Rabu, September 27, 2017

Inovasi FWD Life Melalui FWD Hackathon 2017

Selama dua hari, Sabtu-Minggu 23-24 September 2017 saya menghadiri FWD Hackathon 2017 yang dilaksanakan di Wisma Barito Pacific, Jakarta Barat. Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WIB saya tiba di Wisma Barito. Dari luar ruangan, kondisi tampak sangat sepi. Tapi saat memasuki ruangan, puluhan orang tampak memenuhi ruangan tempat berlangsungnya kegiatan FWD Hackathon 2017. Ada dua ruangan yang digunakan pada pelaksanaan FWD Hackathon 2017 itu. Satu ruangan yang berisi puluhan kursi dan sebuah panggung dengan banner raksasa. Dan satu ruangan lagi yang berisi kursi-kursi dan meja yang diletakkan berdasarkan kelompok.

Ajang FWD Hackahton 2017 merupakan terobosan yang dilakukan PT FWD Life Indonesia sebagai perusahaan pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia. Saya pernah beberapa kali mengikuti dan menulis tentang berbagai inovasi yang dilakukan oleh FWD Life. Sebagai sebuah perusahaan asuransi yang berbasis digital, FWD memiliki visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan adanya pemanfaatan di bidang teknologi digital diharapkan generasi muda dapat menciptakan inovasi terbaiknya dalam menciptakan ekosistem digital sekaligus membangun era asuransi jiwa digital.

Diskusi selama FWD Hackathon 2017

Pada pelaksanaan FWD Hackathon, FWD Life berkolaborasi dengan Founder Intitute. Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa yang dimaksu FWD Hackathon. Jadi, FWD Hackathon adalah kegiatan yang pertama kali di lakukan industrin asuransi agar generasi muda untuk berpikir dan mengeksplorasi kreatifitasnya dalam menciptakan aplikasi yang fokus pada kemudahan berasuransi. Mengapa hal ini harus dilakukan? Hingga kini, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), penetrasi asuransi di Indonesia per kuartal I/2017 masih berada di angka 2,7% dari produk domestik bruto. Angka ini lebih rendah dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang berada di angka 5%.

Dengan kenyataan itu, berbagai inovasi digital teknologi dibutuhkan agar dapat mendukung transformasi bisnis asuransi dari aspek underwriting, manajemen risiko sampai klaim. Harapannya dapat menciptakan pengalaman berasuransi yang lebih mudah, cepat dan nyaman.

Oh ya, sebelum acara puncak FWD Hackathon 2017 pada 22 – 24 September, FWD Life dan Founder Institute melakukan roadshow untuk mempromosikan program ini dan memberikan pemahaman mengenai industri asuransi ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Ruang diskusi ide
Kegiatan FWD Hackathon ini diawali pada hari Jumat, 22 September yang mengumpulkan 108 peserta dari beragam latar belakang seperti pelajar, mahasiswa, wiraswasta higga developer profesional. Sebanyak 108 peserta itu kemudian disaring menjadi 40 peserta dan kemudian menjalani sesi pitching atas konsep idenya selama 90 detik di hadapan dewan juri. Sesi pitching tersebut dihadiri oleh 5 dewan juri yang salah satunya Bapak Andy Zain selaku Director  Founder Institute Jakarta. Di hari pertama juga dilakukan pembagian kelompok.

Kemudian, dari 40 ide yang disampaikan dihadapan tim juri, terpilih 15 ide untuk dilanjutkan ke tahap hackathon berikutnya, yaitu team formation. Untuk berada di team formation, jumlah peserta dalam satu kelompok minimal 4 orang dan maksimal 10 orang. Lalu, bagaimana jika jumlah anggota kurang dari 4 orang? Team itu tetap bisa bertanding tapi akan diminta untuk bergabung dengan tim lain agar memenuhi syarat minimal jumlah peserta. Hingga akhirnya terbentuklah 12 team yang merancang ide terbaik agar dapat mengembangkan bisnis asuransi.


Hari kedua, saat saya datang hampir semua peserta tampak memenuhi ruangan Kejora HQ. Ada yang tampak serius berdiskusi dalam satu kelompok. Ada yang memusatkan sebagian besar perhatiannya ke laptop. Tapi ada juga yang melepaskan lelah dengan bermain di alat permainan yang berada di ruangan. Masing-masing peserta membawa laptop dan prasarana pendukung lainnya.

