Senin, Januari 02, 2017

Hadiah Perjalanan 3D2N ke Malaysia Karena Ngeblog [Bagian 1]

Tahun 2016 bagi saya memiliki banyak anugerah yang diberikan Allah kepada saya. Salah satunya saat mendapat hadiah lomba resensi buku Kebahagiaan Yang Kutahu karya Datuk Stella Chin. Datuk Stella Chin merupakan Executive President PT MELILEA International Group of Companies. . Hadiahnya nggak tanggung-tanggung yakni perjalanan 3 hari 2 malam ke Malaysia.

Oh ya, saat saya tahu saya merupakan salah satu dari enam pemenang, saya tentunya gembira. Keenam pemenang itu adalah Mba Grace Ina Mariana, Mba Herva Yulyanti, mba Hana Bilqisti, mba Gloria Morgan dan Mba Belinda Kusumo. Mba Herva dan Mba Hana seringkali menjadi teman blogwalking. Sedangkan mba Gloria, Mba Belinda dan Mba Ina baru saya kenal saat perjalanan ke Malaysia. Dua teman saya yakni mba Herva telah menuliskan perjalanan itu disini, sedangkan tulisan mba Ina dapat dibaca disini.
 
Pengumuman pemenang resensi buku 
Hampir satu bulan setelah pengumuman pemenang, kami berenam dan ditemani Miss Yusti (pihak dari Stellavingz) pun berangkat menggunakan Malaysia Airlines. Rencananya tiba di Malaysia langsung ke kantor Stellavingz sehingga kami pun memakai baju formal. Saya memilih memakai gamis merah panjang. Namun setiba di bandara, jadwal berubah. “Kita langsung ke Melaka,” kata Miss Yusti. Hayuk siapa takut!

Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 04.50 WIB sehingga pukul 02.00 WIB saya sudah harus berangkat dari rumah menuju bandara. Saya sih tak masalah berangkat sepagi apapun, tapi kecemasan saya naik pesawat belum juga bisa saya atasi. Nah pas naik pesawat saya duduk tak satu baris dengan yang lain. Alhasil, saat turbulensi, saya memegang tangan Mba Hana. Kebetulan Mba Hana yang duduk sambil membaca buku hanya menatap saya heran saat saya memegang tangannya. Dia belum tahu kalau saya agak takut naik pesawat. Pas turbulensi agak reda, saya memilih tukar tempat duduk dengan Hana agar saya bisa duduk satu baris dengan Mba Belinda dan Mba Herva. Sepanjang perjalanan mba Belinda asyik mendengarkan lagu sedangkan mba Herva asyik sekali tidur sepanjang perjalanan. Mmh .. soal ketakutan saya naik pesawat akan saya ceritakan lagi kapan-kapan ya.
 
Bandara Kuala Lumpur yang keren juga
Terpisah dari Rombongan dan Dilema Beli SIM Card
Belum juga menikmati pemandangan di Malaysia, saya, Mba Belinda, Mba Herva dan Mba Gloria terpisah dari Miss Yusti dan Hana!. Semua karena kami asyik berfoto-foto sehingga tiba-tiba sadar bahwa kami terpisah. Akhirnya, setelah tanya sana-sini, kami naik trem dari bandara ke tempat pengambilan bagasi. Lalu bagaimana menghubungi Miss Yusti? Yap, berkat wifi bandara!
 
Ini pilihan SIM card selama di Malaysia. Penjualnya melayani dengan baik
Setelah mengambil bagasi (nunggunya lama banget), kami pun diajak ke counter SIM Card. Beberapa teman langsung semangat memutuskan membeli SIM Card, saya dan Mba Herva masih mikir-mikir karena dilema kuatir duit kurang. Selain itu saya pikir lebih hemat menggunakan wifi hotel dan tak terganggu dengan telepon. Namun kemudian saya memutuskan untuk membeli SIM Card karena hanya dengan 20 RM (sekitar Rp 60 ribu) sudah bisa dapat 1,5 GB. Jadi cukup untuk kegiatan 3 hari 2 malam di Malaysia. Keputusan itu saya syukuri karena Ayyas telefon melulu melalui Line. Nggak kebayang kan kalau nggak beli SIM card? 

