Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Jelajah 5 Pulau dalam Sehari di Belitung

Kamis, April 05, 2018


Indonesia memiliki pesona kekayaan alam yang luar biasa indah. Gunung-gunungnya menjulang tinggi. Pantainya bersih dan lautan luas yang mempesona seolah tak pernah berhenti membuat saya selalu bersyukur atas nikmat alam yang diberikanNya.

Setiap kali saya berkunjung ke suatu daerah, saya selalu berusaha untuk bisa menikmati kekayaan alam yang indah. Termasuk saat saya berkunjung ke Belitung pada 6-8 Oktober 2017 bersama suami dan anak.


Jelajah Belitung

Belitung sebetulnya sudah menjadi salah tempat tujuan wisata yang ingin kami sekeluarga kunjungi. Mengapa Belitung? Karena Belitung memiliki wisata alam terutama pemandangan pantai dan laut yang indah. Belitung juga terkenal dengan batu-batu raksasa yang menjadi ikon Belitung.

Saat ke Belitung, saya berkesempatan menjelajah 5 pulau dalam sehari. Penjelajahan itu dilakukan pada hari kedua kedatangan saya ke Belitung, tepatnya 7 Oktober pukul 2017. Malam harinya, kami diminta untuk menyiapkan satu stel pakaian ganti karena akan basah-basahan selama penjelajahan 5 pulau itu. “Dari hotel langsung pakai baju yang siap basah ya biar tak perlu ganti lagi,” kata Reggy, pemandu wisata kami.

Jelajah Belitung
Kondisi kapal perahu yang saya tumpangi
Keesokan harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, kami sudah berkumpul di Pantai Tanjung Kelayang. Jarak antara pantai dengan tempat penginapan kami sekitar setengah jam. Sekitar 35 orang kemudian berkumpul di pinggir pantai. Semilir angin sepoi-sepoi, deburan bunyi ombak seolah memangil kami untuk segera menjelajah.

Masing-masing peserta rombongan kemudian mendapat satu jaket pelampung berwarna orange yang wajib digunakan selama penjelajahan berlangsung. Ukuran jaket pelampung bervariasi. Ada yang ukuran anak-anak, S, hingga XL. Setelah jaket pelampung dipastikan telah terpasang dengan sempurna, lantunan doa serta wejangan singkat agar kegiatan jelajah 5 pulau di Belitung itu berjalan dengan baik.

Ada 5 pulau yang dijelajahi yakni :

1.       Pulau Batu Berlayar
2.       Pulau Batu Meriam
3.       Pulau Burung
4.       Pulau Lengkuas
5.       Pulau Kelayang

Rombongan kemudian menaiki kapal motor sederhana yang mampu menampung hingga 30 orang. Kami duduk saling berhadap-hadapan. Sesekali terdengar tawa yang membuat suasana cair.

Saya memandang lautan yang biru mempesona. Puluhan air berwarna-warni berenang menikmati keindahan laut. “Ingat, jangan sesekali buang sampah di laut. Sampah dimasukkan ke kantong plastik yang telah disediakan. Jaga keindahan laut sama-sama ya,” kata Reggy mengingatkan.

Jelajah Belitung
Perahu-perahu yang bersandar di pulau
Setelah menempuh perjalanan laut selama hampir setengah jam, dari kejauhan tampak puluhan batu granit putih berukuran raksasa tegak berdiri ditengah laut. Diperkirakan, tinggi batu granit itu sekitar 10 meter. Pasirnya putih bersih. Pulau Batu Berlayar yang merupakan tujuan pertama,  tampak dipenuhi wisatawan yang terpesona dengan keindahan pulau. Konon, pulau ini dinamakan pulau berlayar karena ketika air pasang, dari jauh seperti kapal yang berlayar.

Jelajah Belitung
Pemandangan Pulau Batu Berlayar dari atas kapal
Saya kira ada benar juga karena batu-batu granit berukuran raksasa yang menjulang ke atas itu seperti tiang-tiang layar kapal. Sedangkan batu granit yang posisinya horisontal itu seperti ujung kapal. Pasir-pasir putihnya sekilas tertutup birunya lautan.

Wisatawan yang datang lebih banyak sibuk mengabadikan keindahan pulau. Ada yang selfie bersama teman serombongan. Ada juga lebih asyik memilih keindahan pulau. Saya lebih banyak menemani Ayyas menikmati indahnya birunya laut dan putihnya pasir. Oh ya, kami juga mencoba menaiki batu-batu granit putih. Penasaran juga ingin melihat keindahan pulau dari ketinggian. Dan teryata memang indah.

