Kamis, Agustus 31, 2017

Menikmati Indahnya Indonesia

Saya dibesarkan oleh mimpi seorang perempuan yang mengharapkan anaknya bisa mengelilingi Indonesia. Perempuan itu adalah mama saya. Sejak saya kecil, mama selalu berkata “Suatu saat Chici harus bisa jalan-jalan liat kota lain di Indonesia,”. Chici adalah panggilan mama kepada saya. “Bagaimana bisa?,” kata saya kepada mama. Saya menghabiskan masa kecil saya di Ambon, Maluku. Kota yang jauh dari Ibukota Indonesia, Jakarta. Jadi menurut saya mustahil untuk bisa keluar Ambon dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Tapi mama tak pernah putus asa meyakinkan saya bahwa ada keindahan Indonesia yang harus saya nikmati.

Upaya mama dimulai dengan membawa brosur-brosur berbagai tempat di Maluku. Pekerjaan mama di bidang Pariwisata sangat mendukung mama untuk memiliki informasi tempat wisata. Kemudian mama mengajak saya dan adik berkunjung ke wilayah-wilayah di kawasan Maluku. Saya masih ingat saat masih SMP, saat mama bertugas di Banda Neira, saya dan adik pun diajak serta. Dari Ambon kami menggunakan kapal laut selama delapan jam perjalanan menuju Banda Neira. Tiba di Banda Neira, saya masih ingat betapa indahnya kepulauan Banda Neira lengkap dengan wisata sejarah dan berlimpahnya rempah-rempah khas Indonesia.


Sejak perjalanan itu, saya semakin yakin bahwa mimpi untuk menikmati indahnya Indonesia harus bisa saya lakukan. “Allah menciptakan Indonesia dengan segala keindahan yang sayang untuk dilewati begitu saja,” kata mama. Mama bercerita tentang indahnya panorama pegunungan hingga jernihnya lautan. Dengan doa mama, kesempatan untuk berkeliling Indonesia datang dari banyak pihak. Mulai dari kegiatan organisasi, undangan sebagai pembicara hingga tugas kantor sebagai jurnalis. Ya, semua kesempatan itu membuat saya bisa menikmati Indahnya Indonesia dan bersyukur serta bangga menjadi orang Indonesia.

Berpetualang ke Janjang Koto Gadang dan Ngarai Sianok di Bukittinggi
Sebelumnya saya tak pernah membayangkan melangkahkan kaki selangkah demi selangkah di Janjang Koto Gadang ‘tembok raksasa’, di Bukttinggi. Datang ke Janjang Koto Gadang ibarat datang ke Tembok Raksasa RRC. Kesempatan itu datang saat saya menghadiri kegiatan organisasi di Bukitting selama 3 hari 2 malam. Tak terhitung berapa anak tangga yang didaki saat perjalanan selama 1,5 jam itu dilakukan. Selain itu, selama menempuh perjalanan Janjang Koto Gadang, saya juga menikmati Ngarai Sianok. Ngarai Sianok merupakan lembah curam yang juga dapat disaksikan dari atas Janjang Koto Gadang. Lembah curam ini memiliki kedalaman 200 meter dan panjang kurang lebih 15 kilometer dan panjang 200 meter. Udara yang sejuk membuat saya betah walaupun sempat kelelahan melangkah kaki.

Pemandagan Ngarai Sianok dan Janjang Koto Gadang di Bukitting. Foto : koleksi pribadi 
Berenang di Pantai Liang Maluku
Salah satu kekayaan Indonesia yang membuat saya kagum adalah pantai-pantai yang dihiasi air laut yang jernih dan pasir yang bersih. Nah, salah satu pantai yang menurut saya sangat indah adalah pantai Liang di Maluku. Dari kota Ambon, pantai liang dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama 2 jam. Tiba di Pantai Liang, lautan luas membentang dengan pasir putih yang sangat bersih. Saking bersihnya, saat saya tunjukkan foto anak berenang di Pantai Liang, banyak yang mengira itu di kolam renang. Hahhaa. Padahal itu jelas-jelas di Pantai Liang, namun saking bersihnya banyak yang tak percaya. Berenang di Pantai Liang bisa dibilang tak ada sampah lautan. ‘Bibir’ pantai sangat bersih. Banyak pohon-pohon teduh yang bisa dijadikan tempat berteduh dari sinar matahari. Eh tapi kalau berenang di Pantai Liang seringkali khilaf karena keasyikan berenang.


