Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Saya Berkomunitas Maka Saya Ada

Jumat, Agustus 25, 2017
Hampir sepanjang hidup, saya selalu berkomunitas, berkumpul bersama teman-teman yang memiliki minat yang sama. Semua dimulai saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), saya aktif berkomunitas. Komunitas yang awalnya saya dan teman-teman bentuk adalah komunitas bagi penggemar perangko (filateli). Saya dan teman-teman kerap berdiskusi dan membahas berbagai hal terkait dunia perangko. Bahkan tak segan untuk datang ke acara terkait dunia filateli. Bahkan, kami walaupun masih duduk di bangku SMA, pernah rapat loh bersama orang dewasa untuk membicarakan rencana kegiatan filateli di Ambon. Keren kan? Saya masih ingat, saat pertama kali rapat, saya hanya diam saja dan mengangguk-anggukan kepala. Mmh .. saya melakukan itu agar terlihat paham padahal saya tak begitu paham. Hehhee

Padahal pertemuan kedua, ketiga dan pertemuan-pertemuan berikutnya membuat rasa percaya diri saya bertambah. Saya sudah berani mengutarakan pendapat saya ketika ada yang bertanya. Kalau ada yang tak bertanya ya, saya diam saja. Ehem ...

Mencoba menatap masa depan 

Sayangnya, kegiatan filateli yang saya lakukan dengan komunitas di SMA di Ambon terhenti begitu saja. Ketika pindah SMA ke Sidoarjo, Jawa Timur rasa minder pun kembali terjadi. Saya, anak pindahan dari Ambon yang kerap kali dianggap kurang gaul, mengalami kesulitan bergaul dengan teman sebaya. Tak hanya kesulitan bergaul, tapi saya pun mengalami kesulitan memahami pelajaran yang kala itu tampak jauh tertinggal. Sudah bisa ditebak, saya semakin minder. Tapi kemudian saya sadar, saya tak bisa selalu minder. Saya merasa perasaan minder yang saya alami karena saya merasa saya sendiri.

Saya tak memiliki komunitas yang membuat percaya diri saya muncul. Maka, saya pun memilih aktif di dunia pramuka. Dunia pramuka yang saya jalani membuat saya mengenal banyak teman. Tak hanya teman satu sekolah, tapi juga teman dari sekolah lain. Pergaulan positif itu saya peroleh berkat kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami). Kegiatan Persami ini mewajibkan peserta menginap pada hari Sabtu di sekolah lain. Menjadi pramuka juga melatih saya menjadi lebih berani dan mandiri. Tanpa saya sadari, saya pun semakin percaya diri saat duduk di bangku SMA.

Dari situlah saya semakin sadar pentingnya berkomunitas. Saya kemudian melakukan aktivitas karate di wilayah militer di Surabaya, Jawa Timur. Pertandingan demi pertandingan yang berlangsung di hampir seluruh Jawa Timur membuat hubungan tali silaturahmi dengan sesama karateka semakin luas. Saya juga belajar menerima kekalahan dan tak belajar menjadi sombong saat menjadi juara 1.

Saat menjadi mahasiswa, kegemaran saya berkomunitas semakin bertambah. Saya mengikuti komunitas fotografi yang membuat saya belajar banyak tentang komposisi foto dan terlibat berbagai pameran foto. Saya aktif bersama teman-teman seangkatan mendirikan media internal kampus dan berkontribusi menyampaikan berita. Saya juga aktif di organisasi kemahasiswaan yang membuat saya mewakili kampus untuk menghadiri pertemuan nasional mahasiswa komunikasi se Indonesia di Jakarta. Setelah bekerja, saya aktif di komunitas organisasi profesi yang membuat saya semakin percaya diri, mandiri dan berkarakter. Kini, saya memilih aktif di dunia blogger yang membuat saya menyampaikan karya tulisan saya melalui blog. Tentu banyak alasan mengapa saya tetap aktif berkomunitas yakni :

Menambah Pertemanan
Berkomunitas tak hanya membuat lingkaran pertemanan hanya di antara loe lagi loe lagi. Misalnya saat saya mengikuti rally photo di Malang membuat saya memiliki teman dari Yogjakarta. Atau saat saya aktif organisasi jurnalis membuat saya memiliki teman dari dalam dan luar negeri sehingga pertemanan saya pun semakin bertambah.


Mudah Memperoleh Pekerjaan
Saya masih ingat saat melamar kerja di sebuah media cetak, pertanyaan yang diajukan saat wawancara bukan soal isu utama yang terjadi saat itu. Tapi lebih pada jejaring pertemanan sesama profesi yang saya ketahui. Katanya, dari pertemanan itu bisa diketaui track record kita sehingga bisa menjadi salah satu penilaian apakah kita direkomendasikan bekerja di tempat itu atau tidak. Maka, berbaik-baklah dalam berteman ya ...

