Jumat, Maret 10, 2017

Menciptakan Sejuta Peluang Bersama Tupperware

Rabu sore tanggal 8 Maret 2017, showroom Tupperware di lantai 3 Mall Taman Anggrek, Jakarta Selatan, penuh sesak. Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye #TupperwareSejutaPeluang. Peringatan Hari Perempuan Internasional ini sekaligus merupakan upaya agar ketidaksetaraan jender dapat teratasi.

Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye #TupperwareSejutaPeluang dengan harapan agar dapat membuka kesempatan bagi satu juta perempuan untuk belajar mandiri, percaya diri dan berani mewujudkan impiannya untuk menjaid lebih baik. Selama 26 tahun hadir di tanah air, Tupperware memiliki keyakinan bahwa kepercayaan diri adaah kunci mendorong pemberdayaan (empowerment) dan pembangunan bisnis atau perekonomian bagi perempuan. Bu Nining W.Pernama, President Tupperware Indonesia & Vice President Sales Development Asia Pasicif mengatakan bahwa kampanye #TupperwareSejutaPeluang, akan membuat perempuan Indonesia semakin maju dan berkembang tak hanya untuk dirinya, melainkan keluarga dan lingkungan sekitar. Kini, sebanyak lebih dari 200 ribu independent sales force dari Sabang hingga Merauke berkembang bersama Tupperware.

Keseruan kampanye #TupperwareSejutaPeluang

Saat peluncuran kampanye #TupperwareSejutaPeluang, ada tiga kegiatan utama yang dilaksanakan yakni cooking clas bersama Chef Lutfi (Tupperware Celebrity Chef) dan fun talkshow hingga fashion show. Ketiga acara tersebut mampu menarik minat puluhan perempuan yang rela berdiri agar dapat mengikuti kegiatan tersebut.  

Kegiatan pertama adalah cooking class. Ada tiga resep yang dimasak Chef Lutfi yakni butter rice, nugget ayam dan bola-bola daging. Ketiga makanan yang disajikan adalah menu makanan yang mudah untuk dimasak untuk keluarga. Acara cooking class berlangsung ceria karena seringkali melontarkan candaanyang ditimpali dengan penuh tawa oleh peserta cooking class. Saat sesi cooking class, aroma harum masakan tercium harum. Tak heran, setelah sesi masak, para ibu peserta cooking class tak ingin melewatkan kesempatan untuk mencicipi menu masakan yang terbuat. Semua peralatan yang dimasak dalam cooking class itu menggunakan peralatan dari Tupperware. Mulai dari wajan (seri Tchef), alat pencacah (quick chef) hingga tempat penyajian makanan. 

Cooking class bersama Chef Lutfi
Perempuan Berbagi Inspirasi
Setelah memasak, para peserta kemudian mengikuti diskusi. Diskusi yang diadakan diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi perempuan. Ada dua narasumber yang dihadirkan yakni Hanifa Ambadar dan Susianti.  Sesi diskusi pertama bersama mba Hanifa Ambadar. Mba Hanifa adalah CEO Female Daily. Awalnya ia adalah seorang blogger yang kerap menuangkan tulisannya di sebuah blog. Ia senang sekali menulis tentang make up. Tulisan ini karena hobinya tentang segala sesuatu tentang make up. Lama kelamaan digemari oleh banyak orang. Lama kelamaan, ia kemudian tertarik untuk menjadikan blognya sebagai website pada tahun 2010. Tulisan yang awalnya hanya tentang make up kemudian berkembang menjadi aneka tulisan terkait kebutuhan perempuan. Mulai dari masalah parenting, gadget hingga lainnya. 

