Sabtu, September 30, 2017

Perempuan Sehat, Ayo Deteksi Dini untuk Cegah Kanker Serviks di Prodia Women’s Health Center

“Kenapa sih Ummi nggak mau pap smear?,” kata suami.
“Ummi takut sakit,” kata saya.
“Loh, pap smear itu kan mencegah agar tak sakit. Kenapa malah takut pap smear. Aneh,” ungkap suami.   

Memang aneh ketika takut terkena kanker serviks tapi malah tak mau pap smear. Padahal pap smear dan vaksin HPV merupakan bentuk deteksi dini untuk mencegah kanker serviks. Tapi itulah yang saya alami beberapa tahun lalu. Saat itu, saya takut pap smear padahal saya tahu bahwa kanker serviks adalah penyakit yang merenggut nyawa mama dan nenek saya.

Kanker serviks merupakan kanker nomor 1 yang menyerang perempuan. Kanker serviks disebabkan oleh virus human papilloma (HPV) tipe resiko tinggi. Infeksi HPV tipe resiko tinggi dalam jangka waktu lama menyebabkan materi genetik HPV menyusup ke dalam sel serviks menyebabkan perubahan sifat sel menjadi kanker. Proses dari infeksi menjadi kanker membutuhkan waktu antara 15-20 tahun. 
Deteksi dini untuk cegah kanker serviks di Prodia Women's Heallth Center

Rabu, September 27, 2017

Inovasi FWD Life Melalui FWD Hackathon 2017

Selama dua hari, Sabtu-Minggu 23-24 September 2017 saya menghadiri FWD Hackathon 2017 yang dilaksanakan di Wisma Barito Pacific, Jakarta Barat. Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WIB saya tiba di Wisma Barito. Dari luar ruangan, kondisi tampak sangat sepi. Tapi saat memasuki ruangan, puluhan orang tampak memenuhi ruangan tempat berlangsungnya kegiatan FWD Hackathon 2017. Ada dua ruangan yang digunakan pada pelaksanaan FWD Hackathon 2017 itu. Satu ruangan yang berisi puluhan kursi dan sebuah panggung dengan banner raksasa. Dan satu ruangan lagi yang berisi kursi-kursi dan meja yang diletakkan berdasarkan kelompok.

Ajang FWD Hackahton 2017 merupakan terobosan yang dilakukan PT FWD Life Indonesia sebagai perusahaan pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia. Saya pernah beberapa kali mengikuti dan menulis tentang berbagai inovasi yang dilakukan oleh FWD Life. Sebagai sebuah perusahaan asuransi yang berbasis digital, FWD memiliki visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan adanya pemanfaatan di bidang teknologi digital diharapkan generasi muda dapat menciptakan inovasi terbaiknya dalam menciptakan ekosistem digital sekaligus membangun era asuransi jiwa digital.

Diskusi selama FWD Hackathon 2017

Selasa, September 26, 2017

Menikmati 7 Oleh-Oleh Khas dari 7 Kota di Indonesia

Berkunjung ke berbagai tempat di Indonesia tak lengkap rasanya jika tak membeli oleh-oleh khas daerah yang dikunjungi. Termasuk saya yang hampir selalu berburu oleh-oleh khas dimanapun saya berkunjung. Oleh-oleh tak hanya untuk saya konsumsi bersama keluarga. Tetapi juga untuk tetangga dan teman kantor.

Bahkan, saya pernah hampir ketinggalan pesawat gara-gara berburu oleh-oleh. Konyol sih, tapi ini terjadi. Semua bermula saat saya berkunjung ke Bukittinggi. Saat akan kembali ke Jakarta, saya meminta sopir mobil sewaan mengantar saya terlebih dahulu untuk mencari oleh-oleh berupa rendang daging. “Nanti ada bu dekat bandara di Padang,” kata sopir itu. Perjalanan dari Bukittinggi ke bandara yang terletak di Padang memakan waktu hingga dua jam. Selama perjalanan, saya hanya mampir di satu toko di Bukittinggi untuk membeli oleh-oleh lain. Teryata, perjalanan macet parah. Tak hanya itu saja, toko yang direkomendasikan teryata tak lagi menjual rendang. “Tenang bu. Kita cari lagi,” kata pak sopir. Beberapa kali datang teryata tak menjual rendang yang saya inginkan. Rata-rata hanya menjual rendang telur. Tanpa saya sadari, waktu check in pesawat hampir habis. Akhirnya saya memutuskan tak membeli oleh-oleh yang saya inginkan daripada harus terlambat naik pesawat.
Sebelum membeli oleh-oleh, ada beberapa tips yang seringkali saya lakukan yakni :

Saya dan Omiyago

Senin, September 25, 2017

Kerjasama Bancassurance FWD Life dan Bank BTN

Saya pernah menulis tentang masih minimnya nasabah asuransi di Indonesia. Asuransi masih menjadi produk keuangan yang enggan didekati. Bahkan mendengar nama asuransi saja sudah membuat sebagian orang ‘alergi’. Jika bicara data, dari 261 juta penduduk Indonesia, hanya 2,7 persen saja yang menjadi nasabah asuransi. Jumlah yang sangat kecil kan?

Padahal banyak sekali manfaat yang dirasakan jika menggunakan asuransi jiwa. Siapa yang bisa menjamin hidup kita terlindungi dengan baik jika perlindungan jiwa belum kita miliki? Apalagi untuk melindungi keluarga tercinta. Salah satu bentuk perlindungan kepada keluarga dan diri yang bisa dilakukan adalah memberikan perlindungan ke keluarga dalam bentuk asuransi.