Theme Layout

[Rightsidebar]

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

yes

Dark or Light Style

[Light]

Ujung Genteng Memang Paling Ujung


Ujung Genteng Memang Paling Ujung

Kemanakah saat liburan dua hari? Di waktu yang sesingkat itu, Ujung Genteng mungkin bisa menjadi salah satu alternatif tujuan berwisata bersama keluarga. Terpesona foto indahnya Ujung Genteng di berbagai blog, membuat saya sekeluarga pun memutuskan segera ke Ujung Genteng. Untuk mencapai Ujung Genteng, kami menggunakan fasilitas Wave sebagai penunjuk arah.

Saat di pintu tol, diinformasikan jika pintu tol Puncak Ciawi tutup. Akhirnya, kami memutuskan melalui rute Sukabumi-Pelabuhan Ratu-Ujung Genteng. Walaupun hari itu longweekend (15-17 Agustus 2015), jalanan lancar. Tak ada kemacetan sepanjang jalan. Namun kendala perjalanan baru diperoleh saat menempuh perjalanan dari Lido menuju Sukabumi. Jalan dari Lido menuju Sukabumi teryata macet total. Beberapa kendaraan pun berbalik arah. Termasuk kami yang kemudian memutuskan melalui jalur alternatif Sukabumi. 
 




Namun, perjalanan jalur alternatif luar biasa berkelok. Tanjakan dan turunan hampir kami temui sepanjang perjalanan. Apabila kami menggunakan mobil manual, ini tentu tidak menjadi masalah. Tapi menggunakan mobil matic 1200 cc di tanjakan? Wah, bikin hati berdebar-debar. Apalagi saat suami berkata “Duh, bisa nggak ya tanjakannya?”. Alhasil, saya pun semakin deg-degan. Posisi tangan kiri suami sudah siap-siap ke gigi rendah. Karena selama melaju di kendaraan rata, posisi gigi di D. Dan memang benar, saat tanjakan, mobil pun tampak mengeluarkan suara khasnya. Saat tanjakan berhasil dilampui kami pun serentak mengucapkan “Alhamdulillah”. Saat jalur turunan, suami pede mengenderai kendaraan. Kami pun tenang-tenang saja.

Jalur yang kami tempuh kebanyakan adalah hutan dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Jarak antara rumah saling berjauhan. Mungkin karena lahan yang masih banyak kosong. Pukul 14.00 WIB, kami sekeluarga tiba di Pelabuhan Ratu. Usai makan dan shalat ashar, mobil pun melaju hingga Ujung Genteng. Dan, pukul 16.00 WIB, kami pun tiba di Ujung Genteng






Ekspektasinya bisa bekejar-kejaran di pasir putih di antara deburan ombak sambil menikmati semilir angin. Tapi, sepanjang pantai lebih banyak terlihat karang. Laut sedang surut saat kami tiba. Jarak antara bibir pantai dengan darat pun jauh. Kami harus melewati jalan berkarang sambil sesekali memandang ke bawah, kuatir menginjak makhluk laut.

Baca selengkapnya »
by
0 Comments

Sekolah Dasar Ayyas

Senin, 27 Juli 2015, hari pertama Ayyas masuk sekolah dasar di kawasan Depok, Jawa Barat. Beberapa minggu sebelum masuk sekolah dasar, saya dan Ayyas mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan yang harus dibawa di sekolah. Jumlahnya tak sedikit. Ada 19 item yang harus dipersiapan dan di bawa untuk diletakkan di kelas. Mulai dari baju ganti, sikat gigi, berbagai peralatan menulis, gunting, kertas origami, kuas, crayon dan sebagainnya. Berbagai peralatan itu, dimasukkan di dalam keranjang yang nanti diletakkan di laci tempat duduk sekolah. Malam sebelum masuk sekolah, semua peralatan itu saya masukkan dengan rapi di tas. Saya merasa beruntung bisa menemani Ayyas di hari pertama masuk sekolah. Di depan pintu masuk sekolah, kepala sekolah dan beberapa guru sudah menunggu orangtua dan murid yang masuk sekolah. Ayyas awalnya terlihat kaku. Tak ada senyum di wajahnya saat masuk sekolah. Kemungkinan dia masih belum merasa nyaman di sekolah baru. Saya menemani dia saya dan teman-temannya

Baca selengkapnya »
Nikmatnya Kukis

Nikmatnya Kukis

Masak apa ya? Itu sekelebat pertanyaan yang terlintas di kepala saya. Nah, Rabu, 24 Mei saya dan Ayyas memilih memasak Kukis Hias. Namanya hias, berarti harusnya ada hiasan beraneka warna. Nah, niat saya memang demikian, tapi ah lihat nanti. Akhirnyaaa, saya pun hanya memasak kukis dan tanpa di hias icing sugar. Hahhaaa. Ah, sudahlah, yang penting bahannya nggak banyak dan membuatnya pun tak sulit. Kali ini, saya memakai resep Kukis Hias ala Fatmah Bahalwan.  Kukis Hias oleh Fatmah Bahalwan Bahan Kukis 100 gram gula halus 300 gram mentega 4 butir kuning telur 500 gram tepung terigu protein sedang 20 gram maizena 1 sdt vanila essens (saya skip) Cara membuatnya : 1.        Kocok mentega dan gula halus hingga lembut. 2.        Masukkan kuning telur satu per satu dan dikocok lagi hingga tercampur rata 3.        Masukkan terigu, maizena dan vanila, aduk rata sampai bisa dibentuk. Bila adonan masih lunak, tambahkan terigu 1-3 sdm. 4.        Giling a

Baca selengkapnya »
[name=Rach Alida Bahaweres] [img=https://2.bp.blogspot.com/-nU7vyrF6_rE/WWw9fpyD9kI/AAAAAAAADWA/7zfkXenvrN8MH6Q4lAACPTciMJaet1lGACLcBGAs/w345-h245-c/Alida.png] [description= Saya Alida. Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com] (facebook=https://www.facebook.com/rach.bahaweres) (twitter=https://twitter.com/lidbahaweres) (instagram=https://www.instagram.com/lidbahaweres)

Follow @lidbahaweres