Mengelilingi Obyek Wisata Sejarah dan Makan Sang
Perjalanan ke Melaka membutuhkan waktu 2-3 jam dari bandara Malaysia. Sepanjang perjalanan saya mencoba untuk tidur karena di pesawat saya tak bisa tidur dan makan nasi. Tiba di Melaka, kami langsung ke Rumah Merah. Tempatnya sangat bernilai sejarah. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan kota Melaka sebagai kota sejarah yang masuk dalam daftar warisan dunia. Kota Melaka dijuluki The World Heritage City karena bangunan-bangunan bersejarah banyak yang masih dalam kondisi bagus. Letaknya pun saling berdekatan sehingga dapat dikunjungi dengan berjalan kaki. Kami pertama berhenti di Stadthus-Red Square yang merupakan bangunan berwarna merah yang berada di tengah kota. Warna merah pas banget dengan gamis merah yang saya kenakan saat itu. Uhuy!    
 
Kawasan Rumah Merah  
Jalan di sepanjang kawasan Rumah Merah 
Kami langsung berfoto-foto di air mancur Queen Victoria yang dibangun pada tahun 1904 oleh pemerintah Inggris. Meskipun berusia cukup tua, air mancur ini masih berfungsi dan bagus. Di sekitar air mancur ada taman.  Kawasannya cukup teduh karena cukup banyak pohon rindang yang mampu menghalau panas matahari. Di samping air mancur ada tulisan I Love Melaka. Desain tulisannya unik dengan huruf berwarna warna kuning, merah dan putih. Saya dan teman-teman kemudian melangkahkan kaki ke Christ Cruch Melaka. Gereja ini merupakan gereja Protestan tertua yang dbangun pada tahun 1753. Gereja ini dibuka setiap hari sejak pukul 9 pagi hingga 5 sore. Di dalam gereja juga dijual berbagai cinderamata dan brosur brosur keagamaan.
 
Air mancur yang masih berfungsi 
Di depan gereja, terlihat banyak becak-becak yang dihias untuk menarik perhatian. Becak-becak dihias dengan aneka tokoh kartun seperti hello kitty, doraeman dan lain-lain. Ada juga bunga hias yang dibentuk menyerupai bentuk love atau bunga aneka warna dpajang di sekeliling becak. Bagian atasnya berbentuk payung aneka rupa dan warna. Terdengar alunan lagu dengan volume besar. Nah di sepanjang kawasan Rumah Merah, dijual aneka cinderamata seperti gantungan kunci, tempelan kulkas hingga pembatas buku. Saya sama sekali tak membeli karena harganya terhitung mahal yakni 15 RM. Di satu sisi, saya mengira di Kuala Lumpur pun tersedia sehingga lebih baik beli di Kuala Lumpur Malaysia. Teryata dugaan saya keliru. Agak menyesal juga tak membeli pembatas buku di Melaka.   

Hiasan becak yang lucu
 
Balai Seni Lukis di kawasan Rumah Merah 
Tak terasa, perut keroncongan. “Kita makan dulu yuk,” kata Miss Yusti. Ajakan ini tentu tak ditolak oleh kami. Mobil pun langsung menuju Restoran Nyonya Makko. Restoran ini merupakan salah satu restoran yang menyediakan makanan halal di Melaka. Teryata, tak mudah menemukan makanan halal di Melaka, beda dengan di Kuala Lumpur. Dari luar, tampak banyak orang yang berdiri. Saya pikir mereka sedang menunggu kedatangan orang atau kenalan. Kami pun langsung masuk ke dalam restoran dan bersiap duduk di sebuah meja yang sedang dibersihkan. Mendadak seorang ibu berkata, “Keluar dulu. Jangan duduk,” kepada kami. Saya binggung, kenapa kami di usir. Saya kemudian sampaikan bahwa kenalan kami sedang memesan makanan di kasir. “Iya, keluar dulu. Keluar saja,” katanya smabil mengusir kami keluar. Wah, nggak sopan nih,” pikir saya. Teryata setelah keluar restoran, Miss Yusti mengatakan makan disini harus menunggu antrian. Jadi ya, kami berdiri smabil ngobrol selama hampir setengah jam. Sambil menunggu, kami melihat pihak restoran memanggil nama stau per satu calon konsumen. Mmh .. seperti menunggu antrian dokter. Daaaaan …. tibalah nama rombongan kami dipanggil.
 