Jelajah Belitung


Jelajah Belitung
Batu-batu granit yang raksasa
Perjalanan dari Pulau Batu Meriam ke Pulau Kelayang
Sekitar setengah jam kami berada di pulau itu dan kemudian kembali menaiki kapal dan berlayar menuju tujuan pulau kedua yakni Pulau Batu Meriam. “Ada satu batu yang bentuknya seperti ...,” kata Reggy sambil berkata pelan seolah berbisik.

 “Seperti apa?,” saya dan teman-teman kompak bertanya.

“Ah ntar lihat saja sendiri. Nggak enak saya sebutnya. Ada anak kecil,” katanya sambil lihat ke arah Ayyas yang memang menjadi peserta termuda di rombongan itu.


Saking penasaran, saya bertanya ke arah suami. “Emang apaan sih, Bap?,” kata saya. Suami juga penasaran trus pas lihat ke arah pulau dia langsung berkata pelan, “Lihat ke arah kanan” katanya. Pas saya menoleh, saya pun paham apa yang dimaksud pemandu wisata saya itu.

Teryata batu granit yang dimaksud adalah batu granit berukuran raksasa yang berbentuk seperti alat kelamin pria. Mmmhh pantesan .... Eh ya, saya nggak fotoin  batu granit yang dimaksud ya ... 


Jangan lupa berfoto :)
Dan karena bentuknya seperti itu, batu granit ini yang paling banyak dikunjungi untuk sekedar foto. Saya lihat ada wisatawan asing yang dipaksa duduk dengan posisi kedua kaki dibuka lebar dan batu granit itu berada di tengah. Tapi ada juga yang dengan senang hati berpose dengan aneka gaya di antara batu granit ajaib itu.

Jelajah Belitung
Pulau Burung dari kejauhan 
Selain keunikan batu granit itu, pulau Batu Meriam adalah pulau yang sangat indah karena memiliki lautan yang bersih serta pasir putihnya. Jumlah batu-batu granit yang ada pun ukurannya ada yang tak terlalu besar sehingga kita bisa dengan mudah naik dan berfotoan dari atas batu itu.

Jelajah Belitung
Tiba di Pulau Burung
Kapal perahu bersandar di pulau Burung
Setelah asyik mengeksplorasi pulau Batu Meriam selama setengah jam, kami pun melanjutkan perjalanan ke pulau ketiga yakni Pulau Burung. Jika dua pulau sebelumnya tergolong lebih ramai, di Pulau Burung sangat sepi. Bahkan, kami satu-satunya rombongan yang perahunya berlabuh di pulau itu. Di pulau ini juga tampak hutan yang dipenuhi beraneka pohon yang menjulang tinggi.

Jelajah Belitung
Hayuk lompat rame-rame
Sepanjang mata memandang, hanyalah tampak pasir putih yang sangat bersih dan indah. Saya sempat foto loncat berdua bersama suami. Ayyas memilih mengubur badannya di pasir putih yang bersih. Setelah itu, ia memilih berenang dan bermain air.

 “Eh, ada bintang laut,” kata suami. Kemudian bintang laut diangkat sekitar setengah menit untuk ditunjukkan kepada Ayyas. Itu pertama kali Ayyas melihat bintang laut berukuran besar secara langsung. Setelah dilihat, bintang laut itu kemudian dikembalikan ke laut. 


Jelajah Belitung
Memotret bintang laut
Terjebak Hujan Badai di Pulau Lengkuas
Cuaca yang mendadak mendung membuat kami kemudian memilih makan siang diatas perahu. Tak lama kemudian, hujan pun turun. Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Lengkuas. Pulau ini sangat menonjol dengan mercusuar setinggi 62 meter peninggalan Belanda sejak tahun 1882. Mercusuar ini masih berfungsi untuk memantau lalu lintas kapal yang lewat maupun masuk ke pulau Belitung.

Angin semakin kencang dan cuaca tampak tak bersahabat. “Kita harus segera berteduh karena hujan,” kata Reggy sang pemandu. Kami kemudian diturunkan di pulau Lengkuas dan kapal kemudian ke tengah laut. Setelah kapal pergi, saya baru sadar kalau tas yang berisi pakaian ganti Ayyas terdapat di kapal itu.

Jelajah Belitung
Suasana yang tampak mendung

Di bawah mercusuar terdapat ruangan-ruangan yang tertutup. Kami kemudian memilih istirahat di luar ruangan beratap itu. Tapi tak hanya kami saja tapi puluhan orang pun tampak berteduh dari derasnya hujan. Angin kencang dan hujan turun sangatlah lebat. Ayyas tertidur dalam pangkuan saya. Bapak dan mas Ghaffar berusaha menutupi Ayyas agar tak terlalu terkena percikan hujan.