Saya dan anak di pantai Liang. Foto : koleksi pribadi 
Indahnya Pantai Liang. Foto : koleksi pribadi 
Menikmati Pemandangan di Baturraden Banyumas, Jawa Tengah
Datang ke Banyumas, Jawa Tengah, sempatkanlah mampir ke Baturaden. Baturraden ini terletak tepat di kaki Gunung Slamet di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Karena terletak di kaki gunung, udaranya cukup dingin. Harga tiket masuknya Rp 15.000 per orang cukup terjangkau untuk dijadikan salah satu tempat wisata selama di Banyumas. Saya ke Baturaden pada bulan Januari 2017. “Pokoknya mba Lid rugi deh kalau nggak ke Baturaden,” kata adik ipar saya yang menetap di Banyumas. Dan teryata saya beneran rugi kalau nggak ke Baruraden. Pemandangannya indah banget.

Indahnya wisata alam Baturraden. Sumber foto : koleksi pribadi 
Ketika masuk ke dalam kawasan Baturraden, saya terpesona dengan air mancur yang mengalir dari sebuah tempat seperti kawah. Menariknya lagi, di sekeliling kawah itu terdapat aneka tanaman hias berwarna-warni sehingga menjadi sangat menarik. Salah satu dindingnya merupakan air terjun yang mengalir pelan. Ada juga pemandangan sungai dengan batu-batu besar yang dialiri air yang deras. Ingin berenang di kolam renang? Di Baturraden juga ada kolam renang besar yang bersih. Tapi airnya dingin banget. Hihihii.

Menggagumi Tangkuban Parahu di Lembang
Siapa yang tak kenal Tangkuban Parahu? Legenda Tangkuban Parahu sejak kecil telah saya dengar. Bukan sekali, tapi berkali-kali. Tapi teryata baru berkunjung pada bulan Februari 2015.  Penamaan nama gunung itu dikisahkan berawal dari cerita legenda terjadinya Gunung Tangkuban Parahu yang dalam bahasa Indonesia artinya ‘Perahu Terbalik’. Saat mobil parkir tepat di dekat kawah Tangkuban Parahu, saya berulangkali berdecak kagum. Luar biasa keren! Apalagi saat memandang kawah ratu seluas 12.36 hektar yang terletak di ketinggian 1.365 meter di atas permukaan laut. Tampak rembesan mineral mengalir di kawah ratu. Oh ya, datang ke sini saya sarankan menggunakan jaket yang tebal. Mengapa? Soalnya dingin banget. Saya agak menyesal saat datang tak membawa jaket karena menganggap remeh dingin di kawasan Tangkuban Parahu. Kalau datang ke Tangkuban Parahu lagi, saya akan membawa jaket tebal.


Keindahan Tangkuban Parahu. Foto koleksi pribadi 
Curug Cibeureum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Februari tahun lalu, suami mengajak saya sekeluarga untuk menikmati air terjun. “Nggak usah yang jauh-jauh. Tapi yang dekat saja,” kata suami. Akhirnya, saya sekeluarga pun ke Curug Cibeureum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Perjalanan menggunakan mobil dari rumah di kawasan Pasar Rebo ke pintu masuk Taman Nasional sekitar 2,5 jam. Kenapa dinamakan Cibeureum? Jadi, lumut merah pada dinding air terjun memberikan nuansa merah sehingga dinamakan Cibeureum (sungai merah).  
Sebelum mendaki, foto dulu. SUmber foto : koleksi pribadi 
Indahnya Curug Cibeureum. Koleksi pribadi
Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 1,5 jam. Sebetulnya awalnya saya dan suami kuatir Ayyas yang kala itu berusia 6 tahun akan kecapean berjalan kaki. Tapi alhamdulillah perjalanan itu menjadi tak melelahkan karena udara yang sejuk, rindangnya pepohonan hingga suara aliran air sungai yang mengalir di kiri dan kanan jalan. Ketiba tiba di lokasi air terjun, lelah terasa hilang begitu saja saat memandang air terjun yang sangat indah. Uniknya, ada dua air terjun yang jaraknya berdekatan sehingga pemandangannya sangat indah.

