Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Yuk, Jeli Memilih Obat Generik

Jumat, November 17, 2017
Saya pernah melakukan survey kecil-kecilan kepada teman dan sahabat tentang pendapat mereka terkait obat generik. Ada yang mengatakan obat generik adalah obat kelas ‘dua’ yang harganya murah. Teman lain ada yang mengatakan kalau kualitas obat generik masih diragukan sehingga ia merasa ‘Kalau minum obat generik, sembuhnya lama. Jadi mending obat paten saja’. Benarkah?

Dulu saya pun sempat berpikiran hal yang sama. Setiap kali dokter memberikan resep obat, saya selalu memilih obat paten dibandingkan obat generik. Tapi kemudian informasi sekilas yang saya peroleh menyatakan bahwa kualitas obat generik tidak kalah dengan obat paten. Padahal, harga obat generik lebih murah dibandingkan harga obat paten.
 
Belogger yang mengunjungi PT Hexapharm Jaya
Mungkin masih banyak yang mempertanyakan mengapa obat generik lebih murah tapi kualitasnya bagus. Kok bisa?

Nah, informasi tentang obat generik secara lengkap saya peroleh saat di undang Blogger Gathering pada hari Senin, 13 November 2017 di kantor PT Hexapharm Jaya, Cikarang, Bekasi. PT Hexapharma Jaya ini adalah anak perusahaan Kalbe Group yang memproduksi obat-obat generik. Pukul 07.00 WIB kami berkumpul di kawasan Semanggi, Jakarta. Menggunakan bus, saya dan 19 blogger serta ditemani Ana, dari Ngobras (Ngobrol Bareng Sahabat) dan Mba Lusy (Kalbe) pun meluncur ke pabrik PT Hexapharm Jaya.

Selama dua jam perjalanan kami tempuh untuk tiba di PT Hexapharma Jaya. Saat tiba, sebuah spanduk terbentang menyambut kedatangan kami di pabriknya yang seluas 19.000 m2 dengan luas tanah sebesar 13.295 m2. Tak lama kemudian, satu persatu manajemen PT Hexapharm Jaya datang dan menyambut kami dengan ramah. Sungguh sambutan yang ramah dan menyenangkan hati.

Oh ya, walaupun tempat yang kami tuju adalah pabrik PT Hexapharm Jaya, tapi suasana pabrik dari luar seperti perkantoran pada umumnya. Penataannya rapi dan bersih sehingga nyaman saat melangkahkan kaki masuk ke dalam kawasan pabrik.
 
dr Artati saat presentasi 
Kami kemudian berkumpul di sebuah ruangan rapat di lantai 2. Sebelum acara di mulai, kami disambut dengan snack ringan serta aneka minuman. Sebagian teman-teman blogger tak melewatkan kesempatan untuk berfoto degan properti PT Hexapharm Jaya. Pukul 09.30 WIB, acara dimulai dengan sambutan dari Humas PT Hexapharm Jaya yang menjelaskan tentang sejarah perusahaan PT Hexapharm Jaya yakni :
  • 1971 : PT Hexapharm Jaya berdiri tapi belum menjadi anak perusahaan PT Kalbe Farma Oktober 1988 : PT Hexapharm menjadi perusahaan farmasi
  • 15 Novemer 1993 : PT Hexapharm menjadi anak perusahaan PT Dankos
  • 2001 : PT Hexapharm Jaya khusus bergerak di bidang pengembangan produksi dan pemasaran obat generik
  • 2006 : PT Dankos bergabung dengan PT Kalbe Farma sehingga PT Hexapharm Jaya menjadi anak perusahaan PT Kalbe Farma
  • 2012 : PT Hexapharm Jaya meresmikan pabrik baru di Cikarang dengan teknologi mutakhir dan standar CPOB
  • 2015 : PT Hexapharm Jaya menambah fasilitas produksi ke lantai 2 yang mendapat sertifikat CPOB di bulan Desember 2016 dan mulai beroperasi di tahun 2017
Blogger serius mendengarkan presentasi 
Setelah menjelaskan sejarah PT Hexapharm Jaya, kami kemudian mendapat informasi tentang perbedaan obat generik dan obar bermerk oleh dr Artati, Medical Departement Head.  Perbedaan utama obat generik dan obat paten adalah soal hak dan ‘kepemilikan’ obat tersebut. “Obat generik dan obat paten memiliki kualitas yang sama,” kata dr Artati.