Antrian di depan rumah makan 
Saat makanan disajikan, teryata banyak sekali menu makanan yang menggiurkan. “Kita akan kedatangan Datuk Alan. Hah? Datuk Alan akan makan siang dengan kami? Wah, kami senang juga karena Datuk Alan merupakan suami Datuk Stella Chin. Datuk Alan merupakan pemilik perusahaan MEILILEA. Pas datang, jujur saya nggak menyangka Datuk Alan sangat sederhana. Tanpa ragu ia duduk dan bercerita banyak hal kepada kami. 

Suasana makan bersama Datuk Alan
Mulai dari bagimana dia mengembangkan usaha hingga persoalan pernikahan dan nilai-nilai kehidupan. Makan siang itu bagi kami semua tak hanya sekedar makan siang saja. Tak terasa, hampir dua jam obrolan sambil makan siang kami lewati. Kami baru selesai makan siang setelah kami menjadi satu-satunya tamu di restoran itu. Hihiii. Kebayang kan serunya diskusi kami?

Ingin tahu tempat wisata apa lagi yang kami kunjungi selama di Malaysia? 
Tunggu tulisan saya di bagian kedua ya. Terima kasih :)





Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

77 komentar:

  1. Hana pinjam foto2nya ya mba alida *ngga modal sumpah* wkwkwk..
    Abis selama di jalan, hana lagi ngga mood foto :)

    BalasHapus
  2. hahaha ngantuk sampe ga kerasa turbulensi :p jadi asyik merenda bulu mata sepanjang perjalanan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahagia banget, mba Hervaaaa.
      Aku malah pengen bisa tidyr selama di pesawat :p

      Hapus
  3. Hai mb Alida. Melaka bagai rumah kedua buat saya krn bolak balik berobat kesana. Di Melaka enak buat travelling krn relatif aman ga ada preman dsb. Juga bbrp objek bs ditempuh dg jalan kaki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bisa jalan kaki, mba. Lekas sembuh ya mba Yervi. Aamin

      Hapus
  4. Subhanallah... Asyiknya jalan2nya mbak hhe
    Eh itu pas di RM nya hanya satu org ngewakilin buat pesan makanan pas yg lain di luar supaya tertib gitu y mbk Alida :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAyaknya begitu, mba. Jadi antri gitu. Hanya saja nunggunya kan nggak harus di luar gitu. hihihii

      Hapus
  5. Kereeeen...berkah ngeblog bisa jalan2 ke Malaka..photo2nya juga seru ya kak..btw wajahnya Datuk Alan kok sedih banget ya kelihatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mba Dewi :)
      Itu kayaknya pas cerita bagian sedihnya, mba Dewi :p

      Hapus
    2. Lain kali ajak aku kak, bagian motretnya aja pun :P wkwkw

      Hapus
    3. Ntar ajak aku ke Denmark yaa :p

      Hapus
  6. Wah..Malaysia ternyata banyak tempat menarik y..kirain petronas doang yg paling iconic

    BalasHapus
  7. wah asyiknay bsia jalan-jalan ke sana

    BalasHapus
  8. duh, enaknya ikut lomba dan hadiahnya jalan2 teruss.... gut gut. selamat ya Mbak Alida..