Tak hanya indah, airnya pun sangat dingin. Jujur saya tak berani berdiri di bawah air terjun karena kucuran airnya sangat deras. Namun saya sangat menikmati dinginnya air terjun yang mengalir melalui sungai bebatuan. Angin sepoi-sepoi membuat saya seolah enggan beranjak dan masih ingin menikmati indahnya pemandangan alam air terjun yang sangat indah.  


  1. Berkunjung ke 5 tempat yang indah itu membuat saya semakin bersyukur dibesarkan di Indonesia. Kekayaan alam yang melimpah ruah membuat saya tak pernah kapok untuk jalan-jalan berkeliling Indonesia. Karena Indonesia, sangatlah luar biasa Indah.  

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

48 komentar:

  1. Waaaa Pantai Maluku di pingirnya aja udah bagus banget. Masih sebatas angan ke sana, ongkosnya mahal banget =( *nabung*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cari pas tiket promo. Jadi harganya masih terjangkau. Panoramanya indah banget jadi sayang kalau nggak mampir :)

      Hapus
  2. Masya Allah bagus bgt Pantai Liang Maluku nya Mba. Ngilerr, tapi kalau ke sana kudu nabung dulu nih. Hihi.

    Bersyukur jd orang Indonsia ya, negara kita alam-nya bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kemana juga harus nabung. Hhehehe. Tapi emang bagus, mba. Nggak rugi deh kalau ke Maluku karena memang indah sekali. Alhamdulillah alam di Indonesia memang bagus ;)

      Hapus
  3. Mbaaaa sumpah kau jadi mnegingatkanku akan padaang, aku kangen jalan jalan ke padang
    Ngarai sianok juga lembah harau yang ada legenda macan lembah harau huahhaahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku waktu itu langsung ke Bukittinggi. Nggak mampir ke Padang. Pengen juga aku ke Pandang, mba :)

      Hapus
  4. Aduh...liat pemandangan begini lebih teduh dimata dan dihati mak... Dripada ngemall hehehe.... Aku Jadi Inget kerja dulu kalau liat pemandangan bagus begini....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bisa cuci mata kalau ke sini biar makin fresh. HIhihi

      Hapus
  5. subhanAllah, tempatnya indah semua ya mbak. alhamdulillah jadi penduduk Indonesia ^^

    BalasHapus
  6. aku suka kata-kata mamanya mba “Allah menciptakan Indonesia dengan segala keindahan yang sayang untuk dilewati begitu saja,” dan aku pun trepacu pengen keliling Indonesia juga. BUkit tinggi, pantai liang sampe tangkuban duh semuanya belum pernah aku datangi *kasian* hahhaa jadi gmn mnb?keliling indonesia apa LN ni para ladies :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa. Maklum mamaku kerja di Departemen Pariwisata jadi begitulah. Hheheh. Hayukk ladiess, ke KOreaaaa :p

      Hapus
  7. Mbak, saya juga gak pernah ngebayangin bisa liat banyak tempat indah di Indonesia. Sampai - sampai saya suka nangis kalau dengar lagu "Tanah Air" ciptaannya Ibu Sud. Apalagi klo video klipnya nampilin kota-kota di Indonesia yang pernah saya tinggali. Bisa mewek sayaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa ya Indonesia, mba DIlaaa :)

      Hapus
  8. How lucky u mba bisa mengunjungi tempat2 indah itu. Cita2 aku nih, bisa mengelilingi indonesia sebelum mengelilingi negara lain. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya Mba Wian. Iya tapi ini sedikit dari banyaknya tempat di Indonesia yang sayang kalau tak dikunjungi

      Hapus
  9. Kangen sama baturaden sama tangkuban perahunya, Teh, udah lama gk kesana, sepertinya udah banyak sekali perubahan ya, sekarang..