Obat paten adalah obat baru yang diproduksi oleh satu perusahaan farmasi melalui riset panjang untuk menemukan zat aktif terkait penyakit tertentu kemudian mematenkan obat itu. Hak paten itu berdasarkan UU Nomor 14 tahun 2001 pasal 8 tentang Paten, memiliki masa kepemilikan selama 20 tahun dan tidak dapat diperpanjang. 

Setelah hak paten itu berakhir, perusahaan obat lain bisa bisa menggunakan obat dagang itu sesuai dengan nama asli zat kimia yang dikandungnya. Obat itulah yang disebut dengan nama obat generik. Jadi, perusahaan tidak peru mengeluarkan biaya untuk melakukan penelitian seperti yang dilakukan oleh perusahaan obat yang memiliki hak paten. Hal itulah yang membuat harga obat generik menjadi lebih murah karena tidak ada biaya penelitian.
 
Suasana di laboratorium PT Hexapharm Jaya 
Lalu, apa benar kualitas obat paten dan obat generik sama? Dr Artati kemudian menjelaskan empat tahap perjalanan obat di dalam tubuh (Farmakokenetik) yakni
Absorbsi
Distribusi
Metabolisme
Eskresi.

Jadi, obat yang dikonsumsi kemudian diserap oleh tubuh dan distribusikan melalui sirkulasi darah lalu masuk ke lambung dan usus kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh dan di ekskresi melalui ginjal dan feses. Teryata, ketika tubuh mengkonsumsi obat generik maupun obat paten perjalanan obat sama sehingga tak ada perbedaan antara obat generik maupun obat paten.

Obat-obat yang diproduksi telah menjalani uji biovailibilitas yakni studi klinik untuk menetapkan keamanan dan efisiensi produksi obat. Uji ini dilakukan untuk perlindungan konsumen agar mutu obat yang beredar bisa terjaga dengan baik.
 
Pak Parlindungan saat presentasi
Lalu, bagaimana memilih obat generik? “Masyarakat harus jeli memilih obat generik untuk dikonsumsi,” kata dr Artati. Dr Artati menyarankan agar pilih, obat generik HJ!
HJ? Ya, HJ alias Harus JELI yakni :

Jelas Produsennya
Pastikan membeli obat generik yang diproduksi oleh pabrik farmasi yang bersertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), berpengalaman dan terpercaya  

Efektif Khasiatnya
Kualitas obat generik harus setara dengan obat paten

Lihat Kemasannya
Pastikan dalam keadaan terkemas dengan baik, tidak rusak dan informasinya lengkap

Ingat Belinya
Membeli obat generik hanya di tempat yang resmi untuk memastikan kualitas dan melindungi dari obat palsu.
Sumber : PT Hexapharm Jaya 

Mengapa HJ Generik?
Memenuhi standar produksi yang ditetapkan oleh pemerintah
Setara dengan obat paten
Terjamin khasiatnya
Diproduksi di pabrik yang modern
Memiliki rangkaian produk generik yang lengkap  

Hingga tahun 2017, HJ Generik telah meluncurkan 49 brand obat-obatan dan 84 SKU (Stock Keeping Unit) obat generik yang mewakili hampir keseluruhan kelas terapi. “Kalbe menseleksi obat generik mana yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkap dr Artati. 
 
Berfoto bersama teman Blogger
Kemasan obat generik PT Hexpharm Jaya telah mengalami perubahan  sejak 7 September 2017. Jika dilihat ciri khas utama PT Hexapharm adalah kemasan berwarna biru yang bertujuan untuk memudahkan identifikasi obat generik HJ serta menghindari resiko tertukar dengan produk lain yang memiliki ciri fisik yang sama.