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAkasih kakak Abel aku yang pengertian banget :p

      Hapus
  9. Asiknya bisa jalan - jalan kesana, keren ya. Selamat ya mbak semoga hadiah - hadiah selanjutnya mengikuti yaaa, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. ALhamdulillah.
      Amin doanya mba. Terima kasih ya

      Hapus
  10. Selamat ya mbak Alida, senengnya berkarya dapat hadiah jalan2 😍 Salam kenal 😊

    BalasHapus
  11. Nggak kebayang rasa bahagianya mbak, bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri dari ngeblog. Sukses teru ya mbak! :)

    BalasHapus
  12. waaah..seru... ditunggu cerita selanjutnya.. tempat beli oleh-oleh di Melaka dimana ya Kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada di Rumah Merah, itu mba. Tapi aku nggak sempat beli apa-apa

      Hapus
  13. Wah asyik banget Mba. Impian aku banget ini bisa jalan2 dari blogging. Semoga tahun ini ada lagi lomba resensi berhadiah jalan2 ke luar negeri yakk. Eh tapi aku belum punya passport deng huhuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah.
      Aamin doanyaa mba. Semoga bisa terwujud ya :)

      Hapus
  14. Hallo Mba Alida, wah luar biasa sekali Mba. Keren banget hadiah lombanya. Pasti unforgettable nih :)
    Negara tetangga ini memang keren juga ya?
    Ditunggu cerita selanjutnya Mba Alida :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Ani Berta. Kereh banget wisata sejarahnya :)

      Hapus
  15. Wahh parti seru banget ya bisa kesana,kawasan rumah merahh apikkk nyo,huhu aku belum pernah keluar negeri 😂😂.

    BalasHapus
  16. wah serunya...btw lihat penjual kartu SIM itu hihi aku juga beberapa hari disana pakai DIGI eh iklan :D

    BalasHapus
  17. Dulu banget pernah ke malaysia ama suami, tapi belum pernah ke malaka. Kayaknya musti nabung dulu nih biar kapan2 bisa maen2 kesana. Seru mbak cerita perjalanannya untung ada temen. Kalo aku gitu paling udah nangis heboh kalo kepisah dari rombongan 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihiiii
      Iya semoga bisa ke Melaka ya mba Vety :)

      Hapus
  18. Ahhh.. serunya.. itu hiasan becaknya total banget yaakkk :D

    BalasHapus
  19. wiih beruntung banget mba...

    BalasHapus
  20. ke Malay itu emang quick escape yang gag ngebosenin bgt mbak. semoga tahun ini mau kesana lagi datang ke wedding teman :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah asyik tuh kalau bisa mampir ke sana, mba :)

      Hapus
  21. Ah senang nya ke malaysia gratis hehehe, btw nyobain laksa jongker 88 di malaka ngak ???? itu enak banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaiih, nggak nyicipin, mas. Aih tahu gitu yaa aku mampir ngincip

      Hapus
  22. Mbaaa Lidha, Mba beruntung banget deh bisa jalan-jalan ke luar negeri karena ngeblog. Saya kapan yaa bisa seperti Mba Lidha??

    BalasHapus
  23. Whoaaaa seru banget.. Berkah ngeblog ya Mbak.. Congrats and keep blogging ya Mbak.. :)

    BalasHapus
  24. Wiiihh asyik banget ini, Mbak. Bener-bener berkah ngeblog. Dapat jalan-jalan, ilmu, teman, dan pengalaman pastinya.

