Jumat, April 07, 2017

Mau Lancar Berbahasa Inggris? Lakukan Cara-Cara Ini!

Saya senang jika mendengar ada yang berbahasa Inggris dengan fasih. Apalagi ucapan bahasa Inggris yang disampaikan dengan penuh percaya diri dan lancar. Pernah saat naik commuterline, saya mendengar ada yang asyik bercakap-cakap dengan bahasa Inggris. Pas saya cari asal suara, teryata seorang anak muda sedang bercakap dengan seorang turis. Anak muda itu fasih menjelaskan bahasa Inggris tentang sistem transportasi di Indonesia.

Sekarang, banyak perusahaan yang memberikan apresiasi lebih jika ada karyawannya mahir berbahasa Inggris. Nah karyawan seperti itu yang kerap kali dikirim ke luar negeri untuk menghadiri kegiatan yang teryata sangat bermanfaat bagi perkembangan diri. Bahasa inggris merupakan bahasa yang banyak dipakai di berbagai belahan dunia. Penggunaan bahasa inggris juga sering digunakan di lingkungan kerja sampai kehidupan sehari-hari kita. Alhasil, banyak yang kemudian berlomba-lomba untuk dapat belajar bahasa Inggris.
 
Sumber foto : pixabay.com

Rabu, April 05, 2017

Menjaga Kesehatan dari Lingkungan Berdebu dan Kotor


Saya adalah pengguna angkutan umum. Setiap hari, berangkat dan pulang kantor saya menggunakan kendaraan umum. Dari rumah, saya menggunakan sepeda motor. Tahu sendirilah menggunakan sepeda motor ini berpotensi sekali terkena debu kotor. Apalagi jalan yang saya lewati adalah jalan raya yang sangat penuh lalu lalang kendaraan.

Biasanya saya memilih untuk menggunakan masker atau penutup muka agar debu tak menempel. Tapi seringkali tidak digunakan karena terlupa. Jika ini yang terjadi, muka saya bakalan kotor dan penuh debu.  Lingkungan yang berdebu dan kotor tak hanya saat naik motor saja. Saat berjalan kaki dari stasiun ke kantor, saya harus terpapar debu yang terbawa angin. Apalagi kalau banyak angkutan umum yang ngetem di depan pasar Palmerah (tempat saya lewati), asap knalpotnya benar-benar menyiksa.  Berulangkali saya mencoba untuk menghalau agar debu tak langsung terpapar pada diri saya, tapi tak mudah.
Olahraga untuk Menjaga Kesehatan. Sumber : pixabay

Selasa, April 04, 2017

Kampanye Easy Gembira Membuat Hati Gembira

Sudah lama sekali menyukai kegiatan olahraga. Setelah olahraga, badan terasa lebih  ringan dan segar. Saat masih jaman SMA hingga kuliah saya masih mengikuti olahraga bela diri agar tubuh selalu fit. Bahkan masih mengikuti kejuaraan hingga ke luar kota. Setelah menikah, kegiatan olahraga bela diri hampir tak pernah saya ikuti. Sebetulnya ingin kembali olahraga bela diri seperti masih belum menikah. Tapi entah mengapa terasa agak segan. Badan sudah terasa tak segesit dulu. Cari tempat olahraga bela diri yang dekat rumah pun tak mudah. Kalau pun ada, jaraknya lebih jauh dan olahraganya di malam hari. Bagi ibu bekerja seperti saya, benar-benar harus dapat mengatur waktu.

“Ummi coba cari aktifitas olahraga lain aja,” kata suami. Saya kemudian beralih ke olahraga senam. Saya membeli baju olahraga hingga sepatu khusus olahraga. Dulu saya selalu berangkat senam dengan tetangga yang kebetulan juga senang olahraga senam. Awal-awal saya masih giat berolahraga. Datang tepat waktu dan selalu semangat mengikuti gerakan sesuai irama. Badan juga jadi lebih enteng dan wajah saya lebih berseri. #Ehem ..
Sumber foto : brilio.net
Semuanya kemudian berubah saat asisten rumah tangga (ART) mengucapkan satu kalimat yang selama ini menjadi momok ibu bekerja. Enam tahun bekerja kemudian suatu saat ia berkata, “Bu, saya ijin nggak kerja dengan ibu,” katanya sambil nangis. Saya sempat menanyakan alasan mengapa dia keluar. Tapi dia hanya diam. Walau sudah dirayu agar dia kembali bekerja, tapi tetap saja tak mengubah pendirian. Dia tetap keukeuh keluar. “Waduh, kegiatan senam jadi terancam nih,” kata saya kala itu.