Seorang panitia kemudian meminta semua peserta berkumpul untuk diberikan waktu mentoring yang diberikan oleh beberapa mentor yang berasal dari berbagai kalangan. Ada praktisi kesehatan, ada yang aktif di bidang teknologi hingga di bidang asuransi. Beragamnya mentor dari berbagai kalangan diharapkan dapat memberikan wawasan dari berbagai sisi. Setelah sesi perkenalan mentor, masing-masing kelompok kemudian berkumpul bersama mentor yang telah ditunjuk untuk mendapatkan sesi diskusi selama 15 menit.

Diskusi yang diadakan berlangsung dua arah sehingga memunculkan wawasan yang bisa menciptakan sesuatu yang tak lagi ‘out of the box’ melainkan ‘without the box’.

Saya dan beberapa teman blogger sempat berbincang langsung dengan salah satu peserta yakni Muhammad Toriq yang berasal dari Tim PAPUA. Timnya yang terdiri dari lima peserta mencoba merancang ide agar memudahkan nasabah FWD untuk menemukan rumah sakit dan agen asuransi. “Ini akan sangat membantu nasabah yang membutuhkan. Jadi tak perlu repot mencari lagi,” kata Toriq. Aih, solusi yang menarik. Hari kedua, saya berada di ruangan itu selama tiga jam dan merasakan aura positif tentang kemampuan generasi muda untuk selalu berkarya.


Keesokan harinya, Minggu 23 September 2017 sepulang kerja saya kembali mampir ke Wisma Pacific untuk mengetahui pemenang FWD Hackathon 2017. Sore hari, ruangan yang berada di depan panggung mini penuh terisi para peserta dan dewan juri. “Waduh, jangan-jangan pemenang utamanya sudah diumumkan,” kata saya dalam hati. Saya kemudian bertanya ke salah satu panitia. “Ini masa presentasi ide, mba,” kata mba panitia. Oh baiklah ....

Para peserta secara bergantian mempresentasikan idenya di depan lima dewan juri dan seluruh peserta. Waktu yang diberikan untuk presentasi adalah 5 menit dan 3 menit untuk sesi tanya jawab. Dua peserta dari kelompok AMFORA naik ke atas panggung dan mempresentasikan idenya untuk menciptakan aplikasi yang dapat digunakan untuk konseling di bidang asuransi. Presentasinya dilakukan secara singkat, padat dan jelas. Tak hanya tim AMFORA saja yang menyampaikan presentasi secara tepat. Hampir semua tim demikian. Tapi ada juga salah satu peserta yang kesulitan menyampaikan presentasinya sehingga dia pun memanggil salah satu temannya untuk ikut mempresentasikan ide kelompok.  

Sedangkan dewan juri tampak serius mendengarkan presentasi dari para peserta. Dewan juri tak jarang melemparkan pertanyaan yang membuat tajam. Misalnya saat setelah salah satu peserta presentasi, dewan juri pun berkata “Saya tak melihat kaitannya antara ide anda dengan dunia asuransi”. Makjleb banget kan?


Presentasi ide
Setelah satu persatu kelompok mempresentasikan idenya, dewan juri kemudian berkumpul di ruangan khusus untuk menentukan para pemenang. Saya yang bukan peserta saja ikut deg-dengan saat menunggu pemenang. Ya, seperti menunggu pemenang lomba blog #EH. Hahaha

Nah, saat dewan juri rapat untuk menentukan pemenang, para peserta menunjukkan wajah-wajah tegang walau saya lihat berusaha untuk tetap tersenyum. Hampir 20 menit rapat, para dewan juri pun keluar dari ruangan rapat. Para peserta yang semula duduk berpencar-pencar kemudian kembali duduk rapi memenuhi ruangan utama. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada para dewan juri.

Setelah itu, Pak Rudi Kamdani selaku Vice President Director PT FWD Life Indonesia mengatakan pelaksanaan FWD Hackathon ini sesuai dengan visi dan misi dari FWD Life. “Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi,” kata Pak Rudi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa membantu penetrasi asuransi. Pak Bapak Andy Zain selaku Director Founder Institute Jakarta mengatakan ide-ide yang dihasilkan sanga luar biasa. “Semoga makin banyak yang menjadi entrepreneur di kalangan anak muda,” kata Pak Andy. Sambutan singkat itu kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang.