    BalasHapus
  25. fotonya cakep2.. ais pasti perjalanan ga terlupakan banget ya mba Alida. Aniwei ga bisa ngebayangin kecemasan mba waktu turbulensi itu. untung ga badai ya di atas. Penasaran menunggu postingan lengkapnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah. Aku berusaha banget nggak panik mba. Tapi tetap aja

      Hapus
  26. Jadi penasaran dengan bukunya. Karena selama ini saya nggak pernah absen main ke toko buku tapi nggak ngerasa lihat lombanya. Salam kenal kakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo ... Waktu itu acara d Gramedia. Dan iklan lomba itu ada di Instagram, Facebook dan line juga :). Salam kenal kembali ya. Terima kasih sudah mampir

      Hapus
  27. Calon suami sepupu saya orang Melaka. Makan saya lumayan semangat kalau mereka jadi nikah mau jalan-jalan ke sana. Tapi, katanya sekarang Melaka jadi macet karena banyak turis hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kalau Sabtu dan Minggu katanya macet banget mbak. Asyik nih bisa ke Malaka mba :)

      Hapus
  28. Hahahah orang Ind ya, hobi selfie smp ketinggalan rombongan. Tapi memang betul tu mbak, lbh baik beli sim card lokal. Jatuhnya masih tetap lebih murah dibandingkan dg upgrade sim card Ind kalau di Msia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa begitulah mba Lusi.
      Iyaa ternyata murah kalau beli SIM card lokal :)

      Hapus
  29. Wawawa,,, keren banget mb lida, btw pas makan antri kayak nunggu antrian dokter..,huhuhu, tapi lumayan ya, berarti emang restonya ramai pengunjung
    Btw aku baru tau melilea ini malaysia punya loh mb hihi
    Takkira mlmnya sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa
      Aku juga baru tahu pas ikut lombanyaa mba. Hihiihiii

      Hapus
  30. Waaaah serunyaaaa. Karena ngeblog jadi bisa ke luar negeri. Keren sekali mbak Alidaaaa <3 ditunggu banget cerita selanjutnya ya mbaaaaaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbaa Adriana :)Terima kasih banyak ya :*

      Hapus
  31. alhamdulillah berkah ngeblog jadi diundang ke Malaysia ya
    selamat sekali lagi ya Alida
    kepengen ke Malaka juga he...he...
    apalagi pernah ke Galeri Malaka yang di Kota Tua dan di Sawahlunto makinjadi aja kepengenannya

    BalasHapus
  32. Wah mba, sekali lagi selamat yaaa... Ikut seneng.
    Itu ngobrol seru banget sampe sepi pengunjung lainnya hihii
    Jadi 60rb utk 3 harian, sim card dan paket inet, lumayan mba....
    Next post yaaa menanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah banget mba :)
      Makasih ya mba

      Hapus
  33. Alhamdulillah ya Mba, aku pun ikut seneng lho liatnya.. Itu kayaknya disana instagram-able sekali, bawaanya pengen semua difoto yaa hahaha. Semoga aku pun suatu hari bisa ke Malaka juga. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin. Smoga berkesempatan ke Melaka ya mba :)

      Hapus
  34. Mba Herva dari Cimahi ke Soetta lintas negara, makanya capek dia dan harus tidur :D Resto Nyonya rame juga ya, sampai harus antri dulu mau makannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah dia emang doyan tidur kayak aku mba NIta. Hahhaaa. Hanya saja aku blm bisa tenang tidur di pesawat. Hihii

      Hapus
  35. Untung beli sim card ya mba, jd yg di Jakarta bs ttp menghubungi... Aku jg kl ke LN beli sim card setempat mba, jaga2 aja 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa. Biasnaya manfaatin wifi tapi kali itu wifinya ga bisa. HIhii

      Hapus
  36. Mama sayange, becaknya kayak becak manten.. Wkwkwk.. Cerita diatas nggak jauh2 beda ama yg diceritain mba herva di blognya. Tersesat-ngantri makan-kurang tidur 😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa bawa ke Ambon bisa tuh, Mba Amanda. Hhahaa
      Iyaaa aku ama Mba Herva kan sehati. Hhahaa

      Hapus
  37. Wah... enak banget jalan-jalan gratis gitu, selamat ya mbak :)

    BalasHapus
  38. Menulis di blog sudah jadi kecintaan saya sejak 6 tahun silam. Dan hari ini masih tetap berbagi informasi lewat blog. Terimakasih blogger

    BalasHapus