Dan benar saja. Keluarnya ART saya berimbas panjang. Pekerjaan rumah tangga terabaikan. Saya yang biasanya hanya membantu ia memasak dan mengurus anak saat di rumah kini harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang bagi saya menyulitkan. Pekerjaan rumah tangga itu bernama mencuci. Untuk urusan setrika saya serahkan ke suami yang lebih merasa hasil setrikaan dirinya lebih tapi daripada saya.

Ribet kan?. Sumber foto : brilio.net
Saat libur kerja saya mencuci baju di pagi hari. Ada pakaian yang saya cuci di mesin cuci. Tapi ada juga pakaian yang harus dikucek. Tapi tetap saja menghabiskan waktu. Misalnya nih, bangun pagi langsung saya memasukkan baju ke mesin cuci dan merendam baju-baju kotor di ember. Namun saya nggak bisa meninggalkan pakaian kotor begitu saja. Mau nggak mau ya harus ditungguin. Baju kotor harus dikucek dan ini tentu menghabiskan waktu. Terkadang sudah merendam baju dengan harapan noda-noda bandel menghilang. Eh malah gagal. Noda-nodanya masih tetap lengket di baju. Mau tak mau ya harus berulangkali di kucek agar noda bandel beneran hilang.Walau menggunakan mesin cuci pun, noda bandel pun masih tetap ada. Bete kan? Iya pasti. Bisa makan waktu hampir satu jam untuk membersikan baju kotor 5 anggota keluarga.

Oke, itu baru satu proses. Setelah mencuci, otomatis harus dibilas kan? Nah untuk proses membilas ini pun menghabiskan waktu. Mulai dari mengisi air di ember saja sudah membutuhkan 10 menit. Lalu baju harus dibilas dua hingga tiga kali agar benar-benar bersih. Kegiatan mencuci benar-benar menghabiskan tenaga dan waktu.

Dampaknya saya menjadi tak bersemangat untuk mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Terkadang urusan masak saya serahkan ke suami yang juga amat senang masak (Terima kasih, Bap!). Tapi ya tentu saja tak setiap hari suami saya masak sehingga saya pun harus ‘turun dapur’. Jadi, boro-boro mau olahraga!. Waktu saya kemudian lebih banyak di urusan mencuci baju, membersihkan rumah. Pekerjaan rumah tangga tak kunjung habis!. Namun hidup bukankah selalu penuh perjuangan? #Ehem.  

Suatu hari saat berbelanja bulanan bersama suami, saya ditawari deterjen Easy, deterjen unggulan asal Jepang persembahan PT Kao Indonesia. “Bu, pakai deterjen ini bersihnya jadi lebih enteng,” kata Mba SPG berpromosi. “Kok bisa?,” kata saya. Sebetulnya saya pura-pura cuek tapi saya ingin bebas dari kegiatan mencuci yang menghabiskan tenaga. Jadi ya saya dengarkan saja Mba SPG itu menjelaskan panjang lebar. Jadi kata si Mbak, dengan mengggunakan deterjen Easy hanya cukup satu kali tuang, satu kali kucek dan satu kali bilas. “Satu kali bilas ini setara dengan tiga kali bilas deterjen lain. Mencuci pakaian serasa dibantu kekuatan 10 tangan,” kata si Mbak SPG.

“Wah, kalau pakai deterjen Easy mencuci jadi lebih enteng sehingga saya bisa olahraga lagi,” pikir saya. Setelah mengucapkan terima kasih karena penjelasannya, saya pun langsung membeli deterjen Easy. Sampai di rumah, saya langsung mempraktekkan penjelasan Mba SPG itu. Saya pisahkan baju berwarna lalu saya tuang Easy satu kali, saya kucek sekali dan bilas sekali. Hasilnya? Pakaian lebih bersih dan lebih cepat dilakukan. Bohong banget kan kalau saya tak gembira dengan hasil yang memuaskan seperti ini?.

