Theme Layout

[Rightsidebar]

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

yes

Dark or Light Style

[Light]

Berkat Bimbingan Guru


Berkat Bimbingan Guru

Jika sebelumnya saya menulis ucapan terima kasih kepada guru saya. Kali ini saya ingin mengucapan terima kami kepada bunda-bunda saat Ayyas masih duduk di Taman Kanak-Kanak (TK) Al Biruni. Kepada guru di TK, saya memanggilnya Bunda, Ayyas belajar banyak hal. Bunda di TK Ayyas sangat memperhatikan Ayyas. Kasih sayang yang diberikan kepada Ayyas begitu tulus. Bunda pun sangat responsif untuk melaporkan perkembangan Ayyas di sekolah. Pernah suatu hari, Ayyas mimisan di sekolah. Guru dengan sigap langsung menyampaikan ke saya saat saya menjemput Ayyas. Walaupun Ayyas belum bisa membaca saat TK, tidak ada paksaan yang Ayyas terima. Ini sesuai dengan yang saya dan suami inginkan. TK adalah sarana untuk bermain dan bergembira.


Baca selengkapnya »
by
0 Comments
Terima Kasih , Guru

Terima Kasih , Guru

Tulisan ini adalah rangkaian ucapan terima kasih saya di hari Guru tanggal 25 November. P ertama, saya ingin berterima kasih guru Bahasa Indonesia saya saat duduk di kelas 3 SMA. Beliaulah yang menyadari keinginan saya untuk menulis. Kepada saya, dia berkata,”Alida, jadilah jurnalis. Kamu senang sekali menulis”. Dan atas dukunganya pula saya kemudian memilih menjadi jurnalis. Walaupun, kegemaran saya menulis sudah muncul sejak kelas 2 sekolah dasar. Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Zaenal Arifin Emka, dosen saya di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan . Dosen saya ini yang mengajarkan menjadi jurnalis yang lurus dan berdedikasi. Saya ingat usai shalat dzuhur di mushala kampus saya bertanya kepadanya tentang sulitnya menjadi jurnalis yang ‘lurus’ serta tidak menerima amplop. Pak Zaenal berucap,”Mungkin tak banyak. Tapi kita harus bisa”. Mungkin Pak Zaenal lupa dengan kalimat ini. Tapi saya masih mengingatnya, hingga kini.    Saya ingin ber

Baca selengkapnya »
Everest, Perjuangan Pendaki Bertahan Hidup

Everest, Perjuangan Pendaki Bertahan Hidup

Saya termasuk golongan penikmat film berdasarkan kisah nyata. Film berdasarkan kisah nyata yang terakhir saya nonton adalah film berjudul ‘Everest  yang bercerita tentang kisah nyata tragedi pendakian tahun 1996. Kisah ini menceritakan ekspedisi yang dipimpin Robert Edwin Hall Hall (Jason Clarke) melalui Adventure.Mereka menemani para pendaki yang memiliki tujuan berbeda untuk mendaki gunung Everest pada Februari 1996. Para pendaki itu adalah Michael Groom (Thomas W. Wright), Harold (Martin Henderson), Dough Hansen (John Hawkes), Yasuko Namba (Naoko Mori), Beck Weathers (Josh Brolin) serta jurnalis Jon Krakuer (Michael Kelly). Kala Yasuko Namba (Naoko Mori) ditanya alasan mendaki Everest ia menjawab singkat. “Saya sudah mendaki enam gunung, saya ingin ke tujuh,” katanya. Rob memiliki satu janji kepada istrinya Jan Hall (Keira Knightley), pulang untuk melihat anaknya lahir.

Baca selengkapnya »
Saya, Emak dan Pendidikan

Saya, Emak dan Pendidikan

Menimba ilmu hingga perguruan tinggi menjadi keinginan saya. Dan tentu juga keinginan kedua orangtua. Papa saya hanya mampu menjadi sarjana muda. Sedangkan mama hanyalah lulusan SMA. Mama saya sempat kuliah, namun tak sampai selesai. Saat kuliah jurusan Jurnalistisk di Perguruan Tinggi Swasta, terbersit keinginan saya untuk melanjutkan kuliah hingga pascasarjana. Namun, tawaran bekerja freelance , membuat saya kemudian memilih bekerja sambil kuliah. Dari sinilah saya merasakan sulitnya mencari uang. Kesulitan itu membuat saya memilih satu tekad. “Saya akan kuliah lagi hanya dengan uang pribadi saya atau beasiswa,” ucap saya tahun 20 0 1.  Keinginan kuliah pascasarjana, masih saya pendam dalam kurun waktu yang lama. Tahun 2005, saat lulus sebagai sarjana jurnalistik, saya bertemu buku yang menginspirasi dan mendukung keinginan saya. Judul buku ini sederhana. Emak. Buku ini ditulis dengan cara bertutur, dengan bahasa yang ringan dan mengalir. Buku yang ditulis oleh Daoed Joesoef m

Baca selengkapnya »
Enaknya Choco Chips Banana Bread ...

