Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Lawan Neuropati Sekarang Juga!

Selasa, Februari 28, 2017
Telepon dari Ibu Da, adik papa, membuat saya terpukul. “Chi, Ibu Mem kena stroke,” kata tante saya yang tinggal di Makassar. Chi adalah panggilan keluarga kepada saya. Bagian tangan kiri dan kaki kiri Ibu Mem tak bisa digerakkan karena adanya gangguan syaraf. Seminggu kemudian, saya langsung terbang ke Ambon untuk menengoknya.

Tiba di Ambon, saya melihatnya hanya bisa berbaring di atas ranjang. Tangisnya pun tumpah saat melihat saya. Perasaan saya berkecamuk antara sedih namun berusaha untuk tetap senyum agar Ibu Mem tak semakin terpukul. Saya melihat tangan kirinya sama sekali tak bisa digerakkan. Beberapa kali ia berusaha untuk mengerakkan tak berhasil. Tangan yang dulu menggendong saya ketika kecil, tak dapat digerakkan. Kaki yang dulu berjalan bersama saya, kini mengalami kesulitan. Selama di Ambon, saya mengamati terapi demi terapi yang dilakukan semakin menunjukkan kemajuan.

Sumber foto : pixabay.com

Petualangan Kuliner Indonesia yang Menggugah Selera

Jumat, Februari 24, 2017
Salah satu kesukaan saya adalah travelling. Travelling membuat saya semakin bersyukur dan bangga terlahir dan besar di Indonesia. Saya berkeliling karena urusan pekerjaan, organisasi, mengajar, keluarga atau sekedar jalan-jalan saja. Saya bersyukur, mayoritas daerah pernah saya kunjungi, kecuali Kalimantan. Satu hal yang tak pernah saya lupa saat berkeliling adalah menciptakan aneka kuliner daerah yang saya kunjungi. Setiap daerah memiliki ciri khas kuliner yang berbeda-beda, unik dan rasanya tentu lezat.

Posisi Indonesia yang sangat strategis membuat Indonesia kaya akan hasil alam terutama bahan makanan. Dari segi agultural, kondisi Indonesia yang subur membuat Indonesia menjadi incaran. Hasil laut juga menjadi komoditas yang tinggi karena letak strategis yang membuat Indonesia kaya beragam jenis fauna dan flora. Kuliner yang kerap ditemui adalah perwujudan juliner tradisional yang digunakan sebagai gaya hidup sekaligus kebutuhan akan makanan, yakni wisata kuliner.


Sensasi Makan Papeda dan Kuah Ikan Kuning di Ambon

Kamis, Februari 23, 2017
Saat ke Ambon awal bulan lalu, saya bersama adik papa yang biasanya saya panggil Amy At, berkeliling kota Ambon. Seperti biasa, setiap datang ke Ambon, saya tak pernah melewatkan menikmati aneka kuliner khas Ambon.

Nah saat ke Ambon, setelah berkeliling kota Ambon, perut terasa lapar. “Amy At yuk makan,” kata saya. “Mau makanan Ambon?,” kata Amy At. Hayukk, siapa takut!. Motor kemudian melaju ke kawasan Soabali, Kota Ambon. Tak ada tanda pengenal berupa papan nama rumah makan. 

Ini pertama kali saya makan di rumah makan itu. Walaupun 17 tahun tinggal di Ambon, saya belum pernah ke rumah makan ini. Bahkan ketika saya meninggalkan Ambon, dan berulangkali ke Ambon. Rumah makannya di desain sederhana. Di dalamnya tertata rapi meja makan dan kursi plastik. Di sebelah kiri, terletak lemari kaca berbentuk L. Di dalam lemari kaca itu, tersaji aneka makanan khas Ambon yang mengugah selera. Mulai dari ketela rebus hingga singkong rebus. Nah aneka makanan ini disajikan bersama aneka sayuran seperti tumis bunga pepaya hingga urap-urapan. Untuk lauknya, tersedia aneka ikan yang diolah dan dijamin bakalan ngiler.

Soft Opening Dr Nurul Clinic : Medical, Aesthetic & Spa

Rabu, Februari 22, 2017
Kulit wajah saya terlihat agak kusam. Saya nggak tahu kenapa. Belakangan seperti ada belang di pipi. Pengen ke klinik kecantikan. Belum ada pilihan. Akhirnya saya memilih untuk facial seperti biasa saja agar kotoran di wajah tak semakin menumpuk. “Andaikan ada klinik kecantikan yang tak jauh dari rumah,” pikir saya.

Dr Nurul di klinik DNC 

Datang ke Ambon, Jangan Lupa Mampir ke Gong Perdamaian

Jumat, Februari 17, 2017
Ketika saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Ambon pada awal bulan Februari 2017, saya sudah mengagendakan untuk mampir ke Gong Perdamaian. Sebelumnya, dua kali datang ke Ambon, saya melewatkan rencana mampir ke Gong Perdamaian. Sebelumnya, tahun 2010 saya datang ke Gong Perdamaian, Ambon. Gong Perdamaian ini terletak di Taman Pelita, Ambon. 

