Sabtu, Januari 21, 2017

Liburan 3 Hari di Banyumas

Sudah sejak lama, saya dan suami berencana untuk berlibur ke Banyumas, Jawa Tengah. Kebetulan adik ipar saya baru pindah rumah namun kami belum sempat untuk berunjung ke rumah barunya. Keluarga besar suami berencana untuk ke Banyumas pada libur Natal dan Tahun Baru. Tentu itu waktu yang tak bisa bagi saya dan suami. Jadi, tanpa memberitahukan saudara, kami pun memesan tiket kereta menuju Banyumas. Akhirnya kami membeli tiket sehari sebelum perjalanan. Kami memilih menggunakan kereta ekonomi AC untuk jarak stasiun Senen-Purwokerto, Jawa Tengah. Harga tiket Rp 110 ribu per orang. Lumayan murah dan tak perlu repot nyetir mobil. Saya membeli tiket untuk bertiga yakni saya, suami dan Ayyas. Kami berangkat pada Jumat, 14 November 2016. Sejak awal berangkat saya bilang ke Ayyas bahwa nanti akan naik kereta ekonomi dan kuatir suasana agak panas. Saya wanti-wanti soalnya dia tak betah panas.
 

Karena ini pertama kali kami naik kereta ekonomi melalui Stasiun Senen, kami pun berangkat sekitar pukul 03.00 WIB menggunakan taksi. Tiba di stasiun Senen pukul 04.00 WIB dan langsung print tiket sendiri. Kami memilih shalat Subuh di masjid yang berada di dalam stasiun. Nah setelah shalat, kami langsung naik kereta di jalur yang ditentukan. Pertama kali naik kereta, wah teryata kereta bersih banget. Udaranya juga dingin sekali. Satu gerbong bahkan terdapat tiga AC. Ayyas bahkan kedinginan. Hihihi.


Menikmati kereta ekonomi  

Kami duduk bertiga di satu kursi yang lumayan luas. Perjalanan memakan waktu hingga enam jam terasa begitu cepat karena kami menghabiskan waktu dengan bermain kartu uno, mendengarkan musik dan ngobrol tentang banyak hal. Tiba di stasiun Purwokerto, kami langsung menyewa mobil selama di Banyumas. Kami memilih menyewa mobil di 'B Rent A Car' di nomor 081372831976.

Karena hari itu adalah hari Jumat, maka selepas suami melaksanakan ibadah shalat Jumat, baru deh kami meluncur kembali. Jujur, walaupun bukan pertama kali ke Banyumas, tapi terasa kagok juga mengendarai mobil. Alhasil sepanjang perjalanan nanya kiri kanan dan selalu mengamati papan petunjuk. Nggak pakai waze? Iya, waktu itu nggak pake karena terlalu pede bisa nyampe tanpa nanya-nanya. Hihihi ....

Tak terasa, perut kami sudah keroncongan. “Ummi, makan dulu yuk. Lapar,” kata suami. Saya sempat mencari nama makanan enak di Banyumas tapi kata suami, lebih baik membeli makanan di jalur yang dilewati menuju rumah adik ipar saja. Kuatirnya semakin nyasar dan jalan tak menentu. Menurut saya, itu sih pilihan terbaik. Akhirnya kami berhenti di sebuah warung makan yang menjual Sroto. Tak ada pembeli lain di sana kecuali kami. “Beneran, Bap makan disini?,” kata saya. “Iya mi. Makan disini saja. Udah lapar banget,” kata suami. Syukurlah, makananya enak. Bahkan kami nambah satu porsi karena rasanya yang lezat. Setelah perut terisi, mobil kemudian melaju membelah keramaian dan tibalah di rumah baru adik ipar saya. Rumahnya sangat dekat alun-alun kota Banyumas. Rumahnya tertata dengan baik dan cukup luas. Kami betah sekali selama di Banyumas.