Enaknya Choco Chips Banana Bread ...

Jumat malam kemarin, hujan tiada henti. Nah saat cuaca dingin, entah kenapa ingin sekali selalu ngemil . Tapi, ngemil apa yah? Pagi hari saya sudah memasak mpek-mpek dos kesukaan Ayyas. Hmm ... masak apa lagi ya?  Kayaknya asyik juga kalau makan kue sambil minum teh. Tapi malas juga kalau harus masak kue yang ribet. Bongkar-bongkar resep, akhirnya saya nemu resep mudah tanpa perlu mixer. Cukup mengaduk dengan spatula. Nama resepnya “Choco chips Banana Bread” ala Yoana Anandita. Resep ini saya dapat di grup Natural Cooking Club (NCC). Kebetulan bahan-bahannya hampir semua ada semua di rumah. Apalagi bahan utamanya, yakni pisang, baru saja saya beli hari Kamis.  Resep Choco Chips Banana Bread   : Bahan : 125 ml minyak 225 gram gula pasir 2 butir telur ayam 5 buah pisang ambon matang kerok halus Tepung serba guna 1 sdt baking soda (saya skip) ½ sdt baking powder 3 sdm susu tawar (saya skip karena lupa. Hihii) ½ sdt van

Baca selengkapnya »
FesmedAJI, Kegiatan Cerdas Memilih Media
Uncategorized

FesmedAJI, Kegiatan Cerdas Memilih Media

  Ingin menjadi presenter? Belajar tentang dokumentasi kreatif? Atau mengikuti kelas kreatif?. Datanglah di Festival Media (FesmedAJI) yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada 14-15 November di Kampus Unika Atmajaya jalan Jenderal Sudirman No 51. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh AJI. Tahun ini, tema yang dipilih menurut saya sangat menarik yakni “Cerdas Memilih Media”. AJI dalam festival ini berharap masyarakat semakin cerdas memilih sumber informasi yang sesuai fakta. Banyaknya informasi yang diterima terkadang menimbulkan pertanyaan, “ini fakta atau rekayasa?”. Beragam kegiatan mulai dari talkshow, pameran, hingga beraneka perlombaan ada di acara ini. Narasumber yang dihadirkan dalam FesmedAJI adalah mereka yang berpengalaman di bidangnya. Misalnya pada talkshow “Menjadi Presenter”, ada dua narasumber yakni Najwa Shihab dan Aiman Wicaksono yang dihadirkan. Kedua narasumber ini katanya akan memberikan tips-tips menjadi p

Baca selengkapnya »
Kesaksian Korban Kekerasan Seksual 1965
Uncategorized

Kesaksian Korban Kekerasan Seksual 1965

Mendengarkan video ini dari youtube  Kesaksian seorang perempuan berusia 70 tahun di Pengadilan Rakyat Internasional mengenai peristiwa 1965 di Den Haag, Belanda. Dia dipaksa mengaku sebagai simpatisan PKI atau anggota Gerwani.  Ibu itu berkata : Saya merenungi, mengapa saya dapat perlakukan seperti ini. Setelah tiga hari, saya di keluarkan di bawa ke kantor. Kembali pertanyaan yang sama, kamu kenal lelaki ini tidak. Saya tidak punya jawaban yang lain. Saya tidak kenal pak, tidak kenal. Lalu saya disuruh pilih, kamu mengaku terkait gerilya politik atau saya ditelanjangi. Akhirnya kami ditelanjangi, disaksikan mereka. Lalu laki-laki itu juga ditanya, seperti saat kami bertemu. Akhirnya kami disuruh memilih, kamu pilih, kamu pilih mengaku kenal dan melakukan gerakan gerilya politik atau kamu saya telanjangi. tetapi toh akhirnya kami ditelanjangi. Dalam keadaan saling telanjang disaksikan mereka yang ada di situ. Kami ditanya, tanyakan lagi, kalian memilih, saya po

Baca selengkapnya »
[name=Rach Alida Bahaweres] [img=https://2.bp.blogspot.com/-nU7vyrF6_rE/WWw9fpyD9kI/AAAAAAAADWA/7zfkXenvrN8MH6Q4lAACPTciMJaet1lGACLcBGAs/w345-h245-c/Alida.png] [description= Saya Alida. Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com] (facebook=https://www.facebook.com/rach.bahaweres) (twitter=https://twitter.com/lidbahaweres) (instagram=https://www.instagram.com/lidbahaweres)

Follow @lidbahaweres