Keliling Gratis di Dalam dan Luar Negeri
Saya bersyukur berkat aktif berkomunitas, saya bisa keluar negeri gratis sebanyak dua kali. Kalau untuk di dalam negeri, saya tak hitung berapa banyak perjalanan gratis ini saya tempuh berkat aktif berkomunitas. Seluruh biaya akomodasi bahkan ditanggung oleh pihak pengundang. Salah satu perjalanan yang berkesan adalah perjalanan selama 4 hari 3 malam di Malaysia karena saya diajak berkeliling berbagai tempat wisata yang menarik yang sebelumnya tak saya bayangkan.

Saat ke Malaysia berkat menang lomba blog
Menambah Penghasilan
Apakah berkomunitas menambah penghasilan? Tentu saja! Misalnya nih saat saya aktif di dunia blogger. Informasi tentang pekerjaan banyak yang saya peroleh melalui komunitas. Biasanya sesama blogger saling menginformasikan ketika ada penawaran job. Hal ini tentu menghasilkan pendapatan yang lumayan. Siapa yang tak tergiur?

Makin Percaya Diri 
Seperti yang saya ceritakan di atas, saya pernah mengalami masa-masa rendah diri. Tapi sejak aktif berkomunitas, rasa percaya diri saya meningkat sehingga saya merasa bebas untuk menyuarakan pendapat. Saya juga bebas untuk berekspresi sesuai pilihan saya yang tentunya bagus untuk pengembangan diri.

Saat menjadi salah satu pembicara di Kupang
Menambah Wawasan, Kreatif dan Inovatif
Terkesan klise, tapi dengan berkomunitas saya semakin menambah wawasan. Semua itu karena saya misaknya direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan atau workshop tentang berbagai hal. Mulai dari pelatihan jurnalis, belajar fotografi hingga belajar hypnoterapi. Hal itu tentu saya membuka pikiran saya dan membuat saya tak ragu mengembangkan ide kreatif dan inovatif. Seperti misalnya ide untuk memberikan penghargaan media terbaik terkait isu anak dan lain-lainya.

Percaya tak percaya, aktif berkomunitas membuat  Aktif berkomuniKini, jumlah komunitas yang ada di Indonesia sangat banyak. Komunitas-komunitas itu berdiri dengan berbagai latar belakang seperti hobi, pekerjaan hingga kesamaan status pernikahan. Salah satu komunitas yang wajib diikuti adalah Komunitas Hijaber Terbesar di Indonesia yang teman-teman bisa membuka link  www.diaryhijaber.com

Berkomunitas Bersama Brand Lokal, Natural dan Halal
Satu hal yang menurut saya penting dalam berkomunitas adalah menjaga kebersihan tubuh. Salah satunya ya menjaga kebersihan kepala. Bagi pemakai jilbab seperti saya, aktif berkegiatan kerap kali membuat kepala mudah gerah sehingga bikin tak percaya diri untuk beraktifitas. Untunglah sekarang ada shampoo Sariayu Hair Fall. Saya membeli Shampoo Sariayu Hair Fall di supermarket dekat rumah. Mengapa saya memilih Sariayu Hair Fall?

Jadi begini, panasnya terik matahari saat beraktifitas di luar rumah membuat kulit kepala mudah lembab dan membuat rambut saya menjadi mudah rontok. Selain itu, sirkulasi udara membuat keringat yang keluar dari kulit kepala semakin banyak dan membuat kulit kepala mudah gatal dan muncullah ketombe. Nah, Shampoo Sariayu Hair Fall ini memiliki kandungan kacang polong dan kedelai dalam PeaVit Complex serta mildsurfactant. Kacang polong dan kacang kedelai merupakan golongan kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein tinggi dan berfungsi untuk pertumbuhan rambut dan kandungan zat besi, zinc, biotin yang berfungsi untuk mencegah dan memperbaiki rambut yang rapuh. Oh ya, Shampoo Sariayu Hair Fall ini memiliki tiga keutamaan yakni : 
Mengurangi kerontokan rambut 
Membantu menguatkan akar dan inti rambut 
Membantu melindungi dan memproduksi rambut dari kerusakan


Saat pertama kali membuka botol Shampoo Sariayu Hair Fall, aroma wangi langsung tercium. Ada kesan fresh dan segar saat mencium wangi Shampoo Sariayu Hair Fall. Ketika shampoo dituangkan di tangan tampak warna hijau pekat. Warnanya memang agak lebih hijau gelap dibandingkan hijau terang.

Cara menggunakannya sih sama dengan menggunakan shampoo seperti biasa. Pertama-tama, rambut di basahi kemudian dituangkan shampoo dan usap di rambut hingga merata. Setelah itu, bilas deh dengan air hingga bersih. Kesan pertama setelah menggunakan Shampoo Sariayu Hair Fall, kulit kepala terasa lebih segar dan setelah pemakaian secara rutin, rambut rontok pun berkurang. Pas banget menggunakan Shampoo Sariayu Hair Fall yang merupakan brand lokal yang terbuat dari bahan natural dan halal. 