Perubahan ini tentu dilakukan setelah melalui proses registrasi dan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebelumnya desain kemasan obat generik diatur dengan aksen garis untuk zat aktif tertentu. Tapi sekarang, desain kemasan generik sudah tidak diatur lagi oleh pemerintah. Namun yang paling penting adalah adanya logo generik yang tercantum di kemasan. Kini, PT Hexapharm secara bertahap melakukan perubahan kemasan biru.

Oh ya, selain memenuhi kebutuhan dalam negeri sebagian obat-obat produksi PT Hexpharm juga di eksport ke luar negeri seperti  Singapura, Kamboja, Myanmar dan Hongkong. Untuk dapat  dipasarkan ke negara-negara tersebut perusahaan wajib memenuhi standar / regulasi yang ditetapkan di masing-masing negara-negara tersebut.
 
Kemasan obat generik Kemasan Biru 
Penasaran kan pengen tahu lebih banyak tentang PT Hexapharm Jaya? Nah, Pak Parlindungan dari Site Head PT Hexapharm Jaya menjelaskan tentang keunggulan produksi obat generik oleh PT Hexapharm Jaya. Dengan adanya segala keunggulannya, kualitas obat generik HJ Generik PT Hexapharm Jaya tak perlu diragukan.

Keunggulan Obat Generik PT Hexapharm Jaya
Nah, untuk mengetahui keunggulan PT Hexapharm Jaya, kami diajak berkeliling pabrik. Blogger dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 orang. Sebelum menggelilingi pabrik, kami kemudian dijelaskan apa saja yang tidak boleh dilakukan saat memasuki pabrik. Salah satunya adalah melepaskan semua perhiasan yang dikenakan. Saya yang menggunakan cincin dan gelang pun melepaskan perhiasan sebelum memasuki wilayah pabrik.

Setelah itu, kami diberikan penjelasan cara menggunakan disposable wear manufacture. Ada dua jenis yang kami kenakan karena tergantung ruangan yang dimasuki. Ruangan demi ruangan yang kami masuki untuk melihat secara langsung keunggulan PT Hexapharm Jaya memproduksi obat generik.
 
Mengetahui bahan baku pembuatan obat
Blogger yang diajak berkeliling pabrik kemudian melihat secara langsung proses produk obat  generik. Pertama-tama kami mengunjungi ruang quality control untuk melihat secara langsung bagimana suasana di laboratorium quality control tersebut. Salah satunya melihat penggunaan air murni yang tidak mengandung mineral sama sekali. “Tujuannya agar obat tidak bereaksi jika ada kandungan mineral. Jadi obat benar-benar murni,” ungkap Pak Haryanto dari bagian quality control. Obat yang dihasilkan oleh PT Hexapharm harus berkualitas dan sesuai dengan dosis tertera. “Misalnya kalau harus 80 gram ya harus 80 gram. Jangan 100 gram,” katanya lagi.

Setelah itu kami diajak memasuki ruangan pabrik yang dinamakan Kelas F. Kelas F ini ditandai dengan lantai yang berwarna biru. Masuk ke Kelas F ini juga harus menggunakan disposable wear manufacture. Baju yang kami kenakan dirangkap dua dengan baju seperti astrounot sehingga hanya menyisakan mata saja yang terlihat. Walaupun terasa agak pengap karena menggunakan baju berlapis, pengalaman ini sangat berkesan bagi saya.
 
Seruuuu 
Di setiap ruangan, suhu ruangan selalu dijaga agar selalu stabil untuk menjaga mutu produk yang dihasilkan. Suhu yang di ruangan adalah 24,2 derajat celcius. Kami juga memasuki ruangan yang dipenuhi puluhan bahan baku obat berbentuk bubuk yang dimasukkan ke dalam plastik-plastik berukuran raksasa. Ruangan tersebut terasa seperti bau rumah sakit karena bau obat sangat tercium jelas.

Di ruangan ini pula kami melihat bagaimana proses penimbangan obat dilakukan oleh dua petugas. “Jadi dua karyawan ini hanya bertugas untuk menimbang bahan baku obat secara detail,” ungkap Bu Titis, salah satu karyawan PT Hexapharm Jaya yang memandu kami berkeliling. Timbangan ini sudah terhubung dengan sistem sehingga memudahkan proses penimbangan bahan baku.
 