Namun menciptakan Female Daily tak semudah membalikkan telapak tangan. “Bisnis ini ketika dimulai, modalnya sedikit,” katanya. Kantor yang ia sewa berukuran kecil, perabotan yang digunakan adalah perabotan bekas. Saat hujan turun, beberapa bagian kantor bocor. Bahkan ia pernah merasakan saat-saat tak gajian. Female Daily kemudian menjadi tempat berkumpulnya komunitas perempuan seluruh Indonesia. Perempuan-perempuan itu selalu berkarya dengan aneka kegiatan. Mulai dari mengikuti aneka kegiatan seperti yoga namun tetap memperhatikan keluarga dan menjaga penampilan.
Mba Hanifa Ambadar berbagi pengalaman
"Female Daily buat ibu-ibu yang diajak berkarya dari rumah," katanya. Family Daily tidak sekedar menjadi website berbagai informasi. Namun Female Daily menjelma menjadi ruang berkreasi yang bermanfaat bagi sesama, terutama kelurga. 

Kegiatan ini menciptakan banyak inspirasi. Ia mengaku senang bertemu dengan banyak kalangan. Tujuh tahun berlalu, bisnisnya semakin maju. Jika awalnya hanya dua orang, kini Female Daily berkembang dengan memiliki 54 karyawan. “Semuanya berawal dari hati sehingga saya melakukannya dengan senang hati,” katanya. Ia juga bahagia karena apa yang ia lakukan sangat bermanfaat bagi orang lain. Kesuksesan baginya juga tak luput dari dukungan keluarga, terutama suami. Ia mengatakan suaminya tak segan menggantikannya mengambil rapor di sekolah anak. Atau saat-saat ia harus rapat suaminya dengan senang hati menjaga sang anak. “Jangan lupa untuk bersyukur pada hal-hal kecil dan berbagi kepada sesama,” ungkapnya. Perempuan di Indonesia, katanya, memiliki support system yang bagus sehingga perempuan dapat menggembangkan karir dengan lebih baik. Ini tentu berbeda dengan luar negeri yang tak memiliki support system yang dapat mendukung karir. Bentuk support system seperti adanya asisten rumah tangga, hingga keluarga. “Jangan lupa untuk bermimpi besar untuk maju,” ungkapnya.

Bu Susiati berbagi pengalamannya bersama Tupperware
Setelah Hanifa berbagi pengalamannya, Bu Susiati dari PT Pijar Cemerlang berbagi kesuksesannya. Jika Mba Hanifa berbicara dengan nada suara yang pelan dan tertata, Bu Susiati ini nada suaranya terkesan lebih tegas. Saat ia datang, ia sudah menyapa para pengunjung. Bu Susi ini adalah seorang perempuan 41 tahun dan juga ibu 4 orang anak. Selain berkarir, ia menginspirasi banyak orang dengan melakukan bisnis Tupperware sejak tahun 2011. Tapi siapa sangka, ia dulu adalah orang yang pemalu. “Megang mic saja saya gemetaran,” katanya lagi.

Apalagi Bu Susi mengaku awalnya suaminya tak mendukung jika ia berbisnis Tupperware. Tapi dengan berjalannya waktu, ia membuktikan bahwa apa yang ia lakukan adalah yang terbaik untuk keluarga dan bermanfaat bagi sesama. “Dulu saya tak pernah membayangkan akan ke luar negeri,” katanya. Namun takdir menyatakan lain. Berkat kerja kerasnya dan usaha pantang menyerah di Tupperware, ia kemudian terbang ke Jepang pada tahun 2012. Perjalanannya ke luar negeri semakin bertambah ketika ia mulai menjelajah Hong Kong, Thailand, Melbourne dan Sanghai. “Semua berkah Tupperware,” katanya. Bahkan saat ke Shanghai, ia dalam kondisi hamil 7 bulan. Namun Tupperware masih tetap memberikan ia kesempatan ke Shanghai dan ada dokter yang mendampingi.