Di pulau Lengkuas ini lebih tampak kehidupan di bandingkan pulau-pulau lain. Mengapa? Karena banyak penjual makanan dan warung-warung sederhana. Makanan dan minuman yang dijual sederhana saja seperti mie instan, kopi dan teh dan aneka gorengan. Jadi, sebaiknya kalau ke laut juga membawa uang yang dimasukkan di dalam plastik ya sehingga bisa membeli makanan ringan.

Hujan hampir satu jam itu entah mengapa terasa begitu lama. Setelah hujan reda, kami kemudian kembali menaiki kapal dan menuju spot berenang. Spot berenang yang kami tuju hanya sekitar 10 menit dari Pulau Lengkuas.

Bapak berenang di spot terdekat pulau Lengkuas
Ramai sekali kan yang menikmati lautan
Pemilihan spot ini tepat karena dari atas kapal sudah tampak ratusan ikan warna-warni  beraneka ukuran. Karang-karangnya pun masih terlihat indah. Beberapa orang tampak memberikan makanan ikan.


Masing-masing orang diberikan jas pelampung dan perlengkapan snorkeling. Ayyas yang awalnya mengaku kedinginan lama-lama tergoda untuk menikmati pemandangan bawah laut yang luar biasa indah. Ombak sesekali menghampiri kami yang masih tampak kagum dengan keindahan alam yang dimiliki. Oh ya, bagi yang ingin foto underwater juga bisa memanfaatkan momen ini.

Selama hampir setengah jam kami menikmati pemandangan air bawah laut. Jujur, sebetulnya pengen lebih lama menikmati lagi namun karena hari semakin sore, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke pulau terakhir yakni pulau Kelayang.

Ummi, Bapak, Ayyas dan Mas Ghaffar berpose
Jarak antara pulau Lengkuas dan pulau Kelayang ini letaknya di sebelah pulau Lengkuas. Karena hampir semua peserta sudah kelelahan, tak semuanya turun ke pulau. Saya menyempatkan diri turun dan sekedar berfoto menikmati keindahan pulau. Pulau ini adalah pulau kelima atau pulau terakhir yang kami tuju. Pulau yang sangat sepi namun kebersihannya sangat terjaga.

Dalam perjalanan pulang, saya tak henti-hentinya berhenti bersyukur atas segala keindahan Belitung yang sangat mengagumkan. Pantainya yang indah, tiupan angin sepoi-sepoi, lautnya yang biru bersih dan pasir putih serta batu-batu granit raksasa merupakan perpaduan yang luar biasa. Jelajah pulau ini selesai pada pukul 16.00 WIB. Jadi total hampir 7 jam kami menjelajah pulau di Belitung. Sangat mengesankan.  

Dengan segala keindahan yang dmiliki Belitung, tak heran Belitung menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Jika teman-teman tertarik mengunjungi Belitung, bisa menggunakan pesawat dari Jakarta dan mendarat di bandara H.S di Tanjung Pandan, Belitung. Jarak tempuhnya hanya satu jam saja!

Untuk mendapatkan tiket pesawat juga mudah. Langsung saja unduh dan pasang aplikasi Skycanner di smartphone dan manfaatkan layanan fitur info harga untuk update informasi pesawat setiap hari. 


Bisa memilih tanggal keberangkatan sesuai harga yang termurah
Aplikasi mobile Skycanner ini terdiri dari berbagai fitur menarik seperti :
  • Bagan : untuk melihat hari atau bulan dengan harga tiket pesawat termurah
  • Info harga : untuk mengetahui harga tiket pesawat
  • Ke mana saja :  untuk mendapatkan penawaran dan inspirasi terbaik
  • Penelurusan terkini untuk : mengakses dari ponsel, tablet dan komputer
  • Perjalanan akhir pekan : menemukan harga tiket pesawat murah untuk liburan akhir pekan
  • Top Deals : Jelajahi penawaran tiket pesawat murah dengan tujuan domestik dan internasional
  • Pantau Penerbangan : Pantau penerbangan sehingga mudah ditemukan
  • Hotel dan Mobil : Sinkronisasi hotel dan mobil dengan penerbangan sehingga memudahkan
  • Rating Penerbangan : informasi penerbangan terbaik dengan sistem penilaian yang menggunakan kode warna
  • Tips Perjalanan : Informasi tentang harga termudarh, perkiraan waktu tiba dan masih banyak lagi

Harga pesawat Garuda dari Jakarta menuju Belitung Pulang Pergi 
Skycanner ini adalah perusahaan pencarian travel global yang menawarkan jasa pencarian penerbangan, hotel dan penyewaan kendaraan di seluruh dunia. Skycanner dirintis pada tahun 2003 dan hadir dalam 30 bahasa. Tidak ada biaya tersembunyi atau biaya tambahan sehingga kita bisa mendapatkan penawaran terbaik setiap hari.
Yuk gabung Skycanner
Skycanner ini memudahkan untuk menemukan destinasi yang akan dituju. Selain ke Tanjung Pandan, masih banyak pilihan tempat wisata yang bisa dikunjungi. Oh ya, harga tiket pesawat Garuda Indonesia juga sering promo, jadi jangan lewatkan kesempatan ini ya. Apalagi Indonesia memiliki banyak pilihan tempat wisata yang sayang jika tak dikunjungi. Selamat menjelajah!  