Proses penimbangan bahan baku 
Setelah itu kami diajak untuk melihat proses pengeringan bahan baku menggunakan mesin yang sangat canggih dan masih bekerja dengan sangat baik. Seorang karyawan tampak seperti mengeringkan bahan baku di sebuah tempat berbentuk seperti wajan raksasa.

Penasaran melihat proses pengemasan, kami pun melihat bagaimana mesin-mesin canggih milih PT Hexapharm Jaya mengemas obat dengan sangat baik. Mesin-mesin ini mampu membuang secara otomatis kemasan obat yang rusak atau berpeluang membuat obat tak bertahan lama. Canggih banget kan?  

Proses pengemasan obat
Setengah jam berkeliling di ruangan berlantai biru, kami pun diajak ke kelas E yang berlantai hijau. Di ruangan ini kami melihat secara langsung bagaimana proses pengepakan obat. Obat-obat yang telah jadi kemudian dimasukkan ke dalam kemasan yang telah ditentukan. Selama hampir satu jam berkeliling pabrik, kami menjadi lebih banyak tahu tentang proses obat generik.  

Setelah berkunjung ke pabrik PT Hexapharm, keunggulan obat produksi PT Hexapharm sangat teruji karena memiliki keunggulan yakni :  

Good Manufacturing Practice yang   terkini dengan standar PIC/S (Pharmaceutical Inspection Convention/Scheme).
Sistem management mutu ISO 9001 : 2015, sistem manajemen yang  bertujuan untum memastikan perusahaan selalu menghasilkan produk – produk bermutu yang sesuai dengan spesifikasi yang telah di tetapkan.

Infrastruktur Yang Handal
Mesin – mesin yang digunakan di produksi didesain sesuai dengan teknologi terkini sesuai spesifikasi yang ditetapkan oleh  Good Manufacturing practice. Mesin-mesin yang digunakan adalah mesin-mesin produksi dalam negeri yang harganya lebih murah dibandingkan mesin buatan luar negeri. Walaupun demikian, obat generik yang dihasilkan sangat bermutu.

Manajemen Mutu yang Teruji
PT Hexapharm Jaya mengadopsi sistem management mutu ISO 9001:2015 yang merupakan sistem manajemen untuk mutu produksi yang dapat diterima di seluruh negara. Nah, perusahaan ini telah menerapkan sistem manajemen yang terbukti telah megendalikan mutu dari produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Hal ini untuk memastikan produk yang diproduksi sesuai dengan yang disampaikan ke masyarakat.

Saya tak ragu lagi pilih obat generik
Datang ke PT Hexapharm Jaya dan melihat proses produksi obat generik membuat saya yakin bahwa obat generik yang diproduksi kualitas mutunya sangat terjamin. Jangan ragu lagi ya membeli obat generik. Ingat, beli obat generik HARUS JELI!





61 komentar on "Yuk, Jeli Memilih Obat Generik"
  1. Ya Allah..aku ngikik terus lihat pose kita. Btw seru ya,nambah ilmu tentang obat generik

    BalasHapus
  2. Baru tahu kalo produksi obat generik itu ternyata gak asal. Diperhatikan ini itunya juga. Gak jauh beda kayak obat-obat mahal. Jadi makin gak ragu untuk milih obat Generik. Tfs, mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Proses pembuatannya tak mudah ya mba tapi itu bukti kualitasnya dijaga dengan baik :)

      Hapus
  3. Bener banget, mba. Untuk obat generik kita harus jeli obat mana yg bagus. Secara banyak pemalsuan obat sekarang. Ngerii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaah jangan sampai deh kita konsumsi obat yang palsu ya mbaa

      Hapus
  4. Perusahaan ini udah lama berdiri ternyata ya?
    Iya harus JELI, khawatir obat generik palsu ya, kyk yg kasus vaksin palsu itu duh :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba. Aku ya baru tahu kalau sudha berdiri lama ya mba. hehehe

