Rabu, Maret 15, 2017

Tips Menjual Rumah Bekas

Sudah dua bulan ini teman saya berusaha menjual rumah. Kepada saya, ia mengaku telah mempromosikan rumah melalui media sosial, hingga ke surat kabar. Tapi rumah yang ingin dijualnya tak kunjung laku. Rumah yang kini ia tempati rencananya akan dijual karena ia akan mengikuti suami pindah kota. “Mau dikontrakkan tapi kuatir tak ada yang mengawasi,”ungkapnya.

Namun rumah yang hendak ia jual bukan berarti tak ada calon pembeli. Sudah berulangkali calon pembeli datang dan melihat rumah itu, tapi semuanya tak membuahkan hasil. Ada yang beralasan tak cocok harga. Ada lagi yang beralasan rumah itu harus direnovasi karena banyak kerusakan dan banyak alasan lainnya. “Aku jadi binggung bagaimana ya biar rumah ini laku,” katanya kepada saya. Menjual rumah bekas ini memang tak mudah. Karena bagaimanapun membeli rumah itu ibarat mencari jodoh. Kalau cocok ya dibeli, kalau tak cocok ya mau tak mau tidak mungkin di beli. Saya ingin berbagi beberapa tips yang mungkin bisa digunakan agar rumah bekas bisa laku terjual.
 
Sumber : pixabay,com
Memilih Agen Properti Yang Berpengalaman
Salah satu cara agar kinerja lebih mudah dan maksimal adalah dengan menggunakan jasa agen. Sebab sulit untuk menjual rumah dijual di Surabaya dalam keadaan bekas pada orang lain tanpa bantuan agen. Gunakanlah agen yang terpercaya sekaligus berpengalaman. Sebab agen yang berpengalaman bisa mempercepat proses penjualan rumah bekas yang hendak dijual.

Renovasi
Salah satu hal yang menarik sebagai animo calon pembeli adalah kualitas. Meskipun menjual rumah bekas agar lebih terlihat berkualitas sempatkanlah untuk merenovasinya. Retakan bisa diperbaiki, kotoran, debu dan lumut bisa dihilangkan untuk menambah daya tarik calon pembeli, cat-cat bisa diperbarui dengan warna yang lebih cocok dengan desain dan perpaduan warna disampingnya agar lebih segar dipandang mata. Keliatannya mungkin sepele, tapi ada juga calon pembeli yang tak mau ribet jika harus mengecat lagi rumah yang baru ia beli.

Percayakan
Buatlah calon pembeli yakin terhadap rumah bekas yang hendak dibeli. Kepercayaan dan keyakinan merupakan faktor utama dalam proses jual beli. Cara meyakinkan ya harus logis dan jujur dan sampaikan dengan baik kepada calon pembeli.

Ajaklah Berkeliling Dan Memperlihatkan Fasilitas Yang Ada
Dalam penjualan rumah bekas, akan sangat sulit apabila calon pembeli tidak tahu fasilitas ataupun keadaan sekitar rumah. Jadi, ajaklah calon pembeli untuk berkeliling disekitar rumah dan melihat-lihat fasilitas yang ada di rumah yag hendak dijual.

Pasang Harga Yang Sesuai
Menjual rumah juga harus memperhatikan harga dan kualitas rumah yang hendak dijual. Harga dan kualitas rumah serta fasilitas yang ada saling berimbang. Calon pembeli tidak akan menyepakati apabila harga yang ditawarkan terlalu mahal, bahkan akan curiga dengan harga yang terlalu rendah. Jadi, pasanglah dengan harga yang sesuai dengan luas tanah, luas rumah, kualitas rumah, dan fasilitas yang ada didalamnya.


Apakah teman punya pengalaman menjual rumah bekas? Cara apa yang teman lakukan agar rumah laku terjual? Mari berbagi. 