Pemenang dari Tim PAPUA
Deg-degan kan ....
Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, pemenangnya adalah ....
Ups, sebelum pengumuman pemenang utama, diumumkan pemenang dua juara harapan yakni LIFE dan EVA. Tim LIFE mengembangkan aplikasi edukasi untuk anak muda dengan menggunakan permainan. Sedangkan Tim EVA mengembangkan Chatbot untuk mempermudah proses berasuransi mulai dari informasi produl hingga klaim. Kedua tim ini berhak memperoleh uang tunai masing-masing Rp 10 juta. Selamat yaa ....

Dan pemenang utama adalah Tim PAPUA!
Tim PAPUA berhasil menciptakan sistem teknologi navigasi untuk menemukan rumah sakit dan agen asuransi terdekat dengan menggunakan augmented reality. Wah, saat nama Tim PAPUA diumumkan sebagai pemenang, kelima peserta dalam kelompok itu girang. Mereka saling berpelukan, tertawa lepas bahkan loncat kegirangan karena diumumkan sebagai pemenang utama. Sebagai hadiah, Tim PAPUA mendapat hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 100 juta sebagai modal dalam mewujudkan ide menjadi bisnis berkelanjutan. Selain itu, mereka juga berkesempatan belajar mengembangkan bisnis ke Silicon Valley. Wow, keren banget kan?  

“Inovasi Tim PAPUA ini akan kembali dikembangkan menjadi suatu sistem navigasi yang memiliki manfaat real bagi proses berasuransi yang inovatif bagi FWD Life,” ungkap Pak Andy.

Pelaksanaan FWD Hackathon ini merupakan salah satu inovasi yang terus menerus dilakukan oleh FWD Life untuk mengubah passion menjadi pendapatan sekaligus mengembangkan industri asuransi jiwa digital di Indonesia. Suatu inovasi yang harus didukung! 






Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

28 komentar:

  1. Seneng bisa ikutan hadir di acara ini, jafi pengen punya anak jago teknologi,apalagi jaman serba digital

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Pijar kayaknya bisa tuh dilatih buat makin suka main digital :)

      Hapus
  2. Kreativitas tanpa batas tapi bertanggung jawab. Generasi milenial yang bisa menempatkan diri Dan mampu berinovasi untuk memberikan yang bisa diberikan kepada tanah air. Keren!

    BalasHapus
  3. Aku yg enggak ngikutin dari awal aja sampe mules nungguin pemenangnya mba hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi yang ikutin sejak awal dan jadi peserta. Duh makin deg2an, mba. AHhaha

      Hapus
  4. Keren banget, Tim PAPUA berhasil menciptakan sistem teknologi navigasi untuk menemukan rumah sakit dan agen asuransi terdekat dengan menggunakan augmented reality. Penting banget tuh, buat nasabah asuransi.

    BalasHapus
  5. Waaah keren kegiatannya mbak. Zaman serba digital jadi kita pun dituntut utk bisa main digital

    BalasHapus
  6. Salut ya Mba Alida sama anak-anak muda ini, mereka luar biasa kerennya. :)

    Semoga acara ini tahun depan ada lagi supaya makin banyak anak muda berbakat lahir dari ajang seperti ini. Aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mas. Kegiatana seperti ini memang harus kita dukung ya

      Hapus
  7. keren banget anak muda pada jago2 buat aplikasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan mau kalah ama anak muda, mba Uli. Hahhaa

      Hapus
  8. Anak muda sekarang banyak yg kreatif ya. Keren neh acara yg dihadirkan FWD Life

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. FWD bisa melakukan inovasi yang terbaik ya

      Hapus
  9. ini yang kemaren tim papua menang 100 juta ya.. duh mupeng...

    BalasHapus
  10. Hadiahnya menggiurkan ya, dan para generasi muda kreafif mmg pantas mendptkannya

    BalasHapus
  11. Ini baru anak muda jaman now mengeksplor ide kreatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eksplorasi ide emang penting banget ya mba Tuty

      Hapus
  12. semoga semua rancangan aplikasi itu bisa jadi produk real berfaedah semua

    BalasHapus
  13. Widih 100 juta yaaa.. bisa jadi penyemangat startup2 Indonesia lain!

    BalasHapus