Saat kedatangan saya Februari 2017, saya datang diantar Amy At (Adiknya papa). Kebetulan, Amy At yang menemani saya selama berkeliling kota Ambon. “Chici pengen kemana?,” katanya. “Antar ke Gong Perdamaian ya,” kata saya ke Amy At. Dengan menggunakan sepeda motor kesayangannya, kami pun meluncur. Motor diparkir di Lapangan Merdeka, Ambon. Lapangan Merdeka posisinya berseberangan dengan Gong Perdamaian. Pas waktu itu saya ke Lapangan Merdeka, saya lihat kondisi lapangannya semakin baik ya. Panggungnya juga lebih megah dan ada ukiran khas Ambon. Selain itu ada tulisan Ambon Manis di pinggir lapangan. Lapangan Merdeka merupakan lapangan terbesar di kota Ambon dan menjadi tempat beraneka kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Ciee yang jalan sendirian :)

Perfect Selfie dengan Vivo V5Plus, Smartphone Pertama di Dunia dengan Dual Front Camera

Sabtu, Februari 11, 2017
Kini, banyak orang yang membeli smartphone, pasti memilih smartphone yang memiliki kemampuan yang mumpuni. Lalu, siapa juga yang tak tergiur dengan smartphone yang memiliki dual kamera?. Awalnya saya tak percaya bahwa ada smartphone yang memiliki dual kamera. Nah, rasa penasaran saya terjawab saat menghadiri launching produk terbaru Vivo yang menggusung konsep ‘Camera and Music’.     

Tepatnya Jumat, 10 Februari 2017, saya menghadiri launching produk terbaru Vivo yakni Vivo V5Plus di Ballroom Lantai 3 Ritz Calton, Pacific Place, Jakarta. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh ratusan orang. Tak hanya Vivo fans saja, melainkan selebriti sosmed dan media.

Brand Ambassador Vivo V5 Plus, Afgan Syahreza dan Pevita Pearch

Salah Jurusan? Yuk Baca Buku Unstoppable Hopes

Selasa, Februari 07, 2017
Pernahkah teman merasa salah mengambil jurusan kuliah? Dan hal ini baru disadari pada saat selesai kuliah. Lalu, ketika selesai kuliah munculah penyesalan demi penyesalan karena apa yang dilakukan tidak tepat. Pernahkah merasa demikian?.

Syukurlah saya tidak berada dalam kelompok itu. Mengapa saya bersyukur? Karena sejak saya SMP saya sudah mengetahui ketertarikan saya pada suatu bidang dan ketika SMA saya semakin mantap dengan pilihan saya untuk kuliah. Saya juga bersyukur orangtua saya memberikan kebebasan bagi saya untuk memilih jurusan sesuai pilihan saya. Akhirnya, saya bersyukur masih bisa bekerja sesuai dengan pilihan saya hingga kini. Ada teman yang mungkin sama seperti, namun ada juga yang tidak.
 
Desain buku Unstoppable

Catatan Perjalanan Hidup Seorang Blogger

Senin, Februari 06, 2017
Tak terasa, tahun ini telah memasuki bulan Februari. Banyak harapan yang diinginkan, banyak keinginan yang diharapkan dapat terkabul. Di tahun 2016, banyak hal yang dikenang dan berkesan bagi banyak orang. Termasuk teman blogger saya, mba Nur Aliah Saparida.  Sebagai seorang ibu, ia merasakan kehadiran sang buah hati, Umar, membuatnya berpikir lagi tentang tanggung jawab besar yang sedang Allah percayakan. Baginya, menjadi seorang ibu adalah hal terbaik di tahun 2016.



Resensi Buku The Lost Bone dan Coloring Book for Adult

Minggu, Februari 05, 2017
Sebulan lalu, saya bertemu dengan teman blogger, Mba Leyla Hana. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang kerap mampir ke blog saya. Setiap kali ada postingan, Mba Leyla selalu mampir. Bukunya yang berjudul Cinderella Story sudah saya baca hingga tuntas. Nah, pada saat pertemuan, Mba Leyla mengatakan ada dua buku menarik untuk dibaca. Buku pertama berjudul ‘The Lost Bone’ karya Anne Spollen dan buku mewarnai untuk orang dewasa. Kedua buku tersebut diterbitkan oleh Grantika Publishing. Penasaran, saya kemudian membaca kedua buku yang disarankan. Saya membutuhkan beberapa hari untuk menyelesaikan membaca buku The Last Bone karena diselingi membaca buku lain. Untuk buku mewarnai, saya sempat mewarnai beberapa gambar yang tersaji dalam buku itu.  Kini, saya ingin menceritakan tentang buku The Lost Bone dan Coloring Book for Adult, Love and Affection.

Saat pertama melihat cover buku ‘The Lost Bone’, saya sudah menebak kalau buku itu adalah buku horor. Cover buku berwarna biru kehitam-hitaman dengan latar belakang hutan. Dan teryata tebakan saya benar. Buku ini menceritakan kisah kehidupan Elizah Rayne, perempuan muda yang tinggal bersama ibunya. 
 
The Last Bone

Auto Post Signature

Auto Post  Signature