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

35 komentar:

  1. Belum pernah jual rumah, tapi pastinya tips ini bakalan berguna banget pas nyari rumah bekas ya :)

    BalasHapus
  2. untuk menjual rumah memang perlu direnovasi dulu y mbak biar menarik hehe ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba ria. Biar makin banyak yang tertarik ya buat membeli

      Hapus
  3. pengalaman bapak yg pernah jual rumah peninggalan nenek lokasi juga jd pertimbangan juga mbak, lingkungan sekitar juga bisa jadi pertimbangan si pembeli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih. Lingkungan juga berpengaruh y :)
      Terima kasih telah berbagi mba

      Hapus
  4. Harga dan kualitas itu penting ya, Mbak. Keluarga sy pernah beli rumah bekas, rumahnya sih perlu perbaikan di sana sini. Tapi karena harganya sesuai dan letaknya strategis yang bikin harga tanahnya naik terus jadi tetap dibeli.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ada faktor lain seperti itu yang harus dipertimbangkan ya mba

      Hapus
  5. nyari agen susah-susah gampang mba, dan kendala untuk renovasi juga jadi tambahan pikiran hehe

    suika-lovers.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii . Soalnya renovasi butuh dana ya :)

      Hapus
  6. Setuju direnovasi, lumayan efeknya besar ya, selain menarik, bikin harga jual naik n ngga dijatoh2in calon pembeli hehe

    BalasHapus
  7. Aku jg prnh denger cerita sodara yg beli rumah bekas krn bkn pake agen terpercaya malah ditipu sama calo ckcck harga dari yg punya brp sama calo dikali 2 pdhl rumahnya perlu banyak renovasi mba.
    Pelajaran bgt bwt aku next klo mau investasi ke rumah dan beli rumah bekas mesti pake agen terpercaya. Makasi infonya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya agen terpercaya itu penting ya mba :)

      Hapus
  8. rumah yang direnovasi sebelum dijual harganya pasti lebih tinggi yaa Mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mba Ira. Banyak juga yang minat :)

      Hapus
  9. Kadang kita memang harus melakukan renovasi ya, mbak. Supaya pembelinya tertarik untuk membeli.

    BalasHapus
  10. Sama kitanya kudu mau repot dikit ngurus KPR. Saya sudah 2x jual rumah cepet laku karena mau bela2in bantu calon pembeli meng-KPR-kan rumah saya itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya ya pengurusan KPR emang ribet. Tapi kalau dibantu orang jadi minat ya :)

      Hapus
  11. makasihhh tipsnya mbaaa.., yang pe er menurut aku yg renovasi karena biayanya pasti lumayan, tapi abis itu kan harga jual rumah bekas kita juga makin naik ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener banget. Renovasi tapi penting ya

      Hapus
  12. Kepercayaan memang sangatlah penting. Bisa jadi jika teman si pembeli itu butuh lagi, bisa hub lagi.. Pengen punya rumah sendiri,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tercapai ya bisa punya rumah sendiri :)

      Hapus
  13. Memang sih lebih bagus beli di agen terpercaya. Saudaraku pernah mbak ketipu nyicil bayar rmh bekas sama pemiliknya tapi ternyata di akhir ketahuan surat2 rumahnya ga lengkap..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, semoga aja nggak kejadian lagi ya

      Hapus
  14. Wah tipsnya boleh dicatat ni mba, terima kasih ya.

    BalasHapus
  15. Emang kudu direnovasi dulu Mba kalau rumah yang mau dijual ada beberapa bagian yg rusak, biar pembeli enggak merasa was2 saat melihat2 kondisi rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Uniek. Kebayang bakal nggak ada yang minat jika banyak yang harus direnovasi :)

      Hapus
  16. Pada praktiknya, banyak penjual rumah yg assl nitip pada teman atau tetangga. Pdahal jika dihitung, jatuhnya sama dengan fee agen resmi yg berprngalaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihiii iya. Sekalian aja yang profesional ya mba :)

      Hapus
  17. Menjual rumah emang kayak nyari jodoh, mirip juga kalo mau beli rumah. Aku dulu juga nggak sengaja, tiba-tiba ada yang naksir rumah kami dan mau dengan harga yang kami minta.

    BalasHapus
  18. agak susah memang utk menjual property..
    banyak yg beralasan kurang cocok harga dan fasilitas yg ga memadai

    BalasHapus