinggan merupakan nama bandara di Kalimantan Timur. Menggapa Kalimantan Timur? Karena disanalah, ia tinggal. Namun, Sepinggan juga mengisyaratkan ketertarikannya pada kuliner. 

Kuliner dan menulis, adalah dua ketertarikannya terbesar. Dan itulah yang banyak ditulis di blognya. Tulisannya pernah dimuat di majalah Bobo, majalah Gadis, Kompas Anak, Koran Jakarta, Pikiran Rakyat, dan Tribun Kaltim. Ia juga pernah menerbitkan buku antologi Once More Ramadhan (Grasindo, 2014) dan Jejak Kaki Misterius (Lintang Indiva). 

Mba Hairi ini juga menyampaikan tips untuk menulis. Tak percaya? Mampirlah pada tulisannya berjudul ‘Menyusun Pointer untuk Menulis Cerpen. Pada tulisan itu, ia menuliskan bahwa pointer membantunya dalam menulis. Dalam blognya, ia menceritakan detil bagaimana pointer-pointer itu berawal hingga menjadi sebuah tulisan yang dibuat. Namun mba Hairi mengatakan, tak semua pointer harus menjadi panduand alam menulis. Terkadang, mba Hairi bahkan tak melirik pointer yang ia tulis karena jalan cerita sudah terekam dalam memori. 



Cerpen karya mba Hairi
Lalu, darimana ia belajar menulis? Mba Hairi sengaja menulis melalui berlajar di kelas online. Akhir tahun 2013, ia mendaftar menulis di kelas Penulis Tangguh di bawaj asuha, mba Nurhayati Pujiastuti.

Dan disana, ia mengikuti kelas menulis cerpen anak. Karyanya dikirim ke Kompas Anak dan dimuat delapan bulan kemudian. Mba Hairi kemudian mengikuti kelas Kurcaci bersama Bambang Irwanto. Saat mengikuti kelas ini, ia mendapat banyak ilmu tentang menulis hingga menembus media. 

Meskipun telah mahir menulis cerpen anak, ada satu keinginannya yang belum terwujud. Yakni menulIs novel remaja atau dewasa. Namun bukan berarti ia tak bisa menulis novel. Ia pernah menulis hingga 60 halaman. Hanya saja, tidak ada kata ‘selesai’ yang menjadi akhir sebuah tulisan. Ingin mengenal lebih banyak tentang mba Hairi? Mampirlah ke akun instagramnya : @hairiyanti, akun twitternya @yant165



24 ટિપ્પણીઓ

Avatar
Ety Abdoel 10/3/16 02:01 PM

Mba hairi produktif sekali menulis cerpen anak. Sering tembus Bobo pulak, keren.

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres 10/3/16 09:49 PM

Iyaa, mba Ety. Produktif dan mau berbagi :)

Reply Delete
Avatar
nova violita 10/3/16 03:54 PM

semoga cita2 jadi penulis novelnya terwujud..aamiin..

Reply Delete
Avatar
eskaningrum 10/3/16 06:11 PM

Wah aku jadi pingin belajar nulis cerpen krn klo sudah lahiran nanti dan resign dari kantor, aku pingin jadi penulis. Semoga bisa belajar dari mba hariyanti. ☺

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres 10/3/16 09:51 PM

Waah .. moga lahirannya lancar yaa mbaa. Sehat selamat. Bisa mba sambil menunggu waktu lahiran, bisa belajar menusli cerpen :)

Reply Delete
Avatar
Aprillia Ekasari 10/3/16 09:35 PM

Semoga keinginn Mbak Yanti menulis novel terwujud aamiin :)

Reply Delete
Avatar
Mugniar 10/3/16 09:52 PM

Tempat yangtepat buat belajar nulis cernak :)

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres 10/3/16 09:59 PM

Bener banget, mba Niar. Fokus banget :)

Reply Delete
Avatar
Hairi Yanti 11/3/16 02:03 AM

Makasiiiiih, Mbak. Senangnya dapat banyak doa di sini. Terima kasih teman-teman. Semoga impian teman-teman juga bisa terwujud. Aamiin :-)

Reply Delete
Avatar
Hallo, Ransey! 11/3/16 07:23 PM

keren sekali.. jadi pengen ikut belajar juga nih mbak :)

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres 13/3/16 09:20 AM

Iyaa, mba Ranika. Yuk sama2 berlajar. Hihii

Reply Delete
Avatar
Dewi Elsawati 12/3/16 10:42 AM

Cita-cita saya dulu jadi penulis cerpen supaya tulisan saya bisa dibaca banyak orang. Cuman kalau mau publish di majalah mesti diseleksi dulu, ya. Berbeda dengan ngeblog tulisan apa pun bisa langsung terpublish dan dibaca siapa saja.

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres 13/3/16 09:21 AM

Bener, mba Dewi. Kalau di media cetak, seleksinya ketat. Jadi kalau bisa dimuat pasti senang banget :)

Reply Delete
Avatar
Diah Woro Susanti 12/3/16 05:51 PM

Wah, kereeen.. :)
Bisa nembus media cetak itu bagus banget lho, smoga segera deh bisa nulis novelnya ya

Reply Delete
Avatar
Bayik 13/3/16 01:25 PM

Inspiratif... seandainya saya bisa konsisten belajar dan menulis seperti Mbak Hairi... jadi semangat lagi nih! Kalau Mbak Hairi bisa, saya pasti bisa juga :)

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres 14/3/16 01:04 PM

Bener,. Yuk, sama2 belajar :)

Reply Delete
Avatar
Ratna Dewi 14/3/16 08:37 PM

Semoga cita-cita kepenulisan Mbak hairi Yanti bisa tercapai ya, dan semoga aku juga bisa belajar langsung menulis cernak dari beliau.

Reply Delete
Avatar
Rach Alida Bahaweres 16/3/16 07:51 PM

Aamiin doanyaa, mba Ratna. :)

Reply Delete