Bahagia karena pekerjaan mencuci menjadi lebih enteng
Nah, sisa waktu yang saya miliki kemudian saya gunakan untuk mengikuti kegiatan “Easy Gembira”. Kegiatan Easy Gembira ini merupakan kampanye Easy Gerakan Mencuci Gembira. Dari mana saya bisa tahu kampanye ini?. Ya berkat media sosial dan media televisi dan media online saya jadi tahu bahwa Maret 2017, PT Kao Indonesia memperkenalkan kampanye ini. Kampanye ini berfokus pada pemberdayaan perempuan. Jadi, perempuan bisa dapat memaanfaatkan waktu luangnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para perempuan agar dapat meluangkan waktu luangnya dengan menikmati kegiatan olahraga yang menyenangkan seperti senam Easy Gembira yang gerakannya fun, easy dan impactful.

Kegembiraan Ibu-Ibu Juara 2 dari Pasar Manggis. Sumber foto : Facebook Easy Gembira
Kampanye Easy Gembira ini menghadirkan kompetisi senam yang mempertandingkan sekitar 4000 perempuan di 20 titik di Jakarta. Kegiatan ini didukung langsung oleh artis dan instruktur senam profesional yakni Liza Natalia. Liza Natalia saat diwawancara media mengatakan bahwa saat diajak bekerja sama, ia dan tim langsung setuju dan sangat antusias untuk memberikan dukungan. “Apalagi senam sudah menjadi passion sekaligus keahlian saya,” kata Liza Natalia.

Associate Vice President Fabric & Home Care PT Kao Indonesia, Susilowati, mengatakan bahwa perempuan cerdas menggunakan waktu luangnya untuk melakukan kegiatan aktualisasi diri terutama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran. Nah, program ini teryata juga mendapat dukungan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara. 

Dukungannya nyata :)
Kompetisi senam Easy Gembira ini nantinya akan mempertandingkan perwakilan para grup pemenang dari 20 titik itu pada tingkat final yang rencanannya akan diselenggarakan pada tanggal 9 April 217 di Mall Artha Gading, Jakarta Utara.

Penasaran, saya langsung membuka laman Facebook Easy Gembira (@easygembira) yang berisikan proses kompetisi serta foto-foto kegiatan. Di laman facebook itu tampak ibu-ibu bergembira senam bersama sambil mengikuti gerakan Easy Gembira. Setelah senam, mereka pun tampak asyik berfoto-foto bersama rekan-rekannya. Tak ada tampang murung atau gelisah karena semuanya tampak bahagia. Saya ingin kebahagiaan itu menular kepada saya sehingga saya memilih untuk menonton langsung video tutorial yang diajarkan langsung oleh Liza Natalia.


Irama musiknya menurut saya pas. Tak terlalu cepat dan tak terlalu lama. Gerakannya pun mudah dilakukan dan dilakukan berulang sehingga tak ada kesulitan menghafal gerakan itu. Lalu bagaimana dengan liriknya? Liriknya pas dengan kampanye yang saat ini dilakukan PT Kao Indonesia bahwa cucian enteng dan hati pun menjadi gembira. Kuatir tak bisa mengikuti gerakan? Tenang saja, di video itu juga ada step by step gerakan Easy Gembira.

Setelah mengikuti gerakan senam itu, hati menjadi gembira karena salah satu manfaat olahraga selain untuk kesehatan, juga untuk kegembiraan. Apalagi jika dilakukan secara bersama-sama. Hati yang gembira teryata menular pada keseharian. Saya melakukan kegiatan rumah tangga lainnya dengan semangat. Tak hanya itu saja, tubuh yang sehat juga membuat saya bisa melakukan kegiatan lainnya seperti ngeblog atau bermain bersama anak. Saya merasa semakin bahagia ketika suatu hari suami berkata,”Ummi sekarang makin bahagia”. Ehem .. Ehem .. Yap, semua berkat Easy. Mencuci menjadi lebih enteng sehingga bisa melakukan kegiatan olahraga yang membuat hati gembira dan bahagia.

Apa yang teman lakukan agar pekerjaan rumah tangga dilakukan dengan hati gembira?