Tak hanya itu saja pencapaian yang ia capai. Berkat Tupperware, ia mampu membiayai dua anaknya ke Pesantren dan menyiapkan asuransi anak-anaknya. Sebuah mobil dan rumah bisa ia dapatkan setelah berbisnis di Tupperware. Apa yang ia lakukan bertujuan agar dapat mensukseskan banyak orang. Bu Susi mampu menggandeng lebih dari 50 orang untuk bergabung dengan Tupperware. “Kita sebagai perempuan harus mandiri. Hayok gabung dengan Tupperware,” katanya. Bu Susi membagikan cara agar dapat berhasil berkat Tupperware. Salah satunya memperkenalkan diri sebagai orang Tupperware. Setelah itu, bisa dengan mengajak lima orang untuk mengikuti demo produk sehingga mengetahui manfaat dari produk Tuperware sehingga tertarik bergabung.  “Tupperware tak hanya jualan tapi menawarkan jenjang karir,” ungkapnya.  

Fashion show Tupperware
Kedua kegiatan itu semakin lengkap dengan diselenggarakannya fashion show oleh lima model cantik. Kelima model itu kompak menggunakan dress berwarna putih dan secara bergantian memamerkan aneka produk Tupperware. Produk-produk yang dipamerkan semua tertata rapi di showroom Tupperware sehingga enak dipandang. Datang ke showroom Tupperware hari itu, membuat saya yakin, ada sejuta peluang bersama Tupperware.



Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

57 komentar:

  1. beberapa kali ikutan acara Hanifah Ambadar jadi pembicara, setiap dengar awal membangun Female Daily hingga sebesar sekarang bikin saluut..benar-benar menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar-benar menginspirasi ya mba Tuty :)

      Hapus
  2. Aku jadi terpacu nih sama kisanya Mbak Hanifa. Pengen lebih semangat dan menyenangi apa yang aku lakukan sekarang yaitu blogging.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Dewi. YUk kita sama-sama maju

      Hapus
  3. aku kenal, mba sama Mba Susi. Temenku dulu waktu sama2 di Pijar. Alhamdulillah udah berjilbab

    BalasHapus
  4. saya pernah terjun di dunia tuperware, tapi terkendala waktu dan juga mungkin kurang fokus ya. Salut dengan kedua ibu ini yang bisa sukses melalui tupperware, nice posting
    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang harus fokus dan manajemen waktunya harus jago :)

      Hapus
  5. asyik ya bisa ikuatn dan tambah ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Tira :)
      Biar makin menginspirasi :)

      Hapus
  6. mba Hanifa emang top banget ya, aku pengen banget punya passion seperti dia :D

    Suika-lovers.com

    BalasHapus
  7. Wih asik banget masak2, dapat inspirasi, trus pulangnya dibawain Tupperware.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah menginspirasi ya mba Leyla

      Hapus
  8. salut dgn wanita yg fokus menjalani bisnisnya hingga sukses, pantas mereka merasakan hasil jerih payahnya.. aku juga pengguna Tupperware tapi gak fokus nih hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kita bener memang harus belajar fokus ya mba Lia. Hihihi

      Hapus
  9. suka banget sama warna2 tupperware.. punya beberapa koleksi eco bottle. pengen nambah koleksi lagi. hihihi..

    salam kenal mbak..
    www.theamazingjasmi.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba salam kenal kembali. Aku juga suka warna warninya emang keren :)

      Hapus
    2. suka kalap kalau ditawarin promo bulanan sama temen.. hahaha

      Hapus
    3. Hihihi berasa pengen belanja terus mba :)

      Hapus
  10. Ikut seneng ya mba..jadi blogger kalau serius bisa sesukses itu yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Nunu. Smoga kita ketularan suksesnya ya :)

      Hapus
  11. hebat ya dengan tupperware bisa sukses :D saya sih udah daftar jadi member tupperware tapi belum manfaatin peluangnya, cuma dipakai untuk belanja sendiri aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya belanja sendiri trus bermanfaat bagi yang lain, mba. Hihih