Facebook: Skyscanner Indonesia
Instagram: @skyscannerindonesia

Twitter: @skyscannerID

*Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner
32 komentar on " Jelajah 5 Pulau dalam Sehari di Belitung"
  1. Ihhh mantap mbak. Kalo boleh tau, ini harus rombongan rame2 atau bisa sendirian buat jalan kesini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sendiri pun bisa tapi sistemnya ikut yang open trip ya mba :)

      Hapus
  2. Aku merinding banget deh mba lida..lihat banyaak bgt kekayaan alam indonesia..di belitung aja ada banyak..belum daerah2 lainnya..luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah benar-benar karunia Allah ya mba LIngga :)

      Hapus
  3. Kalau pulau yang lokasi laskar pelangi yang mana ya, mbak? Trus jadi penasaran sama batu yang dimaksud. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa aku sempat berkunjung juga ke lokasi syutign laskar pelangi, mba. Lokasinya masih di kota Belitung, mba. Bukan di kepulauan :)

      Hapus
  4. liburan ini ikut travel kah mbaa? wah aplikasinya kerenn, download argh meaki belum tahu kapan bisa traveling hahahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba aku ikut travel. Hayuk download aplikasi ini dan bisa traveling. Biar mupeng juga pengen traveling :p

      Hapus
  5. Seruuu ya mba, bisa keliling banyak pulau dengan keluarga. Apalagi bs nyebur bareng, yihaaa. Seneng liatnya :D Semoga kelak aku bs menginjakkan kaki di bumi Allah yg lebih luas, menikmati berbagai pulau, pantai, daratan lautan apalaaah hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya alhamdulillah mba. Aamin semog aterwujud keinginannya yaa mba ;)

      Hapus
  6. Ngeliat foto2nya aja kepingin bngt ke Belitung,, impian sama keluarga nih traveling d sini next bisa y aplg pesan tiketnya lewat skyscanner

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamin smoga bisa ke Belitung ya mba :)

      Hapus
  7. Fotonha keren2 dan bikin mupeng banget mba. Kapan ya bisa travelling kesini. Skrg pesan tiket di skysacnner jd gampang ya..

    BalasHapus
  8. Huaaaa, jadi kangen island hoping di Belitung. Seru ya mba snorkeling dan seharian main air. Terus makan siangnya seafood waaa sedyaaap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah jadi lapar dan makan siang nya soalnya emang enaakk

      Hapus
  9. pernah kesana juga, mba. Duh kangennya <3 pengen lagi deh kesana.

    BalasHapus
  10. pengen banget ke Belitung...banyak ya pulaunyaa

    BalasHapus
  11. Seruuuu banget ke Belitung! Makasih mbak ulasannya, jadi tau di 5 pulau itu ada kegiatan apa aja hehe.

    BalasHapus
  12. Belitung selalu menawan ya Mba Lidha, aku belum pernah ke sana. Semoga bisa ke sana main kalau ada rejeki, apalagi pulaunya Indah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mba. Emang indah sekali pulaunyaa

      Hapus
  13. serunya bisa nge trip rame2 bareng keluarga ya mb

    BalasHapus
  14. Mba Farah lagi nggak ikut ya trip kali ini. Asyik ya Ayyas bisa berenang di beberapa pulau. Walau sempat terjeda juga ya, Mba, karena hujan. Trip selanjutnya siap diajak Ummi nih Ayyas naik Garuda, haha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa kan mba Farah pas kuliah, mba :)
      Aaamiin semoga terwujud yaa :*

      Hapus
  15. saya belum pernah ke Belitung, jadi kangen sama laut, suka sama pulau batu berlayarnya

    BalasHapus
  16. Kapan2 kudu ke Belitung nih. Penasaran sama pulau lengkuas dan mercusuarnya

    BalasHapus
  17. Waktu ke Belitung aku gk jelajah pulau, cukup bersenang2 di pantai tj. Kelayang dan tj. Tinggi aja. Hihj

    BalasHapus
  18. Takjub aku sama batunya. Besar sekali ya kayanya.

    BalasHapus

Auto Post Signature

Auto Post  Signature