Ikon Banyumas di alun-alun kota

Keesokan harinya, Sabtu, 15 November 2016 adik ipar mengajak kami berjalan-jalan ke Banyumas. Namun sebelumnya, kami berhenti di toko hanpdhone. “Bentar ya mau lihat dulu,” katanya. Teryata adik ipar saya berniat untuk mengecek harga modem 4G. Harapannya, pekerjaannya bisa terbantu jika memiliki modem. Ah, pilihan tepat menurut saya. Setelah puas melihat-lihat, kami pun menuju Baturraden. Akses jalan menuju Baturraden sangat berliku dan menikung. Baturraden merupakan tempat wisata yang mengagumkan. Sayangnya, saat kami tiba, hujan deras. “Gimana nih, Bap?. Mosok hujan-hujan,” kata saya. Maklum, Baturaden adalah tempat wisata outdoor sehingga pasti tak nyaman berjalan-jalan saat hujan deras. Apalagi tak ada satu pun yang membawa payung. “Tunggu aja, Mi. Bentar lagi reda,” kata suami. Baiklah, kami pun menuggu 15 menit, namun hujan tak kunjung reda. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa tiga payung seharga masing-masing Rp 10 ribu.

Baturraden ini terletak tepat di kaki Gunung Slamet di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Karena terletak di kaki gunung, udaranya cukup dingin dan pemandangannya sangat indah. Harga tiket masuknya Rp 15.000 per orang cukup terjangkau untuk dijadikan salah satu tempat wisata selama di Banyumas.
 
Adik ipar bersama keluarganya 

Bapak dan Ayyas

Ketika masuk ke dalam kawasan Baturraden, saya terpesona dengan air mancur yang mengalir darri sebuah tempat seperti kawah. Menaiknya lagi, di sekeliling kawah itu terdapat aneka tanaman hias berwarna-warni sehingga menjadi sangat menarik. Salah satu dindingnya merupakan air terjun yang mengalir pelan. Salah satu spot yang juga menarik adalah memberikan makan ikan. Ikan-ikan yang dipelihara di kolam sangat banyak jumlahnya. Anak-anak menjadi lebih senang saat memberikan makan dan ikan-ikannya berebutan. Oh ya, jangan beli makanan ikan sembarangan karena ada makanan ikan yang dijual di dekat kolam ikan itu.
 
Pemandangan yang indah ya ...
Setelah itu, kami naik tangga menuju sebuah jembatan yang kokoh. Dari atas jembatan, bisa terlihat pemandangan air sungai yang deras berwarna coklat penuh lumpur. Maklum usai hujan deras sehingga kondisinya demikian. Nah, kami pun melihat ada kolam renang. “Ummi, ada kolam renang. Aku mau renang disana,” kata Ayyas sambil menunjuk satu kolam renang. Akhirnya kami pun langsung ke kolam renang yang airnya dingin banget. Hanya Ayyas dan Iza, keponakan saya yang berenang. Selebihnya kami memutuskan untuk duduk di pinggir kolam renang. Nah karena airnya dingin banget, mereka hanya sanggup berenang sekitar setengah jam dan meminta untuk makan siang. Kami makan siang di pedagang kaki lima di dekat kolam renang yag menjual aneka makanan seperti sate, nasi dan lain-lain.
Naik-naik ke puncak jembatan :)
 
Jadi pengen berenang kalau lihat kolam renang seperti ini :)

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB sehingga kami langsung menunaikan shalat dzuhur di Baturraden. Lalu, kemana tujuan berikutnya? Yap, makan lagi!. Kami makan sroto, soto khas Banyumas yang enak banget. Sroto ini ada taburan aneka kerupuk warna warni. Boleh pilih pakai ketupat atau tidak. Ada satu tempat yang terkenal dan sangat ramai yakni Soto Surti 1. Rasa sotonya enak dan porsinya banyak. Saya sampai kekenyangan. Hihiiihi. Di sepanjang jalan Sokaraja banyak sekali penjual sroto. 

Nah usai makan babak 2 (ehem), kami ke tempat penjualan batik. Ada satu tempat yang menjual batik. Tak hanya menjual batik, melainkan juga pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan batik di tempat itu. Seru kan? Setelah seharian melakukann perjalanan, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah untuk beristirahat. Keesokan harinya, kami kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta ekonomi. Walaupun liburan singkat, namun kami sekeluarga bahagia karena bisa menjalin tali silaturahmi dengan keluarga.   