      Hapus
  12. Ada teman-teman yang fokus menjadi orang tupperware dan hasilnya membuat saya terpana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Memang satu sisi tergantung pribaid masing-masing ya :)

      Hapus
  13. Jadi inget dulu sempet wawancara hanifa ambadar akuh hihi

    BalasHapus
  14. karena kadang kalau kita ga mulai ya ga jadi-jadi. kayak aku ini :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi bener, mba. Paling sulit adaah memulai dan konsisten :)

      Hapus
  15. di hari spesial tentang wanita.dpt sharing manfaat dari tupperware

    BalasHapus
  16. Seperti Mbba Iparku Dulu Juga Bisnis Ini Juga Sama Sophie Paris, tpi berhenti semenjak punya anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smoga nanti makin maju dengan bisnisnya ya

      Hapus
  17. Tupperware aman, praktis dan dpt fee bikin ibu ibu makin suka dan cinta sama produknya. Sekali dayung 3 pulau terlampau.

    BalasHapus
  18. Acaranya seru, pembicaranya inspiratif sekali saya jadi tahu lho mbak awal berdirinya Female daily trus juga syukaa banget sama tupperware yang awetnya ga ilang-ilang malah kataku lebih awet barangnya daripada sejumlah uang yang kita keluarkan untuk membeli produk tupperware xixi. Makanya koleksiku sedikit-sedikit dan beli pas lagi ada promo mbak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah Tupperware sering ada promo loh :)

      Hapus
  19. lebih jeli melihat peluang yang ada ya,,, benar2 inspiratif mudah2an qt bisa salah satu yang bisa mengisi peluang itu,,

    BalasHapus
  20. Tuppy.. Memang produknya oke. Dan bisa jadi kado pernikahan juga ya #eh komennya ngga nyambung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi memang banyak yang memberikan sebagai kao juga sih :)

      Hapus
  21. Entah kenapa meski mulai banyak brand serupa, aku masih lebih tertarik Tupperware. Apalagi Emak, kalau aku ngilangin tupperware beuuuuugh berabe deh dunia persilatan :D

    BalasHapus
  22. Tupperware memang produk legendaris yang kualitasnya tetap terjaga. Wah saya nggak ikut yang event ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya produknya emang bagus banget. Smoga berkesempatan ikut event di lain waktu ya mba :)

      Hapus
  23. Tupperware ini sej3nis harta karun ibu ibu loh mba... kekepnya kenceng kalau pas dibawa-bawa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah bener mba. Jangan sampe ilang Tupperwarenya :p

      Hapus
  24. Wanita-wanita luar biasa yaa... menginspirasi sekali cerita mereka membangun usaha. Saluut :)

    BalasHapus
  25. saat ini aku mah pengguna ajah mba tupperware pengen nyoba gitu bisnisnya suka tergiur dengan mereka yg tekun dan sukses cuman sayangnya saya mood-an klo jualan hahaha

    BalasHapus
  26. Jujur, aku pilih-pilih mana di antara sekian posting baru yang bisa kukomentari dan akhirnya nyantol ke sini. Soalnya aku pernah ngangkat profil pemasar Tupperware di salah satu buku dan itu truly inspiring, ibu-ibu pula. Namanya Nafisah Emir, di tahun 2005 (pas naskah bukunya kutulis) beliau jagoannya Tupperware. Dan, anyway, ibuku suka banget pake Tupperware. Hehehehe.

    Oya, Mbak Hanifah Ambadar juga sangat menginspirasinya bagi kita-kita yang mempunyai minat di bidang kepenulisan. Sudah lama banget berpikir, "Masa iya nggak bisa hidup enak dari menulis sih?" Dan sebenarnya bisa banget asalkan kita tahu cara mengelola sekaligus memaksimalkan minat dan kemampuan menulis tersebut. Mudah-mudahan suatu saat bisa bertemu beliau.

    BalasHapus
  27. Keren ya acaranya, ibu-ibunya juga.. sukses Mba Lid.

    BalasHapus