      Hapus
  5. wah informasinya bermanfaat sekali ini... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah jika bermanfaat ya mbaa :)

      Hapus
  6. Saya pernah kerja di pabrik obat, melihat cara kerja PT Hexhaparm ini saya salut luar biasa steril dan benar benar dijaga kualitasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren mbaa. Iya benar-benar steril banget

      Hapus
  7. Senang yaaa ikut proses pembuatannya Mbak Lida.. Kualitas generik juga dibuat dengan steril..thanks udah berbagi yaa Mbak Lida

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat steril mba jadi keamanannya terjaga dengan baik

      Hapus
  8. Setelah menyaksikan prosesnya yg mendetail dari mulai produksi sampai pengemasan, obat generik bagus banget Dalam Menjaga mutu dan kwalitasnya

    BalasHapus
  9. TFS ya mba Al, jadi tahu proses produksinya. Lengkap banget.
    Pernah ketika periksa, dokternya nanya mau obat generik atau paten. Katanya khasiatnya sama, cuma harganya yang beda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harganya beda tapi kualitasnya sama, mba. Makasih sudah membaca mba

      Hapus
  10. Dengan tulisan ini, semoga makin banyak yang sadar bahwa obat generik tak kalah hebat dibandingkan obat paten.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya terima kasih sudah membaca mba :)
      Jangan ragu gunakan obat generik ya

      Hapus
  11. Aduhh serunya bisa main-main ke pabrik besar sampai ke ruang lab-nya, tapi karena saya bacanya agak ngantuk, baca absorbsi jadi aborsi dan eksresi kebaca ereksi, langsung deh mata saya terbelalak hahahaha ... btw saya juga suka beli obat generik mbak tapi saya usahakan untuk tidak minum obat kimia dulu, baru kalau sudah kepepet .. apalagi pas haid tak pernah lupa dari asam mefenamat

    BalasHapus
  12. Aku beberapa kali minum obat generik bisa sembuh kok 😊 aku ga malu atau gengsi hehe..di Puskemas aja kl nebus resep cuma 2 ribu. Setelah kita berkeliling melihat semua proses pembuatan obat generik, jadi makin yakin deh ya sama obat generik HJ kemasan biru. Mesti JELI memilihnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah aku belum pernah sih sampai harganya Rp 2000
      Yuk gunakan yaa obat generik selalu :)

      Hapus
  13. Berada dalam pabrik HJ. Dalam hati langsung bilang ternyata sebutir tablet masuk mulut dengan proses pembuatan yang panjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa dan nggak langsung memang prosesnya yaa

      Hapus
  14. Catet banget nih kalau pilih obat harus JELI hehe. Sekarang saya juga jadi makin yakin ya kalau obat generik sama kualitas nya dengan obat paten.

    BalasHapus
  15. wah jadi tahu bedanya antara obat paten dan generik serta faktor yang membuat harganya berbeda. Terima kasih sharingnya mbak..

    BalasHapus
  16. SAya pun bertanya-tanya, Mbak Alida. Nah, baru ketemu di sini jawabannya.

    --->

    Setelah hak paten itu berakhir, perusahaan obat lain bisa bisa menggunakan obat dagang itu sesuai dengan nama asli zat kimia yang dikandungnya. Obat itulah yang disebut dengan nama obat generik. Jadi, perusahaan tidak peru mengeluarkan biaya untuk melakukan penelitian seperti yang dilakukan oleh perusahaan obat yang memiliki hak paten. Hal itulah yang membuat harga obat generik menjadi lebih murah karena tidak ada biaya penelitian.

    --> baru tahu, lho, saya.

    Untungnya Kalbe Farma mengundang blogger ya jadi informasinya tersebar luas.

    Terima kasih ya Mbak, sudah share di sini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Niar. Aku ya jadi makin banyak tahu pas datang ke acara ini :)

      Hapus
  17. Persepsi masyarakat kalau obat generik kualitas kurang baik ternyata salah ya. Kualitas obat generik bagus dan proses pembuatannya juga tidak mudah, apalagi dengan penerapan manajemen mutu ISO 9001:2015 tak perlu diragukan lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget Koh Giovanni. Masyarakat semakin tercerahkan jika kita mengguunakan obat generik ya

      Hapus
  18. Sekarang, setelah tau pabriknya berteknologi tinggi, gak ragu lagi pakai obat generik.