Menggunakan Shampoo Hair Fall yang bisa mengurangi rontok membuat saya semakin percaya diri beraktifitas dan berkomunitas. Karena bagi saya “Saya Berkomunitas Maka Saya Ada” 

37 komentar on "Saya Berkomunitas Maka Saya Ada "
  1. MasyaAlloh ga nyangka deh bisa kenalan bahkan sampe bisa WA-an sama orang kereeeen ^^ mantap ummi moga makin sukses aamiin
    btw samponya patut dicoba ini brand lokal y ummi jadi pengen ke minimarket :p itu ada foto aku mukanya keling banget tolong di blur ajalah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah malah aku yang senang juga bisa kenalan dan akrab ama Bunda Neyna. Ketjup ketjup > Hehhee

      Hapus
  2. Wah mb lida ternyata anak pramuka ya hihi, pantes aktif
    Klo aku pas sma dulu pilih opsi wajib pramuka or pmr, sku lebih pilih pmr mba...#buat ngehindarin pNas2n...e taunya sama aja ada persaminya jg wawawa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa aku dlu ada PMI juga tapi akhirnya milih pramuka mba :)

      Hapus
  3. Asyik ya mba berkomunitas, aku juga suka, dari sejak SD tergabung dlm komunitas dokter kecil sampe udah punya buntut udah belajar berorganisasi. Alhamdulillah jadi punya banyak teman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Amel. alhamdulillah jadi kenal orang dari Sabang sampai Merauke

      Hapus
  4. Mbak Lida kece badai, tapi pembawaannya sangat humble. Semoga suatu saat bisa bertemu dan menyerap langsung pengalaman hidupnya. Top!

    BalasHapus
  5. Aku belum pernah face to face dirimu ya meski ikut beberapa komunitas yg sama mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Inayah. Belum berjodoh buat berjumpa. Semoga suatu saat bisa ketemuan ya. Hehhee

      Hapus
  6. Subhanallah mbak. Berkah memiliki komunitas ya mbak. Memang terasa banget bahagianya dan berwarnanya hidup ketika kita memiliki komunitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, mba. Jadi semangat juga :)

      Hapus
  7. dengan berkomunitas mbak .. nambah saudara and nambah pengalaman

    BalasHapus
  8. Aku juga suka berkomunitas, sejak SMA aku ikut banyak komunitas. Asik dan seru sih. Btw, itu komunitas brand lokalnya oke jugaa. Ada produk bagus kayak gitu. Mau doong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa kayaknya kebanyakan juga senang berkomunitas ya mba

      Hapus
  9. Mbak "kerontongan" itu maksudnya "kerontokan"?
    Hehehe iya makin sering berkomunitas makin banyak teman, makin banyak rezeki yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih koreksinya. Hehhee
      Aamin bener banget mbaa

      Hapus
  10. Saya dlu waktu SMP juga penggemar filateli mbak, bahkaan sampai sekarang perangkonya masih saya simpan. Sayangnya belum tahu ada komunitasnya.
    Ngomong-ngomong soal shampo apalagi buat yg berhijab, perlu dicoba nih mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, aku malah udah ilang mba perangkonya euy. Sayang banget ya

      Hapus
  11. terutama banyak teman dan pengalaman ya

    BalasHapus
  12. Penting banget yaa berkomunitas itu. Nambah teman, networking dan pastinya nambah ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Lia. Makin banyak teman makin baik :)

      Hapus
  13. Ikutan komunitas pastinya seru banget ya, selain nambah temen bisa membuka peluang positif. Moga bisa ketularan suksesnya di dunia perbloggeran hehehe

    BalasHapus
  14. Iy bnyk bngt manfaatnya Salah satunya kenal mba yg baik hati dn tdk sombong tmbh wawasan menulis dan e.y.d

    BalasHapus
  15. Mb Lida dulu termasuk "anak pindahan" juga ya. Salah satu keuntungan "anak pindahan" tuh jadi makin banyak kawan. Tambah banyak komunitas juga . Tapi musti kuat ngadepin hal baru lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Antara anak pindahan dan anak buangan. Hahaha. NAh iya mba, ngerasa makin oke pas ada komunitas

      Hapus
  16. Setuju mbak.
    Komunitas itu juga nambah pertemanan nambah kekeluargaan.
    Dan banyak manfaat lainnya.

    BalasHapus
  17. Aku juga suka pakai prodjk Sari Ayu lebih natural

    BalasHapus
  18. Sudah lama produk sari ayu habis dan belum dapat stok baru. Sudah dua tahun ini tidak ikut liputan sari ayu sih... Hehehe biasanya kalau ada undangan dari Martha Tilaar pulang nya pasti bawa produk termasuk dari Sari Ayu :)

    BalasHapus
  19. Soalnya bahannya bagus ya mba Okti. Hehehe

    BalasHapus
  20. waaa ... saya jadi kangen masa masih suka koleksi filateli :D

    BalasHapus

Auto Post Signature

Auto Post  Signature