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

68 komentar:

  1. Saya belum pernah ke Banyumas. Btw itu kolam renangnya bagus ya mbak.. Jadi pengen nyemplung juga :D

    BalasHapus
  2. Saya dari dulu bercita2 pengen piknik ke baturaden. Tp blm kesampaian jg. Padahal dekat lho hihi.... sroto itu soto ya mak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYaaa sroto itu soto mbaa. Asyik kalau dekat bisa main main loh :)

      Hapus
  3. jadi pengen kesana mbak..... sudah terlalu lama ndak liburan, kerjaan cuma duduk manis di depan laptop....... sepertinya harus refreshing, saya suka tempat seperti ini.......

    BalasHapus
  4. wihh liburan happy yah plus seru merasakan pengalaman sama keluarga

    BalasHapus
  5. Belum pernah ke Baturraden jadi pengen ke sana setelah lihat foto-fotonya Mbak Lida..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cakep banget loh mba Rani. Alhamdulillah aku bisa ke sana :)

      Hapus
  6. Wah, seru liburannya, ya, Mba? Saya belum pernah ke Banyumas. Kapan ya bisa main-main ke sana. Indonesia ini begitu kaya, ya, Mba? Indah nian kreasi Sang Maha Pencipta. :) Thanks sharingnya, Mba, bikin mupeng deh ke sana. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Alaika semoga berkesempatan untuk kesana ya. Seru banget mba, Kece badai :)

      Hapus
  7. Asyik ni tempatnya. Kolam renang airnya pasti dingin banget tu mbak.

    BalasHapus
  8. Wah belum pernah ke Banyumas. Kayanya sejuk ya tempatnya Mbak ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mba WInda. Tempatnya emang kece pakai banget :)

      Hapus
  9. Banyumas, khas banget lobat bicaranya yaa.. xixi..Tempat liburannya cantiik..

    BalasHapus
  10. Ya ampuuun mba, sebelah mananya Alun-alun Banyumas? Saya kan asli Banyumas. Rumah orangtua dari Alun-alun Banyumas ke timur.
    Hihihi, kapan-kapan bisa ketemuan di Banyumas mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deket, mba. DEpannya hotel syariah deh kalau nggal salah. Aamin Aamin Smoga ya mba Ety :)

      Hapus
  11. Mahal juga mb tiket ekonom, Aku blm pernah ke banyumas, enak kayaknya apalagi kalo ada sodara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa itu padahal harga paling murah mba Milda :(
      Mungkin juga tergantng jarak yaa :)

      Hapus
  12. Lihat air mancurnya indah banget, jadi pengen ikutan ke sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYaaaa mba Naqi. Aku aja takjub ama air terjunnya kenapa jadi kece banget. HIhihihi

      Hapus
  13. Wah berangkat dari jam 3.00 shubuh? Kebayang pasti dingin dan seru yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa. HIhii dingin tapi seru. Mau gimana lagi mba. HIhih

      Hapus
  14. Yuk Ladies nabung jalan-jlan di Indo saja dlu hahha yang kek gini juga aku belom pernah mba. Penasaran sama yg buat batik sapa tau kepikiran bikin batik di Cimahi stlh lihat prosesnya mba :D
    Fotonya baguuussss mba

    BalasHapus
  15. Di Banyumas kaki gunung Slamet ada curug lho mbak...kalau suka wisata alam bs dipilih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa kemarin diajakin juga tapi kuatir anak-anak lagi capek mba Ophie :)

      Hapus
  16. Aku sudah lama ga nail kereta ekonomi, jaman dulu tahun 2000an kereta ekonomi masih ancur bgt.berjubal,sesak tapi banyak pedang asongan.ga lupa deh,aku pernah kena pup anak orang yang pup di kereta.karena sesak,susah kluar..pup berceceran mengenai semua penumpang..huwaaa.
    Btw lokasi wisata Banyumas agak kurang ngehits ya,mb...bagus diulas diulas gini biar pada tahu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuaaah pengalaman nggak bagus banget. Hihihii
      Iyaa padahal banyak banget yang bagus loh

      Hapus
  17. seumur-umur belum pernah nyampe banyumas.
    liat yang ini berasa peacefully banget tempatnya, jadi pengen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuk semoga kesampaian ya mba bisa main ke Banyumas :)