    BalasHapus
  19. Aku berobat ke puskes dapet obat generik alhamdulilah bisa sembuh juga memang sebagian paradigma jika sakit mending obat paten aja jadi ga bolak balik ke dokter padahal obat2 generik juga kualitas dan proses produksinya ga sembarangan. Keren ni ummi bisa liput sampe kesini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah diberikan kesempatan ke sini mba

      Hapus
  20. Jadi tau nih seluk beluk obat generik, kualitas nggak kalah sama yang paten ya. Mama ku biasanya malah suka minta obat yang generik karena harganya lebih ekonomis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah aku pun begitu, mba. Kualitasnya terjamin pula ya mba

      Hapus
  21. Infonya lengkap mba, jadi tahukan tentang obat generik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya smoga banyak info yang diperoleh ya mba :)

      Hapus
  22. ternyata sama aja toh obat generik dan paten

    BalasHapus
  23. ternyata sama aja yaa obat generik dan paten

    BalasHapus
  24. Bener2 harus jeli kalau beli obat. Di kampung saya ini ke RSUD Cianjur 3 jam. Puskesmas di kecamatan kadang tidak ada dokternya. Banyak apotek yg jual obat dan kalau tidak jeli, banyak yg obat palsunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampun. jangan smapai deh disalahgunakan seperti itu ya mba

      Hapus
  25. Baru tau kalo obat generik ternyata ga kalah sama obat paten.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah terbukti nih mba kualitasnya :)

      Hapus
  26. Obat generik tih bantu banget kalo kita dalam masa rawat inap dan rawat jalan. Krn obat yg dikasi dokter puluhan jumlahnya. Jadi tetep murah. Kalo obat paten krn diitungnya per satuan begitu dapat puluhan ampun deh bayarnya bikin megleh megleh

    BalasHapus
  27. Aku lebih suka obat generik jika diharuskan berobat, mungkin selain dosisnya aman, juga ramah di dompet, hihihi

    BalasHapus
  28. Dari dulu aku yakin sih mbak, walaupun obat generic itu murah tapi tidak mungkin dibuat asal-asalan. Ternyata memang kualitasnya ga kalah meski murah ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kualitasnya sama dengan obat paten, mbaa :)

      Hapus
  29. proteksinya keren ya, steril banget kayaknya. Aku dan anak-anak alhamdulillah cocok juga dengan obat generik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya mbaa jika cocok dengan obat generik ya. Sama ama akuuu :)

      Hapus
  30. Dulu sempat berfikir kalauobat generik pasti kualitasnya kurang bagus, lama-kelamaan seiring waktu dan beberapa kali konsumsi obat generik toh kualitasnya nggak jauhbeda dengan obat paten. Yang penting harus jeli ya mbak.

    BalasHapus
  31. seru banget ya Mbaaaak, jadi tahu kalau generik gak selamanya jelek kualitasnya. :)

    BalasHapus
  32. waah seru semacam study tour gitu ya. Jadi makin yakin kalau obat generik aman dikonsumsi dan khasiatnya sama dengan yang paten.

    BalasHapus
  33. Anggapan masyarakat atau saya pribadi jadi terpatahkan mengenai Obat Generik yang dianggap kualitasnya kurang manjur dls setelah tau proses pembuatan produksi obat generik itu seperti apa. Seru ya kunjungan ke Pabrik obat, pengalaman yang tak terlupakan...apalgi pas pakai baju yang macem astronot hehe

    BalasHapus
  34. wow
    pabriknya benar benar bersih yaa

    BalasHapus
  35. Wah bener2 mesti clean ya, Mba. Macam perhiasan aja mesti lepas juga. Udah gitu canggih juga ya mesinnya, bisa ngebuang otomatis obat yang udah nggak bisa dipakai lagi.

    BalasHapus

Auto Post Signature

Auto Post  Signature