    BalasHapus
  10. Senang banget sudah banyak lokasi wisata di Indonesia yang sudah dikunjungi.

    BalasHapus
  11. Wow asyik banget jalan-jalannya euy. Padang & Maluku. Belum pernah ke sana & pengeeeeen banget ke Padang terus ke Bukit Tinggi abis itu ke Sawahlunto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya Sawahlunto juga menarik yaa Aku ya belum pernaah ;)

      Hapus
  12. waaaakkk jadi pengen kelilingan indonesiaa nihhh hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayukk mba. Aku ya masih sebagian kecil euy :)

      Hapus
  13. Waahh...Banda Neira salah satu tujuan wish list aku mbk. Selalu terpesona dgn cerita2 keindahan Banda Neira. Punya buku ttg Banda Neira yg selalu kubaca ulang saking pengennya kesana. Klo bukittinggi,alhamdulillah pernah 3 bulan tinggal disana wkt PKL kuliah dulu..rasanya pengen balik lg ksana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus banget yang Banda Neira. Sayangnya aku nggak punya banyak koleksi foto pas di Banda Neira. Hhehehe

      Hapus
  14. Wah keren2 ya mbak tempat2 yg dikunjungi.. doa mamamu terkabul mbak.. 😊

    BalasHapus
  15. olahraga sekalian piknik kalau ini sih ya mba

    BalasHapus
  16. Indonesia memang keren dan indah alamnya ya mba. Aku ama adik tuh dulu pengen ke Gunungg Gede Pangrango, tapi belom kesampean.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin semoga terwujud ya mba LIswanti. Aamin

      Hapus
  17. Banyakkk banget ikh jalan jalannya ama keluarga lagi bikin ngiri. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum seberapa mbaa. Hayuk jalan-jalan yuukk

      Hapus
  18. Aku inget banget di tahun 2012 berkesempatan diajak ke salah satu pulau di kepulauan Maluku, Tual. Posisinya persis dibawah kepala Papua. OMG itu baguuus banget! Pasirnya benar2 putih dan kaya debu. Cantik banget.

    Dari situ aku langsung punya cita-cita kepingin keliling Indonesia. At least mengunjungi satu area di tiap pulau besarnya. Gak kepingin lagi deh ke luar negeri wong di negeri sendiri aja indahnya luar biasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah banget ya mba tempat tempat di Indonesia. Baguss sekali. Smoga niat niatnya terwujud ya. Aamin

      Hapus
  19. baturaden malah tambah cantik yah, udah lama gak main kesana lagi.

    BalasHapus
  20. Banyak tempat wisata di Indonesia yang indah-indah. Pengin bisa berwisata bersama keluarga di tempat2 tersebut.

    BalasHapus
  21. Ngarai Sianok, sepintas jadi mirip tembok cina, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mirip banget mbaa. Hanya saja nggak sepanjang yang di Cina. Hhehe

      Hapus
  22. Coba kalo mamaku kayak begitu. Yg ada aku sering diprotes krn selaluuuuu jalan. Apakagi kalo tau aku ke negara2 yg ga biasa, pasti deh komen mama, "ngapain sih kesana. Tempatnya jelek begitu". Yg aku sebel, didatangin aja belumbudah bisa bilang jelek. Tp bersyukur mama mertuaku lbh terbuka . Mungkin krn istri diplomat dan udah kenyang ditempatin di banyak negara, jd buat dia jalan2 itu, kemanapun destinasinya selalu nyenengin :) .

    Itu yg mau aku tularin ke anakku mba. Selagi muda jalan2 sampe kemanapun. Liat dunia , supaya pikiran ga picik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masing-masing orangtua punya cara berbeda buat mengajarkan tentang Indonesia ke anak ya mba :)

      Hapus
  23. wuooowww pantai liang nya baguuuuussss
    pingin juga bisa keliling indonesia seperti tante

    BalasHapus
  24. cantiiiik emang Indonesia kita yaaa mba..aku pun punya cita-cita keliling Indonesia

    BalasHapus
  25. Kapaaaan aku bisa ke maluku..indaaah sangaat

    BalasHapus