      Hapus
  18. baturaden ini kenagan banget sama mantan pacarku yg sekaarng jadi suamiku, di sini pernah ikuat PPL di balai pembibitan ternah, adanya di ats sedikitd ari wisata di baturadne ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah teryata ada pengalaman indah ya mba Tira. Hihii

      Hapus
  19. Sekarang kereta api ekonomi nyaman juga ya, Mbak. Daripada nyetir sendiri, memang lebih nyaman naik kereta.
    Ternyata banyak juga tempat yang menarik di Banyumas, selain Batu Raden. Sayang kalau dilewatin.
    Eh, padahal saya menanti penampakan srotonya,loh! Mirip soto, gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. OOh iya ntar aku posting deh ya mba. Mirip soto tapi lebih rame :)

      Hapus
  20. fotonya bagus-bagus menggambarkan suasana yang memang asik dan seru...next time pengen kesini

    BalasHapus
  21. Belum pernah ke Banyumas nih, penasaran deh jadinya.. View di Baturaden bagus bgt yah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ada kesempatan buat maen ke Baturraden ya mba :)

      Hapus
  22. utk destinasi lintas jawa saya paling favorite menggunakan jasa KAI.
    suka aja memandang pemandangan selama di perjalanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemandangan sawah hijaunya itu loh yaaa

      Hapus
  23. Pemandangannya indah banget..seru ..rame2 pula bareng keluarga..

    BalasHapus
  24. Sepertinya menarik sekali mba, saya belum pernah ke Banyumas, paling sering ke Tegal, tempat istri. Di Tegal aja udah dingin banget, gimana di Banyumas ya??!

    Saya baru tau ada makanan namanya Sroto. Hehehe...

    Nice info mba

    BalasHapus
  25. Wah mba itu air terjunnya apa ya? Kok keatas alami atau buatan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAh aku nggak tahu itu buatan apa nggak ya. Hihihi

      Hapus
  26. aduh jadi pengen berkunjung lagi neh ke banyumas, tapi kali ini pasti bawa keluarga kesana.. biar seru liburannya :-)

    BalasHapus
  27. Akhirnya kami saya membeli tiket sehari sebelum perjalanan.

    Mbaaak saya bingung sama kata kata "kami saya".. Atau sebenernya itu "kamis?" hihihi

    Iya sekarang kereta ekonomi udah bagus. Ada AC nya, dulu mah kalau blm ada AC rasanya kayak di oven di dalam gerbong kereta.

    Wah udah ke batu raden aja. Saya aja belum pernah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa itu maksudnya 'kami'? Hihiii
      Hayuuk ke Baturraden mbaa :)

      Hapus
  28. Baru tahu soto khas Banyumas itu namanya sroto, Mbak.
    Asyiknya ngeblog ya ini, bisa jadi banyak tahu keragaman Indonesia. Jadi makin cinta Indonesia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semangat berbagi juga mba Niar :)

      Hapus
  29. aku belum pernah explore banyumas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga suatu saat bisa jalan-jalan di Banyumas yaa

      Hapus
  30. Ih aku dah lama banget ngak ke baturaden, kayak nya kesana waktu kuliah awal 2000 an

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAh loh. Udah 16 tahun yang lalu? MApunn. Hihihi

      Hapus
  31. mbaa saya pengen dong gambarnya diatur ke ukuran lebih besar biar puas lihat pemandangannya secar details hihi

    BalasHapus
  32. Mb lid, aku terkahir ke baturaden masa pas masih sd kelas 3 huhu, padahal keknya sekarang uda beda banget ya, uda makin kekinian n banyak spot foto menarik.
    Ga coba makan sroto sokaraja ama gwthuk goreng mb

    BalasHapus
  33. Baturaden emang indah banget ya, Mbak. Meski saya sudah lama banget enggak ke sana, tapi kesan saya tentang Baturaden masih membekas indah :)
    Btw bapak saya asli Banyumas sih sebenernya. Tapi udah jarang ke sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah yuk skali skali main ke BAturraden mba :)

      Hapus
  34. Wiii sadaaaaap saja, jd 6 jam ya naik kereta. Ga terlalu lama juga ya, nanti ah backpackeran naik kereta seru kayaknya ngajakin keluarga

    BalasHapus